CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Trauma


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa untuk like ya.👍😁


.


.


.


Sudah satu minggu Kemal tinggal di rumah Bramana, awalnya dia sedikit canggung karena setiap gerak-geriknya selalu diawasi oleh kedua mertuanya. Seperti malam ini dia tengah berada di ruang keluarga.


Sekarang Kemal selalu pulang lebih awal dari jam biasa dia pulang kerja. Hubungannya dengan Cinderella masih saja sama, setiap malam dia selalu tidur di sofa kamar Cinderella, dia bisa mengerti jika Cinderella tidak menginginkan dirinya, mungkin karena trauma atau bisa jadi karena dia terlalu kotor bagi Cinderella.


Televisi sudah dimatikan oleh Cinderella, karena hujan mulai turun dengan deras dan kedua orangtuanya juga sudah masuk ke kamar. Saat tiba di kamar, Cinderella lamgsung menuju kamar mandi melakukan rutinitas sebelum tidur. Setelah dia selesai gantian Kemal yang masuk ke dalam kamar mandi, guntur terdengar menggelegar hingga menyebabkan kegelapan di dalam rumah Cinderella.


Cinderella masih belum menutup matanya karena tengah menunggu Kemal keluar dari kamar mandi, di dalam kamar mandi tidak disediakan emergency lamp. Hanya di kamar saja yang terdapat emergency lamp. Cinderella yang khawatir dengan kondisi Kemal, segera mengetuk pintu kamar mandi.


“Mal, are you oke?” cukup lama Cinderella menunggu jawaban dari Kemal, tapi yang ada tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Cinderella kembali mengetuk pintu kamar mandi, tapi sama sekali tidak ada jawaban dari sana. Hingga akhirnya dia membuka pintu kamar mandi itu pelan-pelan. Dia mencari keberadaan Kemal di depan wastafel tapi tidak terlihat di sana.


“Mal...” panggilnya lagi. Betapa terkejutnya saat Cinderella melihat Kemal yang menggigil sambil menutup telinganya, keringat dingin sudah mengalir di wajah Kemal, membuat Cinderella khawatir dengan kondisi Kemal.


“Ada apa denganmu, Mal. Apa kamu takut gelap?” tanya Cinderella saat sudah berada di depan Kemal. Dia reflek membawa Kemal ke dalam pelukkannya. Tangan Kemal yang berkeringat mengenggam pergelangan tangan Cinderella.

__ADS_1


“Please keluarkan aku dari sini!” ucap Kemal dengan nada yang ketakutan.


“Iya, tenanglah kita akan keluar dari sini.” Cinderella mengajak berdiri Kemal dan berjalan meninggalkan ruangan yang gelap itu.


Setelah sampai di kamar Cinderella meminta Kemal untuk tidur di ranjang milikknya, dia lalu memberi Kemal minuman agar lebih tenang.


“Besok aku akan meminta pegawai agar memasang emergency lamp di kamar mandi.” Kemal masih diam rasa takutnya masih belum pulih karena trauma yang pernah dia alami.


“Tidurlah di sini, aku akan menemanimu,” ucap Cinderella sambil menyelimuti tubuh Kemal. Tangan Kemal masih mengenggam erat tangan Cinderella. Perlahan Kemal yang sudah merebahkan tubuhnya mulai terlelap dengan tangan yang masih menggenggam tangan Cinderella. Cinderella yang merasa bingung harus bagaimana lagi, dia segera merebahkan tubuhnya, karena sebenarnya dia sudah sangat mengantuk. Dia menatap sebentar ke arah Kemal, wajahnya masih pucat karena merasa ketakutan, mungkin dia pernah mengalami hal buruk, yang tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun.


Sepertinya hidupmu penuh misteri yang harus segera dipecahkan. Batin Cinderella sambil mengusap rambut Kemal. Dia hendak mencium dahi Kemal, tapi setelah jarak tinggal 5 cm, dia malah mundur lalu merebahkan tubuhnya dia belum bisa seenaknya sendiri mencium Kemal, meski dia adalah istrinya.


“Sudah gila apa aku ya? Tapi dia suamiku, ayah dari mereka,” ucap Cinderella lirih. Kembali dia menoleh ke arah samping, melihat wajah rupawan yang dalamnya ternyata penuh dengan misteri. Merasa sudah puas menatap Kemal dia kembali memejamkan matanya, dengan tangan yang masih mengenggam tangan Kemal.


“Minumlah!” Kemal menerima dan meminum air mineral yang diberikan Cinderella.


“Kamu mimpi buruk?” tanya Cinderella tapi Kemal tidak menjawab pertanyaanya dia justru balik bertanya pada Cinderella.


“Kenapa aku bisa tidur di sini?” Cinderella tersenyum manis saat mendengar ucapan Kemal.


“Karena aku yang membawamu kemari,” jawab Cinderella singkat, “Tidurlah lagi! Ini masih terlalu malam,” perintah Cinderella.

__ADS_1


Kemal mengingat kejadian yang terjadi sebelum dia bangun tidur, dia tidak ingat apapun kecuali saat lampu kamar mandi mati dan dia mulai ketakutan. Bahkan Cinderella yang telah datang dia hanya samar-samar mengingatnya.


“Tidurlah di sofa jika kamu tidak ingin tidur di sini,” ucap Cinderella saat tidak mendapati Kemal untuk segera merebkan tubuhnya.


“Terimakasih sudah membawaku keluar dari kegelapan,” ucap Kemal sambil merebahkan tubuhnya. Cinderella menoleh ke arah Kemal. Matanya tepat menatap mata belok yang sedang menatapnya. Dia lalu mengalihkan tatapannya saat dia menghadap langit-langit, sambil menarik selimut untuk menutupi perutnya.


“Apa yang terjadi dengan dirimu? Apa kau pernah mengalami hal buruk?” tanya Cinderella yang penasaran, “Saat di Sumba juga kamu pinsan gara-gara lihat hantu buatan,” lanjut Cinderella yang mengingatkan kembali kejadian beberapa bulan yang lalu. Kemal hanya diam, menutup mulutnya rapat.


Karena tidak mendapat jawaban dari mulut Kemal Cinderella kembali menoleh ke arah Kemal yang masih menatapnya. Cinderella bingung saat Kemal menatap dirinya seperti itu, matanya sayu dan penuh kesedihan tapi mulutnya tidak mengeluarkan satu kata pun.


“Boleh aku memelukkmu?” tanya Kemal yang mencoba mencari tempat untuk menenangkan dirinya. Cinderella diam ingin menolak permintaan Kemal. Namun, perkataan mamanya seminggu yang lalu langsung terlintas di otaknya. Cinderella pelan-pelan mendekat ke arah Kemal, dengan ragu dia meletakkan tangannya di pinggang suaminya. Kemal justru membalas erat pelukan Cinderella, hingga perut Cinderella menempel di tubuh Kemal.


“Perutku Mal!”peringat Cinderella saat mulai tidak nyaman. Kemal pelan-pelan melepaskan pelukkannya, karena dia merasakan pergerakan dari dalam perut Cinderella.


“Perutmu ada yang bergerak?” tanya Kemal.


“Iya itu calon anak kita,” jawab singkat Cinderella.


“Apa boleh aku merasakannya lagi?”


.

__ADS_1


.


Next? ^_^


__ADS_2