CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Menjemput Suami


__ADS_3

Happy reading.😁


.


.


.


Pagi ini Kemal menelepon Cinderella jika dia akan tiba di Jakarta pukul 7 malam, Cinderella sudah meminta izin pada Bramana bahwa dia akan bermalam di apartemen milik Kemal. Awalnya Bramana tidak menyetujui, tapi berkat bujukan dari Sandra akhirnya dia mengizinkan putrinya itu pergi, dengan satu syarat hanya sehari saja. Karena dia masih khawatir jika Kemal akan berbuat macam-macam pada putrinya itu.


Pukul 6 sore terlihat Cinderella mengemudikan mobilnya sendiri, dia melajukan mobilnya menuju bandara untuk menyambut suaminya. Perjalanan cukup memakan waktu lama karena dia terjebak macet di lampu merah. Hingga Kemal menelepon dan menanyakan keberadaanya karena dia sudah terlalu lama menunggu.


Duapuluh lima menit kemudian Cinderella sudah tiba di pintu masuk bandara, dia meminta Kemal untuk menghampiri mobilnya, karena dia tidak ingin jika ada wartawan yang mengambil gambar mereka berdua. Lampu dalam mobil menyala ketika Kemal membuka pintu mobil yang di kemudikan Cinderella. Dia lalu meminta Billy untuk pulang dengan naik taxi.


“Bos kita searah! Kenapa nggak mengantarku dulu,” ucap Billy saat Kemal memasuki mobil.


“Stop! Aku nggak suka dipaksa, kamu segera pesan taxi sana!” perintah Kemal sambil melambaikan tangan dan menutup kaca jendela mobil. Lalu meminta Cinderella untuk segera menjalankan mobilnya.


Suasana hening menghampiri mereka, hanya saling mencuri pandang. Saat sampai di lampu merah Kemal meminta Cinderella untuk berpindah supaya dia saja yang mengemudikan mobil. Cinderella menyetujui karena merasa tidak nyaman dengan posisi duduknya sekarang.


“Sudah makan?” tanya Kemal memecah keheningan.


“Belum.” Kemal lalu memutar balik mobilnya ke arah restoran langgananya. Dia meraih ponsel dan meminta Billy untuk melakukan reservasi ruang VIP.


Sampai di restoran Kemal segera meraih tangan Cinderella. Mereka berdua berjalan melalui pintu khusus yang sudah disediakan pihak restoran, agar tidak ada paparazi yang mengambil gambarnya. Setelah sampai di tempat mereka akan malam, Kemal menarik kursi Cinderella, sambil tersenyum ke arah istrinya.

__ADS_1


“Silahkan Nyonya Kemal,” ucap Kemal saat menarik kursi, Cinderella duduk dan tersenyum manis ke arah Kemal, lesung pipinya tidak bisa dia sembunyikan lagi karena merasa senang atas perlakukan Kemal.


Tanpa memesan makanan, Pramusaji sudah memgantarkan makanannya ke meja mereka, karena mereka tau harus menyiapkan menu apa saja jika Kemal datang ke sana.


“Apa kamu tidak suka dengan makananya?” tanya Kemal saat Cinderella masih belum menyentuh makanan di depannya.


“Suka, aku bahkan bingung ingin makan yang mana dulu,” jawab Cinderella.


Mereka lalu makan sambil mengobrol, memecahkan kecanggungan yang tadi mereka ciptakan saat berada di mobil.


Saat sudah selesai makan, mereka segera keluar dari restoran, tangan Cinderella sudah menggenggam tangan Kemal, dia bersandar di lengan Kemal yang keras, sambil berjalan ke arah tempat parkir. Kemal tersenyum lebar melihat perlakuan Cinderella, dia merasa jika Cinderella sudah bisa menerima dirinya sepenuhnya saat ini.


Tigapuluh menit kemudian mereka berdua tiba di apartemen, Kemal langsung menyandarkan tubuh Cinderella ke dinding saat sudah menutup pintu apartemen. Dia menatap wajah wanita yang sangat dia rindukan. Cinderella heran dengan kelakuan Kemal karena tidak membiarkannya duduk, dia lalu mengerucutkan bibirnya, membuat semakin ingin ******* bibir istrinya itu.


“Aku juga.”


“Kamu merindukanku? Kenapa tidak bilang, jika kamu bilang kan, aku bisa pulang lebih cepat,” ucap Kemal menatap lekat ke wajah Cinderella, karena malu Cinderella justru menunduk sengaja menyembunyikan wajahnya dari pandangan Kemal, Kemal tersenyum melihat tingkah Cinderella yang malu-malu itu. Dia meraih dagu Cinderella agar matanya bisa bertemu dengan mata istrinya.


Kemal tersentak saat Cinderella mulai mengecup bibirnya, tapi dalam hatinya dia sunggu bahagia. Setelah kecupan singkat itu lepas Cinderella menatap wajah Kemal yang juga tengah menatapnya.


“Aku ingin menjadi pasangan suami istri seutuhnya,” ucap Cinderella yang tidak dimerngerti Kemal. Kemal diam tanpa merespon ucapan Cinderella. Cinderella malu karena Kemal tidak merespon ucapannya. Dia berpikir bahwa Kemal sudah tidak menginginkannya lagi karena tubuhnya yang sudah tidak seperti dulu. Dia menatap ke arah Kemal lagi, yang tengah terdiam mematung di depannya.


“Ci...,” panggil Kemal, “Apa yang kamu katakan?” lanjutnya yang kini menatap wajah Cinderella.


“Apa kamu bodoh! Hah...” maki Cinderella karena Kemal tidak juga paham. Kemal tertawa saat Cinderella memakinya.

__ADS_1


Ya Tuhanku..., kenapa dia jadi sebodoh ini, aku sudah berusaha memberanikan diri tapi yang ada, dia pura-pura bodoh. Nyerah sajalah besok dia juga pasti menginginkannya. Tapi, kalau aku nyerah, belum tentu juga aku punya keberanian seperti sekarang. Batin Cinderella.


“Apa kamu sudah tidak menginginkanku?” tanya Cinderella dengan nada marah. Kemal langsung memberikan ciuman panas saat Cinderella berbicara seperti itu, ciuman kerinduan yang sudah seminggu mereka tahan, ciuman penuh nafsu dan gairah dari keduanya.


“Mana mungkin aku tidak menginginkanmu, sejak awal kita nikah aku bahkan kesusahan untuk menahannya,” jelas Kemal saat melepas ciumannya. Kemal mulai mencium Cinderella lagi, ciuman kali ini lembut, tidak seperti awal tadi, Kemal menurunkan ciumannya ke leher Cinderella, hingga membuat Cinderella merasa geli, dan menahan wajah Kemal untuk tidak berada di area leher.


“Kenapa nggak seperti waktu itu?” tanya Cinderella yang mengingat saat Kemal merenggut keperawananya.


“Nggak! Dulu aku melakukannya, dengan penuh nafsu ingin memilikimu, sekarang aku sudah memilikimu, jadi aku akan melakukannya dengan lembut,” ucap Kemal lalu mengankat tubuh Cinderella dan mendudukkan di sofa ruangan tv apartemen Kemal.


“Tapi..., rasanya aneh, Mal.”


“Nikmatilah, aku akan membawamu ke surga dunia,” ucap Kemal sambil melepaskan resliting yang berada di punggung istrinya. Membuka pelan baju yang Cinderella kenakan. Setelah terbuka dia hanya menatap tubuh Cinderella sambil tersenyum sendiri.


“Terlihat unik,” ucap Kemal sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Cinderella, dengan lembut Kemal memberikan sentuhan pada tubuh istrinya, hingga membuat Cinderella mendesah pelan, karena sentuhan yang Kemal berikan. Kemal membuka pakaiannya saat memgetahui bahwa Cinderella sudah siap untuk menerima miliknya.


Penyatuan itu terjadi, Kemal membawa Cinderella ke surga dunia sesungguhnya, suara yang tadinya hanya terdengar jeritan dari bibir Cinderella, kini berubah menjadi desahan yang memenuhi ruangan apartemen Kemal, tidak hanya dari Cinderella suara indah itupun juga keluar diri bibir Kemal.


“Aku suka suaramu,” ucap Kemal di tengah kegiatan mereka, lalu Kemal membawa Cinderella masuk ke dalam kamar, melanjutkan aksi liarnya di sana. Hingga keduanya merasa lelah dan puas , Kemal mendorong tubuh Cinderella ke arah samping, lalu dia beranjak pergi dari ranjang menuju kamar mandi. Membuat hati kecil Cinderella kecewa, saat melihat perlakuan Kemal. Dia masih ingin mengatur deru nafasnya ini dipelukkan Kemal, bukan seperti habis manis sepah dibuang.


.


.


Next.

__ADS_1


__ADS_2