
Happy reading semoga suka dengan karya saya, jangan lupa tekan 👍.
.
.
.
.
.
Pagi itu terlihat Cinderella duduk di depan cermin, menatap pantulan wajahnya. Dia tidak terlihat sedang bersedih, seperti orang yang selesai putus cinta, dia hanya terlihat kesal saja ketika mengingat kejadian tadi malam.
Cinderella sudah melepaskan Kemal untuk wanita lain, jadi dia harus menata kembali hatinya, semoga saja bisa secepatnya berpaling dari lelaki menyebalkan itu.
“Ci... Ada Andre di bawah,” ucap Sandra saat masuk di kamar anaknya.
“Ngapain dia datang, Ma?”
“Mana Mama tau, temuin gih!” ucap Sandra pada putrinya yang sedang memakai body lotion itu.
Cinderella mengulangi lagi menggunakan bedaknya, agar wajahnya terlihat segar, lalu mengambil tas yang tadi sudah dia siapkan di sofa. Dia masih memikirkan apa yang akan dilakukan Andre padanya, hingga sepagi ini dia sudah tiba di rumahnya.
Seperti biasanya Cinderella mengenakan dress formal yang sedikit memperlihatkan lekuk tubuhnya yang berisi itu. Dia berjalan menuruni anak tangga.
“Andre...” Panggilnya saat sudah tiba di ruang tamu.
“Ada apa? Tumben pagi-pagi sudah sampai sini.”
“Nggak papa, Cuma pengen ngajakin kamu sarapan bersama,” Cinderella mengernyit mendengar ajakan Andre yang sedikit aneh itu, dia diam sejenak memikirkan ajakkan Andre. Namun, ketika akan menjawab Revan datang dan memberitahu jika sebentar lagi akan ada meeting dengan kliennya, jadi dia tidak bisa menyetujui ajakkan Andre.
“Maaf ya Ndre, mungkin kita bisa pergi lain waktu,” ucapnya yang melihat raut wajah kecewa Andre.
__ADS_1
“No problem, aku akan menunggu kabar darimu,” Cinderella menganggukan kepala ke arah Andre.
Setelah mobil Andre tidak terlihat lagi, Cinderella lalu mengajak Revan untuk segera berangkat ke kantor, karena klien bisnisnya sebentar lagi akan datang kesana.
Saat diperjalanan Revan menghentikan mobilnya karena lampu merah yang tengah menyala, pandangan Cinderella ke arah samping jendela, menatap mobil Kemal yang tepat berhenti di samping mobilnya, terlihat dua orang di kursi belakang kemudi, dia tau ada jika Kemal di temani oleh seorang wanita, tapi dia tidak bisa melihat jelas siapa wanita itu.
Cinderella tersenyum kecut ke arah luar, dia merasa benar karena sudah menolak Kemal kemarin, menurutnya dia terlalu baik untuk seorang Kemal yang suka bermain hati seperti itu, dia tidak tahu bagaimana kehidupan Kemal yang suka bermain dengan gadis yang masih perawan itu.
“Pak Revan. Siapa klien kita kali ini?” Revan diam sejenak memikirkan pertanyaan Cinderella, karena dia takut jika dia menceritakannya Cinderella tidak mau bertemu dengan salah satu keluarga Martin tersebut.
“Pak! Anda melamun? Atau tidak mendengarkan pertanyaan saya,” tegurnya pada sekertarisnya itu.
“Hemmm..... Nggak kok Non, saya hanya fokus ke jalan, ki-kita akan bertemu dengan David Martin, salah satu penerus Martin Group yang baru akan memulai bisnisnya, dan tawarannya sangat menarik untuk kita pakai,” jelasnya pada Cinderella.
“Davin Martin. Adiknya Kemal dong?” tanya Cinderella.
“Iya. Betul Non,” Cinderella menghela nafas kasarnya, semoga saja sifatnya tidak seperti kakaknya yang tidak bisa menghargai wanita.
“Iya dia baru 22 tahun Non,” jawab Revan singkat.
“Baiklah aku sudah tidak sabar bertemu dengan pemuda itu,” ujarnya dan tersenyum ke arah spion kaca depan.
“Dia tampan, hampir mirip dengan kakaknya, hanya berbeda di matanya yang terlihat sedikit sempit,” ucap Revan yang membuat Cinderella semakin tertawa keras.
“Ih... Pak Revan, mana ada mata sempit yang ada sipit, tapi kok bisa? Kemal kan matanya belok,” dia diam sejenak setelah mengucapakan itu, dia teringat jika Kemal sudah pernah menjelaskan padanya.
“O...ya kemaren kenapa Pak Revan mengizinkan Kemal untuk datang ke rumah? Pak Revan tau nggak kalau jantungku copot berulang kali,” makinya pada lelaki yang lebih tua darinya itu.
“Pak Kemal yang memintanya Non, jadi saya tidak berani menolak,” terangnya.
“Apa dia melakukan hal buruk Non?” Tanya Revan menatap cici dari kaca spion depan.
“Nggak, mana berani dia berbuat buruk kepadaku, kalau pun berbuat macam-macam aku tindih juga tidak bisa bergerak lagi,” ucapnya sambil membayangkan Kemal berada di bawahnya, Revan yang mendengar itu hanya bisa menahan rasa geli. Julukan genthong berjalan sudah tidak lagi diberikan oleh Revan, dia geli sendiri bisa membully atasannya seperti itu.
__ADS_1
Pagi ini di dalam mobil, Cinderella bercerita tentang Kemal pada Revan, dia adalah sekertaris pribadinya jadi menurutnya tidak ada yang perlu di tutupi lagi jika itu masalah Kemal, karena mereka juga melakukan kerjasama, dan Revan akan mengatur jadwalnya agar Cinderella tidak akan bertemu dengan species satu itu.
Mobil sudah berhenti tepat di depan pintu gedung Wijaya Group, Revan segere memutari mobil membukakan pintu untuk bosnya.
“Stop Pak! Tidak usah menggeser tubuh Anda,sepertinya aku sudah bisa melewati kebiasaan buruk Bapak itu,” Cinderella lalu mengeluarkan kaki kirinya, diikuti kaki kanannya dan berjalan melewati sekertarisnya.
“Bagaimana? Bisa kan? Berarti tubuhku sudah tidak segendut dulu lagi,” ucapnya ke arah Revan sambil memperlihatkan lesung pipinya. Revan mengacungkan jempolnya dalam hati atas perubahan pada diri bosnya itu.
Cinderella berjalan masuk ke dalam kantor, mengucapkan salam pada karyawan yang dilewatinya.
“Selamat pagi Pak, kerja yang rajin ya aku akan berikan bonus bulan ini!” ucapnya ramah pada seorang bapak -bapak yang sedang membersihkan lantai disana, bapak itu tersenyum ke arah Cinderella, karena Cinderella menyelipkan 2 lembar uang bewarna merah di kantong sakunya.
“Terimakasih Non,” Teriaknya saat cici sudah berjalan 10 m darinya, Cinderella menoleh dan tersenyum manis ke arah bapak-bapak itu.
Itulah sebenarnya Cinderella, gadis penuh kekayaan tapi juga dermawan dengan siapapun yang di lihatnya, dia periang, tangguh mungkin tidak ada yang tau, di balik itu semua dia sangat rapuh jika menyangkut tentang keluarganya.
“Selamat pagi Nona,” ucap seseorang saat Cinderella sudah sampai di depan pintu ruangannya, sedangakan Revan sudah berada di meja kerjanya. Cinderella menatap penampilan lelaki itu dari atas hingga ujung kaki.
“Perfect.”
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca kisah Kemal dan Cinderella, Author berharap kalian suka dan like serta votes yang banyak.🙏👍
__ADS_1