
Lanjut ya...!😀😁😝 jangan lupa likenya. votenya besok saja, 😁😝
.
.
.
Kemal segera berjalan ke arah ruangan Cinderella setelah tadi mendapatkan izin dari resepsionis bagian depan, kebetulan dia datang sendiri, tidak mengajak Billy untuk menemaninya, langkahnya semakin berat saat dia semakin dekat dengan ruang kerja istrinya. Dia merasa bingung juga harus bagaimana menyikapinya, mungkin mereka hanya miss communication , jadi membuat keduanya berpikiran ke arah yang tidak-tidak.
Setelah sampai di depan pintu, Kemal segera mengetok pintu ruangan itu. Jantungnya semakin berdebar saat Cinderella tidak kunjung membukanya. Dia kembali mengetok pintu tapi belum sampai tangannya menyentuh daun pintu, Cinderella sudah membuka pintu ruangannya.
“Hai...,” sapa Kemal sambil mengangkat tangannya. Cinderella hanya menjawab dengan senyuman.
“Selamat siang Pak Kemal ada yang bisa saya bantu?” tanya Cinderella yang tidak ingin semua karyawannya mendengar statusnya sekarang. Cinderella lalu menggiring Kemal agar dia bisa duduk di sofa.
“Jangan formal begitu dong, aku datang ke sini sebagai suami yang sedang mengunjungi istrinya,” jelas Kemal yang sudah duduk di sofa ruangan Cinderella.
“Maaf Pak Kemal, kita harus profesional, ini di kantor dan saya tidak ingin membicarakan masalah pribadi,” ucap Cinderella.
Kemal membenarkan ucapan Cinderella, bahwa tidak baik juga jika membahas masalah pribadi di sini, tapi dia tidak tahan jika Cinderella mengabaikannya, dia datang ke sini untuk meluruskan kesalahannya kemarin, karena dia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik sepanjang hari ini. Mereka terdiam sejenak, hanya saling melirik. Kemal juga bingung harus bebicara apa jika membahas masalah pekerjaan.
“Mau makan siang denganku?” tanya Kemal yang akhirnya mendapatkan ide briliant.
Cinderella yang masih terdiam, mencoba memikirkan baik buruknya jika menerima ajakkan Kemal. Terlebih dia tidak ingin semua karyawannya mengetahui statusnya sekarang ini, tapi dia juga kasihan dengan Kemal yang sudah jauh-jauh untuk datang kesini. Setelah 5 menit terdiam dan berpikir Cinderella akhirnya berdiri dan mengambil tasnya yang ada di meja kerja.
__ADS_1
“Ayo! Waktuku tidak banyak, aku harus segera kembali sebelum Revan tiba,” ujarnya yang membuat Kemal tersenyum senang.
Kemal mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Cinderella, Cinderella melirik sebentar tangan suaminya itu.
“Ini kantor Mal,” ucapnya menolak uluran tangan Kemal dan berjalan pelan meninggalkan Kemal. Sedangkan Kemal hanya bisa menggelengkan kepalanya karena penolakkan istrinya.
Awas saja! Tunggu ya sampai perutmu itu membesar pasti kamu akan meminta sendiri uluran tangan ini. Batin Kemal.
Di perjalanan mereka belum ada yang mau untuk mulai berbicara, bahkan Kemal hanya bisa berkata-kata dalam hati, menyusun kata yang nanti akan diucapkan biar istrinya itu tidak salah paham lagi. Beruntungnya kemarin tidak ada gadis yang duduk di sampingnya, jadi jasnya nggak tercium parfum wanita.
Kemal segera membukakan pintu Cinderella saat sudah tiba di salah satu restoran ternama di Jakarta, Cinderella terpaksa menerima perlakuan Kemal yang mengenggam erat tangannya.
Setelah duduk dan memesan akhirnya Kemal senang karena bisa punya kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya yang sejak tadi dia pendam, dia menatap wajah istrinya yang semakin cantik itu. Sedangkan Cinderella masih asyik sendiri bermain dengan ponsel karena mengabari Revan jika dia sedang berada di luar. Kemal lalu menyambar ponsel Cinderella dan menyimpannya di kantong jas, agar Cinderella hanya fokus dengan apa yang dia katakan.
“Ci please maafkan aku, kemarin aku sudah mencoba menghubungimu,” ucap Kemal menatap mata istrinya sambil mencoba meraih tangan istrinya lagi, “Tapi kamu tidak menjawab teleponnya, sedangkan tamu yang datang dari Jerman hanya ingin bertemu dengaku, mereka tidak mau jika Billy yang menemuinya, tolong jangan salah paham,” jelas Kemal yang jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Su-sudahlah lupakan saja, aku nggak papa kok, aku tau kamu itu orang sibuk.”
“Bukan begitu Ci, andai kemarin Billy bisa mewakilinya, aku tidak akan mengabaikan ucapanku,” jelas Kemal lagi.
“Sudahlah kita ke sini untuk makan siang, jangan merusak suasana ini,” ucap Cinderella. Kemal akhirnya diam dan mengalah.
Mereka diam sejenak sambil menunggu makanan datang. Cinderella menatap Kemal, yang tengah serius memainkan ponselnya.
“Aku sudah nggak marah sama kamu, tapi tolong jangan di ulangi lagi, setidaknya jika aku tidak menjawab panggilanmu, kamu bisa menulis pesan,” ucap Cinderella. Kemal lalu menyimpan ponselnya dan tersenyum ke arah istrinya.
__ADS_1
Tidak lama makanan datang, Cinderella hanya menatap makanan yang ada ada di depannya, makanan yang sangat membutuhkan tenaga besar untuk memakannya, Lobster bakar dan salmon teriyaki.
“Kamu makan ini saja, bagus untuk anak kita,” ucap Kemal menyerahkan menu ikan ke depan Cinderella.
“Tapi aku ingin makan lobster bakarnya,” ucap Cinderella.
“Makanlah dulu, nanti biar aku ambilkan dagingnya,” ucap Kemal sambil membuka daging lobster.
“Nggak kalau aku makan kebanyakan nanti aku jadi gendut lagi, dan kamu pasti akan melirik cewek lain.” Kemal tersenyum mendengar ucapan Cinderella.
“O ya. Nanti malam aku akan menghadiri undangan dari rekan bisnisku, aku harap kamu mengizinkannya,” ucap Cinderella pada Kemal yang sedang menikmati makan siangnya.
“Apa perlu aku temani?” tawar Kemal.
“Tidak usah ada Revan yang akan menemani.” Kemal hanya menganggukan kepalanya.
Mereka lalu menikmati makan siangnya, hingga waktu istirahat menjelang habis Kemal baru mengantar Cinderella kembali ke kantornya. Saat akan turun dari mobil, Kemal menarik tangan Cinderella hingga Cinderella kembali duduk bersandar di kursi mobilnya.
CUP.
Kemal mengecup singkat bibir Cinderella membuat Cinderella kaget dan gugup karena pintu mobil sudah terbuka.
.
.
__ADS_1
.
TBC