CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Buku


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa like ya👍😁 biar karyanya cepat lulus kontrak dan saya juga semakin semangat buat ngetiknya.


.


.


.


Pagi harinya, Cinderella terbangun dari tidur karena merasakan mual hebat di perutnya, dia segera berlari ke arah kamar mandi, dan mengeluarkan isi perutnya di sana.


Aneh? Kenapa aku kembali mengalaminya padahal sudah satu minggu aku berhenti mengalami moorning sickness. Batin Cinderella di sela-sela muntahnya.


Dia kembali menundukkan kepalanya untuk kembali mengeluarkan cairan di perut.


Kemal yang mendengar suara Cinderella segera berjalan ke arah kamar mandi, dia tidak tau bagaimana mengatasi Cinderella saat ini, karena itu adalah pengalaman pertama bagi dirinya.


“Kamu sakit, apa perlu aku panggilkan dokter?” tawar Kemal sambil menatap Cinderella dalam pantulan kaca. Cinderella hanya menggeleng lalu kembali mengeluarkan cairan yang sudah dia tahan di tenggorokkan.


Kemal yang melihat Cinderella seperti itu segera mengangkat tubuh istrinya, berjalan menuju lantai bawah dan segera membawanya ke rumah sakit.


“Kamu mau ngapain Mal?” tanya Cinderella saat Kemal mulai melangkahkan kakinya menuju lantai bawah.


“Membawamu ke rumah sakit, terlalu bahaya jika sampai kamu kehabisan cairan,” jelasnya sambil menuruni anak tangga.


Sampai di lantai bawah mereka bertemu dengan Bramana yang tengah meminum kopi di ruang keluarga, dia mengernyit saat melihat Kemal menggendong Cinderella ala bridal style.


“Mau kau bawa ke mana anakku?” suara dingin dan kasar itu mengagetkan Kemal, membuat dia geram karena langkahnya terhenti, tapi dia berusaha menahan emosinya supaya bisa meluluhkan kembali hati mertuanya.

__ADS_1


“Cinderella sakit Pah..., jadi aku akan membawanya ke rumah sakit,” jelas Kemal yang sudah akan sampai di depan pintu.


“Stop!” pekik Cinderella yang berada di gendongan Kemal, Kemal hanya salah paham dengannya saat tadi melihat dia muntah-muntah.


“Kenapa Ci?” tanya Kemal sambil menatap mata Cinderella.


“Aku nggak sakit,” jelasnya singkat sambil berusaha turun dari gendongan Kemal.


“Tapi..., kamu tadi muntah-muntah Ci, ayo pasti tubuhmu lemas kan? Cepatlah sebelum cairan di tubuhmu habis.” Cinderella yang mendengar ucapan Kemal hanya bisa menatap ke arah Kemal, menjelaskan melalui tatapan mata bahwa dia akan baik-baik saja.


“Aku setiap hari seperti ini.”


“Apa?!” kaget Kemal.


“Berhentilah sok baik dengan anakku, aku masih akan tetap melanjutkan niatku untuk memisahkan kalian,” ucap Bramana sambil menatap ke arah Kemal.


“Apa benar katamu tadi, jika kamu muntah seperti tadi setiap hari?” tanya Kemal setelah menutup pintu kamar Cinderella.


“Iya.” Kemal yang mendengar ucapan Cinderella langsung memeluk Cinderella.


“Maafkan aku, beri aku kesempatan sekali lagi, aku janji akam merubah sikap dan sifatku,” ucap Kemal yang sudah merosot di depan lutut Cinderella.


“Berdirilah! Aku nggak suka kamu seperti ini, tujukkan pada Papa dan Mama jika kamu akan berubah dan aku sungguh-sungguh mencintaiku,” ucap Cinderella yang tidak tega membiarkan Kemal berlutut di hadapannya.


“Tapi aku sungguh mencintaimu Ci.”


“Apa kamu rela jika aku di sentuh orang lain?” Kemal menggeleng sebagai jawaban, “Begitu juga denganku, aku juga tidak ingin kamu berjalan lenggak-lenggok dengan wanita bayaranmu!” lanjut Cinderella lalu berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Kemal mencerna ucapan Cinderella, dipastikan jika istrinya itu akan cemburu jika Kemal berhubungan dengan wanita lain, apa dia juga cinta padaku? Kemal berucap dalam hati.


Setelah mengetahui sikap Cinderella, Kemal segera berdiri dan berjalan ke arah ranjang istrinya. Matanya tertuju pada buku yang terletak di atas meja samping ranjang, buku pemeriksaan kehamilan Cinderella. Halaman pertama Kemal membaca data diri Cinderella tertulis di sana usia istrinya masih 24 tahun, baris ke dua dia melihat tanggal ulang tahun istrinya, dia akan mengingat tanggal lahir istrinya itu baik-baik kalau perlu dia akan membiat alarm pengingat di ponselnya. Baris berikutnya hanya tanggal terakhir dia pertama haid.


“Sedetail inikah jadi wanita! harus mengingat tanggal haidnya setiap bulan,” lirih Kemal saat membaca buku itu. Baris berikutnya bibirnya terangkat saat membaca apa yang tertulis di sana, nama suami tertera dengan jelas namanya. Dia menatap lekat tulisan ‘Kemal Martin’ bibirnya semakin lebar hanya dengan melihat tulisan namanya di sana.


Setelah selesai membuka halaman pertama dia membuka halaman ke dua, terlihat foto USG yang dia tidak tau apa artinya, hanya sebuah gambar hitam yang tengahnya terdapat dua buah titik putih, tanpa ada keterangan di sana. Setelah lama memikirkan dan tidak mendapatkan jawaban di membuka halaman ke tiga, gambarnya lebih jelas dari yang pertama kali dia lihat, di sana tertulis ‘janin ganda, perkembangan bagus sesuai usia kehamilan’ dia lalu mencoba mengartikan tulisan yang tertulis di sana.


“Ganda berarti dua, berarti bayiku ...?” Kemal tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia hanya tersenyum lebar, setelah mendapatkan jawabannya, dia lalu melanjutkan ke halaman berikutnya, melihat foto hasil USG yang bukan bewarna hitam lagi, tapi lebih ke warna orange ke coklat, dan gambarnya lebih jelas dari kedua gambar yang sebelumnya, telihat tengkorak kepala janin itu ada dua dan bentuk tubuh yang belum sempurna. Dia membaca pesan terakhir dari dokter Cinderella bahwa harus ‘kembali ke sana sebelum tanggal 24 mei dan mengajak suami untuk datang’ pesan dokter itupun sempat Kemal baca sebelum akhirnya Cinderella keluar dari kamar mandi.


“Ngapain kamu duduk di situ,” tanya Cinderella menatap Kemal.


“Nggak papa, hanya ingin rebahan saja, nggak boleh ya?” ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang Queen milik istrinya.


“Boleh aku menjelaskan sesuatu padamu?” tanya Kemal yang sudah kembali duduk di tepi ranjang.


“Kamu bersiaplah ke kantor,” jawab Cinderella yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“Ini lebih penting dari masalah kantor, ini tentang kita!” Cinderella menghentikan aktivitasnya saat mendengar ucapan Kemal, dia lalu duduk di sofa yang ada di kamarnya.


“Apa kamu masih ingin merahasiakan pernikahan kita?” tanya Kemal menatap wajah Cinderella.


.


.


.

__ADS_1


Next >>>>


__ADS_2