
Happy reading.
.
.
.
Satu minggu kemudian.
Saat ini Kemal tengah berada di gedung kantor Kemal Group, dia sedang menatap ponselnya sambil menyimpulkan senyum di bibirnya. Billy yang melihat tingkah Kemal hanya bisa memijit pelipisnya karena melihat keanehan bosnya.
“Lihat apa sih bos?” tanya Billy yang penasaran. Kemal menunjukkan ponselnya ke arah Billy.
“Calon anak gue.” Billy meraih ponsel Kemal dan melihat vidio yang baru saja di kirim Cinderella kepada Kemal itu.
“Pasti akan setampan diriku,” ucap Kemal sambil tersenyum menatap ke arah Billy.
“Iyalah masa akan setampan aku, kan mustahil!” canda Billy, Kemal langsung melemparkan bolpointnya ke tubuh Billy saat mendengar ucapannya sekertarisnya itu.
“Jangan lupa bos, dua hari lagi kita berangkat ke Sumba!” peringat Billy.
“Apa tidak bisa kamu saja yang mewakilinya?” tanya Kemal, karena dia belum memberitahukan Cinderella, jika dia akan pergi ke Sumba untuk grand openning resort yang baru selesai di bangun.
“Mana bisa! Nyonya Cinderella saja tidak bisa datang, kalau pihak kita juga tidak datang, bisa dicabut nanti surat izin kita,” jelas Billy. Kemal mengangguk dan mengerti saat mendengar ucapan Billy.
“Bagaimana apa sudah ada pergerakkan mereka, setelah kejadian Diandra kemarin!” tanya Kemal mengubah topik pembicaraan.
“Belum ada bos, mereka sepertinya diam dan tenang-tenang saja.”
“Baiklah jika seperti itu aku bisa tenang saat meninggalkan istriku nanti,” ucap Kemal lalu segera berdiri dan mengenakan tuxedonya.
“Mau kemana bos?” tanya Billy.
“Makan siang dengan istri, makanya cari pacar sana! Biar nggak jomblo terus,” ucap Kemal sambil berjalan meninggalkan ruangan.
Kemal segera mengemudikan mobilnya menuju kediaman Bramana, sebenarnya perjalanannya hanya membutuhkan waktu duapuluh menit, tapi saat ini Kemal terjebak macet, hingga membutuhkan waktu lebih untuk sampai di rumah mertuanya.
Kemal segera masuk ke dalam rumah, saat sudah sampai tujuan, dia melihat Cinderella yang tengah berbincang dengan Sandra di taman. Kemal lalu mendekat di sambut dengan ciuman tangan oleh Cinderella. Sandra yang melihat perubahan Kemal dalam hatinya sangat senang, tinggal dia akan membujuk suaminya untuk membatalkan rencana perceraian anaknya.
__ADS_1
“Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu, bisa kita ke kamar sebentar!” ucap Kemal pada Cinderella. Cinderella yang mendengar ucapan Kemal segera meminta izin pada mamanya, Sandra yang paham dengan pasangan baru itu langsung mengangguk menyetujui permintaan putrinya.
Saat tiba di kamar, Kemal meminta Cinderella untuk duduk di sofa kamar.
“Ada apa?” tanya Cinderella.
“Aku mau ke Sumba besok lusa, untuk peresmian resort kita,” ucap Kemal.
“Lalu?”
“Aku hanya ingin meminta izin padamu, apa kamu mengizinkannya?” tanya Kemal menjelaskan maksudnya.
“Berapa hari?” tanya Cinderella.
“Satu minggu, mungkin bisa lebih,” jawab Kemal menatap ke arah Cinderella. Cinderella terdiam memikirkan Kemal yang akan pergi meninggalkannya satu minggu. Dengan berat hati Cinderella mengangguk menyetujui kepergian Kemal.
“Jangan macam-macam, jika kamu tidak ingin bercerai denganku!” peringat Cinderella.
“Iya. Tapi a-apa ki-kita bisa melakukannya ma-malam i-ini,” ucap Kemal yang meminta haknya pada Cinderella.
“Maaf, aku belum siap!” ucap Cinderella cepat, Kemal mengangguk kecewa karena sudah cukup lama juga dia berpuasa, terakhir seingatnya dia melakukan dengan Cinderella. Kemal lalu beranjak dari tempat duduknya.
“Balik ke kantor, masih banyak pekerjaan di sana, aku tidak tega jika Billy sendiri yang menyelesaikan, tidurlah lebih dulu jika aku belum pulang, karena aku mungkin akan lembur,” pesan Kemal saat akan menarik handle pintu. Niatan untuk makan siang bersama dengan istrinya dia urungkan, karena rasa kecewa yang tengah dia rasakan saat ini.
Tigapuluh menit kemudian Kemal sudah tiba di kantor lagi, dengan wajah yang lesu membuat Billy menatapnya heran.
“Berangkat semangat, kenapa pulangnya lesu begitu bos?” tanya Billy.
“Pesankan aku makan siang,” ucap Kemal tanpa menjawab pertanyaan Billy.
“Hahaha..., nggak jadi makan siang sama istri!”
“Berisik, sana kerjakan! Aku buntu bagaimana lagi aku bisa membuatnya menerimaku sepenuhnya,” keluh Kemal.
“Maksudmu bos?”
“Dia tidak ingin kusentuh,” ucap Kemal yang selalu terbuka dengan Billy.
“Hahaha..., mendingan jomblo seperti aku jika sama-sama nggak bisa menikmati,” ledek Billy dengan suara keras.
__ADS_1
“Dasar mulut toa, atur suara tawamu! Awas saja jika ada yang mendengar,” ancam Kemal pada Billy.
“Bos beri obat perangsang saja,” ucap Billy pada Kemal, dia lalu memikirkan ide Billy yang cemerlang itu, tapi tiba-tiba dia membuang nafas kasar.
“Bodoh dia sedang hamil, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anakku!” ucap Kemal yang sudah menaikkan nada bicaranya.
Di sisi lain.
Cinderella kembali menghampiri Sandra setelah kepergian Kemal, dia membantu Sandra mempersiapkan bahan makanan untuk makan malam nanti.
“Kemal mana?” tanya Sandra saat melihat Cinderella turun dengan seorang diri.
“Sudah pergi,” jawab singkat Cinderella.
“Kenapa nggak makan siang dulu?” tanya Sandra.
“Nggak tau katanya banyak pekerjaan,” jawab Cinderella.
“Dia nggak sedang marah, kan?” tanya Sandra yang mulai curiga.
“Nggak tau,” ucap Cinderella sambil memgangkat bahunya.
“Kok nggak tau, memang apa yang kamu ucapkan?” tanya Sandra yang sangat kepo dengan kehidupan putrinya. Cinderella diam memikirkan untuk mengatakannya atau tidak.
“Dia meminta haknya, karena lusa akan pergi ke Sumba,” jawab Cinderella yang akhirnya mau mengatakannya.
“Hahaha..., memangnya semalam nggak kamu kasih, sampai siang-siang begini dia rela pulang untuk meminta haknya,” ucap Sandra sambil tertawa.
“Mama..., aku belum mau melakukannya sejak pertama kali itu, aku belum lagi melakukannya, Ma!” jelas Cinderella dengan jujur.
“Apa...! Bagaimana sih kamu ini, apa kurang dulu Mama menasehatimu? Ternyata tulalit juga kamu masalah seperti itu,” maki Sandra dia lalu menghitung dengan jarinya, “Hampir 6 bulan Kemal berpuasa, sebagai lelaki normal itu akan sangat menyakitkan,” lanjut Sandra sambil memotong wortel di tangannya. Cinderella hanya diam, saat mendengar makian Sandra.
“Berusahalah jika tidak ingin suamimu diambil orang, Kemal itu ya sudah tampan, kaya, mandiri, mobil keren, wanita mana coba yang tidak ingin dekat dengannya,” ucap Sandra lagi menasehati anaknya. Cinderella mengangguk, dia juga tidak ingin jika suaminya itu pindah ke tangan wanita lain, tapi dia juga belum bisa meredam rasa takutnya. Dia lalu meninggalkan Sandra, dia kembali masuk ke dalam kamar, memikirkan sejenak untuk memberikan dirinya untuk Kemal atau tidak.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti kisah Cinderella jangan lupa untuk like, vote, dan komentar positif karena itu sangat mendukung cerita ini 👍🙏😊