
Happy reading, jangan lupa like dan vote ya, biar saya juga semangat buat crazy up!👍😊🙏.
.
.
.
.
Seperti biasa Cinderella yang bangun lebih dulu, segera beranjak menuju dapur, dia akan membuat sarapan untuk suaminya. Ternyata pesan-pesan mamanya kemarin, membuat dirinya tidak nyaman, karena seperti kaset pita yang sengaja trus direplay untuk selalu mengingatkannya.
Jadilah istri yang baik untuk Kemal.
Jangan membantah Kemal.
Selalu layani dia saat dia meminta apapun itu, itulah kunci kebahagiaan rumah tangga.
Satu lagi hormati suamimu sebagai kepala rumah tangga.
Bagaimana bisa mamanya bicara seperti itu jika Kemal saja hanya berpura-pura mencintaiku. Batin Cinderella di tengah acara memasaknya.
“Harum sekali masakanmu,” ucap Kemal yang baru keluar dari arah kamarnya, terlihat di mata Cinderella pakaian yang belum rapi, dasi dan jasnya pun masih berada di tangannya. Cinderella langsung menyiapkan sarapannya di meja makan. Setelah itu mengambilkannya untuk Kemal.
“Sini dasimu! Sepertinya aku sudah bisa memakaikannya.” Kemal yang mendengar itu langsung berdiri dari kursinya, lalu mendekat ke arah Cinderella.
Cinderella mengikat dasi bewarna hitam itu di leher Kemal, tidak perlu mengulang untuk kedua kalinya. Karena hanya satu kali saja Cinderella sudah bisa selesai dan terlihat rapi hasil ikatannya.
“Terimakasih lakukan ini setiap hari!” ucap Kemal sambil mencium pipi Cinderella saat Cinderella sudah menyelesaikannya. Cinderella langsung memegang bekas bibir Kemal yang tadi menciumnya. Dia belum sadar jika Kemal sudah berada di tempat duduk, menunggunya untuk sarapan.
“Ci..., duduklah ayo kita sarapan bersama!” ucap Kemal sambil menepuk kursi di sampingnya. Cinderella yang kaget langsung mendudukkan dirinya di kursi, mencoba menenangkan detak jantungnya yang semakin bedebar kencang.
“Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu Mal.”
“Katakan saja aku bisa mendengarkannya,” ucap Kemal sambil memakan sarapannya, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Cinderella.
Cinderella yang berniat untuk mengeluarkan uneg-unegnya sejak kemarin, dia berusaha memberanikan diri untuk berbicara lebih dulu sebelum dia benar-benar tersakiti.
Dia lalu mengambil nafas panjang, lalu mengeluarkannya pelan-pelan.
__ADS_1
“Aku tahu kamu belum benar-benar mencintaiku!” Kemal langsung menatap Cinderella yang tengah menunduk dia menunggu Cinderella untuk melanjutkan ucapannya.
“Tapi aku minta, jangan sampai ada orang ketiga dalam hubungan kita,” lanjut Cinderella.
“Apa maksudmu?”
“Aku nggak mau setiap pulang kerja tercium aroma parfum wanita lain di jasmu,” ucap Cinderella yang tidak ingin berbasa-basi lagi. Kemal yang mendengar itu pikirannya langsung flashback saat rapat dengan kliennya kemarin dia memang ditemani wanita, tapi dia tidak melakukan hubungan badan, dia hanya duduk berdampingan saja dengan wanita itu.
“Bertahanlah sampai anakku lahir, aku akan melepaskanmu, aku akan membebaskanmu pergi dengan wanita yang kamu cintai.” Kemal langsung menatap tajam ke arah Cinderella.
Ternyata belum paham juga kenapa aku mau menghamilinya, gadis bodoh! Batin Kemal.
“Sudah mengomelnya?” tanya Kemal saat Cinderella menghentikan ucapannya.
“Pertama, aku janji tidak akan mengulangi lagi tentang tentang kenakalanku dulu, kemarin memang ada wanita di sampingku tapi aku tidak melakukannya, dia hanya minta duduk di sampingku dan ya..., hanya itu!” hening sejenak saat Kemal menghentikannya ucapannya.
“Kedua, aku benar-benar mencintaimu. Itu tidak rekayasa,” lanjut Kemal.
“Tapi...” kilah Cinderella yang langsung mendapat tatapan dari Kemal dan dia tidak bisa melanjutkan ucapannya itu.
“Ketiga, aku ingin seperti yang lain, menjalani pernikahan hanya satu kali seumur hidupku, jadi jangan anggap pernikahan ini hanya main-main,” ucap Kemal yang sudah mengenggam tangan Cinderella.
“Tapi aku belum yakin Mal, jika kamu benar-benar mencintaiku,” ucap Cinderella sambil melepaskan tangannya.
“Aku akan meyakinkanmu! Bagaimanapun caranya,” ucap Kemal meraih kembali tangan Cinderella. Cinderella lalu kembali menatap ke arah Kemal, berusaha melihat ucapan Kemak tulus atau tidak.
“Kamu nggak ke kantor?” tanya Kemal.
“Masih belum, mungkin besok!” jawabnya singkat.
“Kamu tidak usah repot-repot memasak, aku akan meminta ayah untuk mengirimkan pelayan ke sini,” ucap Kemal yang mengerti kesibukkan Cinderella.
“O... Ya nanti sore aku akan mengantarku ke dokter kandungan, biar Billy menyiapkan semuanya,” lanjut Kemal yang belum menghentikan ucapannya.
“Apa kamu baik karena aku tengah membawa anakmu?”
“Karena aku mencintai kalian,” sahut Kemal, lalu tersenyum ke arah Cinderella.
“O ya ..., satu lagi! Minggu depan kita harus pindah dari sini, aku tidak mau jika kesehatan anakku dan kamu terganggu karena sirkulasi udara yang tidak sehat,” ucap Kemal.
__ADS_1
“Pindah?”
“Iya. Tenanglah aku tidak akan meminta bantuanmu untuk membayar rumah baru kita! jadi jangan pasang ekspresi seperti itu!” ucap Kemal sambil tertawa.
“Baiklah terserah kamu, aku akan menyiapkan semuanya!”
“Jangan ingatlah kamu sedang hamil! Biar pelayan saja yang akan menyiapkan barang-barangku,” ucap Kemal lalu segera menghabiskan sarapannya.
“Sepertinya sudah waktunya suamimu ini untuk berangkat bekerja,” ucap Kemal setelah melihat jam di tangannya.
Cinderella lalu berjalan mengambilkan tas Kemal yang tadi dia letakkan di ruang keluarga.
“Ini!” ucap Cinderella sambil menyerahkan tasnya ke tangan Kemal. Kemal lalu menerima dan berjalan keluar meninggalkan apartemennya.
“Ada yang kurang?” ucap Kemal saat akan menarik handle pintu. Dia lalu berbalik ke arah Cinderella yang mengikuti langkahnya.
“Ada berkas yang ketinggalan?” tanya Cinderella.
“Bukan! Harusnya aku meninggalkan sesuatu di sini,” ucap Kemal sambil menatap bibir Cinderella.
“Apa?” Cinderella yang bingung dengan tingkah Kemal berusaha mencari tahu dan akan mencarikan benda tersebut.
“Tenanglah!” ucap Kemal sambil memegang kedua lengan Cinderella.
CUP
“Ini yang harus kutinggalkan untukmu,” ucap Kemal setelah mengecup kening Cinderella. Dia lalu tersenyum ke arah Cinderella sambil melambaikan tanganya. Cinderella yang malu pun hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah menjadi merah seperti tomat.
Berikan suamimu, senyuman indah ketika dia berangkat bekerja. Pesan mama pun kembali muncul di otaknya.
Cinderella yang tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya, menampilkan lesung pipinya ke arah Kemal. Tapi yang ada Kemal sudah tidak lagi berdiri di depannya. Dia sudah berangkat bekerja dan Cinderella tidak menyadari itu. Dia lalu tersenyum sendiri mengingat kejadian pagi ini, dia akan mencoba menghargai sikap perubahan Kemal, dan berusaha mencoba kembali menjadi istri yang baik, setelah semalam pudar karena aroma parfum wanita yang menempel di jas mahal suaminya.
.
.
.
Terimakasih sudah berkenan membaca cerita Cinderella dan Kemal, jangan lupa untuk like dan vote.
__ADS_1