
Happy Reading, jangan lupa vote dan likenya.
Hari ke- 2 di Sumba, NTT.
Pagi ini awan terlihat biru dan putih, membuat semangat Cinderella bertambah untuk memulai aktivitasnya, dia melihat ke arah cermin di depannya, blazer hitam, rok di bawah lutut, sepatu heigh heels 5cm, membuat dirinya tampak terlihat sexy, ditambah rambut yang di gerai dan polesan lipstik warna pink, membuat penampilan Cinderella tampak beda pagi ini.
Dia berjalan keluar kamar menuju restoran, menampilkan lesung pipinya saat berjumpa dengan karyawan resort yang menyapanya, langkahnya terhenti saat dia melihat Kemal berjalan sendiri dari arah kanannya, dia segera mengikuti Kemal, saat Kemal sudah melewatinya.
“ Selamat pagi Pak Kemal, apa semalam anda bisa tidur nyenyak? ” tanya Cinderella basa-basi, namun jawaban dari Kemal membuatnya sedikit emosi.
“ Hah, apa hak mu bertanya seperti itu padaku, kamu bukan kekasihku, jadi saya nggak perlu memberi tahu kamu, ” ucap Kemal sambil menunjuk Cinderella.
“ Dasar cowok aneh, ” gerutu lirih Cinderella yang masih bisa di dengar Kemal.
“ Kamu bilang apa tadi? ” Kemal menghentikan langkahnya menatap Cinderella dengan tatapan tajam.
“ Apa? ” balas Cinderella membalas menatap tajam Kemal.
“ Jangan mentang-mentang kamu tampan, kaya, kamu bisa semena-mena dengan saya, saya tau Anda membenci saya, karena badan saya yang besar ini, tapi tolong Anda juga lihat skill saya, saya gendut bukan berarti saya bodoh, ” maki Cinderella yang tersulut emosinya.
Kemal terdiam memikirkan ucapan Cinderella.
“ Apa kamu baru PMS, berani sekali memaki saya di depan umum, ” ucap kesal Kemal pada wanita di depannya, lalu dia kembali berjalan menghampiri Billy yang sudah duduk di restoran. Cinderella hanya menatap lelaki yang sudah membuatnya emosi itu.
“ Kenapa lagi bos? ” tanya Billy saat melihat wajah kesal Kemal.
“ Nyebelin banget tuh cewek, berani dia memaki gue di depan umum, ” ucap Kemal saat sudah menyantap sarapan di depannya.
“ Siapa? ” tanya Billy.
“ Masih bertanya! Tentu saja sapi limousen, ” ucap Kemal yang membuat Billy hampir memuntahkan kopinya.
“ Bos. Saya peringatkan lagi ya, sebaiknya bos jangan terlalu benci dengannya, dia sebenarnya cantik, kalau saja badannya tidak sebesar itu, ” ucap Billy sambil memandang ke arah meja di mana Cinderella berada.
“ Takutnya kebencian bos akan berubah jadi cinta, Ben.ci bos Benar – benar Cinta! ” lanjut Billy menggoda Kemal.
“ Ceh. Amit-amit jatuh cinta sama kulkas freezer itu, ” ucap Kemal sekenanya.
__ADS_1
“ Tadi katanya sapi limousen, sekarang kulkas freezer, besuk apalagi? Gajah bengkak! ” canda Billy lagi.
“ Bukan, besuk sepertinya akan jadi ikan paus yang terdampar, ” ucap Kemal sambil tersenyum tipis.
“ Hahaha...” terdengar gelak tawa Billy memenuhi restoran itu, saat bos nya memberikan julukkan baru untuk Cinderella.
“ Kirimkan wanita ke kamarku nanti malam! ” perintah Kemal.
“ Apa harus virgin? ” tanya Billy.
“ Kamu tau sendiri seleraku, ” sungut Kemal menatap Billy.
“ Berhentilah merusak wanita bos, sebelum kamu terkena karmanya! ” nasihat Billy pada sahabatnya itu.
“ Aku seperti ini juga karena wanita, ” ucap Kemal mengingatkan Billy atas cinta masa lalunya yang kandas.
“ Paus terdampar sepertinya masih murni virgin bos, ” bisik Billy di depan wajah Kemal.
“ Enggak doyan yang seperti itu, ” ucap Kemal serius.
“ Karma tidak akan berani mendatangi cowok setampan diriku, ” ucap Kemal sambil meminum kopinya.
“ Untung tidak ada petir bos, kalau ada pasti besuk langsung kena karma, bayangin tubuh bos sebesar Cinderella, atau bayangan bos bercinta dengan Cinderella, hahaha. ” Ucap Billy diakhiri tawa jenakanya.
“ Kenapa nama sebagus Cinderella bisa dipakai orangtuanya? ” tanya Kemal.
“ Mungkin dulu dia cantik dan sexy bos, ” jawab Billy sekenanya.
“ Iya waktu bayi, ” ucap Kemal tersenyum smrik ke arah Billy. Mereka masih melanjutkan menggunjing Cinderella, sungguh malang gadis itu karena tubuhnya yang besar dia selalu menjadi bahan gunjingan orang lain.
Sedangkan di sisi lain Cinderella sedang menikmati sarapannya, duduk sendiri di kursi restoran itu, menikmati hamparan pantai di depannya, dia melihat ke arah di mana Kemal berada, menatap nanar lelaki pujaannya itu, dia lalu memutuskan berjalan menghampiri meja Kemal dengan wajah yang dibuat sumringah mungkin, melupakan emosi yang tadi dia keluarkan.
“ Apa Pak Kemal sudah siap berangkat? Jika, sudah bisakah kita berangkat sekarang? ” Kemal menoleh ke arah suara, lalu memalingkan wajahnya kesal saat melihat siapa yang berbicara, lalu mengisyaratkan pada Billy untuk berbicara.
“ Tunggu sebentar nona Cinderella, biarkan Pak Kemal menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu, anda bisa menunggu di mobil yang sudah saya siapkan, ” jelas Billy. Cinderella yang mendengar itu segera pergi meninggalkan meja Kemal menuju mobil yang sudah terparkir di depan resort.
“ Ternyata dua orang itu suka membuat orang lain menunggu ya! ” maki Cinderella saat tidak kunjung melihat Kemal dan juga sekertaris Billy.
__ADS_1
Hampir 30 menit dua lelaki itu sudah terlihat berjalan menghampirinya, sekertaris Billy membukakan pintu untuk Kemal, dan menghampiri Cinderella.
“ Kita berangkat sekarang Bu, ” ucap sekertaris Billy, Cinderella hanya mengangguk setuju.
Mereka berangkat menggunakan dua mobil, di dalam mobil Cinderella mempersiapkan semua barang- barang dan file yang akan dibutuhkan nantinya, kemungkinan dia akan di sana sampai sore mengingat perjalanan menuju lokasi saja memerlukan waktu 2 jam.
Dua jam berlalu Cinderella dan Kemal sudah sampai di tempat tujuan, mereka disambut dengan ramah oleh warga setempat, bahkan mereka diberi kalung bunga sebagai sambutan selamat datang.
“ Kalian sangat serasi, cantik dan tampan, lebar dan kurus, seperti pasangan sesungguhnya yang saling melengkapi, ” ucap ketua suku yang menyambut Kemal dan Cinderella, sambil mengalungkan bunga di leher keduanya.
Benarkan? Gue cantik dia tampan. Batin Cinderella yang hanya bisa menangkap pujian kepala suku itu.
Huek..huek..serasi dari mana ngliatnya. Batin Kemal.
“ Terima kasih pujiannya Pak, kami sangat menyukainya, ” Billy yang berada di belakang pasangan itu hanya bisa menahan senyumannya.
“ Hahaha, ayo kita segera kunjungi lokasinya, ” ajak Kemal karena merasa tidak suka dengan ucapan Cinderella.
Mereka meninjau lokasi yang akan di jadikan resort baru nanti, Billy menjelaskan tentang konsep-konsep yang diinginkan dan Cinderella mencatat dan menerapkan konsep itu ke dalam bentuk yang sudah di rancang, saat mereka sedang asyik berdua tiba-tiba ponsel Billy berdering.
“ Maaf saya angkat telepon dulu, ” pamit Billy pada Cinderella lalu menjauh saat Cinderella menganggukan kepalanya.
“ Pak Kemal, saya minta maaf karena saya harus kembali ke Jakarta sekarang juga, karena ayah saya sakit, ” Kemal melotot ke arah Billy karena terkejut dengan ucapan sekertarisnya itu, Billy yang mengerti respon Kemal segera menjelaskan maksud yang sebenarnya.
“ Anda nanti bisa pulang dengan nona Cinderella, ini benar-benar mendesak, ” ucap Billy lagi sedikit memohon ke Kemal.
“ Pergilah! Kesehatan om Setya memang lebih penting, ” ucap Kemal memberi izin.
“ Terima kasih Pak Kemal, ” ucap Billy lalu segera meninggalkan pasangan serasi itu di sana.
Ya Tuhan cobaan apalagi harus berdua bersama wanita gendut ini. Batin Kemal melirik ke arah Cinderella.
Cinderella yang merasa dirinya dilihat Kemal hanya pura-pura mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia akan memanfaatkan waktu berduanya sebaik mungkin, tapi bukan dengan menyerahkan dirinya sepenuhnya pada lelaki itu.
Mereka berdua berjalan berdampingan seperti sepasang kekasih, hanya mereka tidak saling kontak kulit, jika dilihat dari belakang memang seperti pasangan serasi. Seperti angka 10, tidak akan sempurna jika tidak didampingi angka 0.
Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa untuk like, vote, dan comennya👍🙏
__ADS_1