
Happy reading semoga suka dengan karya saya, jangan lupa tekan 👍.
.
.
.
.
Kemal panik saat melihat tubuh Cinderella yang terjatuh di lantai, dia segera mendekat ke arahnya dan mengangkat tubuh Cinderella ke atas ranjang, lalu meraih ponsel yang ada di sofa kamar tidurnya.
“Kirimkan dokter wanita ke apartemen,” perintahnya pada Billy dan langsung menutup panggilan itu.
Kemal yang merasa panik hanya bisa berjalan mondar -mandir mengelilingi kamar, menatap tubuh lemah yang sedang memejamkan mata di ranjang miliknya, dia baru sekali ini mengalami kejadian ini, wanitanya pinsan saat selesai melakukan malam pertamanya, dia masih bergeming tak jelas, karena Billy juga tidak kunjung datang, dia terlalu khawatir dengan kondisi Cinderella.
“Minta di pecat itu anak, sudah 10 menit juga belum datang juga,” gerutu Kemal sambil melangkahkan kakinya ke arah luar kamar. Tapi baru dua langkah dia kembali mendekat ke arah Cinderella, dia tidak tega melihat wanitanya sendiri di kamar. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali masuk kamar dan memutari ranjang yang dipakai Cinderella.
.
.
.
20 menit berlalu ...
Sekertaris Billy datang diikuti dokter wanita di belakangnya.
“Siapa yang sakit bos?” Tanya Billy saat berada di dalam kamar Kemal. Kemal hanya menjawab dengan dagunya mengarahkan ke arah Cinderella yang tengah terbaring.
Dokter yang melihat kondisi Cinderella, segera mendatangi ranjang Kemal, dan memeriksa kondisi Cinderella, yang terbaring lemah di ranjang.
“Bagaimana?” Tanya Kemal singkat saat dokter wanita itu sudah menyelesaikan pemeriksaanya.
“Apa Anda baru selesai melakukan malam pertama?” Tanya dokter wanita itu. Membuat pipi Kemal ikut memerah karena takut Billy mencurigainya.
“Kenapa memangnya Dok?” Tanya Kemal penasaran, tidak menjawab pertanyaan dokter itu.
__ADS_1
“Sepertinya istri Anda terlalu kelelahan, tolong jangan paksa dia jika dia lelah, saya tau Anda ingin segera punya anak tapi juga jaga kondisi istri Anda,” ucap dokter bernama Wanti itu.
Kemal tersenyum membayangkan ucapan dokter wanita itu, punya anak diusianya yang sekarang ini memang tidak buruk.
“Bolehkah saya mengecek Kem*lua*nya, siapa tau bengkak jadi saya akan meresepkan salep untuk istri Anda,” ucap dokter itu meminta izin pada Kemal, suami gadungan yang sangat menikmati perannya itu.
“Kamu keluarlah bill!” perintah Kemal, saat tidak mendapati Billy bergerak keluar.
Billy yang baru tersadar dari pikiran kotornya, segera pergi meninggalkan kamar, dengan penuh tanda tanya di otaknya. Dia menyesali kenapa dia harus pergi dari apartemen bosnya tadi, kalau dia tidak pergi setidaknya dia bisa menjaga Cinderella dari kenakalan bosnya.
Bagaimana jika Cinderella hamil, dia kan kemarin lupa membelikan bos nya pengaman. Batin Billy. Pandangan Billy masih menatap pintu kamar yang tidak segera dibuka itu.
Sedangkan di dalam kamar, Kemal sudah memaki dokter Wanita itu karena terlalu lama bermain-main di intim Cinderella.
“Apa kau sedang mempermainkanku?” Tanya Kemal saat dokter itu tidak kunjung menjauhkan tangannya dari Kemal.
“Tunggu Pak. Ini juga baru diperiksa, mohon lain kali jangan melakukannya dengan kasar,” peringat dokter Wanti pada Kemal.
Kemal lalu duduk di sofa yang ada di kamarnya, dia lelah dan ingin segera memejamkan mata, menikmati tidur nyenyaknya dipelukan Cinderella, tapi dokter ini seperti sedang menghalanginya untuk bersama Cinderella, dia lalu membayangkan kejadian 1 jam yang lalu, dia bermain lembut kok, bahkan Cinderella juga bisa menikmatinya.
20 menit kemudian dokter selesai memeriksa Cinderella, aneka resep obat terbaik sudah Kemal minta supaya Cinderella segera pulih. Setelah dokter itu pergi Kemal segera meminta Billy untuk segera mendapatkan obat itu.
Namun tiba-tiba Cinderella menangis keras hingga membuat Kemal tersentak kaget, dia mengkhawatikan kondisi Cinderella yang masih lemah itu. Kemal mendekat ke arah ranjang yang Cinderella tiduri, memeluk Cinderella yang baru saja sadar itu.
"Mana yang sakit Ci? katakan? mau aku panggiglkan dokter lagi," ucap Kemal yang panik.
“Kamu jahat Mal, kenapa kamu mengambilnya! Harusnya ini aku berikan untuk suamiku,” ucap Cinderella dalam tangisnya. Kemal mencoba menenangkan Cinderella, dia menepuk-nepuk punggung Cinderella agar tangisnya sedikit mereda. Tapi bibirnya yang terangkat membuat Cinderella melepaskan pelukkan Kemal.
“Setelah ini jangan pernah temui aku lagi Mal.”
Kemal terbahak saat Cinderella mengucapkan itu. Alasan terbesar dia melakukan itu, agar Cinderella mau bersamanya, menikah dengannya bukan agar dia menjauh darinya.
“Nggak! Mana bisa begitu, enak sekali kamu! setelah menikmati tubuhku kau akan pergi begitu saja? Bagaimana jika kamu mengandung anakku?”
Bagaimana Kemal bisa berpikir seperti itu, harusnya aku yang merasa kehilangan. Apa tadi? Menikmati tubuhnya? Oh Kemal dasar lelaki laknat. Batin Cinderella yang menatap Kemal dengan tatapan tajam.
“Antarkan aku pulang, dan aku minta padamu jangan pernah menceritakan kejadian tadi kepada siapapun, aku tidak ingin keluargaku tahu jika aku sudah kamu nodai,” ucapnya yang membuat Kemal cemberut.
__ADS_1
Gadis yang aneh, diluar sana banyak orang yang menginginkanku menjadi suaminya, tapi kenapa justru Cinderella seperti itu, tidak bisakah dia melihat rasa cintaku atau apakah cara pembuktianku yang kurang? Baiklah aku akan meminta Billy untuk mengatur pertemuanku dengan Bramana. Batin Kemal.
Tidak lama pintu kamar di ketok oleh Billy, dia mengantarkan obat untuk Cinderella, sebenarnya dia ingin masuk ke dalam tapi kaki dari bosnya itu mencegahnya agar dia tetap berada di luar, dan tidak boleh menganggu Cinderella.
“Aku menunggu penjelasanmu di luar,” ucapnya pada Kemal. Billy geram dengan kelakuan bosnya itu yang tega mengambil mahkota dari pewaris tunggal keluarga Wijaya, bagaimana jika Bramana tau? Bisa-bisa dicincang habis bosnya itu.
Setelah Kemal selesai memberikan obat dan menidurkan Cinderella, dia menghampiri Billy yang tengah tertidur di sofa depan tv.
“Kesini mau numpang tidur!” ucap Kemal sambil menggoyangkan kaki Billy dengan kakinya. Membuat Billy langsung membuka matanya.
“Mal! Jelaskan padaku semuanya. Bagaimana ceritanya?” tanya langsung Billy tanpa ada rasa sopan santunya.
“Aku mencintainya hanya itu, dan itulah alasan besar aku melakukannya.” Billy tertawa keras, saat mendengar pengakuan Kemal, dia ternyata terkena karma dengan ucapannya sendiri.
“Sedalam apa kamu mencintainya?” Goda Billy
“Bukannya dulu bos yang nggak nafsu ya, sama sapi limousen itu?” godanya lagi.
“Inilah alasannya kenapa aku tidak ingin menceritakannya dari dulu padamu?” ucap Kemal sambil meletakan kepalanya di pinggir sofa.
“Hah! Dari dulu? Dari kapan?” Tanya Billy yang pura -pura kaget.
“Sejak dari Sumba, ntah kenapa aku sangat menginginkannya, bahkan rasa itu melebihi dari yang aku rasakan terhadap ******* itu,” ucapnya saat mengingat tidak mau menyebut lagi nama mantan pacarnya.
Billy hanya mengangguk, ingin menertawakan Kemal tapi dia takut, jika akan mendapatkan pukulan, karena bosnya itu sangat ringan tangan.
“Lalu bagaimana jika dia hamil bos? Bos nggak pakai pengamankan?”
“Ya aku akan menikahinya, dia juga hamil anakku, dan itu artinya sebentar lagi aku akan dipanggil Daddy,” jelasnya pada Billy.
"Daddy Kemal adek mau ec klim," Goda Billy pada Kemal. Namun, kemal tidak marah dia justru tersenyum tipis ke arah Billy.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca kisah Kemal dan Cinderella, saya berharap kalian suka dan like serta votes yang banyak.🙏👍
Dan saya mengucapkan banyak terimakasih pada readers yang sudah mendukung karya ini, semoga saya bisa lebih baik lagi😁😂🙏.