
Lanjut ya...😜😂
.
.
.
Di perjalanan menuju kantor Wijaya Group, Cinderella terus menatap ke arah jalanan, menikmati makanan yang tadi dia buat untuk dirinya sendiri.
“Pak Revan sudah sarapan?” tanya Cinderella saat dia melihat Revan terus memperhatikannya.
“Sudah Non.” Cinderella kembali mengalihkan padangannya ke arah jalan, menikmati keramaian dari dalam mobil hitamya.
Pikirannya masih melayang-layang diucapan Kemal yang akan mengantarkannya ke dokter kandungan, tapi yang ada Kemal pulang jam berapa Cinderella juga tak tahu!
“Apa ada masalah Non? Kok sepertinya Non, kelihatan murung begitu.”
“Hah..., nggak kok Pak,” jawab Cinderella singkat.
“O ya. Nanti malam ada undangan dari rekan bisnis kita apa Nona mau datang?” tanya Revan menawari Cinderella. Cinderella yang mendengar itu memikirkan sejenak.
Mungkin lebih baik aku ikut datang dari pada di rumah terus teringat ucapan Kemal. Batin Cinderella.
Dia melirik ke arah Revan dari pantulan kaca spion depan, yang masih sesekali menatapnya.
“Bolehlah Pak, sesekali datang dari pada di rumah kesepian,” ucap Cinderella sambil tersenyum.
“Baik Non, nanti jam 7 malam saya akan menjemput Anda.” Cinderella hanya mengangguk, tanda menyetujui ucapan Revan.
Setelah sampai di depan gedung Wijaya Group, Revan segera membukakan pintu mobil untuk nonanya, Cinderella keluar dari mobil, menatap sejenak ke arah gedung yang menjulang tinggi di depannya itu. Senyum smirknya keluar saat menyadari Revan juga tengah menatap dirinya.
__ADS_1
“Kenapa Pak. Apa aku semakin mempesona setelah menikah, saya rasa Pak Revan baru menyadarinya, jangan menyesal ya Pak, karena saya sudah menjadi milik orang lain.” Revan hanya bisa menahan senyumnya sambil menundukkan kepalanya.
Anda benar Non andai saja dulu saya lebih cepat dari Pak Kemal. Tapi kok aneh ya? perasaan dulu Pak Kemal membenci Nona, tapi kenapa sekarang bisa tiba-tiba menikah. Masak iya hanya gara-gara berat badan Non turun dia langsung bisa jatuh cinta. Batin Revan saat mengikuti langkah Cinderella dari belakang.
Revan segera menekan tombol lift VVIP untuk nonanya itu, lalu mempersilakan Cinderella untuk masuk terlebih dahalu. Saat berada di lift, Revan masih setiap dengan tatapanya yang terus menatap Cinderella. Cinderella segera keluar saat pintu lift sudah terbuka, membiarkan Revan yang masih terus mengikutinya.
“Apa jadwal kita hari ini Pak?” tanya Cinderella saat sudah duduk di kursi kerja.
“Hari ini kita akan mengadakan pertemuan dengan direksi, kita akan membahas grand opening tentang pembukaan resort yang berada di Sumba,” jelas Revan sambil menyerahkan file pada Cinderella.
“Kemal nggak datangkan?”
“Nggak. Mereka nggak kita undang, kita baru menentukan konsepnya saja, baru setelah fix kita akan mengundang mereka,” jelas Revan.
“Okey. Sepertinya saya nggak bisa datang Pak. Saya sedikit pusing hari ini, tolong nanti Pak Revan mewakili saya ya, saya akan menunggu bagaimana hasilnya saja,” perintah Cinderella.
“Baik Non. Apa perlu saya panggilkan dokter?” tawar Revan.
“Apa Nona hamil!” teriak Revan yang kaget karena mendengar dengan jelas yang dikatakan Cinderella.
“Apa tadi saya bicara seperti itu?” tanya Cinderella yang mencoba mengelak dari kecurigaan Revan, dia sudah tidak berani lagi menatap ke arah Revan.
“Iya dan saya bisa mendengarnya dengan jelas. Apa benar Nona hamil?” tanya ulang Revan.
Cinderella lalu diam sejenak, bingung harus berkata apa dengan sekertarisnya itu. Dia takut juga jika nanti dia akan mengadu dengan keluarganya.
“Non!” teriak Revan yang tidak menyadari kelakuannya.
“Iya. Tapi saya minta Pak Revan jaga rahasia ini dari Papa dan Mama ya, aku hanya tidak ingin mereka mengkhawatirkanku,” jelas Cinderella.
“Apa itu anak Pak Kemal?” tanya Revan yang semakin penasaran.
__ADS_1
“I-iya Pak...,”
“Brengsek..., jadi dia mempermainkan Nona?” bentak Revan yang tidak terima, sambil meremas kertas yang ada di tangannya hingga membentuk bola kecil.
“Sudahlah Pak lebih baik kita simpan rahasia ini rapat-rapat. Biarkan saya yang menyimpannya sendiri.”
“Tapi Non.”
“Pak! Saya yang menjalani. Bapak tidak usah ikut mengkhawatirkanku,” ucap Cinderella yang mengerti kekhawatiran dirinya.
Seketika hening menghampiri ruangan itu, hingga terdengar jelas suara nafas Cinderella yang terdengar gugup.
“Haruskah saya memberi pelajaran kepada Pak Kemal?”
“Jangan Pak! Itu sama saja Bapak membuat saya sedih.”
“Kalau seperti itu berarti Nona mencintai Pak Kemal?” tanya Revan yang ingin tahu.
Cinderella hanya mencoba tersenyum sambil menatap Revan. Revan yang melihat senyum Cinderella pun hatinya mulai menghangat. Dia lalu menjawab senyuman Cinderella. Dia sebenarnya juga bingung akan memberitahukan kabar itu pada tuan besarnya atau tidak lantaran tuannya sudah menyerahkan wanita itu untuk dia jaga.
Setelah mendengar cerita Cinderella, Revan segera pamit untuk kembali ke ruangan miliknya. Berpesan pada Cinderella jika terjadi sesuatu agar segera menghubunginya.
Setelah kepergian Revan, Cinderella mengambil ponsel yang berada di tasnya. Berulangkali dia tadi mendengar getar suara ponsel miliknya, tapi dia sengaja tidak mengangkat panggilan suaranya itu, karena dia tahu itu panggilan dari Kemal. Dia belum siap untuk berbicara dengan Kemal, karena sebenarnya dia paling tidak suka dengan lelaki yang tidak bisa menjaga ucapannya, Cinderella sengaja mematikan ponselnya setelah tidak lagi mendengar getar suara lagi. Dia lalu mulai menyibukkan diri dengan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya, hingga menjelang waktu istirahat dia baru bisa menyelesaikan file-filenya itu.
Saat dia akan beranjak ke ruangan Revan untuk menyerahkan berkas, interkom tempatnya berdering, dia mengurungkan niatnya dan segera mengangkat interkom itu takut jika ada yang darurat.
“Hallo bu..., ada Pak Kemal dari KM Group ingin bertemu dengan Anda. Apakah diperbolehkan naik ke atas?” Cinderella diam sejenak memikirkan permintaan resepsionisnya.
Ngapain juga dia ke sini? Tapi kalau aku tolak, mereka pasti akan curiga. Batin Cinderella.
Setelah berpikir panjang, Cinderella akhirnya menyetujui permintaan resepsionisnya itu. Setelah menutup interkomnya dia lalu berfikir keras untuk menemukan sikap yang harus dia keluarkan untuk menghadapi Kemal.
__ADS_1
Jangan lupa like ya... votenya ditabung dulu buat hari senin😜😘😘😘👍