CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Rujak


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa likenya😁👍


.


.


.


Siang ini, terlihat Kemal masuk ke dalam ruang konferensi pers, dia ingin meluruskan gosip yang tengah beredar di masyarakat pagi ini, beruntungnya dia sudah menyimpan barang bukti bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan wanita j*lang yang tengah membuat kericuhan.


Terdengar suara jempretan kamera mengiringi langkah Kemal menuju tempat duduknya, di sampingnya terlihat sekertaris Billy, di samping Billy ada bawahan Billy, yang selalu hormat padanya meskipun mereka sudah tua. Dan di samping Kemal, ada pak Hary pengacara serta orang kepercayaannya juga.


Pak Kemal apa benar Diandra hamil anak Bapak?


Sejak kapan Bapak berhubungan dengan putri Diandra Group?


Apa Bapak akan bertanggungjawab atas kehamilan Diandra, atau Bapak akan meminta untuk menggungurkannya?


“Oke tenang semuanya!” perintah Billy, “Kita mulai satu-satu dulu pertanyaannya,” lanjut Billy memberikan instruksi.


Dasar mentang-mentang orang kaya, keluar masuk sana-sini!


Setelah mendengar ucapan itu Kemal menoleh ke arah wanita yang baru saja berucap.


“Oke dari kamu, apa yang kamu ingin tanyakan?” tanya Kemal dengan suara dingin sambil menunjuk perempuan.


“Seperti yang saya ucapkan tadi bahwa Bapak sering menodai wanita selama ini, Apa itu benar?” tanya perempuan itu. Kemal diam memikirkan jawaban yang tepat untuk wanita itu.


“Apa alasan Anda bertanya seperti itu pada saya? Tentu mencari berita dan setelah itu Anda bisa mendapatkan uang. Dan kebanyakan para wanita yang datang pada saya karena mereka membutuhkan uang, win win solution, tapi sudah lama saya tidak melakukan bisnis itu, jadi tenang saja ibarat mafia saya ini sudah kembali ke jalan yang benar,” jelas Kemal.


“Apakah Anda akan bertanggungjawab atas kehamilan Diandra?” sela wartawan lainnya yang duduk di depanya.


“Saya akan bertanggungjawab dengan apa yang saya lakukan, tapi saya tidak melakukan apapun pada wanita itu, saya membawa buktinya jika saya tidak bersalah. Saya memang masuk ke dalam kamar hotel itu, tapi saya hanya ke toilet, lalu Diandra masuk dalam kondisi mabuk, dia melakukannya bukan dengan saya, tapi dengan orang lain.” Billy lalu memperlihatkan bukti itu, untuk diambil gambar oleh para wartawan.


“Apapun yang diucapan Diandra adalah kebohongan, di sini sudah ada rekaman cctvnya, silahkan kalian copy, dan kalian akan tau dengan siapa dia berhubungan,” jelas Kemal lagi.


“Lalu Pak Kemal, apa hubungan Anda dengan putri Wijaya Group, saya pernah melihat Anda berduaan dengannya beberapa bulan yang lalu? dan saya dengar Anda menyatakan cinta padanya,” Kemal diam sejenak, saat wartawan laki-laki itu membahas tentang Cinderella.


“Pak Kemal hanya rekan bisnisnya, kebetulan mereka menjalin kerjasama yang di adakan di Sumba, dan kalian harus datang saat grand opening nanti,” sahut Billy yang mengerti kegelisahan Kemal. Kemal lalu tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“Sekian ya..., conferensi siang ini, saya minta jangan keluarkan gosip yang buruk tentang bos saya,” ucap Billy sambil menginstruksi Kemal untuk keluar ruangan.


Itulah yang sebenarnya terjadi, saat Kemal memangku wanita, itu karena sebenarnya dia terjatuh tepat di paha Kemal, dan dia bukan Diandra, dia adalah waiters wanita yang di siapkan oleh penyelenggara pesta.


Setelah acara konferensi pers selesai, Kemal kembali ke ruangannya, dia mencoba menelepon Cinderella. Setelah terdengar bunyi tiga kali, suara yang diinginkan dia dengar, terdengar dari ujung telepon.


“Hallo...”

__ADS_1


“Hallo, Ci. Apa kamu mendengar gosip pagi tadi?” tanya Kemal.


“Iya. Sebenarnya aku sudah ingin menyunatmu lagi, tapi setelah melihat tanyangan beberapa menit yang lalu, kuurungkan niatku,” jawab Cinderella.


“Sunat! Sunat lagi? Benarkah? Kamu bahkan belum bisa menikmatinya?” ucap Kemal yang menggoda Cinderella. Cinderella hanya diam, tidak menanggapi ucapan Kemal.


“Bagaimana dengan Papa, apa dia percaya?” tanya Kemal.


“Mungkin, akan lebih percaya lagi jika kamu segera pulang, dia sudah menunggumu untuk bermain catur di taman,” ucap Cinderella sambil melihat Bramana dari jendela kamarnya.


“Baiklah, setelah ini aku akan pulang,” ucap Kemal yang sudah mulai tersenyum ke arah Billy. Billy yang baru saja masuk merinding saat mendapatkan senyuman menggoda itu.


“Bos sehat?”


“Menurutmu!” ucap Kemal kasar, “Dia sepertinya merindukanku, dia menyuruhku untuk segera pulang,” lanjut Kemal sambil memakai kembali tuxedo warna hitam yang baru saja dia lepas.


“Ini masih jam 3 bos,” tegur Billy.


“Apa kamu lupa tadi, aku akan mengantar istriku ke dokter kandungan!” peringat Kemal pada sekertarisnya itu.


“Oke baiklah. Silahkan pergi demi anak kembarmu itu, dan segera urus surat pemindahan sahamnya kepadaku,” ucap Billy sebelum Kemal pergi, dia hanya tersenyum ke arah Billy. Kemal berjalan keluar gedung miliknya, dia melajukan mobil untuk pulang ke rumah mertuanya.


Tigapuluh menit kemudian Kemal tiba di kediaman Bramana, dia menghampiri Cinderella yang tengah di dapur karena menginginkan rujak. Terlihat Sandra tengah menghaluskan sambal untuk rujak yang akan dimakan Cinderella.


“Tambah lagi cabenya Ma, ini kurang pedas,” ucap Cinderella, yang belum menyadari jika Kemal sudah berdiri di belakangnya.


“Kenapa ngagetin sih! Untung nggak jantungan!” maki Cinderella karena kaget.


“Hus..., nggak boleh seperti itu sama suami cepat ayo salim, beri senyuman manis saat suami pulang kerja, dia sudah lelah jangan sampai pulang ke rumah kamu bikin lelah lagi.” Cinderella langsung menatap Kemal dengan wajah cemberut lalu mencium tangan kanan layaknya istri solekhah.


“Jadikan itu kebiasaanmu, Ci!”


“Mama ih ..., belain Kemal terus, nggak asyik!” ucap Cinderella yang merasa cemburu.


“Bukan belain, tapi memberitahu padamu, cara jadi istri yang bisa nyenengin suami,” ucap Sandra, “Itulah rahasia Mama dan Papa selama ini,” lanjut Sandra, sedangkan Kemal hanya tersenyum tipis ke arah Cinderella.


“Sini kita makan di taman rujaknya, sepertinya enak,” ucap Sandra sambil membawa nampan di tangannya.


Mereka bertiga berjalan menghampiri Bramana yang sudah berada di sana, Cinderella duduk di samping Bramana yang tengah memberi ikan di kolam. Sedangkan Kemal terus menatapnya yang tengah menikmati rujak buatan Sandra.


“Sudah! Nanti sakit perut kamu,” tegur Kemal saat Cinderella tidak menghentikan memakan rujak.


“Tapi masih pengen..., siniin rujaknya!” ucap Cinderella.


“Nggak!”


“Kemaall!” teriak Cinderella.

__ADS_1


“Ma..., Kemal Ma...,” manja Cinderella pada Mamanya yang tengah duduk di gazebo.


“Kasih saja Mal, takutnya anak-anakmu ileran nanti,” perintah Sandra pada menantunya.


Kemal mengalah dan memberikan rujak itu setelah mendengar ucapan mertuanya. Dia membantu Cinderella yang akan menghabiskan rujak itu. Dengan lahap dia memakan rujak itu membuat Cinderella menggelengkan kepala.


“Kamu doyan apa nyidam sih?” tanya Cinderella.


“Enak rujaknya, baru sekali ini aku memakan makanan seperti ini,” ucap Kemal sambil menghabiskan rujak di tangannya.


“Ci..., siap-siap gih. Katanya mau cek up!” perintah Sandra.


“Biar sama saya saja cek upnya Ma,” tawar Kemal yang sangat ingin melihat calon bayinya.


“Nggak usah, nanti kalau ketahuan wartawan bisa kacau,” jawab Cinderella sambil masuk ke dalam rumah. Kemal segera mengikuti langkah Cinderella yang hendak menuju kamar.


“Ci... “ panggil Kemal sambil menahan tangan Cinderella saat dia sudah sampai di dalam kamar.


“Hmmm,”


“Biarkan aku mengantarmu, aku juga ingin melihat calon anakku,” ucap Kemal.


“Nggak bisa Mal!”


“Ci... Please aku calon Papanya.” Cinderella menatap wajah Kemal yang memelas.


“Baiklah, tapi kita naik mobil sendiri-sendiri, aku nggak mau wartawan mengetahui hubungan kita,” ucap Cinderella.


“Apa alasanmu Ci?”


“Alasanku, menuggu kamu benar-benar mencintaiku,” ucap Cinderella. Kemal yang merasa kesal dengan jawaban Cinderella, langsung mendorong pelan Cinderella di dinding.


“Ci ..., lihatlah kesungguhanku aku benar-benar mencintaimu saat ini.” Cinderella menatap lekat ke mata Kemal.


“Aku mencintaimu Ci, please kita bangun rumah tangga kita dengan cinta bukan seperti ini, aku di sini bukan hanya karena anakku, tapi karena kamu,” jelas Kemal lagi.


Cinderella masih menatap wajah Kemal. Kemal lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Cinderella. Bukan kecupan diberikan oleh Kemal, dia berhasil membawa Cinderella menikmati ciuman pertamanya yang sangat panas, Kemal menekan tengkuk Cinderella, hingga bisa memperdalam lagi ciumannya.


“Bernafas Ci...,” perintah Kemal yang tidak mendengar suara nafas Cinderella, Kemal segera melepaskan ciumannya saat Cinderella masih belum menarik nafasnya. Dia tersenyum dan mengusap bibir merah Cinderella.


“Aku akan mengantarkanmu cek up, nggak ada penolakkan lagi, kalah kamu masih ngotot besok aku akan menyampaikan ke pers, bahwa kita sudah menikah dan tengah menunggu kelahiran anak kita,” ucap Kemal.


“Baiklah aku yang mengalah, aku akan bersiap dulu,” ucap Cinderella sambil berjalan ke arah kamar mandi.


.


.

__ADS_1


Next part, kira-kira ada kejadian apa ya di rumah sakit, nantikan part selanjutnya, jangan lupa tekan like dan vote😂😂😁


__ADS_2