CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Menunggu Cinderella


__ADS_3

Happy reading... jangan lupa like ya.


.


.


.


“Aku mau pulang ke apartemen, aku mau memberi kesempatan sekali lagi pada Kemal.” Mata Sandra melotot sempurna saat mendengar penuturan Cinderella, dan Bramana sudah berlari mendekat ke arah brankar Cinderella.


“Tidak! Papa tidak akan mengizinkanmu pergi lagi, sudah cukup dia menyakitimu.” Cinderella yang tadinya sudah berhenti menangis kembali mengeluarkan airmata setelah mendengar ucapan papanya.


“Apa yang kamu pikirkan tentang Kemal? Dia lelaki terburuk yang Mama lihat seumur hidup Mama, seburuk-buruknya Papamu, tidak pernah menduakan Mama, walaupun kondisi Mama sedang sakit,” ucap Sandra sambil mengusap lengan cinderella.


Cinderella diam memikirkan kelakuan Kemal selama ini, kelakuannya memang tidak bisa ditoleren lagi, tapi kenapa dia tidak rela melihat Kemal seperti tadi. Apa benar ini ikatan batin anak dan ayahnya? atau karena dia tidak ingin kehilangan lelaki yang diidam-idamkan banyak wanita di luar sana.


Dia mengusap airmata yang sudah akan terhenti. Dia meyakinkan diri, jika keputusan orangtuanya adalah yang terbaik untuk dririnya. Dia berusaha meredam rasa egois yang dia rasakan saat ini. Mereka sudah membesarkan dirinya, setidaknya untuk masalahr jodoh dia serahkan pada kedua orangtuanya.


Sore hari. Cinderella sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya. Dia benar-benar pulang ke rumah Bramana dengan dijemput Revan.


Malam harinya tidak disangka Kemal datang ke rumah Bramana setelah pulang kerja, dia tiba di sana pukul 8 malam. Tapi yang ada Bramana tidak membiarkan Cinderella turun untuk menemui Kemal. Kemal diusir oleh Bramana dan tidak dibiarkan untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Ponsel Cinderella yang dari tadi berdering, dia juga enggan untuk mengangkatnya, karena tau dering itu panggilan suara dari Kemal. Dia hanya menatap Kemal dari jendela kamar, dan Kemal tidak akan bisa melihat posisinya sekarang ini, karena kondisi kamar dan jendela yang sudah gelap. Cinderella segera berlari ke kamar mandi ketika perutnya terasa mual, dia sudah tidak bisa lagi menahan mual yang semakin dia rasakan. Sandra yang mendengar suara muntah dari kamar Cinderella, segera menghampiri putrinya, menggantikan posisi Kemal, yang seharusnya dia yang melakukannya.


“Nggak papa, ini Cuma efek dari kehamilanmu,” tukas Sandra agar Cnderella bisa lebih tenang menghadapi kehamilannya.


Cinderella semakin kuat memuntahkan cairan di perutnya, membuat tubuhnya terasa lemas tidak berdaya, kedua calon anaknya sepertinya tau jika papanya tengah berjuang untuk menemui Cinderella.


Setelah selesai memuntahkan cairan, dia kembali ke ranjang kamarnya, merebahkan tubuhnya karena merasa lemas, Sandra yang mengerti kondisi Cinderella langsung turun ke bawah untuk menuju dapur, membuatkan teh jahe mungkin bisa meredakan rasa mual pada perut Cinderella.


“Masih di luar?” tanya Sandra saat melihat suaminya masih berada di ruang tamu.


“Biarkan saja. Kita lihat sampai kapan dia akan bertahan.” Sandra hanya menggelengkan kepala, lalu melewati suaminya untuk kembali ke kamar Cinderella.


“Bangunlah! Ayo minum ini biar rasa mualmu sedikit berkurang,” perintah Sandra sambil menatap putrinya yang terlihat sedih itu.


“Tidurlah! Ini sudah malam, tidak baik orang hamil tidur terlalu malam, apa lagi hamil muda.” Cinderella lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut kesukaannya memeluk boneka yang ditinggalkan Kemal kemarin.


“Apa Kemal masih berada di luar, Ma?” tanya Cinderella saat melihat Sandra akan pergi.


“Jangan dipikirkan lagi, sudahlah biarkan saja dia seperti itu. biar dia lebih mengerti dan menghargaimu,” tutur Sandra sebelum pergi meninggalkan kamar Cinderella.


“Ya sudahlah, mungkin itu sebagai pelajaran untuk Kemal,” ucap Cinderella lirih saat melihat mamanya sudah menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Di sisi lain.


Kemal yang berkata akan menunggu Cinderella di halaman hingga istrinya keluar, masih setia berdiri di sana, dia terus menatap jendela kamar Cinderella berharap lampu itu akan menyala, dan pemilik kamar akan menjemputnya untuk meminta masuk ke rumah.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, bahkan pemilik rumah juga sudah terlelap di kamarnya masing-masing, kecuali Cinderella yang masih membuka matanya, dan Kemal masih duduk di cap mobil mewah miliknya. Cinderella yang mengetahui Kemal masih berada di sana, segera mengirimkan pesan pada Kemal.


Cinderella : Pulanglah! Jangan buat dirimu menderita karena aku.


Kemal yang membaca pesan masuk dari Cinderella langsung membuang nafasnya kasar, kemudian membalas pesan Cinderella.


Kemal : Bukalah pintu sebentar aku hanya ingin menjelaskannya kepadamu!


Cinderella : Tidak perlu Mal! Papa sudah mengambil keputusan kita harus bercerai setelah anak ini lahir. Jadi percuma saja apapun yang kamu jelaskan tidak akan mengubah keputusan Papa. Jadi pulanglah! Jangan sampai kamu sakit karena berdiri terlalu lama di sana.


Setelah pesan terakhir Cinderella, Kemal segera melajukan mobilnya menuju apartemen. Pikirannya sudah tidak fokus lagi untuk mengemudikan mobil, andai saja Cinderella mau mendengarkan penjelasan darinya sebentar saja, mungkin dia akan lebih sedikit tenang.


Ketika sampai di apartemen Kemal segera membersihkan tubuhnya, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 1 dini hari dia belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya masih saja membayangkan wajah Cinderella kemarin, andai saja Diandra tidak mengancam dirinya yang akan menghancurkan perusahaan Wijaya mana mau dia pergi dan menggandeng tangan wanita laknat itu. Dulu memang dia tertarik dengan tubuhnya yang montok, tapi setelah mengetahui sifat aslinya Kemal sudah berusaha menjauhi wanita yang bernama Diandra, karena dia tahu ada rencana jahat di balik dia mendekatinya, karena terlalu lelah akhirnya Kemal tertidur, tanpa mempedulikan perutnya yang masih kosong belum terisi makanan apapun.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut >>>>>>>>


__ADS_2