CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Kecewa


__ADS_3

Sebelumnya saya minta maaf ya karena dua hari tidak up. Sebenarnya mau fokus dokter Erik dulu yang sebentar lagi mau berakhir, maaf jika kurang maksimal.


Happy reading... jangan lupa untuk like dan vote👍🙏😇


.


.


.


Setelah Kemal pergi, Cinderella segera menutup pintunya, senyumnya belum berhenti saat mengingat perlakuan Kemal tadi. Dia masih terus menyentuh kening bekas kecupan Kemal. Andai Kemal melihat tingkah Cinderella saat ini, pasti Cinderella akan sangat malu dibuatnya.


Cinderella lalu masuk ke dalam kamarnya, dia ingin mencari pakaian terbaiknya untuk dipakai pergi dengan Kemal.


“Oh no Ci. Come on! ini bukan kencan ini hanya pergi ke dokter kandungan.” Cinderella berteriak saat melihat tumpukan baju yang dari tadi dia kelauarkan demi mencari baju yang pas.


“Kemal! Kemal! Kemal! Kau seperti virus tidak mau pergi dari otakku,” serunya sambil mondar-mandir di kamar, membongkar semua kopernya yang belum sempat dia susun itu, setelah merasa lelah dia segera merebahkan tubuhnya di ranjang, mencium aroma Kemal yang tertinggal di sana. Perlahan dia menutup matanya hingga membuat dirinya tertidur nyenyak.


***


Di sisi lain Kemal yang baru saja tiba, disambut ramah oleh para penjaga, para karyawan menatap Kemal dengan tatapan bingung, lantaran Kemal yang belum pernah naik mobil sendiri saat berangkat ke kantor, dan sekarang tiba-tiba dia menggunakan mobil sendiri, dia terlihat rapi dengan dasi yang sudah terikat di lehernya, membuat karyawannya curiga, siapa yang sudah mengenakannya sementara Billy sudah berdiri sejak tadi di lobi untuk menyambut Kemal.


Kemal menghampiri Billy dan menyerahkan tas kerjanya, lalu tersenyum ke arah sekertarisnya itu. Billy yang mengerti segera mengikuti langkah kaki Kemal, sampai Kemal menghentikan langkahnya di depan karyawan tercantik di Kemal Group.

__ADS_1


“Kenapa melihatku seperti itu! Jangan diulangi lagi, takutnya ketampananku akan pudar.” Kemal lalu melanjutkan jalannya menuju ruangannya. Sedangkan karyawan wanita itu hanya menutup mulutnya, sambil menggerutu dalam hati.


“Heran deh ada ya..., CEO senarsis itu. Lirik aja nggak mau apa lagi nglihat,” Gumamnya lirih sambil meletakkan berkas di mejanya.


Kemal yang baru sampai di ruang kerjanya, segera melepas tuxedo yang dia kenakan, meletakkan di sandaran kursinya.


“Bagaimana dasiku Bill?” tanya Kemal sambil menunjuk dasinya.


“Perfect,” jawab Billy singkat. Kemal tersenyum membayangkan kejadian tadi pagi yang baru saja dia alami.


“Bos ..., apa perlu saya panggilkan dokter?” tanya Billy yang curiga karena Kemal memegang dadanya dan tersenyum tipis sambil menatap langit-langit ruangannya.


“Buat apa?”


“Nggak perlu. Aku tau kenapa jantungku berdebar seperti ini, jangan khawatirkan aku!” ucap Kemal. Billy mengangguk tapi tidak mengerti apa yang di maksud bosnya. Kemal lalu membuka agenda yang sudah Billy letakkan di atas meja kerjanya. Dia melihat jadwal sore hari ada pertemuannya dengan klien dari Jerman. Mereka adalah salah satu kliennya yang bonafit selama ini.


“Haruskah kamu mengatur ulang jadwal pertemuanku dengannya? Aku sudah berjanji dengan istriku untuk mengantarnya ke dokter kandungan.” Billy yang mendengar itu langsung menjelaskan resikonya. Membuat Kemal bingung dengan apa yang harus dia lakukan, karena dia tidak mungkin juga membatalkan janjinya dengan Cinderella.


“Apa kamu saja yang mewakiliku!” perintah Kemal.


“Tapi dia ingin bertemu dengan bos, sepertinya ada hal lain yang ingin mereka sampaikan,” jelas Billy. Kemal yang mendengar penjelasan billy langsung mengambil ponsel yang ada di tas. Mencoba menghubungi Cinderella, namun yang ada istrinya tidak mengangkat panggilannya.


“Ke mana sih dia?” gerutu Kemal saat Cinderella tidak mengangkat panggilannya. Kemal yang jengkel meletakkan kembali ponselnya. Berharap Cinderella meneleponnya balik.

__ADS_1


Kemal lalu menyibukkan dirinya dengan berkas yang baru saja Billy serahkan padanya. Banyak berkas yang harus dia periksa pagi ini, sebelum nanti pukul 10 dia harus menghadiri rapat direksi.


Waktu terus berlalu, hingga sore hari Kemal yang sibuk lupa memberikan kabar ke Cinderella. Dia langsung menghadiri pertemuan pentingnya dengan klien yang datang dari Jerman. Melupakan Cinderella yang menunggu di apartemennya.


“Huf. Ngapain juga percaya dengan mulut buaya Kemal,” gerutunya sambil mendudukan dirinya di sofa, karena sedari tadi Cinderella sudah mondar-mandir mengelilingi apartemen Kemal. Dia yang sudah kelelahan menunggu merasa jengkel, padahal ini hari pertama setelah menjadi istri Kemal dia akan pergi bersama, tapi mau tidak mau dia harus menelan kekecewaanya.


“Aku memang bodoh, termakan oleh ucapan manismu,” ucap Cinderella sambil menatap foto selfienya dengan Kemal, yang baru diambil beberapa hari yang lalu. Perlahan dia tertidur karena jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan besok dia harus kembali ke kantor lagi. Memulai kembali aktivitasnya.


Tepat pukul 10 malam Kemal baru tiba di apartemen, dia melihat Cinderella yang sudah tertidur di sofa tempatnya. Dia mendekat ke arah Cinderella, menyibakkan rambut Cinderella yang menutupi wajahnya.


“Maaf,” ucap Kemal lirih. Lalu segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


***


Pagi harinya Cinderella yang terbangun lebih dulu, segera menyiapkan sarapan untuk Kemal, dia berusaha berangkat lebih awal agar dia tidak bertemu dengan Kemal. Dia masih belum bisa berbicara dengan Kemal untuk saat ini. Dia hanya meninggalkan note di meja makan, di samping hidangan sarapan yang sudah dia siapkan.


“Pak Revan tunggu di lobi saja, aku sudah siap kok, dan ini sudah mau masuk lift,” ucap Cinderella yang berjalan ke luar apartemen, tanpa membangunkan Kemal yang masih terlelap di ranjangnya.


“Selamat pagi, Non.”


“Pagi Pak, berangkat sekarang saja yuk!” ajak Cinderella yang sudah berada di depan Revan.


Revan yang tidak tahu menahu suasana hati Cinderella, langsung menurut dan membukakan pintu mobilnya, membawa bos wanitanya itu menuju Wijaya Group.

__ADS_1


__ADS_2