
Happy reading, semoga semakin favorit dengan cerita Kemal & Cinderella. Mungkin cerita mereka tidak akan panjang seperti kisah Erik dan Ella, tapi jangan lupa untuk like dan vote ya.🙏👍
.
.
.
.
Setelah mendapatkan bukti untuk menuntut Diandra Group, Kemal meminta Billy untuk mengantarnya ke rumah sakit.
Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil milik Kemal, Sesaat keadaan menjadi hening, hanya terdengar suara deru mesin mobil dari arah luar mobilnya, Billy yang melihat Kemal hanya diam mencoba memecahkan keheningan.
“Apa bos tahu jika, Nona Cinderella akan menjual mobilnya?” Kemal langsung menatap ke arah Billy, karena terlambat mendapatkan informasi penting tentang istrinya.
“Iya, tadi Revan mengabari jika Cinderella ingin menjual mobilnya untuk operasi Pak Bram,” jelas Billy yang mengerti tatapan Kemal.
“Tepikan mobilnya!” perintah Kemal singkat. Billy langsung menuruti ucapan Kemal, lalu menatap ke arah Kemal, meminta penjelasan pada bosnya itu.
“Turun!” Billy menatap ke arah Kemal tak percaya, lantaran bosnya membiarkan sekertaris tampan itu, berpanas-panasan di jalan.
“Tega kamu Mal, tahu begini tadi nggak aku ceritakan ke kamu!” gerutu Billy yang sudah berada di luar mobil.
“Naik taxi saja kamu! Di sana tidak ada mobil, kalau mobil ini kamu bawa, bagaimana aku akan membawa istriku pulang,” ucap Kemal lalu menutup kaca mobilnya, segera melanjutkan kemudinya ke arah rumah sakit.
Saat di dalam perjalanan, Kemal terus berpikir kenapa Cinderella tidak meminta bantuan padanya, atau Cinderella malu dengannya? Kemal tersenyum tipis ketika mengingat wajah malu Cinderella semalam, dia berharap secepatnya masalah ini bisa terselesaikan supaya dia juga bisa hidup bahagia bersama istrinya.
Kemal melepaskan tuxedonya saat tiba di parkir mobil rumah sakit, mengganti kemeja dengan jaket kulit yang selalu Billy siapkan di kursi belakang. Dia berjalan menuju ruangan yang sudah diberitahu Cinderella, Karena Bramana sudah dipindahkan ke ruangan observasi setelah selesai operasi.
Dia mendorong handle pintu ketika sampai di ruangan. Terlihat Cinderella yang tertidur di lengan Sandra, Kemal menyapa Sandra pelan supaya tidak membangunkan istrinya. Memindahkan kepala Cinderella ke dada bidang miliknya, supaya mertuanya tidak terlalu lelah.
“Mama sama Cici pulang saja, biar nanti orang Kemal yang akan menjaga Papa mertua,” jelas Kemal, mematap mertua perempuan yang duduk di samping istrinya.
__ADS_1
“Nggak usah, biar Mama di sini saja, kamu bawa Cici pulang, dia sepertinya lelah, kasihan dia tengah hamil, Mama tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka,” jelas Sandra. Kemal yang mendengar perintah Sandra menatap wajah Cinderella, wajahnya terlihat lelah, mungkin karena kegiatannya semalam, ditambah dari pagi dia juga belum beristirahat.
“Tunggu Cici bangun dulu Ma, biar nanti Kemal ajak dia pulang.” Sandra tersenyum ke arah Kemal, lalu mengusap punggung Kemal.
“Jaga anak Mama ya, dia hartaku yang paling berharga,” ucap Sandra berpesan pada Kemal, sambil menatap ke brankar suaminya.
“Pasti Ma, Mama nggak usah mikirin administrasinya, biarkan Kemal yang mengurus semua biayanya,” ucap Kemal pada mertuanya.
“Nggak!” sahut Cinderella yang baru saja terbangun, “Kamu nggak perlu seperti itu Mal,” lanjut Cinderella.
“Aku suamimu, keluargamu, keluargaku juga, jika kamu lupa!” peringat Kemal. Cinderella diam sambil menatap Kemal dengan wajah di tekuk.
“Kamu juga nggak perlu jual mobilmu, suamimu ini banyak uang, kamu menikah bukan dengan lelaki miskin,” lanjut Kemal yang masih terus berceloteh. Cinderella menjauhkan tubuhnya dari Kemal, merasa ada ucapan Kemal yang menyinggung hatinya.
“Ayo pulang, kamu perlu istirahat yang cukup,” ajak Kemal yang kembali membawa Cinderella ke dalam pelukkannya tanpa merasa malu, dengan tatapan Sandra yang sejak dari tadi menatap ke arah mereka berdua.
“Pulanglah Ci! Biar Mama yang jagain Papa,” perintah Sandra. Cinderella diam memikirkan hal terburuk jika dia meninggalkan Sandra sendirian di rumah sakit.
Sampai di rumah Kemal, Cinderella langsung turun dari mobil, disambut para pelayan yang sudah berjajar rapi di depan pintu, mereka memperkanalkan dirinya, sesuai permintaan Kemal. Kemal berjalan masuk menunjukkan kamar utama yang akan mereka gunakan. Semua barang Cinderella sudah berada di sana, karena Kemal sudah memindahkan barang Cinderella yang dulu di apartemen ke rumah barunya.
“Beristirahatlah, jangan terus menatap kaca seperti itu!” ucap Kemal saat melihat apa yang dilakukan Cinderella.
“Nanti dulu, aku masih ingin terjaga, lagian tadi aku tertidur cukup lama,” ucap Cinderella yang masih menatap perubahan tubuhnya. Dia cemberut saat melihat perubahan tubuhnya yang mulai gendut lagi.
“Kamu ngapain sih?” tanya Kemal yang melihat kelakuan Cinderella.
“Aku gendut lagi ya?”
“Bukannya dari dulu kamu gendut.” Kemal tersenyum dan berjalan menghampiri Cinderella. Dia semakin senang menggoda Cinderella, membuat Cinderella semakin menekuk wajahnya.
“Aku sempat sexy ya,” sahut Cinderella.
“Sexy yang bagaimana?” jeda Kemal, “Yang seperti sapi? Atau yang seperti kulkas dua pintu?” Cinderella langsung mendorong tubuh Kemal supaya menjauh darinya. Bibirnya semakin mengerucut saat mendengar hinaan Kemal, dia lalu meninggalkan Kemal menuju kamar mandi.
__ADS_1
“Hey Ndut! Kamu mau kemana?” teriak Kemal yang melihat kepergian Cinderella.
“Dasar Bunglon, tadi pagi saja ngomongnya romantis, sekarang sudah berubah menjadi hinaan,” gerutu Cinderella yang bisa di dengar Kemal. Cinderella mencuci wajahnya, belum menyadari jika Kemal sudah berdiri di belakangnya.
“Nggak papa Ndut, mungkin dulu aku benci dengan tubuh gendutmu, tapi sepertinya sekarang aku merindukan tubuh gendutmu.” Kemal memeluk tubuh Cinderella dari belakang. Membuat Cinderella menggelinjang karena belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu.
“Lepas Mal!” perintah Cinderella.
“Sttt..., biarkan seperti ini dulu, aku beritahu ya, mau kamu nambah 100kg lagi atau tubuhmu sudah segendut dulu lagi, aku bakal terima kok, karena aku paham sekarang, cintaku padamu tidak memandang seberapa besar tubuhmu, tapi aku mencintaimu tulus,” ucap Kemal yang sudah meletakkan bibirnya di punggung Cinderella.
“Bohong kamu!”
“Hahaha..., tahu saja aku bohong!”
“Tentu aku ingin wanita sexy, tapi target sexyku sekarang berbeda, menurutku kamu wanita paling sexy yang pernah aku temui,” lanjut Kemal yang masih menyisakan suara tawanya. Cinderella lalu melepaskan pelukkan Kemal, berbalik ke arah Kemal.
“Sekarang kamu mengakui aku sexy? Setelah kejadian semalam?” tanya Cinderella.
“Kemarin aku juga bilang kamu sexy, tapi hanya dalam hati, hahaha,” ucap Kemal, “Tapi sekarang aku tidak peduli, mau beratmu 100 kg atau 140 kg, aku akan tetap mencintaimu, ini jujur tidak ada skenario, atau pembualan,” ucap Kemal yang sudah memeluk kembali Cinderella dari arah depan. Cinderella tersenyum senang di balik pelukkan Kemal, hatinya menghangat mendengar kata-kata cinta dari Kemal.
“Terima kasih Bunglon kesayangan,” ucap Cinderella di balik pelukkan Kemal. Kemal membalas dengan tepukkan pelan di punggung Cinderella.
“Sama-sama Ndut!” balasnya, “Anak kita sepertinya tidak menyukai jika kita seperti ini,” keluh Kemal yang merasakan tendangan dari dalam perut Cinderella.
“Lepaskan saja,” sahut Cinderella mencoba melepaskan pelukkan Kemal, tapi yang ada Kemal justru menggendongnya ke arah kamar.
“Berat sekali tubuhmu!” keluh Kemal saat sudah meletakkan Cinderella di atas ranjang, nafas lelah Kemal bisa Cinderella dengar hingga membuatnya menahan senyum geli yang kesulitan dia tahan. Tawa itu pecah membuat Kemal bahagia melihat sunyuman istrinya malam ini.
.
.
Jangan lupa like ya.👍🙏
__ADS_1