
Happy reading, jangan lupa like dan vote ya...
.
.
Setelah belajar dengan mamanya seharian, kini Cinderella tengah menunggu Kemal untuk menjemputnya, karena sore tadi dia menelepon jika akan menjemput dia sedikit larut malam, karena ada klien dari Singapura yang harus dia temui.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Kemal juga belum datang untuk menjemputnya, jangankan untuk telepon memberi pesan singkat pun tidak. Cinderella yang berada di dalam kamar hanya bisa menggerutu tidak jelas. Dia menatap jalan dari jendela kamar menanti kedatangan Kemal, sampai terlihat mobil yang berhenti di pekarangan rumahnya dia masih terus menatap ke arah jalanan, sambil menyunggingkan senyumnya.
“Ci..., itu Kemal sudah datang, kamu mau pulang apa nggak?” tanya Sandra yang berjalan menghampiri Cinderella.
Cinderella menatap jam di dinding, jam sudah hampir pukul 10 malam. Padahal rencananya dia akan meminta Kemal mencarikan mangga muda, tapi kalau jam segini takut juga di kirain mencuri, tadi mau minta tolong mama takut ketahuan jika dia sedang hamil. Cinderella lalu segera turun dan menyapa Kemal.
Kemal yang tengah duduk bersama Bramana langsung melihat ke arah Cinderella yang hanya mengenakan pakaian piyamanya. Kemal tersenyum ke arah Cinderella tapi Cinderella enggan membalas senyumnya.
Dia masih berniat untuk jual mahal dengan Kemal, dengan tidak mudah terpancing dengan pesona Kemal yang dia lihat, meski hatinya sudah dipenuhi nama Kemal, tapi dia yakin bahwa Kemal tidak benar-benar mencintainya.
“Pulang sekarang?” tanya Kemal saat Cinderella sudah berdiri di depannya. Cinderella hanya mengangguk sambil melihat ke arah depan rumahnya, melihat mobil baru yang tengah terparkir di depan rumah.
Saat berada di dalam mobil Cinderella masih enggan untuk memulai berbicara dengan Kemal. Kemal juga hanya diam sambil fokus menatap jalan, lantaran kali ini dia membawa mobil sendiri tanpa di temani Billy.
“Wajahmu kok pucat?” tanya Kemal saat berhenti di lampu merah. Cinderella langsung menatap ke arah kaca, membenarkan ucapan Kemal.
“Mungkin karena kecapean,” jawabnya singkat.
“Kamu nglakuin apa? Kamu harus ingat kamu sedang hamil, jangan bekerja terlalu berat,” ucap Kemal sambil menatap ke arah Cinderella.
__ADS_1
“Aku nggak kerja apa-apa, hanya belajar memasak dan menggunakan dasi saja dengan mama,” jelas Cinderella yang tidak mau berbohong. Kemal tertawa saat mendengar penjelasan Cinderella.
“Mal..., aku ingin makan mangga muda dari kemarin,” ucap Cinderella sambil mengusap perutnya.
“Sudah malam, lagian kita mau nyari di mana?”
“Ya nggak tahu! Yang penting aku maunya mangga muda nanti makannya pakai garam,” ucap Cinderella lagi. Kemal yang mendengar itu, langsung membalikkan arah ke rumah ayahnya. Siapa tahu pohon mangga di sana berbuah.
Tepat pukul setengah sebelas malam Kemal tiba di sana, Kemal lalu mengetuk pintu utama rumah mewah itu, ayahnya kaget saat melihat menantu dan anaknya tiba selarut ini.
“Ada masalah, sampai kalian datang selarut ini?” tanya Jimmy pada sepasang pengantin baru tersebut.
“Yah. Temani aku nyari mangga muda di belakang yuk, Cici kepengen makan mangga. Dan dia maunya aku yang manjat,” ajak Kemal pada ayahnya, Kemal yang memang penakut terpaksa harus meminta bantuan ayahnya. Dan permintaan itu membuat Jimmy curiga pada Cinderella.
“Apa istrimu sedang hamil, perasaan baru kemarin nikah?” tanya Jimmy menatap ke arah Cinderella yang berdiri di samping Kemal.
“Apaan sih Yah, Cici Cuma pengen doang kok, ya kan Ci?” kilah Kemal yang tidak ingin ketahuan Ayahnya tentang kondisi Cinderella.
“Jangan dong Yah, memangnya Ayah mau Cici keguguran!” sahut cepat Kemal yang keceplosan.
“Ow..., jadi Cici hamil? Sudah berapa bulan? Tapi kamu yakin itu anakmu kan Mal.”
Cinderella yang mendengar ucapan mertuanya itu, raut wajahnya langsung berubah menjadi pucat pasi.
Jangan kamu kira aku wanita bayaran ya ayah mertua! gini-gini yang ngrusak masa depanku ya anakmu itu. Batin Cinderella.
“Ayah bicara apa sih! Ya pasti anakku lah.”
__ADS_1
Jimmy yang mendengar itu hanya berdehem kecil. Lalu menatap Cinderella yang masih berdiri di samping Kemal, menatap curiga ke arah Cinderella, yang ternyata sudah hamil duluan.
“Ayo Ci..., temani aku. Seperti calon kakeknya ini benar-benar tidak ingin mencarikan mangga untuk calon anak kita!” ajak Kemal sambil menatap ke arah ayahnya.
“Enak saja! Biarkan Cici di sini. Ayah akan mengantarmu,” ucap. Kemal yang mendengar itu langsung melepaskan jas dan menyerahkan kepada Cinderella.
Cinderella lalu duduk di sofa ruang keluarga, sambil menunggu Kemal mencarikan mangga untuknya. Saat dia melipat jas Kemal yang dia bawa, dia merasa jengkel karena tercium aroma parfum perempuan.
Kamu memang tidak pernah tulus mencintaiku, Mal. Batin Cinderella.
“Aku dapat nih Ci,” teriak Kemal yang baru datang sambil menenteng mangga yang masih terdapat getahnya. Dia lalu menyerahkannya pada Cinderella.
“Ayo pulang, kita makan di rumah saja, aku sudah lelah,” kata Cinderella sambil beranjak dari kursinya lalu berpamitan pada mertuanya. Tanpa peduli Kemal yang menatapnya dengan aneh.
Di perjalanan menuju apartemen tidak ada yang mau memecahkan kehingan di dalam mobil. Cinderella masih dipenuhi rasa cemburunya sedangkan Kemal hatinya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan istrinya itu.
Sampai di apartemen pun Cinderella langsung berjalan ke kamar dia lalu mengambil bantal dan selimutnya, untuk dirinya tidur di sofa.
“Kamu tidur di ranjang saja, biar aku yang tidur di sofa!” perintah Kemal yang merasa kasihan dengan Cinderella.
“Biar saja aku tidur di sini, kamu segeralah tidur pasti juga lelah, setelah bekerja seharian,” ucap Cinderella sambil menyelimuti dirinya. Kemal lalu berjalan ke arah ranjang dan mengganti lampunya dengan lampu tidur.
“Ya sudah kalau tidak mau tidur di sini, aku pakai saja,” ucapnya yang sedikit berteriak agar Cinderella bisa mendengarnya. Tapi hasilnya Cinderella sudah tertidur dengan nyenyaknya di atas sofa, memendam rasa cemburunya siapa tau setelah bangun tidur rasa cemburu itu akan hilang dengan sendirinya.
.
.
__ADS_1
.
TBC