
Happy reading, sekedar mengingatkan untuk tidak lupa memberikan like.👍😊
.
.
.
.
Dua bulan kemudian.
Masih seperti sebelumnya, malam hari setelah Kemal pulang kerja, dia selalu ke rumah mertuanya, hanya untuk menemui Cinderella, tapi yang ada, setiap malam dia hanya menemui ke hampaan tidak ada seorang pun yang bisa dia temui, dan pasti setiap pukul 1 dini hari dia baru masuk ke dalam apartemen.
Tubuhnya yang dulu terawat, sekarang sedikit lusuh karena kurangnya istirahat, mungkin dia terlalu banyak masalah, jadi kurang juga dalam memperhatikan kondisi tubuh. Setiap malam dia selalu mengirimi pesan pada Cinderella, bahwa dia akan datang dan berusaha untuk menemuinya.
Kelakuan Kemal yang buruk dalam memperlakukan Cinderella, juga sudah terdengar di telinga Martin, dia meminta maaf pada Bramana atas kelakuan putra sulungnya itu. Dan berharap jika Bramana tidak akan melakukan perceraian bagi keduannya.
Malam ini Kemal begitu bersemangat, sebelum sampai di rumah Cinderella di berhenti sebentar di sebuah toko accesories, demi membeli boneka untuk istrinya. Dia berpikir jika tidak bisa menemaninya mungkin boneka ini yang akan selalu berada di sampingnya.
Malam ini sudah ke 58 kalinya dia berdiri di halaman rumah Bramana berharap seseorang akan turun dan membukakan pintu untuk dirinya. Semua itu dilakukan hanya untuk mendapat maaf dari orang yang tinggal di dalam rumah mewah itu.
Kemal : Aku datang untukmu.
Setiap hari Kemal selalu menuliskan pesan seperti itu pada Cinderella yang masih menjadi istri sahnya, dan Cinderella masih setia menatap Kemal dari pintu jendela setiap terdengar deru mobil berhenti.
Guntur mulai terdengar dari dalam rumah Cinderella, hujan deras juga sudah mengguyur kota Jakarta, dan Kemal masih setia berdiri di sana. Berulangkali Cinderella menelepon supaya menyuruhnya pergi tapi Kemal masih setia menunggu di sana dengan baju yang sudah tidak kering lagi.
Bramana yang setiap hari melihat Kemal dari sisi ruang kerjanya, sepertinya mulai tersentuh, tapi dia belum mau membatalkan niatnya untuk memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
“Suruh masuk saja Pa! Kasian nanti kalau dia sakit,” ucap Sandra yang juga khawatir dengan kondisi Kemal.
Bramana yang masih menatap Kemal, beralih menatap istrinya.
“Bicaralah dengan anakmu, biarkan dia yang menjemput laki-laki itu, tapi itu tidak akan merubah niatku untuk memisahkan mereka berdua!” ucap Bramana pada istrinya, Sandra yang mendengar ucapan suaminya segera keluar dan berjalan ke arah kamar putrinya yang berada di lantai atas.
Cinderella yang tengah melihat Kemal berdiri di sana, merasa kaget karena mendapat sentuhan lembut dari Sandra di bahunya. Dia segera menghapus air matanya, supaya Sandra tidak melihat jika dia sedang menangis.
“Ajaklah dia masuk!” ucap Sandra pada Cinderella.
“Apa?” tanya Cinderella memastikan ucapan Sandra.
“Iya Papa mengizinkan dia masuk,” ucap Sandra sambil tersenyum, dia juga tidak tega melihat anaknya setiap malam selalu menyembunyikan tangisnya jika Kemal datang.
Cinderella lalu berjalan ke arah wardrobe untuk mengambil handuk, dan segera berjalan ke luar untuk membawakan payung ke Kemal.
Setelah membuka pintu utama Cinderella berhenti sejenak sambil menatap ke arah Kemal. Pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Kemal yang tersiram air hujan. Dia dengan cepat berlari ke arah halaman yang berjarak 15 meter itu, lalu menyerahkan handuk dan memayungi Kemal.
Mereka lalu berjalan masuk ke rumah Bramana dengan Cinderella yang memegang payung.
Sampai di kamar Cinderella segera meminta Kemal untuk mandi dengan air hangat, karena tadi Kemal terlalu lama terkena air hujan, takutnya keesokkan harinya dia akan sakit, dengan kebaikkan hati, Cinderella menyiapkan baju ganti untuk Kemal, meletakkan baju Kemal di tepi ranjang, dia lalu turun ke bawah untuk menyiapkan minuman hangat untuk Kemal. Namun, belum sampai di dapur dia bertemu dengan Sandra yang juga membuatkan teh jahe untuk Kemal.
“Berikan untuk Kemal, takutnya masuk angin,” ucapnya sambil menyerahkan mug besar bertuliskan ‘Papa’.
“Ini gelas Papa Ma? Nanti Papa nyariin?”
“Nggak ini baru kok, baru saja Mama ambil dari koleksi Mama, kamu juga bisa pakai yang satunya,” jelas Sandra yang ikhlas menyerahkan koleksi mug terbaiknya demi anak dan menantunya. Cinderella tersenyum dan mengucapkan ‘terimakasih’ pada Sandra lalu segera kembali ke kamar.
Saat tiba di kamar, Kemal yang sudah selesai berganti baju menatap tubuh Cinderella yang sudah terlihat berubah itu, sedikit berisi pada bagian perutnya karena dia anak kembar, tapi bagian lengan dan pipinya masih sama seperti dulu.
__ADS_1
“Minumlah!” perintah Cinderella sambil menyerahkan minuman itu ke tangan Kemal. Kemal segera menyesap minuman panas yang diberikan Cinderella. Lidahnya seperti terbakar saat merasakan panas dari teh jahe, Cinderella reflek meniup-niupkan mulutnya ke arah bibir Kemal, setelah menyadari kelakuannya, dia segera menjauh dari tubuh Kemal.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Kemal sambil melirik ke arah perut Cinderella. Cinderella tidak langsung menjawab Kemal, dia justru seperti orang yang baru bertemu dengan Kemal untuk yang pertama kalinya.
“Aku baik,” ucap Cinderella sambil mengarahkan pandangannya ke samping tubuh Kemal, berusaha menghindari tatapan Kemal.
“Duduklah ada yang perlu aku jelaskan padamu!” perintah Kemal yang akan duduk di sofa di ruangan Cinderella.
“Ini sudah malam, aku akan segera beristirahat, tidak baik untuk ibu hamil tidur terlalu malam,” ucap Cinderella lalu berjalan ke arah ranjangnya. Dia lalu merabahkan tubuhnya untuk pergi ke alam mimpi, tapi tiba-tiba dia terbangun saat melihat Kemal menghampiri ranjangnya.
“Ngapain kamu?” tanya Cinderella saat Kemal sudah akan menarik selimutnya.
“Istirahat.”
“Karena ini kamarku, jadi kamu yang harus tidur di sofa, aku tidak ingin tidur denganmu,” perintah Cinderella.
“Tapi Ci...,”
“Kamu mau Papa mengusirmu lagi!” peringat Cinderella.
Kemal yang mendengar itu, kembali berdiri dan mengambil bantal dan guling yang ada di sana.
“Nggak papalah, begini juga lebih dari pada kemarin,” gerutunya sambil berjalan ke arah sofa.
.
.
.
__ADS_1
Next or tidak??