
Lanjut pokoknya tekan like ya👍
.
.
.
“Apa kamu masih ingin merahasiakan pernikahan kita?” tanya Kemal.
“Iya. Lagian setelah anak ini lahir, kita juga akan bercerai, tinggal 5 bulan lagi,” jelas Cinderella sambil mengalihkan pandangannya ke arah lukisan shabby yang menempel dinding kamarnya.
“Kenapa kamu tidak mau mempertahankan aku Ci?” tanya Kemal.
“Pantaskah kamu untuk di pertahankan? Dulu saja kamu baru satu minggu denganku banyak sekali kesalahan yang kamu buat.” Kemal menunduk dan mencoba menjelaskan pada Cinderella.
“Ci..., Diandra akan menghancurkan Wijaya Group karena ayahnya memiliki dendam dengan kedua orangtuamu, aku hanya melindungi keluargamu supaya dia tidak melakukan hal kotor,” jelas Kemal pada Cinderella.
“Berhati-hatilah dengan orang yang dekat denganmu, karena salah satunya menjadi mata-mata mereka.” Cinderella terdiam saat mendengar ucapan Kemal.
“Maksudmu?”
“Ada orang kepercayaanmu di sana yang menjadi sumber informasi Diandra, jadi berhati-hatilah!” jelas Kemal.
“Dan kamu tahu siapa orang itu?” tanya Cinderella.
Kemal menggeleng karena belum mendapat kepastian dari Billy.
“Orang suruhan Billy baru menyelidikinya,” kata Kemal sambil mendekat ke arah Cinderella.
__ADS_1
“Percaya padaku dulu itu hanya pura-pura, aku hanya tidak ingin Papa Bramana kambuh lagi penyakit jantungnya karena memikirkan perusahaan, dan aku minta maaf padamu, aku tidak pernah melakukan apapun dengan Diandra, aku hanya menjebaknya saat dia mabuk, dan aku, menggantikan diriku dengan lelaki lain,” ucap Kemal menjelaskan panjang lebar. Cinderella hanya diam dan mencerna ucapan Kemal.
“Tunggu saja informasi dari Billy, setelah dia mendapatkan buktinya kita akan segera mengungkapkan siapa dia sebenarnya,” lanjut Kemal.
Setelah hening sejenak, terdengar suara pintu kamar Cinderella diketok oleh Sandra.
“Ci..., ayo sarapan Sayang ajak Kemal juga! sudah di tungga Papa di meja makan,” teriak lembut Sandra dari balik pintu.
“Iya Ma, sebentar Cici mau mengeringkan rambut dulu,” jawab Cinderella yang juga berteriak dari dalam kamar.
“Mandi sana! Kamu nggak dengar tadi Papa nungguin kita,” perintah Cinderella sambil berjalan ke arah hairdryer di atas meja. Kemal yang mendengar perintah Cinderella segera beranjak ke kamar mandi.
Cinderella yang tengah mengeringkan rambutnya, memikirkan lagi ucapan Kemal.
Haruskah sekarang aku percaya padamu, tapi nanti kamu kaya gitu lagi. Batin Cinderella sambil menyisir rambutnya. Lalu segera menyiapkan baju ganti untuk Kemal dan meletakkannya di ranjang. Kemal yang melihat Cinderella menyiapkan baju untuknya hanya bisa tersenyum dari depan pintu kamar mandi, tubuhnya hanya tertutup handuk yang melilit sampai pinggangnya, membuat Cinderella malu, karena sempat melihat dada telanjang Kemal, dia yang berada di samping jendela segera memalingkan wajahnya ke arah luar. Kemal yang melihat reaksi Cinderella semakin senang untuk menggodanya.
“Apa kamu berharap handuk ini akan terjatuh?” goda Kemal pada Cinderella.
“Nggak berharap sama sekali, lepaskan tanganku atau kamu mau barangmu aku tendang!” peringat Cinderella pada suami sahnya.
“Aku akan melepaskan tanganmu, asal kamu mau membiarkan aku untuk menciummu,” ucap Kemal sambil mendekatkan wajahnya di depan Cinderella.
“Jangan berharap.”
“Apa kamu lupa tugas seorang istri, apa aku perlu mengingatkan padamu ..., sejak kita sah menikah bahkan kita belum pernah melakukannya, karena aku menghargaimu, sekarang aku meminta ciuman darimu, hanya itu!” jelasnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Cinderella. Cinderella mulai gugup saat nafas Kemal mengenai pipinya, hidung Kemal, kini sudah bersentuhan dengan hidung milik Cinderella, dengan lembut Kemal mulai menyentuh bibir istrinya, dia mulai mengecup dan meluma* bibir Cinderella, Cinderella masih enggan membuka bibirnya, karena merasa bingung harus bagaimana, dia juga baru pertama kali, merasakan ciuman panas seperti saat ini.
“Bukalah mulutmu,” bisik Kemal di samping telinga Cinderella. Namun, yang terjadi Cinderella justru mendorong tubuh Kemal agar Kemal menjauh darinya.
“Kita sudah di tunggu Papa di bawah,” ucap Cinderella yang sudah berjalan ke arah pintu kamar.
__ADS_1
“Apa kamu mau menerima maafku?”
“Nggak akan semudah itu meluluhkan hatiku!” ucap Cinderella saat berjalan keluar dari kamarnya. Kemal yang melihat Cinderella pergi segera mengenakan pakaiannya, lalu menyusul Cinderella yang sudah berada di meja makan.
Saat Sampai di meja makan, Kemal menyapa ramah kedua mertuanya itu, Kemal memperhatikan wajah mertuanya yang tampak suram.
Apa dia sebegitu laparnya, hingga menunggu sebentar saja sampai semuram itu. Batin Kemal.
Cinderella yang duduk di seberang mamanya segera mengambil piring untuk mengambil sarapannya sendiri, dan Kemal yang sudah akan mengambil sarapannya, tiba-tiba piringnya di ambil Cinderella, lalu mengambilkan sandwich yang sudah di sediakan di sana.
“Terimakasih,” ucapnya saat Cinderella menyerahkan sarapan untuknya.
Mereka sarapan tanpa suara hanya pandangan mata mereka saja yang saling melirik, Kemal yang akan memulai berbicara pasti Bramana membunyikan sendoknya dengan keras. Andai dia bukan mertua Kemal yang akan dirayu dan diambil anaknya, pasti dia akan menembak lelaki itu.
“Pah..., bo-bolehkah aku membawa Cinderella pulang ke rumahku?” tanya Kemal yang sedikit nerveos karena dia takut mertuanya itu akan marah dengannya.
“Boleh.”
Kemal tersenyum senang saat mendengar jawan dari Bramana.
.
.
.
.
Lanjut? pokoknya like yang banyaknya.
__ADS_1