CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Catur


__ADS_3

Jangan lupa like dulu ya...😜😁


.


.


.


“Boleh..” ucap Bramana sambil mengeluarkan senyum jahatnya.


“Kau pasti menginginkan aku menjawab seperti itu kan?” tanya Bramana sambil mengarahkan pandangan ke satu titik di depannya.


“Ceh! Setelah aku lihat apa yang kamu lakukan, apa kamu akan dengan mudahnya memaafkanmu!” ucap Bramana, “Tidak akan semudah itu aku meyerahkan kembali putriku.”


“Tapi dia istriku!” ucap Kemal tegas.


“Suami mana yang tega membiarkan istrinya menderita karena rasa cemburu?” tanya Bramana yang membuat Kemal terdiam, dia sebentar melirik ke arah Cinderella.


“Maaf, maka dari itu saya ingin memperbaikinya,” sahut Kemal yang membuat Bramana menoleh padanya. Dia diam sejenak memikirkan perkataan Kemal yang baru saja dia lontarkan.


“Aku tidak akan membiarkanmu membawa Cici pergi dari rumah ini, tapi aku mengizinkamu untuk tinggal di sini, aku akan melihat sejauh mana kamu akan berusaha untuk berubah, tapi jika aku melihat kamu berselingkuh lagi, aku tidak akan segan-segan untuk mengusirmu dari rumah ini saat itu juga! dan perceraikan akan pastikan akan segera terjadi,” Kemal terdiam saat mendengarkan ucapan mertuanya itu, tidak beda dengan Cinderella dan Sandra yang terus mengarahkan ke arah Kemal.


“Baiklah, saya akan membuktikan pada kalian jika saya benar-benar akan berubah, dan kamu Ci tolong bantu aku, supaya aku bisa menjadi suami yang baik, dan jadilah kamu istri yang baik pula,” ucap Kemal sambil melirik Cinderella.


“Maksudmu apa ngomong seperti itu ke anakku, hah?” sahut Sandra yang dari tadi hanya mendengarkan mereka berbicara.


“Apa Papa dan Mama tau, jika Cici tidak pernah memberikan hak saya sebagai suami saat di atas ranjang? Jika hasrat saya tidak terpenuhi itu akan berpengaruh dengan emosi saya, dan Papa, Mama pasti tau itu, ujung-ujungnya bisa saja, saya akan mencari pelampiasan di luar sana.”


Bruuuaaaakkkk!


Suara gebrakan meja terdengar, bukan dari Bramana ataupun Sandra, melainkan dari Cinderella.

__ADS_1


“Pah..., aku hanya trauma Pa..., aku takut Kemal bermain kasar seperti dulu, dan itu sangat sakit.” Terlihat Sandra dan Bramana menahan senyuman di sana saat mendengar alasan putrinya. Bramana menatap putri tercintanya, sambil terkekeh.


“Tolong kamu nasihati anakmu!” perintah Bramana pada Sandra yang sudah menyelesaikan sarapannya. Sandra lalu menggandeng tangan Cinderella untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.


Saat berada di dalam kamar Sandra Cinderella hanya menunduk karena sangat malu dengan ucapan yang Kemal lontarkan.


“Nih..., kamu baca apa saja kewajiban dari seorang istri, bukan hanya memakaikan dasi dan membuatkan sarapan untuk suaminya, melayani suami dalam kebutuhan *****alitas juga termasuk di dalam kewajiban seorang istri,” jelas Sandra sambil menyerahkan buku kecil kepada anaknya.


“Tapi Ma..., itu menyakitkan, dan aku juga masih trauma dengan perlakuan Kemal saat itu.”


“Itu hanya akan kamu rasakan saat pertama kali, setelahnya kamu akan merasakan hal yang berbeda jika ada keiklasan di dalamnya,” nasihat Sandra pada putrinya, “Hati-hati di luar sana banyak wanita yang bisa saja menawarkan jasa untuk memuaskan suamimu,” lanjut Sandra.


“Ih Mama! Lalu aku harus bagaimana?”


“Penuhi kebutuhan suamimu!”


“Tapi kita akan bercerai Ma! Aku ingatkan jika Mama lupa!” ucap Cinderella.


“Tapi Papa...,”


“Semua tergantung Kemal, jika kelakuan Kemal baik dan bisa mengambil hati Papamu maka itu tidak akan terjadi, dan Kemal juga tergantung dirimu, jika kamu memuaskan dia, maka dia tidak akan memesan wanita di luar sana,” jelas Sandra. Cinderella hanya menganggukan kepala saat mendengar nasihat yang keluar dari mulut Sandra. Lalu membayangkan kejadian saat tadi Kemal menciumnya.


“Mama juga masih juga melayani Papa?” Sandra terdiam saat anak menanyakan hal itu padanya, bukan malu tapi membayangkan kekuatan suaminya yang masih saja perkasa.


“Ya masihlah, Papamu itu meskipun seperti itu dia juga masih kuat, itu juga bisa di pakai untuk terapi penyakit jantung!”


“Apanya? terapi menyakitkan begitu... aduhhh...!” pekik Cinderella saat merasakan sesuatu di perutnya. Sandra yang panik terjadi apa-apa langsung mendekat ke arah putrinya.


“Ada apa?”


“Perutku seperti ada yang mendorong dari dalam, tapi sepertinya sudah tidak lagi,” jelas Cinderella.

__ADS_1


“Anakmu mulai bergerak aktiv rupanya, nikmatilah moment kehamilanmu, karena itu sangat menyenangkan,” ucap Sandra.


Di sisi lain.


Kemal yang masih berada di meja makan dengan Bramana, masih saja menutup mulutnya karena sedikit takut jika nanti dia akan keceplosan dan salah berbicara.


“Aku hanya memberimu satu kali kesempatan tidak akan ada lagi kesempatan kedua apalagi ketiga,” ucap Bramana pada Kemal. Kemal hanya mengangguk dan menyetujui ucapan mertuanya itu.


“Baiklah..., karena aku sudah memberikan kesempatan padamu, kamu akan mendapatkan hak khusus untuk bermain catur denganku,” ucap Bramana yang sekarang mendapatkan musuh baru selain Revan untuk bermain catur.


“Tap- tapi Pah..., aku tidak bisa bermain catur sama sekali,” ucap Kemal jujur. Bramana terkekeh saat mendengar ucapan Kemal.


“Kalau begitu aku akan membatalkan niatku untuk memisahkan kalian, jika kamu bisa mengalahkanku,” ucap Bramana pada menantunya. Kemal yang mendengar itu langsung bersemangat dan segera berdiri dari tempat duduknya.


“Kalau begitu, ayo kita ke taman Pa.”


“Hahaha..., bagus juga semangatmu!” sahut Bramana lalu mengambil papan catur kebanggaanya.


Mereka berdua duduk di gazebo taman, Kemal dengan santai menuruti mertuanya, tidak mempedulikan Billy yang menunggunya datang untuk rapat.


Kemal yang sudah disusunkan catur di depannya merasa binggung harus bagaimana untuk memulainya.


Sepertinya aku harus private catur dulu ini, supaya bisa mengalahkan Papa mertua. Batin Kemal.


.


.


.


Dan perjuangan Kemal dimulai ^_^

__ADS_1


Tunggu besok lagi ya!


__ADS_2