CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Lamaran ala Billy


__ADS_3

Aku sudah up nih, bantu like dan vote ya👍


.


.


Happy reading.


Setelah pulang dari rumah Kemal, Cinderella langsung beristirahat di kamarnya, dirirnya takut jika kehamilannya ini diketahui oleh kedua orang tuanya, jadi sebisa mungkin dia menghindari kebersamaan dengan Sandra dan Bramana.


Dia sedikit senang karena ternyata Kemal bersedia bertanggung jawab dengan anak yang dia kandung, bahkan dia sangat antusias sekali ketika mendengar penjelasan dokter tadi, dokter menjelaskan hanya pada Kemal, jadi Cinderella hanya menurut dengan larangan Kemal.


Sebelum keluar dari apartemen Kemal, dia mengatakan bahwa akan segera menemui kedua orangtuanya, tapi ntah kapannya Cinderella tidak diberi tau oleh Kemal.


Saat Cinderella keluar dari kamar mandi, terdengar suara tanjidor dari jalan depan rumahnya, dia yang penasaran segera melihat dari arah jendelanya.


“Siapa sih yang bikin acara?” gumamnya sambil berjalan ke arah ranjang. Melihat ke arah jam, sekarang baru jam 7 malam, nggak mau juga tidur sore takutnya nanti malam terbangun.


Suara tanjidor itu semakin lama semakin jelas, hingga menggema di depan kamarnya. Namun, Cinderella tidak ingin keluar juga. Dia masih masa bodoh dengan suara musik yang tidak dia sukai itu.


Di sisi lain, Kemal yang baru tiba menggunakan mobil mewahnya, segera turun dan membenarkan pakaian ala betawi yang di berikan oleh Billy.


Kemal belum mengetahui jenis musik apa yang dibawa oleh Billy karena mereka sudah menghentikan tabuhannya.


“Kenapa nggak pakai jas saja sih, Bill?” Kemal bertanya pada lelaki yang bajunya hampir sama dengannya itu.


“Bos lihat saja! ini tidak akan pernah terlupakan sepanjang sejarah hidupmu,” jawabnya enteng. Setelah itu suara tanjidor pun mulai di suarakan, membuat Kemal melotot tajam ke arah Billy.


“Kenapa seperti ini!” Kemal berteriak agar Billy bisa mendengarnya.


“Gimana kerenkan!” ucapnya yang langsung mendapat tinjuan perut dari Kemal.


“Coba hadirkan Dewa 19, atau Kangen Band pasti lebih seru,” ucap Kemal yang sedikit kesal.

__ADS_1


“Kenapa tadi nggak kau bawa kesini gamelan dan pemainnya, atau bawa sekalian dalangnya,” maki Kemal yang tiada hentinya.


Kedua orangtuanya pun hanya menggeleng tidak percaya dengan acara lamaran dadakan Kemal ini, bahkan dia hanya diberi kabar melalui pesan suara sore tadi. David juga tidak bisa datang karena sedang berada di Sumba.


Musik masih terus dikumandangkan oleh penabuh genderang, sebenarnya Kemal pusing dengan suara itu, tapi mau tidak mau dia harus jaga image dengan kedua calon mertuanya itu, mengingat Cinderella adalah keturunan betawi.


Tepat di depan pintu masuk mereka berhenti, terlihat Bramana dan Sandra bingung dengan kedatangan Kemal dan keluarganya itu. Musik pun di hentikan Billy dengan satu jentikan jari terlihat keren tapi sebetulnya tidak!


“Permisi Tante, Om ... Apa Cinderellanya ada?” tanya Kemal sambil bersikap sopan pada kedua calon mertuanya itu.


“Kemal ... , untuk apa semua ini?” Sandra menatap tajam ke arah Kemal, mencari jawaban atas keributan yang dibuat oleh Kemal.


Kemal lalu berbalik arah menatap ke arah Ayahnya.


“Ayah saja yang bicara?” bisiknya pada Jimmy. Jimmy yang mendengar itu langsung menggeser tubuh Kemal ke belakang.


“Hallo Bram... Bagaimana kabarmu?” Jimmy memeluk Bram seolah sudah saling mengenal lama.


“Aku baik, ayo masuk!” ajak Bram pada Jimmy, sambil merangkul menggiringnya masuk ke dalam, melupakan Kemal dan rombongannya.


“Benarkah? Siapa yang akan menjadi menantuku? David?” tanya Bramana menatap sahabat seperjuangannya itu.


“David masih terlalu kecil, ini aku bawa Kemal, di mana putrimu? Padahal aku baru bertemu dengannya satu kali, tapi aku begitu menyukainya,” tanya Jimmy sambil menggedarkan pandangannya.


Sedangkan Kemal dan Billy hanya menggeleng tidak percaya dengan obrolan dua pria yang sudah lanjut usia itu.


“Di mana Cinderella, Om?” tanya Kemal yang tidak melihat batang hidung wanitanya itu.


“Sabarlah ... mungkin dia sedang mandi, biarkan mamanya yang memanggil,” ucapnya pada Kemal yang sudah tidak sabaran.


Sedangkan Cinderella terlihat membuka pintu kamarnya, dia berjalan hendak turun ke arah meja makan, untuk mengambil makanan, tapi saat di tengah-tengah tangga, matanya melotot sempurna saat melihat tubuh tegap lelaki pujaannya sedang duduk di sofa ruang keluarga. Kemal juga kaget saat melihat Cinderella yang memakai baju tidur yang kekurangan bahan, tak lama bibirnya tersenyum simpul saat melihat Cinderella berbalik arah menuju kamarnya, dia membatalkan niatanya ke ruang bawah mengambil untuk mengambil makanan.


Dia mengusap dadanya karena merasa aman, tapi tak lama kemudian pintunya di ketok oleh Sandra, karena Sandra menyuruhnya untuk segera turun ke bawah.

__ADS_1


Cinderella yang mendengar itu, segera mengganti bajunya, dengan baju yang sedikit lebih sopan. Meski tidak memakai dress atau gaun, karena dia memilih memakai baju tidur polosnya.


Dia berjalan menuruni tangga, lalu menyalami sepasang pasangan itu. Lalu dia duduk di tengah-tengah papa dan mamanya. Dengan percaya dirinya hanya memakai baju tidur.


“Nak Kemal datang kesini untuk melamarmu, apakah kamu bersedia,” Cinderella yang mendengar itu langsung mengarahkan pandangannya pada Kemal. Mereka saling berpandangan berkata dengan bahasa hati, dan hanya mereka berdua yang tahu.


Setelah lama berpikir, Cinderella menatap ke arah Sandra, mencoba mencari jawaban pada Sandra.


“Ya aku bersedia, tapi ...”


“Tapi apa?”tanya Kemal.


“Aku hanya ingin menyembunyikan dulu pernikahan ini, jadi sebisa mungkin tolong bantu aku untuk merahasiakannya,” jelas Cinderella yang tidak bisa dimengerti oleh semua orang yang hadir.


“Apa kamu tidak khawatir jika calon suamimu yang ganteng ini diambil orang?” tanya Kemal dengan percaya diri di depan semua orang.


“Silakan saja, jika kamu mau kecantol dengan pelakor di luar sana,” ucap Cinderella dengan senyum mengejek ke arah Kemal.


“Jadi kamu mau menerima lamaran ini?” tanya Bramana dan Cinderella mengangguk sebagai jawaban.


“Papa fikir akan susah menjodohkanmu dengan Kemal, tapi nyatanya semudah membalikkan tangan, hahaha,” ucap Bramana sambil terbatuk diujung tawanya.


“Nah kan! Sudah tua juga!” cibir Sandra mendekat ke arah suaminya lalu memberikan minuman.


Setelah hening sesaat, tiba-tiba Kemal memutuskan bahwa dia akan menikahi Cinderella secepatnya.


“Om..., lusa saya akan menikahi Cinderella,” ucap Kemal yang membuat semuanya menatap ke arahnya.


.


.


.

__ADS_1


Kira-kira boleh nggak ya? terbongkar nggak ya kehamilan Cinderella? tunggu part selanjutnya ya..jangan lupa like dan vote, komen krisan jga boleh.😊👍🙏


__ADS_2