CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Bagian Dari Hidupku


__ADS_3

Happy reading semoga suka dengan karya saya, jangan lupa tekan 👍.


.


.


.


.


Dua minggu berlalu ...


Saat ini Cinderella tengah berada di acara pertunangan putra rekan bisnis papanya, malam ini dia datang bersama sekertaris Revan, yang mengenakan pakaian senada dengannya, mungkin kalau ada orang yang baru mengenalnya, pasti akan mengira bahwa mereka adalah pasutri.


Sejak kehilangan mahkotanya Cinderella menjadi lebih pendiam, dia merasa bahwa dirinya bukanlah wanita yang sempurna lagi. Dan Revan selalu menanyakan apa yang terjadi dengan Cinderella hingga dia berubah seperti itu jawabanya selalu mengecewakan hati Revan, dia selalu bilang bahwa dirinya baik-baik saja.


Saat di pesta pertunangan, Cinderella terlihat cantik dengan gaun bewarna hitam yang melekat di badannya, dia duduk di kursi melingkar yang hanya diisi dia dan Revan.


Pandangan Cinderella terus mengarah ke arah pintu masuk seperti mengharapkan kehadiran seseorang, tidak tau kenapa meski dia membenci Kemal tapi dia juga merindukannya, sepertinya dia tidak bisa membenci lelaki itu, lelaki yang sudah mengambil hak suaminya kelak.


Saat dia hendak pergi ke toilet, dia mendengar para tamu undangan berbisik-bisik tentang tamu yang baru turun dari mobil mewahnya. Dia salah satu tamu penting pemilik acara ini, Cinderella tak mau peduli dan tidak ingin mencari tau siapa tamunya itu, dia terus berjalan menuju toilet wanita yang lumayan jauh dari posisinya saat ini. Saat dia akan membuka handle pintu toilet tangannya di cekal oleh seorang lelaki yang aroma parfumnya sangat dia kenali, dia langsung menghempaskan tangan lelaki itu dengan kasar.


“Kenapa pesanku tidak pernah kamu balas?” Tanya lelaki itu masih ingin meraih kembali tangan Cinderella.


“Pesan yang tidak penting,” jawab Cinderella singkat lalu masuk ke kamar mandi, diikuti Kemal di belakangnya.


“Kenapa kamu ikut masuk?” Tanya Cinderella saat melihat Kemal mengikuti langkahnya.


“Aku merindukanmu. Jadilah bagian dari hidupku,” ucap Kemal sambil meraih tangan Cinderella, Kemal ternyata sudah tergila-gila pada Cinderella, bahkan dia tidak bisa tidur dengan baik. Pikirannya selalu membayangkan ketika dia menodai Cinderella, dia merasa bersalah dan akan bertanggung jawab pada Cinderella.


Bisa-bisanya dia mengatakan itu di dalam toilet, sangat tidak romantis! Batin Cinderella.


“Minggir aku mau ke toilet, lepaskan tanganku!” ucap Cinderella yang tidak tahan karena ingin buang air kecil.

__ADS_1


Mau tidak mau Kemal melepaskan tangan wanita yang selalu memenuhi pikirannya itu, saat Kemak ingin keluar dari toilet, terdengar suara gaduh dari luar, Kemal lalu melihat dari celah pintu toilet itu, terlihat banyak wartawan yang tengah menunggunya.


“Bodoh! Billy,” umpatnya. Lalu segera meraih ponselnya dan menghubungi Billy. Namun, sekertaris Billy juga tidak menjawabnya, Kemal semakin bingung dengan situasi tersebut, memikirkan cara agar mereka tidak mengambil gambar mereka berdua.


Cinderella yang baru keluar dari bilik toilet bingung melihat Kemal yang mondar-mandir, dia ingin bertanya pada Kemal tapi Kemal sudah menyuruh dirinya untuk menutup mulutnya.


“Diluar banyak wartawan, apa kamu mau keluar?” Bisik Kemal di telinga Cinderella.


“Kok bisa?” Tanya Cinderella sambil berbisik juga di depan wajah Kemal.


“Aku juga tidak tau, kalau mereka mengikuti langkahku,” jelas Kemal. Cinderella berpikir sejenak, lalu berjalan ke arah luar.


“Hey kemana Ci?” Cinderella menghentikan langkahnya menoleh ke arah belakang menghadap Kemal.


“Yang mereka cari kan kamu bukan aku,” jelasnya sambil berjalan keluar pintu, meninggalkan Kemal yang berdiri tegak di depan bilik kamar mandi.


Saat Cinderella membuka pintu toilet, sorot camera dan bidikan pun menyorot ke arahnya. Membuat matanya silau dan tidak bisa menatap ke arah depan. Kemal yang melihat itu segera melepas jas mahalnya dan menutupkan di wajah Cinderella agar tidak tersorot kamera, tapi sekarang kamera itu mengarah ke arah Kemal, membuat Kemal mau tidak mau harus angkat bicara.


“Maaf kita permisi dulu, besok kita akan adakan conferensi pers, tapi saya minta kalian hapus foto calon istri saya,” ucap Kemal dengan percaya diri dan penuh emosi. Lalu mengajak Cinderella berjalan keluar dari tempat itu.


Para wartawan sekarang sedang membrondongi sekertaris Revan dan Billy dengan beribu -ribu pertanyaan.


Sedangkan Kemal dan Cinderella sekarang sudah berada di samping mobil milik Kemal, mereka bersembunyi masih dengan jas Kemal yang menutup kepala mereka. Kemal menoleh ke arah samping melihat wajah Cinderella yang panik itu.


“Tenanglah, semua sudah beres,” ucap Kemal sambil mengemggam tangan Cinderella.


“Tenang bagaimana? Kita akan bilang apa nanti sama ke dua orang tuaku, mereka mengira bahwa kita menjalin hubungan yang serius,” ucap Cinderella yang masih khawatir dengan pengakuan Kemal tadi. Kemal terdiam saat mendengar ucapan Cinderella, benarkah wanita ini tidak ingin menjalin hubungan dengannya? Padahal dulu yang dia tau, Cinderella selalu mengejar-ngejar dirinya untuk menjadi pacarnya.


“Kemal... Kenapa bengong? Cepat buka pintu mobilnya!” Perintah Cinderella agar Kemal segera bergerak, agar para wartawan itu tidak kembali menemui mereka.


Kemal segera membuka pintu mobil lalu melajukan mobilnya, bukan untuk membawa Cinderella pulang, tapi membawa Cinderella ke rumah ayah Kemal.


“Ini rumah siapa Mal?” Tanya Cinderella saat berada di depan rumah kedua orangtua Kemal.

__ADS_1


“Turunlah, aku hanya ingin mengenalkanmu pada Ayahku,” ajak Kemal pada wanitanya ini.


Cinderella yang mengerti langsung menurut dengan Kemal, karena dalam bayangannya hanya untuk berkenalan biasa, belum juga sampai di depan pintu masuk, Cinderella sudah disambut wanita paruh baya yang sangat cantik dan elegant, matanya yang sipit sama persis seperti adik Kemal.


Dia memeluk Cinderella dengan erat, ntah kenapa hati Cinderella menghangat seperti memeluk mamanya sendiri, dia paham perasaan wanita ini, saat teringat dulu Kemal pernah menceritakan betapa kejamnya Kemal padanya.


“Ayo! Jangan pedulikan wanita ini,” ucap Kemal sambil membawa Cinderella masuk ke dalam rumah.


“Kemal! Nggak boleh bicara seperti itu, dia ibumu,” ucap Cinderella saat sudah menjauh dari wanita paruh baya tadi.


“Bukan! Ibuku sudah lama meninggal,” ucapnya pada Cinderella membuat Cinderella menoleh ke arah Kemal, tidak lama mereka sampai di depan pintu ruang kerja ayah Kemal.


Kemal mengetok pintu itu, hingga pintu dibukakan oleh ayahnya, Cinderella segera menyalami lelaki yang hampir sama umurnya dengan papanya tersebut.


“Selamat malam om,” sapa Cinderella ramah, saat Kemal sudah mengajaknya masuk ke dalam ruangan milik ayahnya, Cinderella tidak tau apa alasan sebenarnya Kemal mengajak dia menemui ayahnya. Ayah Kemal menatap dengan teliti wanita muda di depanya tersebut


“Malam Nak, duduklah.”


“Maaf Yah, kita nggak akan lama. Kemal kesini Cuma mau minta restu agar Kemal bisa menikahi Cinderella,” ucapan Kemal membuat Cinderella syok dan langsung melepaskan tangan Kemal yang mengenggam tangannya sejak tadi.


“Kenap Ci.. Aku sudah pernah bilangkan, kita akan segera menikah, dan aku rasa semakin cepat semakin baik,” ucap Kemal yang membuat Cinderella menatapnya tajam, Cinderella mengajak Kemal keluar ruangan, tanpa mempedulikan lelaki tua itu yang tengah menatapnya.


“Apa maumu Mal?” Tanya Cinderella saat sudah berada di luar ruangan.


“Apa kurang jelas mauku Ci,” ucap Kemal dengan nada keras.


“Aku ingin menikahimu!” lanjut Kemal singkat dan jelas.


Kaki Cinderella seperti tak bertulang saat mendengar ucapan Kemal, lelaki di depannya ini selalu penuh kejutan, dulu dingin seperti es, sekarang giliran Cinderella ingin melupakanya dia justru tergila-gila padanya dan ingin dia menjadi milik Kemal.


Apakah dia bisa menolak Kemal yang tampan ini? bahkan pesonanya selalu menjadi sorotan para wanita, itu artinya jika aku bersama Kemal, aku harus bersiap untuk sakit hati. Batin Cinderella.


“Maaf Mal.. Aku tidak bisa!” ucap Cinderella lalu segera melangkahkan kakinya ke arah luar. Meninggalkan Kemal yang masih diam mematung di tempat yang sama.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca kisah Kemal dan Cinderella, saya berharap kalian suka dan like serta votes yang banyak.🙏👍


Dan saya mengucapkan banyak terimakasih pada readers yang sudah mendukung karya ini, semoga saya bisa lebih baik lagi😁


__ADS_2