
Kemal yang berada di atas kepala Cinderella, terus menciumi dahi Cinderella ketika dokter memulai operasinya. Dia terus mengucapkan ‘jangan khawatir, jangan takut, aku di sini bersamamu’ kata-kata itu terus diulang-ulang Kemal ketika dokter akan mengeluarkan anaknya.
Tiga puluh menit kemudian, terdengar tangisan anak pertama Kemal keluar dari perut Cinderella, bibir Kemal tersenyum, tapi air matanya terjatuh membasahi pipinya.
“Baby girl 15.05 Wib,” ucap perawat sambil menyerahkan bayi perempuan itu ke dada Cinderella.
“Ini anakmu anak kita Mal,” ucap Cinderella di tengah isakkan tangisnya.
“I-Iii-yaa ...,” sahutnya yang tergagap karena rasa harunya, “Terima kasih Sayang ...,” ucap Kemal sambil mencium kening Cinderella.
Dokter kembali fokus ke arah perut Cinderella untuk mengeluarkan anak kedua Kemal.
“Baby boy 15.08 Wib,” ucap lagi perawat setelah membersihkan bayi laki-laki yang lebih besar dari bayi pertama tadi.
“Baby boynya 2300 gram ya Pak ..., kalau girl tadi 2000 gram,” jelas suster yang meletakkan bayi laki-laki Cinderella di sisi kiri tangan Cinderella.
“Baby boy nya mirip kamu, dia punya lesung pipi,” ucap Kemal saat melihat wajah anak lelakinya.
“Hai Kiana dan Kiano,” sapa Kemal pada kedua anaknya yang tengah mencari sumber makananya.
Setelah beberapa menit, bayi Cinderella diambil kembali oleh perawat, karena akan di masukkan ke inkubator mengingat berat badan keduanya yang kurang, jadi harus melalui perawatan khusus.
“Jangan sampai tertukar ya! Kalau itu terjadi aku akan meledakkan rumah sakit ini!” peringat Kemal pada kedua perawat yang membawa kedua anaknya.
Saat kedua bayinya dibawa keluar ruang operasi, kedua orang tua mereka langsung mengikuti bayi itu ke ruang bayi, tidak mempedulikan lagi kondisi Cinderella yang tengah menjalani operasi di sana.
Kemal terlihat masih menciumi dahi Cinderella. Menenangkan tangis haru Cinderella yang masih pecah.
“Tenang Sayang ..., anak kita sudah lahir, ini tinggal pemulihan saja, tenangkan dirimu,” ucap Kemal pada Cinderella.
Setelah dokter mengatakan operasinya selesai, terlihat Kemal membuang nafas lega. Ketegangan yang tadi dia ciptakan sudah lenyap, dia tersenyum ke arah Cinderella.
“Kamu berhasil Ndut!” ucapnya yang sedikit berteriak senang.
__ADS_1
Dua jam kemudian Cinderella sudah berada di ruang perawatan, dia masih berbaring karena obat biusnya masih bekerja, dia menatap orang-orang yang tengah memperhatikan anaknya, ada rasa cemburu tersendiri ketika melihat orang-orang yang berada di sana tidak memperhatikan kondisinya.
“Bung! Ambilkan minum!” perintahnya pada Kemal. Kemal menoleh ke arah Cinderella.
“Sebentar ya, aku mau lihat dulu anak kita, lucu deh dia sudah bisa memainkan lidahnya,” jawab Kemal yang tidak melihat ekspresi Cinderella.
“Kenapa tidak ada yang memperhatikan aku sih! Apa nggak lihat aku di sini butuh perawatan!” teriak Cinderella memenuhi ruangannya. Kemal yang mendengar suara Cinderella langsung mendekat ke arah Cinderella.
“Maaf ya, maaf,” ucap Kemal sambil membuka botol minum di tangannya.
“Apa perlu aku memanggil dokter untuk memeriksamu?” tawar Kemal sambil duduk di tepi brankar Cinderella.
“Nggak perlu, kamu di sini saja. Aku tidak mau, kamu jauh dariku,” ucap Cinderella pada Kemal. Kemal tersenyum ke arah Cinderella, dia mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana. Dia sadar jika istrinya itu hanya membutuhkan perhatiaan darinya.
“Kamu bahagia?” Cinderella mengangguk saat Kemal menanyakan hal itu padanya.
“Kamu bahagia juga nggak Mal?”
“Bahagia dong, punya istri gendut sepertimu, dan punya dua anak sekaligus. Aku akan jadi lelaki paling bahagia di dunia ini.” Cinderella tersenyum saat mendengar ucapan Kemal.
Setelah benar-benar pulih, tadi pagi Cinderella sudah diizinkan pulang oleh dokter kandungannya, anaknya juga sudah sehat dan mereka bisa membawa kedua anaknya pulang bersama.
Kini Kemal dan Cinderella tengah berada di pesta kecil-kecilan yang di adakan Kemal, mereka berniat mengenalkan kedua anaknya ke publik, supaya tidak terjadi gosip yang tidak jelas seperti dulu lagi.
Kebahagiaan terpancar dari kedua keluarga, kado terindah untuk keluarga Martin dan Wijaya, karena bayi kembar itu sama-sama menjadi cucu pertamannya. Mereka mengundang wartawan yang bisa dipercaya untuk mengenalkannya pada masyarakat.
Kemal mulai berbicara, mengenalkan kedua anaknya di depan wartawan.
“Selamat malam, saya akan menyampaikan berita penting kali ini, mungkin ada yang kecewa karena lelaki setampan saya ternyata sudah mempunyai anak, langsung saja ya, perkenalkan ini anak laki-laki saya, Kiano Putra Martin dan yang digendong istri saya, Kiana Putri Wijaya semoga setelah ini tidak ada yang membicarakan hal buruk lagi terhadap keluarga saya,” jelas Kemal dengan kemera yang masih on.
Para wartawan mengambil gambar keluarga besar Kemal. Kemal terus mengangkat bibirnya karena dia bahagia, bisa mendapatkan Cinderella dan kedua anaknya.
Keesokkan harinya, berita besar itu muncul di berbagai tv dan koran, banyak yang memuji jika mereka pasangan yang serasi, tapi banyak juga yang menyayangkan Kemal saat mendapatkan Cinderella yang bertubuh besar itu.
__ADS_1
Tapi Kemal tidak peduli lagi dengan apa yang mereka ucapkan, baginya mencintai dan dicintai istrinya saja sudah cukup menyenangkan.
Saat ini Kemal tengah berada di dalam kamar Cinderella, dia terus menatap ke arah tubuh Cinderella yang sedang memberi asi anak lelakinya. Sedangkan Kemal sedang menggendong bayi perempuannya yang tengah terlelap.
“Jika punya anak semenyenangkan ini, sudah dari dulu aku melamarmu,” ucap Kemal sambil menatap Cinderella yang tengah memakan biscuit di depannya.
“Salah sendiri dulu nakal.”
“Tapi sekarang aku sudah tobat, hanya kamu yang akan jadi satu-satunya cintaku, pemilik hati Kemal Martin,” Ucapnya sambil meletakkan anaknya ke dalam box bayi. Kemal lalu mendekat ke arah tubuh Cinderella yang tengah duduk di sofa, dia memeluk tubuh Cinderella yang baru turun 5 kg setelah melahirkan kedua anaknya.
“Kamu nggak usah diet ya, lupakan impianmu untuk memiliki tubuh langsing, aku bisa menerimamu apa adanya, tanpa kamu harus kurus, atau sexy, aku suka dengan Cinderellaku yang gendut, itu sangat menggemaskan.”
Cinderella mencibirkan bibirnya saat mendengar ucapan Kemal. Tapi dalam hatinya merasa berbunga-bunga, karena akhirnya dia bisa makan sepuasnya, tanpa menghitung-hitung lagi, kalori yang akan masuk ke dalam tubuhnya.
“Terima kasih sudah melahirkan anak-anakku, aku mencintaimu.” Kemal merapikan anak rambut Cinderella saat mengucapkan kata cinta untuknya.
“Tidak ada alasan, untuk aku mencintaimu, karena aku hanya ingin kamu berada di sampingku ketika aku membuka mata dan menutup mataku.”
Cinderella semakin dibuat bengong dengan kata-kata Kemal. Kemal berubah menjadi semakin romantis, tapi tetep saja, ada judes-judesnya saat dia mengatakan hal itu.
“Oke, aku paham kenapa kamu mencintaiku, itu karena kamu suka tubuh sexyku ini, suka lesung pipiku, suka dengan sifatku yang kolot, benarkan?” ucap Cinderella menatap Kemal dengan senyuman kecil.
“Terserah! Yang penting aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu, aku akan berada di sampingmu sampai kita kembali pada-Nya.”
.
.
THE END
Terima Kasih sudah membaca Kisah Kemal dan Cinderella, cerita ini sudah end ya, akhirnya mereka bahagia setelah mengalami berbagai masalah. Dan akhirnya Kemal menyadari jika tubuh Cinderella yang gendut mampu mengubah pendapatnya tentang arti cinta.
__ADS_1
Sekian.
Tunggu cerita saya selanjutnya.👍🙏