
lanjut ya...😆👍
.
.
.
“Aku suka suaramu,” ucap Kemal di tengah kegiatan mereka, lalu Kemal membawa Cinderella masuk ke dalam kemar, melanjutkan aksi liarnya di sana. Hingg keduanya merasa lelah dan puas , dia mendorong tubuh Cinderella ke arah samping, lalu dia beranjak pergi dari ranjang menuju kamar mandi. Membuat hati kecil Cinderella melihat perlakuan Kemal. Dia masih ingin mengatur deru nafasnya ini dipelukkan Kemal bukan seperti habis manis sepah di buang seperti ini.
Ketika Cinderella memaki Kemal dalam hati, karena merasa kecewa dengan Kemal, tiba-tiba Kemal keluar dari dalam kamar mandi.
Cinderella mendongak menatap ke arah Kemal, melihat yang seharusnya tidak dia lihat saat ini, hingga dia lupa untuk menutup mata dan mulutnya.
“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Kemal tersenyum senang saat melihat ekspresi istrinya.
“Tutup mulutmu! Ada nyamuk masuk nanti,” ucap Kemal meraih tangan Cinderella. Cinderella lalu tersadar dan segera menutup mulutnya.
“Ngapain kamu Mal!” teriak Cinderella saat berada dalam gendongan Kemal, dia takut jika nanti akan jatuh karena Kemal membawa tiga nyawa sekaligus.
“Turunin Mal!” perintah Cinderella.
“Hustt...diamlah, aku akan membawamu ke kamar mandi, kita mandi bersama,” ucap Kemal sambil berjalan menuju kamar mandi. Dia lalu meletakkan Cinderella ke bathup yang berisi air hangat, seketika Cinderella menjerit karena merasakan perih di bagian intinya.
“Apa sakit?” tanya Kemal. Cinderella mengangguk sebagai jawaban.
“Heh... Perasaan aku sudah sangat lembut tadi.” Cinderella menatap wajah Kemal, sambil menajamkan matanya.
“Apanya yang lembut, mainnya saja seperti kuda lumping, bilangnya lembut!” maki Cinderella.
“Itu kan juga demi kamu,” bisik Kemal di telinga Cinderella. Dia lalu menyusul masuk ke dalam bathup.
“Berarti kau sudah menjadi milikku seutuhnya,” ucap Kemal sambil membasahi tubuh Cinderella dengan air.
“Tergantung,” ucap Cinderella.
__ADS_1
“Maksudmu?” tanya Kemal yang penasaran, dia sudah berganti memberikan busa di punggung Cinderella.
“Kamu kan suka berubah-ubah sifatnya seperti bunglon, jadi aku lihat sampai di mana dulu perubahanmu.” Cinderella sengaja menutup dirinya ke dalam bathup yang dipenuhi busa, hingga terlihat bagian dada dan kepalanya saja. Dia masih malu dengan Kemal, jika harus terang-terangan memperlihatkan anggota badannya pada Kemal. Tapi mengingat kejadian waktu di ranjang tadi, dia merasa berbeda dengan perlakuan Kemal, dia merasa Kemal melakukannya dengan cinta, tatapannya bahkan berbeda dengan tatapannnya dulu ketika pertama kali mencicipinya. Hati Cinderella benar-benar menghangat malam ini.
Kemal enggan menjawab ucapan Cinderella, hatinya begitu bahagia bisa memiliki wanita pujaanya itu. Dulu dia sering melakukannya dengan wanita lain, tapi rasa ingin memilikinya pun tidak ada, berbeda dengan perasaanya terhadap Cinderella saat selesai melakukannya dulu, rasa ingin memiliki Cinderella semakin menggebu, apalagi ketika wanita itu sempat menjauhinya, dia berpikir mustahil untuk mendapatkan cinta dari pewaris tunggal keluarga Wijaya, beruntungnya Cinderella hamil anaknya, dan dengan rasa terima kasih, dia bersyukur pada Tuhan, meski dengan jalan yang berbeda untuk mendapatkan wanita pujaanya.
Setelah selesai membersihkan diri, Kemal membawa tubuh Cinderella kembali ke kamar, dia mengambilkan baju untuk Cinderella, meminta Cinderella memakai bajunya, karena baju Cinderella sudah dibawa ke rumah baru miliknya.
Kemal menatap lekat saat Cinderella tengah memakai baju, dari sorot matanya, Cinderella bisa dengan jelas jika Kemal masih menginginkannya. Kemal mendekati ke tubuh Cinderella. Kemal benar-benar menginginkan tubuh Cinderella lagi malam ini. Tidak peduli jika mereka akan mandi lagi.
“Nyonya Kemal, ayo lakukan sekali lagi,” ucap Kemal di samping wajah Cinderella. Dia benar-benar tidak bisa menahan untuk tidak mengulanginya. Cinderella diam sambil menatap wajah Kemal yang tersiksa.
“Hmmm.” Ucap Cinderella karena dia juga tidak tega melihat Kemal seperti itu.
Setelah mendapat izin dari Cinderella, Kemal memulai ciuman yang penuh gairah, mulai mencium Cinderella dengan lembut dan penuh cinta, tidak peduli dengan perut Cinderella yang juga menganggunya.
Desahan mereka keluar memenuhi kamar apartemen mewah milik Kemal, mereka benar-benar menjadikan malam ini sebagai malam penuh cinta dan tidak akan pernah mereka lupakan. Hingga kegiatan ketiga kalinya itu selesai Cinderella yang kelelahan mulai memejamkan matanya.
“Peluk aku Mal,” ucapnya dengan mata terpejam. Kemal tersenyum dan membawa Cinderella ke dalam pelukkannya. Menutup tubuh telanjang mereka dengan selimut tebal.
Keesokkan harinya.
“Sudah bangun.” Cinderela tersentak saat mendengar suara Kemal. Dia menoleh ke arah Kemal yang duduk di sofa dekat jendela. Dia hanya mengangguk, dan meregangkan tubuhnya.
“Shhh...” desahnya saat masih merasakan perih di bagian intinya.
“Apa masih sakit?” tanya Kemal yang panik dan mendekat ke arah Cinderella.
“Hanya perih,” jawab Cinderella singkat sambil meringis.
“Apa perlu aku panggilkan dokter?” tanya Kemal yang khawatir. Cinderella hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Kemal lalu meraih ponselnya untuk menelepon Billy.
“Belikan aku salep untuk rasa perih!” perintah Kemal pada Billy.
“Maksudnya?” terdengar sahutan dari ponsel Kemal.
__ADS_1
“Itunya istriku perih, jadi aku minta kamu untuk membelikan salep untuknya,” jelas Kemal yang membuat Cinderella mengerucutkan bibirnya, dia malu kenapa juga Kemal tidak membelinya sendiri.
“Hahaha... Oke akan segera aku antarkan ke apartemen.” Kemal segera menutup ponselnya setelah mendapat jawaban dari Billy. Dia lalu menuju ke dapur, meninggalkan Cinderella yang berjalan tertatih menuju kamar mandi.
Saat Kemal masuk ke dalam kamar, Cinderella sudah selesai mandi dan duduk di sofa dekat jendela, sambil mengeringkan rambutnya.
“Minumlah,” perintah Kemal sambil menyerahkan segelas susu ke tangan Cinderella.
“Susu apa ini?”
“Susu vanilla, kesukaanmu, kan?” Cinderella tersenyum manis ke arah Kemal lalu segera meminum susu pemberian Kemal tersebut. Setelah habis kembali dia menyerahkan gelas kosong itu pada Kemal, pikiran Kemal yang mesum, menatap bibir Cinderella yang terdapat warna putih bekas susu buatannya.
“Ih..., putih,” ucap Kemal sambil membersihkan bibir Cinderella dengan jarinya, “Lengket, hahaha,” ucap Kemal sambil mengingat cairan miliknya. Cinderella yang tidak paham hanya menatap wajah Kemal sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
“Nggak ingat?”
“Ingat apa?” tanya Cinderella.
“Seperti cairan semalam, atau mandimu yang tidak bersih!” Cinderella yang baru paham langsung memukul paha Kemal. Kemal semakin senang dan tertawa keras, dia lalu berjongkok dan menatap wajah Cinderella yang sejajar dengannya.
“Sudah ingat, sini biar aku bersihkan,” ucap Kemal sambil meraih tengkuk Cinderella, Kemal segera mendaratkan ciumannya di bibir Cinderella, mel*mat, dan mengabsen gigi Cinderella dengan ujung lidahnya.
Bruakkk...
Pintu kamar terbuka membuat dua manusia di dalam itu gelagapan melepaskan aksinya. Kemal membuang nafasnya kasar, sedangkan Cinderella mengusap bibirnya yang sudah dipenuhi saliva Kemal.
“Tanganmu sakit, kenapa nggak ketok pintu dulu!” maki Kemal pada Billy.
“Hahaha..., maaf bos saya lupa kalau bos sudah beristri, ini obatnya.” Billy menyerahkan obat yang ada di tangannya dan berlalu begitu saja karena takut jika bosnya itu, akan membunuhnya sekarang juga.
“Mana yang perih? Sini biar aku kasih obat!”
.
.
__ADS_1
.
TBC