
Happy reading jangan lupa like ya...😁💪👍
.
.
.
Malam ini Cinderella tengah menunggu kedatangan Kemal, dia memutuskan untuk menunggu dan berbicara serius dengan suaminya, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi Kemal masih juga betah bekerja.
“Telepon saja apa ya...?” ucap Cinderella yang sudah mengambil ponselnya, dia sudah mencari nama 'Bunglon' di ponselnya, dia hendak menekan tombol hijau, tapi sejenak dia berfikir lagi, takut jika Kemal benar-benar tengah sibuk sedang bekerja. Dia lalu berjalan ke arah balkon kamarnya, menunggu Kemal pulang ke rumah.
Gedung KM Group
Kemal yang sebenarnya sudah selesai dengan pekerjaanya, masih asyik bermain game di layar ponsel milik Billy, karena ponselnya tidak ada permainan yang dia sukai.
“Loe nggak pulang? Istrimu nggak nungguin apa?” tanya Billy. Kemal hanya melirik ke arah Billy lalu kembali fokus ke layar 8 inch di tangannya.
“Sengaja gue, nungguin dia tidur.” Billy yang mendengar ucapan Kemal langsung memalingkan wajahnya, karena sepertinya dia akan pulang lebih malam lagi.
“Gimana kalau ke club gue saja,” tawar Billy.
“Mau dapat surat cerai dengan cepat apa!Kalau gue ke sana!” sahut Kemal. Dia lalu melirik jam di dinding, yang sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih.
“Ayo pulang! Biasanya jam segini dia sudah tidur, kamu antarin aku dulu!” perintah Kemal sambil mengambil jasnya lalu menaruh di pundak sebelah kanan.
Kemal keluar dari gedung KM group bersama dengan Billy, dia duduk di samping kemudi menatap jalanan yang sudah mulai lenggang. Saat melewati sebuah taman kota, mata Kemal menatap asap dari gerobak pinggir jalan, aroma sate ayam itu membuat dia menyuruh Billy untuk menghentikan mobilnya.
“Tiba-tiba aku ingin makan sate,” Ucap Kemal saat Billy sudah menghentikan mobil.
Dia segera membuka jendela pintu mobil, dan memesan sate ayam khas madura.
“Nggak mau duduk di sana saja?” tawar Billy.
“Nggak takut ada paparazi,” ucap Kemal yang sambil mengendurkan dasinya. Billy terkekeh saat mendengar ucapan Kemal.
“Aku nggak tau apa kata istrimu jika kamu berhenti di tengah jalan, hanya karena ingin sate,” ucap Billy.
__ADS_1
“Diamlah tidak usah berisik,” ucap Kemal yang mulai emosi karena pesanannya tidak kunjung datang.
Tukang sate itu menyerahkan satenya pada Kemal sebanyak 20 tusuk.
“Lontongnya mana?” tanya Kemal.
“Ow..., maaf Pak saya pikir tidak pakai lontong,” ucap tukang sate itu, lalu berlari dan memotongkan sate untuk Kemal. Setelah sate yang di pesan sudah di tangannya dia lalu menyerahkan kepada Billy.
“Nih, kamu saja yang makan aku sudah kenyang,” ucap Kemal. Yang membuat Billy menggelengkan kepalanya.
“Ceh! Tadi saja marah-marah sekarang nggak doyan, kan? Itu tandanya kamu ngidam Mal, bawaan bayimu itu,” jelas Billy.
“Ngomong apa sih kamu, nggak jelas! Yang hamil itu istriku bukan gue, cepat bayar!” perintah Kemal pada Billy, padahal Billy masih menikmati sate di tangannya tapi dia harus menghentikan dan menuruti apa kata bosnya itu.
Setelah melakukan pembayaran, Billy langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Cinderella. Dia menurunkan Kemal di depan pintu gerbang rumah mertua sahabatnya itu. Satpam penjaga rumah langsung mendekat ke arah majikannya, heran juga karena Kemal pulang tidak membawa mobil. Dia melihat jam di tangannya, sambil tersenyum tipis.
Pasti sudah nyenyak dia. Batin Kemal.
Dia lalu masuk ke rumah, melepas sepatu dan dibawa dengan tangannya agar tidak mengeluarkan bunyi. Saat di depan pintu kamar dia membuka pelan handle pintu kamar Cinderella. Dia kaget saat berbalik badan menutup pintu, ternyata Cinderella sudah berdiri di depannya.
“Kenapa ngagetin sih,” ucap Kemal.
“Kamu nggak dengar tadi aku bilang apa? Aku lembur dan jangan menungguku,” ucap Kemal.
“Bagaimana aku tidak menunggumu, aku khawatir kamu di luar belum makan malam, aku menunggumu untuk makan malam dan sekarang aku lapar jadi tidak bisa tidur,” gerutu Cinderella.
“Kenapa tidak makan duluan saja tadi?” tanya Kemal.
“Aku ingin makan malam denganmu, makanya aku sengaja tidak makan, apa jangan-jangan kamu sudah makan ya?” tanya Cinderella. Kemal menatap wajah Cinderella yang terlihat cantik meski tanpa make up sama sekali.
“Emmm..., belum kok, aku belum makan. Ayo kalau kamu mau makan biar aku temani,” ajak Kemal sambil membawa Cinderella turun ke arah meja makan. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi sepasang manusia itu tengah menikmati makan malamnya dengan tenang tanpa suara, tidak ada yang mampu untuk memecahkan keheningan itu. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang tengah memperhatikan mereka.
“Tuh..., Papa lihat sendiri, Kemal sudah berubah jadi jangan pisahkan mereka, apa jadinya nanti jika anakmu patah hati,” ucap Sandra saat melihat anak dan menantunya terlihat akur.
“Tidak semudah itu, dia saja main catur denganku selalu kalah,” ucap Bramana membuat Sandra meninggalkan dia dan berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan Cinderella dan Kemal yang sudah menyelesaikan makannya, segera kebali masuk ke kamar.
__ADS_1
“Mandilah dulu, aku akan menyiapkan baju untukmu!” perintah Cinderella. Kemal yang mendengar perintah Cinderella langsung berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Cinderella menyiapkan baju untuk Kemal dan menyemprotkan aroma terapi di kamarnya.
Saat Kemal sudah selesai mandinya, Cinderella tengah duduk di tepi ranjang sambil melihat ponsel, yang berisikan tentang informasi kehamilan. Dia lalu meletakkan ponselnya saat Kemal sudah memakai baju yang dia siapkan tadi.
“Mau langsung tidur?” tanya Cinderella, saat Kemal sudah menarik selimut di sampingnya.
“Iya. Kamu juga tidurlah, tidak baik orang hamil tidur terlalu malam,” ucap Kemal.
Kemal lalu menarik selimutnya, dan membawa Cinderella dalam pelukkannya.
Kamu nggak tau betapa tersiksanya diriku, hanya dengan memelukmu seperti ini. Batin Kemal.
Gimana ya ngomongnya, jika aku sudah siap melayaninya. Batin Cinderella.
Cukup lama mereka diam, akhirnya Cinderella mengalah dan memberanikan diri untuk berbicara pada Kemal.
“Mal...” panggilnya.
“A-aku bersedia me-melayanimu malam ini, aku akan mencoba menjadi istri seutuhnya untukmu,” ucap Cinderella yang berada di dalam pelukkan Kemal. Dia menunggu respon dari Kemal, dia malu dan menutup wajahnya di dada Kemal. Sesaat dia menoleh ke arah wajah Kemal, dia membuang nafasnya pelan ketika melihat Kemal sudah tidur.
“Kamu sudah tidur?” tanya lirih Cinderella sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Kemal.
“Padahal sudah setengah mati aku menahan rasa maluku,” gerutu Cinderella sambil cemberut ke arah wajah Kemal.
“Baiklah..., tidurlah yang nyenyak, selamat malam Kemal,” ucapnya lirih sambil mengecup kening Kemal, dia ikut menyusul tidur bersama Kemal yang sudah memasuki alam mimpi itu.
.
.
.
Nextkah?
Minta pendapatnya, enaknya kapan ya Cinderella menyerahkan tubuhnya ke Kemal?
A. Sebelum ke Sumba.
__ADS_1
B. Sesudah ke Sumba.