
Happy reading...👍😀
.
.
.
“Sepertinya aku tidak jadi ke kantor, dadaku terasa sesak,” ucap Kemal sambil memegang bagian dadanya. Cinderella langsung menoleh ke arah Kemal, dan mendekati suaminya.
“Apa mau aku panggilkan Dokter?” tawar Cinderella yang merasakan ketegangan Kemal.
“Tidak perlu, biarkan Billy yang ke sini membawakan dokter untukku,” ucap Kemal yang sudah berpegangan pada kursi teras. Cinderella yang melihat itu segera meminta Revan untuk segera memapah Kemal masuk ke dalam kamarnya.
“Dudukkan aku di sofa sini saja, aku mau di sini dulu menunggu dokterku datang,” ucap Kemal saat Revan memapahnya.
“Kamu cemburu ya?” bisik Revan di samping telinga Kemal. Kemal hanya menatapnya sinis saat mendengar ucapan lancang dari pria menyebalkan itu.
Dia lalu berjalan pelan ke arah sofa tanpa Revan yang memapahnya, melihat Cinderella yang sedang berduaan dengan Andra.
“O ya Pak Mal, apa kamu tidak tau berita pagi ini?” tanya Revan yang sudah duduk di seberang Kemal.
“Berita apa?”
“Berita bahwa kamu menghamili Diandra?” Kemal melotot sempurna saat mendengar ucapan Revan, tubuhnya terasa sulit untuk digerakkan, dia pelan-pelan merogoh ponselnya dan segera menekan nomor Billy.
Kemal menutup ponselnya setelah mendapat berita akurat yang keluar dari mulut Billy, berlari keluar ke arah mobil yang sudah terparkir di depan mobil Rubicon milik Revan, melupakan drama sakit yang tadi dia buat.
Cinderella yang melihat kepanikkan Kemal segera mendekat ke arah mobil Kemal.
“Apa yang terjadi?” tanya Cinderella saat melihat Kemal membuka pintu mobil. Kemal menoleh ke arah Cinderella yang berjalan mendekatinya.
“Ada masalah yang harus aku selesaikan, aku minta jangan percaya dengan ucapan orang lain, tentang gosip hari ini, aku hanya ingin kamu percaya kepadaku,” pesan Kemal pada istrinya.
“Dan aku..., aku cemburu melihat dia dekat denganmu,” bisik Kemal di telinga Cinderella sambil menatap ke arah Andre yang juga tengah menatapnya.
Setelah melihat mobil Kemal pergi, Cinderella kembali menghampiri Andre yang masih menunggunya di sana. Dia tersenyum ke arah Andre yang tengah menatapnya dengan nanar.
“Jadi dia, lelaki yang kamu cintai?” tanya Andre memastikan jawaban hatinya selama ini.
“Iya, bagaimana tampan, kan?” ucap Cinderella balik bertanya pada Andre. Andre hanya menjawab dengan kekehan, sambil menatap Cinderella dia memasukkan cookies ke dalam mulutnya banyak-banyak agaf bisa meredam rasa cemburunya, karena wanita yang dicintai ternyata sudah menjadi milik orang lain.
“Loe kemana saja sih?” Cinderella menatap ke arah Andre, “Aku mencarimu di klinik selalu tidak ada,” lanjut Cinderella.
“Buat apa mencariku?”
__ADS_1
“Buat konsultasilah? Biar tubuhku ini tidak terlalu lebar seperti dulu,” jawab Cinderella.
“Apa suamimu memarahimu saat melihatmu membesar karena tengah hamil?” tanya Andre sambil tersenyum kecut.
“Nggak juga, tapi aku takut dia akan pergi dengan wanita lain,” jelas Cinderella.
“Kamu masih bodoh seperti dulu!”
“Kamu yang bodoh, kalau pintar pasti sudah menikah!” cibir Cinderella.
“Kamu bodoh karena hatimu termakan cinta pada suamimu, yang tidak menerimamu apa adanya,” jelas Andre. Cinderella diam memikirkan ucapan Andre, tapi dia juga kepikiran ucapan Kemal hang mengatakan jika Kemal benar-benar mencintainya.
“Biar saja gendut, nanti kalau suamimu pergi dengan perempuan lain, menolehlah ke belakang karena aku akan berada di sana, menerimamu apa adanya,” ucap Andre. Cinderella hanya terkekeh mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kawannya itu.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi Ndre, kamu ke mana saja selama ini?” tanya ulang Cinderella saat sudah menghentikan tawanya.
“Aku mengunjungi makam Nenekku di China,”
“Selama itu?”
“Iya, karena mereka berusaha menjodohkanku dengan teman masa kecilku di sana.” Cinderella terbahak saat mendengar ucapa Andre.
“Apa kamu sebegitu tidak lakunya hingga mereka ingin menjodohkanmu?” tanya Cinderella dengan tawanya.
“Enak saja aku menolaknya, karena sebenarnya aku sudah punya pilihan sendiri,” jawab Andre, “Tapi ya..., sekarang sepertinya aku harus menerima perjodohan itu, karena aku sudah terlambat untuk memintanya menjadi istriku,” lanjut Andre sambil menatap teman di depannya.
“Ci..., Ci...,” teriak Sandra dari dalam rumahnya.
“Kenapa Mama berteriak seperti itu?” lirih Cinderella sambil berjalan pelan masuk ke dalam rumah, diikuti Andre yang juga masuk ke dalam rumah Cinderella.
“Kenapa sih, Ma?” tanya Cinderella saat tiba di ruang keluarga, di sana sudah terlihat air muka kedua orangtuanya yang ingin sekali marah.
“Apa-apaan ini?” tanya Bramana saat melihat berita gosip di tv.
“Di mana dia sekarang?” lanjutnya setelah dia selesai mendengar berita itu. Cinderella hanya diam, masih memikirkan berita kehamilan Diandra. Tapi dia langsung teringat ucapan Kemal yang memintanya untuk tidak percaya dengan berita gosip pagi ini.
“Kemal bilang dia ada masalah mendesak, mungkin dia menyelesaikan masalah ini Pa, kita tunggu penjelasannya,” ucap Cinderella yang sudah duduk di sofa.
Di sisi lain.
Kemal berjalan cepat masuk ke gedung kantor Kemal Group. Terlihat Billy, yang sudah menunggu dari tadi langsung menyambutnya.
“Bagaimana?” tanya Kemal yang sudah berada di depan langkah Billy.
“Sudah saya siapkan semuanya bos, kita akan melakukan conferensi pers nanti pukul 2 siang,” jelas Billy yang sudah membawa bukti akurat jika Kemal tidak pernah menyentuh Diandra.
__ADS_1
“Bagus, kita pilih media yang sekiranya berpengaruh besar untuk berita pagi ini,” perintah Kemal.
“Baik bos,” jawab Billy singkat.
“Lalu bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan bukti bahwa dia bersengkongkol dengan Diandra?” tanya Kemal.
“Sementara belum dapat bos, karena dia bermain sangat rapi, jadi kita belum bisa menemukan bukti apapun,” jelas Billy sambil membukakan pintu ruangan direktur untuk Kemal.
“Oya..., setelah melakukan konferensi kosongkan jadwalku, aku ingi mengantarkan istriku ke dokter kandungan,” perintah Kemal yang sudah duduk di meja kerjanya.
“Tapi bos, ada tamu dari Australia yang ingin mengajukan kerjasama,” ucap Billy.
“Kamu saja, aku tidak perlu datang, kamu tahu istriku hamil, semalam perutnya gerak-gerak aku takut nanti perutnya akan robek,” ucap Kemal yang khawatir dengan kondisi Cinderella. Sedangkan Billy hanya menghempaskan dirinya di kursi sofa.
“Bagaimana kamu bisa sebodoh itu?” tanya Billy yang mulai geram.
“Ingat..., ini masih jam kerjamu! Jadi panggil aku yang sopan, atau akan aku tarik semua fasilitasmu,” ancam Kemal saat mendengar ucapan Billy.
“Aku sudah tidak sabar melihat wajah anakku.” Billy terkekeh saat mendengar ucapan lirih yang keluar dari bibir Kemal.
Dulu saja membully sekarang begitu kan! Mungkin bisa gila jika tidak bertemu satu hari. Ucap Billy dalam hati.
“Sepertinya bos sedang dalam suasana hati yang baik, apa perlu aku panggilkan stok perempuan virgin malam ini, saya sudah mempunyai stoknya karena bos sudah libur hampir 6 bulan, hahaha,” goda Billy diakhiri suara tawa yang menggelegar. Kemal yang mendengar itu hanya bisa menggebrak meja di depannya.
“Jaga ucapanmu! Aku ingin melupakan masalalu dan menata kembali hidupku,” maki Kemal kepada sekertaris yang masih jomblo itu. Billy diam sambil menahan suara tawanya agar tidak keluar.
“Aku akan mendukungmu bos, sebelum ada karma lagi yang menghampirimu,” ucap Billy.
“Aku jatuh cinta pada Cinderella bukan karena karma, tapi itu takdir dari Tuhan,” ucap Kemal yang sekarang percaya dengan takdir.
“Sejak kapan bos jadi religius seperti itu?” tanya Billy. Kemal hanya menatap ke arah Billy meminta dia agar menghentikan candaanya, karena dia akan menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu sebelum menghadapi pers yang akan membrondonginya dengan ribuan pertanyaan.
.
.
.
Terimakasih jangan lupa untuk selalu mendukung cerita Cinderella dan Kemal.
.
.
Jangan lupa mampir ke ceritaku satunya ya!
__ADS_1
"KEPINCUT CINTA DOKTER"