
Happy reading, maaf baru update🙏
.
.
.
Setelah kepergian Kemal, Cinderella menatap lekat wajah Sandra, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena semenjak hamil, dia tidak pernah pergi ke kantor Wijaya Group, karena Bramana juga melaranganya pergi ke sana.
“Papamu sebenarnya ingin mengalihkan semua asetnya atas namamu, Ci. Tapi justru namamu di ganti menjadi nama Diandra, jadi semua kekayaan kita jatuh ke tangan Diandra, termasuk rumah dan perusahaan,” jelas Sandra yang mengerti tatapan anknya.
“Rumah?”
“Iya, rumah yang kita tinggali,” jelas Sandra.
“Siapa yang tega melakukan ini, Ma?”
“Revan, baru menyelidikinya, kita pasti akan segera mengetahuinya,” jawab Sandra. Dia berusaha tegar untuk menguatkan Cinderella, harta memang bukan segalanya, tapi dia tidak rela jika kerja keras suaminya selama ini, diambil oleh orang lain.
“Sudah jangan terlalu dipikirkan, jaga kondisimu, jangan terlalu stres, itu tidak baik untuk perkembangan anakmu,” ucap Sandra sambil mengusap perut Cinderella.
Cinderella yang menyadari jika tengah membawa nyawa di perutnya, langsung berusaha menenangkan diri, dia juga mengingat ucapan Kemal yang berpesan untuk menjaga anaknya, dia tidak pernah berpikir, setelah dia merasakan kebahagian seutuhnya, paginya harus menerima kabar buruk seperti ini.
Dokter yang menangani Bramana keluar ruangan, dia memberitahu jika Bramana harus segera melakukan operasi, untuk bisa bertahan. Cinderella yang mendengar penjelasan dokter langsung terduduk di kursi ruang tunggu. Bayangannya sudah mengarah ke hal yang paling terburuk, karena uang di atmnya hanya tinggal puluhan juta, sedangkan aset kedua otangtuanya sudah hilang diambil Diandra.
Cinderella menatap Sandra, yang juga tengah mengkhawatirkan kondisi Bramana, terlihat gusar mondar-mandir memikirkan solusi yang paling tepat.
“Ma, kita jual mobilku saja.” Cinderella beranjak dari duduknya untuk menghubungi Revan.
“Jangan Ci!”
“Sudahlah Ma, ini demi Papa! Nanti kita bisa beli lagi yang lebih murah.” Sandra mulai menitihkan airmatanya, saat mendengar ucapan Cinderella. Beruntung anaknya itu mengerti dengan kondisi ekonominya saat ini.
Setelah selesai menghubungi Revan, Cinderella kembali duduk di samping Sandra, menyandarkan kepalanya di lengan Sandra.
__ADS_1
“Sebenarnya apa hubungannya keluarga kita dengan keluarga Diandra Ma?” tanya Cinderella menatap wajah Sandra, dia teringat ucapan Kemal yang mengatakan bahwa keluarga Diandra memliki dendam dengan kedua orangtuanya. Sandra yang mendengar itu, masih diam enggan menjawab ucapan Cinderella karena dia juga belum siap menceritakan kisahnya.
“Ma..., Kemal dari dulu sudah memberitahu ke Cici, jika ada orang kepercayaan Papa yang bekerja sama dengan Diandra Group, mereka ingin menghancurkan Papa, tapi Kemal tidak memberitahu ke Cici, siapa orangnya, siapa tau dengan Mama menceritakan semuanya, Cici bisa mendapatkan jawaban yang selama ini Cici cari.” Sandra menatap ke arah Cinderella bingung juga, haruskah dia menceritakan masa lalunya itu. Cinderella tiba-tiba memeluk Sandra, merayu dengan halus supaya Sandra mau menceritakan semuanya yang belum dia ketahui.
“Ibunya Sandra adalah anak dari Kakek dan istri gelapnya.” Cinderella yang baru mendengar ucapan Sandra langsung melepaskan pelukkannya, bergantian menatap netra coklat milik Sandra.
“Iya, dia masih satu Ayah dengan Mama, mereka berpikir jika Mama mendapatkan warisan dari Kakekmu, jadi mereka menginginkan kekayaan yang dimiliki Papamu, mereka tidak tahu betapa kerasnya Papamu berusaha untuk mendapatkan itu semua,“ jelas Sandra. Cinderella diam, masih mencerna ucapan Sandra.
“Dan dulu Mama dan Papanya Diandra sempat menjalin hubungan, hingga kami berpisah karena perjodohan, dan ternyata sejak awal Mamanya Diandra sudah menyukai Dimas jadi setelah Mama menikah Dimas menjalin hubungan dengan Dena,” jelas panjang lebar Sandra pada Cinderella.
“Kenapa rumit sekali?” Sandra tersenyum kecut saat mendengar reaksi anaknya, dia mengusap punggung cinderela yang duduk di sampingnya.
“Sekarang kamu sudah tahu cerita Mama, jangan sampai itu terjadi padamu, berusahalah menjadi yang terbaik untuk suamimu, hanya itu pesan Mama,” ucap Sandra.
“Apa Mama, masih mencintai Pak Dimas?”
“Ngomong apa sih kamu! Setelah Mama menikah, Mama sudah berusaha melupakannya, hingga kamu hadir, Mama yakin jika Mama sudah benar-benar mencintai Papamu,” maki Sandra pada Cinderella.
Cukup lama mereka berbincang-bincang, hingga kehadiran Revan mengalihkan perhatian mereka berdua.
“Apa sudah laku?”
“Dan Pak Hary sudah pergi ke luar negeri, bersama keluarganya. Maafkan saya yang tidak menyadari gerak-gerik mereka,” ucap Revan tulus meminta maaf.
“Apa Pak Revan dulu tidak bersama Papa ketika Papa menyerahkan berkasnya?” tanya Cinderella mencoba mengingat, kapan Papanya itu menyerahkan berkas aset kekayaannya.
“Saya dulu, sedang berada di Sumba dengan Billy Non, mengecek proyek di sana, jadi saya tidak mendampingi Tuan,” jelas Revan yang juga khawatir dengan kondisi perusahaan saat ini.
“Dan Tuan mengalihkan asetnya, setelah sehari tepat pernikahan Nona Cici,” lanjutnya menjelaskan pada Cinderella.
“Lalu bagaimana ini Pak, apa yang harus kita lakukan saat ini, kita sudah tidak punya apa-apa, bahkan rumah juga ikut dibawa mereka pergi,” tanya Cinderella yang mulai putus asa.
“Kita tenang dulu Non, kita biarkan mereka bersenang-senang dulu, Pak Kemal berusaha mencari bukti kotor tindakan mereka,” jelas Revan, yang tadi sempat bertemu Kemal di kantor Kemal Group.
“Dan Pak Kemal, juga sebenarnya sudah mencurigai Pak Hary sejak lama, tapi dia belum bisa menemukan bukti yang valid.” Cinderella yang paham segera menatap ke arah Sandra.
__ADS_1
“Pak Hary yang membantu proses pemindahan aset Papa Ma.” Sandra menggeleng tidak percaya mengingat Hary adalah sahabat sekaligus pengacara yang di percaya Bramana.
Di sisi lain.
Kemal yang sejak tadi menunggu kehadiran Billy, mulai gusar karena sekertarisnya itu tidak segera datang, dia ingin menanyakan apa saja yang dilakukan anak buahnya, hingga membuat papa mertuanya bisa seperti saat ini.
Pintu ruangannya terbuka terlihat Billy dan dua anak buahnya masuk ke ruangan Kemal.
“Bagaimana?” tanya Kemal yang tidak sabar.
“Dapat!” bentak Kemal karena tidak mendapatkan jawaban.
“Buktinya! Kau harus membayarku lebih untuk pekerjaan ini,” ucap Billy, melemparkan bukti di atas meja kerja Kemal.
“Di mana dia sekarang?” tanya Kemal sambil membaca file di tanganya.
“Mereka melarikan diri ke Jepang, tapi masih ada putrinya yang tertinggal di sini,” jelas Billy.
“Tangkap putrinya, kita bisa jadikan alat untuk mengancam pengacara bodoh itu,” perintah Kemal.
“Masalahnya itu bos, putrinya tinggal di asrama, jadi kita tidak bisa masuk sembarangan,” jelas Billy.
“Bila dengan namamu tidak sanggup untuk membuka pintu masuk, gunakan namaku untuk bisa memasuki pintu itu!” peringat Kemal sambil menatap tajam ke arah Billy.
“Segera proses ini, mereka harus mengembalikan yang bukan miliknya,” lanjutl
nya lagi memerintahkan Billy.
“Kenapa buru-buru bos. Ini kesempatan untukmu biar mendapatkan simpati dari Pak Bram, siapa tahu dengan kamu berusaha keras lagi dia akan membatalkan niatnya untuk memisahkanmu dan Nona Cici.” Kemal tersenyum saat mendengarkan ucapan Billy. Dia lalu menatap ke arah Biily dengan tatapan membunuhnya.
“Bodoh! Mana tega aku membiarkan istriku, menangis seperti itu di depanku.” Billy yang mendengar ucapan Kemal hanya bisa diam, mengingat Kemal yang sepertinya mulai menjadi budak cinta dari orang yang dulu sering dia bully.
.
.
__ADS_1
Please jangan lupa untuk like ya..👍😜😊😊
* Segalanya memang butuh uang, tapi nggak mungkin juga kita menginginkan segalanya, cukup seperlunya saja yang kita butuhkan.😜