CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Mimpi indah di tengah hari...


__ADS_3

Apa ini akhir hidupku?


Tiba tiba semuanya jadi gelap, dalam kegelapan aku melihat sebuah mobil berhenti tepat di depanku, seorang pria keluar dari mobil itu sambil menjulurkan tangan,,, aku tidak bisa mendengar apa yg dia katakan ataupun melihat wajahnya namun, entah mengapa aku merasa sangat bahagia dengan kedatangannya. Samar samar aku mendengar seseorang memanggil namaku...


“ Maya... Maya...Maya...”


Aku terbangun di tengah padang bunga. dan langsung menutupi mataku dari teriknya matahari


menghela nafas


"ternyata aku hanya bermimpi" bicara pada diri sendiri


Aku melihat langit yg begitu indah hingga enggan berpaling...


Samar samar aku mendengar suara mobil terhenti, aku terkejut dan bergegas bangun, aku melihat mobil hitam yg sama seperti yg kulihat dalam mimpi, muncul pertanyaan dalam benakku, tentang mimpi itu, apalah itu sebuah pertanda dari yang kuasa? ataukah hanya mimpi indah di siang bolong, karna rasa penasaranku, perlahan aku berjalan mendekati mobil itu, seorang pria keluar dari mobil itu, namun aku tak bisa melihat wajahnya karna sinar matahari yang terik menghalangi pandanganku...


"Maya..." terdengar suara nyonya hesti memanggilku...


aku terdiam, berbalik dan tersenyum menghadapnya


tiba-tiba nyonya hesti menjewer telingaku


"Aaaaawww..Ada apa nyonya hes?


kenapa kau menjewerku?


katakan apa salahku?" tanyaku

__ADS_1


"Apa salahku? " saut nyonya hesti


"kau tidur lagi di kebun kan!


akui saja" ujar nyonya hesti


aku meminta maaf kepada nyonya hes tetapi nyonya hesti adalah orang yang tegas, ia bahkan tidak melepaskan tangannya dari telingaku hingga sampai rumah


"Aku mengizinkanmu tinggal di rumahku dan bekerja bersamaku, aku mengizinkanmu pergi kuliah dan belajar, kau bebas pergi jalan-jalan dan bermain dengan temanmu, tapi aku tidak mengizinkanmu tidur di tengah ladang bungaku" ucapnya memarahiku dengan tegas.


aku hanya bisa menundukan kepala dan meminta maaf kepadanya!


aku tahu dan mengerti, sangat berbahaya bagi seorang wanita tertidur di tempat terbuka, itu bisa mengundang orang lain untuk berbuat kejahatan.


namun aku tidak melakukan itu dengan sengaja...


"nyonya hes aku benar-benar minta maaf, aku memang suka tidur di atas rerumputan di antara bunga-bunga, tapi aku berjanji aku akan berusaha untuk menghilangkan kebiasaan itu" ujarku dengan wajah penuh penyesalan..


"kau bilang kalau kau punya satu keinginan dalam hidupmu, kau ingin menjadikan suamimu sebagai laki-laki yang istimewa, menjadikannya yang pertama untuk segalanya!" ucapnya dengan lembut


"Bagaimana keinginanmu bisa jadi kenyataan jika kau tidak menghilangkan kebiasaanmu itu" ucapnya dengan nada tinggi


"jika kau terus begitu suatu hari nanti kau akan di jadikan santapan laki-laki buaya darat, apa kau tau itu!... jika kau di rumahmu itu tidak akan terjadi, tapi sekarang kau ada di rumahku, negaraku, aku harap kau bisa mengerti perbedaannya maya?"


ucapnya dengan hawatir


aku hanya menganggukan kepala, lalu masuk ke dalam kamarku.

__ADS_1


nyonya hesti memang tegas, tapi dibalik ketegasannya itu beliau adalah wanita yang penyayang, aku tidak memungkiri halitu...


tidak lama kemudian


'ting tong...ting tong...'


suara bel rumah berbunyi


aku bergegas keluar kamar untuk membuka pintu namun saat tiba di luar kamar nyonya hesti muncul di hadapanku, dengan wajah tegasnya ia memberikan isarat untuk kembali kekamar, aku pun kembali masuk kamar, karna rasa penasaranku aku mencoba menguping pembicaraan mereka di balik pintu kamar,


samar-samar aku mendengar seorang pria menyapa dan berbicara dengan nyonya hesti


"nyonya hes.. bagaimana kabarmu?" sapa pria itu


"seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." saut nyonya hesti


"dimana tuan muda? apa dia tida ikut datang bersamamu?" tanya nyonya hesti pada pria itu


"tuan muda tidak bisa datang, iya sedang meeting dengan partner baru" jawabnya


"nyonya hes aku datang ke sini untuk menanyalan apakah kau yakin dengan keputusanmu?,,,apa kau tidak akan menyesalinya? kau masih punya waktu untuk berpikir " ucap pria itu


"aku sudah yakin 100 % , aku harus pergi menyusul anakku, aku akan menyerahkan seluruh perkebunan pada tuan muda sebagai compensation untuk pemutusan kontrak kerjasama secara sepihak, terkecuali semua yang ada di dalam pagar rumahku, karna itu bukan miliku" ucapnya kepada pria itu


pria itu kemudian meminta nyonya hesti menandatangani surat pemutusan kerja sama, kemudian berpamitan dan pergi...


aku bertanya-tanya, siapa pria yang datang itu? perjanjian apa yang nyonya hesti lakukan, hingga untuk terbebas dari perjanjian itu ia harus memberikan seluruh perkebunan bunganya pada tuan muda? siapa tuan muda? kenapa nyonya hesti mengatakan rumahnya bukan miliknya? jika bukan miliknya! lalu milik siapa?

__ADS_1


Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍


__ADS_2