
Aku meninggalkan Arnaf di sana dan kembali pada ayah dan Frida, Arnaf terus saja melihat ke arahku tapi aku mengabaikannya, aku bertanya pada Frida sejauh mana dia sudah mengerti tentang proyek ini, frida mengatakan bahwa dia sudah cukup banyak tahu, tapi dia masih harus banyak tahu lagi, dari belakang aku mendengar suara seseorang memanggilku
“Mahirah”
Aku berbalik dan melihat Siapa yang memanggilku, ternyata itu adalah Ezzah,
“Ezzah Apa kabar?” ucapku sambil melambaikan tangan
“aku baik Bagaimana denganmu?” ucap Eza sambil berjalan mendekat
Arnaf mendekati kami dan bertanya
“Ezzah Bagaimana kau bisa tahu bahwa dia adalah Mahirah? Dan Sejak kapan kau mengetahuinya?”ucap Arnaf dengan terkejut
“aku tidak sengaja mengetahuinya Tuan Arnaf, aku sudah tahu sejak kami bekerja bersama” ucap Ezzah
“kau sudah tahu, tapi kau tidak memberitahuku” ucap Arnaf dengan kesal
“Memangnya kau tidak mengetahuinya Tuan” ucap Ezzah
“Aku akan memberikanmu pelajaran nanti, tapi sekarang aku ingin tahu sudah berapa banyak pekerjaan yang telah kau selesaikan, kita harus bergegas karena besok kita akan memulai acara pemotongan pita jam 7 dan mulai membuka GF untuk umum dari jam 8 pagi, kita akan sangat sibuk, jika mungkin hari ini selesaikan pekerjaan dengan cepat dan Pulanglah untuk istirahat, karena mungkin besok kau tidak akan bisa istirahat sampai tengah malam” ucap Arnaf
“aku hampir menyelesaikan pekerjaanku Tuan, kau tidak usah khawatir aku akan pulang siang hari dan beristirahat, untuk besok aku sudah siapkan diriku dengan baik, dan aku tidak akan sakit meski bekerja dari pagi hingga malam, siapa wanita yang ada di sampingmu Nona Mahirah?” ucap Ezzah
“ahh...dia, dia adalah asisten pribadi ku, perkenalkan namanya Frida, Frida kenalkan dia adalah sekretaris Arnaf sekaligus temanku juga, namanya Ezzah”
“senang berkenalan denganmu Nona Ezzah” ucap Frida
“ Kau tidak perlu memanggilku Nona panggil saja aku Ezzah Nona Frida “ Ucap Ezzah
“kau juga panggil aku Frida saja”
Frida dan Eza saling berjabat tangan
__ADS_1
“ bagaimana? Apa kau sudah mengerti semua tentang proyek ini?” ucap Ezzah
“ sebetulnya masih banyak yang harus Kau pelajari” Ucap Frida
“ kalau begitu ikut denganku, kita pergi dari sini, aku akan jelaskan semuanya padamu, Oh ya Tuan winder, Tuhan Ray menunggu sejak tadi, Dia menunggumu di kantor” ucap Ezzah
Ayah pergi menemui Paman Rey, Frida dan Ezzah juga pergi meninggalkan aku berdua bersama Arnaf, Arnaf melangkah semakin dekat ke arahku hingga membuat jantungku berdegup dengan kencang aku mengambil langkah mundur agar bisa menjauh darinya,
“Arnaf apa yang akan kau lakukan Jangan coba-coba mendekat padaku atau....
“Atau apa sayang, Aku hanya ingin memelukmu” ucap Arnaf memotong perkataanku
“ Jangan coba-coba mendekati aku, Pergilah...Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku”
“ Baiklah aku tidak akan mengganggumu, tapi aku merasa sangat lapar temani aku sarapan sekarang” Ucap Arnaf sambil menarik tanganku
“Aku tidak mau, lepaskan aku” ucapku sambil melepaskan genggamannya dari tanganku
“Temani aku atau... “ Ucap Arnaf sambil melihatku dengan tatapan tajam
Aku ikut dengan Arnaf pergi sarapan di sebuah kedai, kedai itu sengaja dibuka untuk para pegawai agar mereka bisa makan makanan yang sama dengan yang ada di hotel, makanan di sana disediakan secara gratis, aku hanya melihat Arnaf sarapan sabil menikmati secangkir teh, semakin lama aku memperhatikannya pikiran liar ku mulai kembali bekerja
“Haruskah aku melenyapkan dia agar aku bisa bersamamu, wanita seperti apa yang Arnaf cintai? aku sangat penasaran, Apakah dia lebih cantik dariku? Apakah dia lebih kaya dari ku? atau apa dia lebih hebat dari ku? aku ingin tahu apa yang membuat dia menarik untuk Arnaf? “ ucapku dalam hati
“ Kenapa kau menatapku seperti itu, aku tau aku ini sangat tampan, kau pasti sangat tersiksa karna merindukan wajah ini, benarkan!”
“hah (sambil menghela nafas) kau itu, Abaikan saja aku, habiskan saja sarapanmu” ucapku dengan nada kesal
“switty apaakah kau tidak ingin sarapan juga, pesanlah makanan jangan hanya minum teh” ucap Arnaf dengan lembut
“ tidak aku sudah sarapan di rumah” ucapku
aku mendengar suara beberapa orang memanggilku dengan serentak
__ADS_1
“Mahirah “
aku berbalik dan melihat asal suara itu
“ teman-teman kalian di sini” ucapku dengan wajah sangat bahagia
“bagaimana kabarmu? ucap Maya
Maya, Tian, Shanty,Dion, dan Ibas berjalan mendekat dan duduk bersama aku dan Arnaf
“ aku baik, bagaimana dengan kalian” Ucapku
“kami semua baik-baik saja tapi kami sangat merindukan dirimu” ucap Tian
kami berbincang Ria mengingat masa lalu seperti reuni, Aku mengatakan semua yang tidak bisa kukatakan Semasa aku kuliah, aku mengungkapkan jati diriku kepada mereka, Mereka bilang mereka sudah tahu, dan mereka mengetahuinya ketika mereka datang ke rumahku karena aku tidak bisa dihubungi setelah kelulusan, mereka menemui ayah dan bertanya tentang diriku, saat itulah mereka mengetahui diriku yang sebenarnya, Aku senang mereka tidak marah padaku. aku bertanya sedang apa mereka di sini? dan mereka menyampaikan peran mereka masing-masing, Ibas membantu ayahnya karena perusahaan EO ayahnya terpilih untuk menyiapkan acara besok, ayahnya memiliki perusahaan EO cukup ternama di pusat kota S.
Shanty membantu ibunya mengurus catering untuk para tamu undangan yang akan hadir,
Maya sekarang bekerja di GF sebagai CEO, dia yang akan mengurus GF sekarang dan di masa depan.
sementara Tian dan Dion mereka hanya menemani kekasih mereka, karena hari ini akhir pekan, aku sedikit terkejut mengetahui Dion dan Shanty berpacaran, karna saat aku pergi aku tahu mereka hanya dekat, tapi aku senang mendengarnya.
Kami asyik mengobrol hingga tanpa terasa waktu semakin siang, semua orang kembali ke pekerjaannya masing-masing, kini aku dan Arnaf kembali duduk berdua, Aku meninggalkan Arnaf duduk sendiri dengan mengatakan bahwa aku ingin berkeliling karna belum melihat semuanya, tanpa ku sadari Arnaf mengikutiku dari belakang, dia menarik tanganku dan mengejutkanku, dia menariku ke suatu tempat
“Kau akan lelah jika berkeliling dengan jalan kaki, sebaiknya kita berkeliling dengan sepedah listrik ini” ucapnya sambil menunjuk ke arah sepedah
“ Bukan kita yang berkeliling tapi hanya aku” ucapku sambil mengambil dan menaiki sepedah listrik
Aku menyalakan sepedah listrik dan meninggalkan Arnaf sendiri di sana namun dia hanya tersenyum, sesekali aku melihat ke belakang untuk memastikan dia tidak mengikutiku, tapi kemudian dia muncul di sampingku entah dari mana
“ kau mencari siapa sayang?”
Aku terkejut melihat Arnaf hingga kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, aku menghentikan sepedah listrikku dan mulai mengkayu sepedah dengan kakiku, aku mengkayu sepedahku dengan segedap kekuatanku sekencang yang ku bisa karna tidak ingin Arnaf mengikutiku, aku berhenti di depan air mancur karna lelah, aku membasuh wajahku dan duduk di kursi yang ada di samping air mancur, merentangan kaki dan tangan dan menutup mataku sejenak, saat aku membuka mata aku melihat Arnaf memberiku sebotol air, aku mengambil air itu dan meminumnya.
__ADS_1
“ kenapa kau terus mengikutiku? Apa kau tidak punya pekerjaan lain...