
Saat aku tengah bicara dengan Aditya, Frida tiba-tiba masuk dengan tergesah-gesah, iya mengatakan ada telpon penting untukku di saluran dua, Aku berjalan menuju meja dan mengangkat telpon
“ kenapa kau berteriak padaku, apa kau sudah bosan hidup, semua yang kau katakan itu tidak benar dasar kau pria menyebalkan.....” Ucapku dengan kasar dan nada yang tinggi, aku langsung menutup telpon karna kesal.
“Frida jika orang itu menelpon lagi katakan saja switty telah tiada, pergilah selesaikan pekerjaanmu” Ucapku dengan kesal
“ Dan kau, semua scandal ini terjadi karna kau, jika masalah ini sampai berlanjut akan ku habisi kariermu di dunia entertain, pergilah dari sini, “ ucapku dengan kasar
“ kau yang mengundangku secara paksa ke kantormu, sekarang kau mengusirku dengan kasar, masalah ini akan berlanjut nona Mahirah, jangan kau pikir kau bisa melakukan segalanya dengan uangmu itu, lihat saja apa yang akan ku lakukan, bukan karierku yang akan habis olehmu, tapi kariermu yang akan berakhir dan karierku akan semakin tinggi saat itu terjadi” ucap Aditya dengan kasar dan kemudian iya pergi meninggalkan ruanganku
Tanpa ku sadari aku melampiaskan kekesalanku pada Frida dan Aditya, aku tidak tau siapa yang menelpon dan bicara buruk padaku, tapi dia tadi memanggilku switty, apa mungkin itu Arnaf yang menelpon ataukah orang lain. Aku mengabaikan telpon itu dan kembali pada pekerjaanku, aku pikir semuanya sudah selesai ku atasi tapi ternyata tidak, sore harinya aku melihat Aditya dalam sebuah acara talkshow, dia mengatakan bahwa foto-foto itu benar, dan benar wanita yang ada di foto itu adalah diriku, dia dengan sengaja membuat orang lain berpikir bahwa aku dan dia menjalin hubungan, aku menelpon Zian dan memintanya menyeludiki baik dan buruknya Aditya, aku juga menelpon Ali untuk memastikan apakah dia sudah menghubungi pihak menejemen Aditya atau tidak, aku juga menelpon inspektur Akmal untuk memastikan agar para wartawan tidak berkumpul di depan rumah maupun di depan kantorku, dan mereka semua mengatakan ok!
Keesokan harinya
Aku bangun pagi seperti biasanya, tapi aku tidak olah raga di luar rumah, aku sarapan dan pergi ke kantor dengan damai, keadaan di kantor juga aman terkendali, tapi saat siang hari scandal baru muncul, pemberitaan tentang aku berkencan dengan pria berbeda setiap minggu muncul, bahkan semua pria yang pernah kencan denganku juga memberikan pernyataan dan menguatkan berita itu, karna hal itu harga saham perusahaan menurun 10% semua anggota dewan dan para pemegang saham mulai mendesaku mengadakan konferensi pers dan mengklarifikasi berita itu, aku tidak bisa menolak keinginan mereka, tapi aku juga belum siap tampil di hadapan publik, masalah ini membuatku sakit kepala, aku sudah punya rencana tapi aku tetap meminta pendapat ibu dan ayah, dan menurut mereka konferensi pers memang harus di lakukan, akhirnya aku meminta Frida untuk mengadakan konferensi pers sore ini juga,
Sementara menunggu persiapannya aku menyelesaikan pekerjaanku,
“nona Mahirah semuanya sudah siap”ucap Frida
Aku mengganti pakayanku, memakai celana jeans, t-shirt, jaket kulit, topi dan juga masker, aku berjalan bersama Frida, Ali, Zian, Lusiana dan inspektur Akmal, aku duduk diantara para wartawan sementara yang lain duduk di panggung, aku menganggukan kepala pada Frida untuk memberi tau bahwa dia bisa memulai konferensi persnya.
__ADS_1
“ Hallo, apa kabar para wartawan yang terhormat, terimakasih telah bersedia datang dalam konferensi pers yang akan membahas berita yang beredar tentang nona Mahirah, sebelumnya ijinkan aku memperkenalkan diriku pada kalian semua, namaku Frida, aku adalah asisten pribadi nona Mahirah yaqzanah windarwan, kalian mungkin sudah mengenal mereka berempat, namun aku akan memperkenalkannya lagi, kursi pertama diduduki oleh Tuan Muhammad Ali, dia adalah salah satu produser dan menejemen artis ternama di negara kita, kursi kedua di duduki oleh tuan Zian, dia adalah detektif ternama di negara kita, kursi ke tiga diduduki oleh nona Lusiana, dia adalah seorang aktris, model dan penyanyi yang terkenal, dan kursi ke empat diduduki oleh inspektur Akmal khan beliau adalah aparat negara yang bertugas di pusat kota.”
Ucap Frida dengan penuh kebanggaan
Ali, Zian, Lusiana dan Akmal berdiri dan memberi salam pada semua wartawan yang hadir
“ Kami adalah sahabat baik Mahirah, kami berdiri di sini hanya sebagai sahabat Mahirah, kami hanya akan mengatakan apa yang seharusnya kami beritahukan, terlepas dari siapa kami di luar sana” ucap Ali, Zian, Lusiana, dan Akmal dengan serentak
“maaf sebelumnya bolehkah saya bertanya, ini adalah konferensi pers nona Mahirah, sahabat-sahabatnya hadir di depan tapi di mana nona Mahirah? “ tanya salah satu wartawan
“ Nona Mahirah berhalangan hadir, dia sudah merencanakan konferensi pers ini siang tadi, namun beliau terhalang urusan lain, Mahirah berjanji dia akan menunjukan wajahnya di acara pembukaan GF di negara S” ucap Ali
Wartawan lain mengacungkan tangan dan bertanya
“ kalian akan tau wanita itu Mahirah atau bukan jika kalian hadir di acara pembukaan GF di negara S” ucap Zian
Wartawan lain mengacungkan tangan dan bertanya
“ apa benar nona Mahirah berkencan dengan pria yang berbeda setiap minggu?”
“Aku yang akan menjawab pertanyaan ini, sebelum itu aku ingin memberi tahu inpormasi yang menarik untuk kalian, Mahirah sebenarnya ingin menikah, dia sedang mencari pria yang bisa membuatnya jatuh cinta, karna itu Mahirah mengencani pria yang berbeda, dia hanya ingin mendapatkan pria yang tepat ” ucap Lusiana
__ADS_1
Wartawan lain mengacungkan tangan dan bertanya
“ apa nona Mahirah sudah menentukan pilihannya?”
“ Tentu saja, dan kalian akan mengetahuinya jika kalian datamg di pesta pembukaan GF sabtu ini”
Ucap Akmal
“ Jadi jangan lupa hadir di acara pembukaan GF di negara S,” ucap Ali, Zian, Lusiana, dan Akmal serentak
Mereka berenpat pergi dari sana dan membiarkan wartawan memiliki banyak pertanyaan, Frida menutup konferensi pers kemudian meninggalkan ruangan aku juga pergi dari sana, kami berjalan bersama menuju ruanganku, setelah sampai di sana aku melihat pak Ritwan tengah duduk di ruanganku,
“ Apa yang kau rencanakan Mahirah, bukannya mengklarifikasi kau justru membuat mereka semakin bertanya-tanya” ucap pak Ritwan
“ Aku sengaja membuat publik bertanya-tanya, aggap saja ini sebagai bagian dari promosi awal GF, kau tidak perlu khawatir pak Ritwan semuanya akan selesai dalam beberapa hari lagi” ucapku dengan santai
“ apa kau pernah dengar istilah buah dari kesabaran sangatlah manis, jadi santai saja pak” ucap Ali
“ Apapun rencanamu aku harap harga saham perusahaan tidak akan terus menurun” ucap pak Ritwan sambil beranjak dan pergi
Hari hari berlalu dengan sangat lambat, selalu saja ada pertanyaan baru setiap harinya, harga saham terus menurun, para anggota dewan dan pemegang saham terus saja mengeluh padaku setiap harinya, wartawan tidak henti-hentinya menelpon
__ADS_1
“Cukup sudah, kesabaranku sudah tak lagi bisa ku bendung , show time...