CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Ayah dan Kenangan...


__ADS_3

Keesokan harinya.



Pagi ini begitu indah, sungguh sangat disayangkan harus diawali dengan perpisahan, ini sudah waktunya, nyonya hesti akan pergi dan aku pasti akan sangat merindukannya, aku mengantar nyonya hesti ke bandara, aku menangis dalam pelukan nyonya hesti seperti anak kecil yang hendak ditinggalkan ibunya,, entah mengapa aku tidak dapat menahan air mataku, rasanya aku tak ingin melepasnya



“Hesti ,, maya,, sampai kapan kaliang akan berpelukan dan melupakan orang-orang sekitar” terdengar suara ayah



Aku melepas pelukanku dengan nyonya hesti dan berpaling memeluk ayah.



“Ayah.. Aku merindukanmu” ucapku



“Pembohong...jika kau merindukanku kau akan sering-sering menelponku. gadisku yamg nakal” saut ayah



Kami melepas kepergian nyonya hesti



“Windar...” panggil paman Rai sambil melambaikan tangan...



“Rai... “ ujar ayah sambil memeluk paman



“Aku senang melihatmu di sini sobat,” ucap paman Rai



“Aku juga senang melihatmu, sudah lama kita tidak bercengkrama, apa kau ada waktu sebentar” ujar ayah



“Ayah,,,, kenapa ayah mengabaikanku.. Apa paman lebih penting dari putri ayah sendiri, sungguh tidak adil” ucapku dengan manja



“Sejak kapan kau berubah jadi gadis pencemburu? “ ucap ayah



“aku hanya bercanda, aku akan pergi ke kampus, sampai jumpa ayah, sampai jumpa paman” ucapku



Aku pergi meninggalkan ayah dan paman, tetapi rasa penasaranku membawaku kembali, aku ingin tau apa yang mereka bicarakan, aku melihat ayah dan paman duduk disebuah cafe di dekat jendela, aku menghampiri mereka dan duduk di bawah jendela itu, mendengarkan apa yang mereka bicarakan



“kejadian 5thn lalu seharusnya tidak terjadi, jika mungkin aku ingin anak kita kembali menjalin hubungan” ujar paman Rai


__ADS_1


“kau benar, aku juga mengharapkan hal yang sama, tapi aku tak ingin memaksa mereka, sebaiknya kita jangan ikut campur urusan anak-anak, biarkan mereka memilih jalan mereka sendiri. Kejadian 5thn lalu adalah bagian dari takdir yang tidak terelakan, meski begitu aku senang karna persahabatan kita tak tergoyahkan, bagaimana kabar malik?”



“windar,, ada sesuatu yang ingin ku beritahu padamu, yang belum sempat ku beritahu 12thn lalu, Aku mengadopsi seorang putra, anak itu putra danin , malik terus mendesaku dan akhirnya aku menjadikannya tameng bagi putraku, aku tau perbuatanku tidak baik, tapi aku tidak punya pilihan lain, aku hanya bisa memikirkan ini,”



Aku terkejut mendengar paman Rai mengatakan hal itu, lebih terkejut lagi saat aku melihat Arnaf dan Malik menghampiriku, di satu sisi aku masih ingin mendengarkan perbincangann ayah dan paman Rai, mereka semakin mendekat, aku bergegas menghampiri mereka dan menarik mereka menjauh dari cafe, aku tidak ingin mereka melihat ayahku, aku tidak ingin ada yang menghalang jalan menuju tujanku. Baik Malik maupun Arnaf mereka tidak boleh tau siapa aku sebenarnya.



“Kenapa kalian ada di sini?” tanyaku



“Kami ingin mengucapkan selamat jalan pada nyonya hesti, tapi sepertinya kami datang terlambat” jawab malik



“ kami melihatmu duduk di sudut lantai cafe, jadi kami menghampirimu, katakan padaku? Apa yang sedang kau lakukan disana” ucap Arnaf



“Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mengikuti seorang pria tampan, aku bermaksud untuk mengajaknya berkenalan, tapi sepertinya dia sudah memiliki kekasih”jawabku sambil tersenyum



“baiklah wanita mesum” ucap Arnaf



“lagi.... Kenapa kau selalu memanggilku wanita mesum?,, menyebalkan “ ucapku memotong ucapan Arnaf sambil melangkah mendahului mereka




“ Kau mau kenana nona maya? Biar kami mengantarmu” ucap tuan malik



“Aku bisa pergi sendiri tuan Malik, terimakasih atas tawaranmu” ucapku sambil melambaikan tangan



Aku berjalan menyusuri jalan bandara,, aku malas pergi ke kampus, tapi aku juga tak tau kemana aku harus pergi dam apa yang akan ku lakukan, aku tidak mungkin lembali, jika kembalipun ayah mungkin sudah pergi...



‘Tid..Tid...Tid...” suara klakson mobol



“Naiklah Nona Maya biarkan kami mengantarmu? “ ucap Malik



“ Baiklah jika kau memaksa, aku mau ke kampus UK” ucapku



Aku naik ke dalam mobil, ini mungkin kesempatanku untuk mengetahui isi kepala malik,

__ADS_1


Dalam perjalanan aku bertanya kepada malik apakah ia punya teman masa kecil dan apa pendapatnya tentang janji yang dibuat di masa itu, aku terkejut karna dia mengatakan bahwa masa kecilnya begitu suram, bagaiman mingkin kenangan yang begitu indah bagiku menjadi begitu suram baginya, di tambah lagi, iya mengatakan janji yang dibuat di masa kecil tidaklah penting karna akan berubah bersama waktu, baginya masalalu hanyalah bagian perjalanan hidup yang harus di tinggalkan, seperti mantan kekasih yang indah saat menjadi kekasih namun harus dibuang jauh saat menjadi mantan,,


Aku butuh waktu untuk bisa mengatakan aku baik-baik saja, namun setiap kata-katanya membuatku terluka, dia yang tak mampu melihat jauh di dalam mataku, yang tak bisa mendengar jauh dari dalam hatiku, ini tidak benar, bagaimana mungkin aku bisa berharap disaat kenyataan tak memberi harapan,


Di sisi lain Arnaf yang selalu menjengkelkan justru membuatku kagum, ia mengatakan bahwa janji tetaplah janji, janji harus di tepati, entah janji itu di ucapkan di masa kecil ataupun saat sudah dewasa,


Entah mengapa Malik terasa asing bagiku kini, ia berbeda dari anak laki-laki berusia 8thn yang ayah berikan sebagai hadiah ulangtahun ke5ku.


Secara tidak langsung aku mendapatkan jawaban pertanyaanku dari kejadian 5thn lalu...


Menghela nafas...menutup mata...


Ku mencoba mendapatkan ketenangan untuk luka hati yang terbuka kembali




“Maya..Maya... Bangunlah”


Mataku enggan terbuka mendengar suara malik


“Hai wanita mesum bangunlah... Ini sudah sampai kampus”


Mataku langsung terbuka lebar mendengar suara Arnaf, si pria menyebalkan


Menghela nafas..ku membuka pintu dan langsung keluar, aku berlari menjauhi mobil karna tak bisa lagi menahan air mataku...sepertinya aku masih menyimpan rasa cinta untuk malik,,, aku ingin mengabaikannya, aku ingin melupakannya, mengapa itu terasa sulit...



“Maya... Apa yang terjadi?” ucap ali



“Ali katakan padaku, sudah berapa lama kita saling kenal,” ucapku



“6thn, kita sudah bersahabat sejak 6thn lalu, katakan padaku maya, apa yang terjadi? Siapa yang menyakitimu?”


Aku tidak bisa mengatakan apapun kepada ali, rasa sakit ini terlalu berlebih, ali kemudian memelukku, pelukannya terasa hangat, membuatku merasa lebih baik,



“Ali aku ingin pulang dan beristirahat di ramah, aku merasa tidak baik” ucapku


“Maya aku datang jauh-jauh dari negara F karna merindukanmu, biarkan aku menjagamu hari ini, karna besok aku harus kembali” Ucap ali



Aku mengizinkannya berada di sisiku...





Arnaf memukul ali ketika melihatku menangis saat bicara dengan ali...



__ADS_1




__ADS_2