CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Scandal


__ADS_3

Aku bangun di pagi hari dan melakukan aktifitasku seperti biasanya, tapi kemudian keadaan berubah dan perubahan itu Adityalah yang membawanya


Saat tengah asik melakukan olah raga, Frida menelponku dan memintaku melihat berita


“Aktor tampan Aditya Putra berkencan dengan seorang wanita cantik yang di duga putri bangsawan Mahirah Yaqzanah Windarwan, putri bangsawan yang selama ini menyembunyikan wajahnya itu mungkinkah dia tampil untuk pertama kalinya dengan kekasihnya” Ucap seorang pembawa berita


Beberapa fotoku yang sedang berkencan dengan Aditya di tampilkan untuk mendukung argumen dari pembawa acara


“Sejujurnya sebagai seseorang yang belum pernah bertemu dengan nona Mahirah aku tidak tau apa itu benar-benar nona Mahirah atau ini hanya sensasi yang dibuat oleh Aditya” ucap pembawa berita pria


“ kau benar aku juga merasa begitu, jika benar wanita itu adalah nona Mahirah aku merasa rasa penasaran semua orang dengan paras cantik nona Mahirah terbayarkan sudah” ucap pembawa berita wanita


“ Kau benar, wanita yang berfoto bersama Aditya sangat menawan, sebagai pria aku pasti akan mengencaninya jika dia tidak menjalin hubungan dengan Aditya” ucap pembawa berita pria


“Hahaha,,, memang sulit untuk para pria jomlo seperti dirimu menolak paras cantik wanita itu, sebagai wanita aku juga mengakui wanita itu memiliki paras mempesona. baiklah pemirsa kita beralih ke berita selanjutnya....


Aku mematikan vidio berita dan segera menelpon Frida, aku meminta Frida memeriksa keadaan kantor karna aku tidak ingin berita yang tersebar akan berdampak pada perusahaan, aku mengirim orangku untuk mencari orang yang memotret momen kencan kami kemarin


“ Mahirah tidak pernah mengampuni orang yang mengusik ketenanganya” ucapku bicara pada diri sendiri


Aku kembali ke rumah setelah merasa lelah, aku memeluk ibu yang tengah menyiapkan sarapan pagi, menyapanya seperti biasa, ibu tidak mengatakan apapun jadi aku naik ke atas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor, saat aku membuka pintu hendak keluar dari kamar aku terkejut karna ibu berdiri di depan dengan wajah tegang, ibu bilang ayah menelpon dan bertanya tentang kencan buta yang ku lakukan kemarin, aku memintanya untuk bersikap santai dan aku juga menelpon Ayah dan mengatakan aku akan membereskan masalah scandalku dengan Aditya sendiri, karan aku tau jika ayah bertindak pasti akan ada yang kehilangan segalanya, dan aku tidak menginginkan hal itu.


Aku sarapan kemudian berangkat ke kantor seolah tidak ada yang terjadi, beberapa anggota dewan dan pemegang saham tengah duduk di ruanganku dengan wajah khawatir ketika aku datang,


“nona Mahirah gosip yang beredar mungkin bisa membuat penurunan harga saham kita yang kini berada di puncak teratas” ucap salah satu anggota dewan


“ Kau menyembunyikan wajahmu dari publik untuk segala hal, tapi berani menunjukan wajahmu saat bersama dengan kekasihmu, berita itu tidak baik nona” ucap salah satu pemegang saham


“ Berita ini tidak akan baik jika menimpamu, tapi karna ini menimpaku maka berita ini akan jadi batu loncatanku” ucapku


“ kau sudah punya rencana rupanya” ucap pak Ritwan yang baru saja datang


“ aku memang sudah punya rencana, dan aku optimis ini akan berhasil, jadi... tuan-tuan yang terhormat akan duduk di sini sambil menikmati teh ataukah akan kembali keruangan masing-masing untuk bekerja” tanyaku dengan satai sambil duduk di kursiku


Mereka semua kemudian membubarkan diri.

__ADS_1


“Frida ayo kita selesaikan scandal ini dulu sekarang, aku sudah mengirim Email padamu kau harus mengumpulkan orang-orang itu pukul 10 nanti”


Frida hanya mengangguk dan pergi dari ruanganku, Frida sudah menaruh file-file yang harus ku urus hari ini, aku mengurus file itu sambil menunggu waktu.


Semua file telah ku bereskan sebagian, waktu menunjukan pukul 10 tepat, Frida memanggilku dan mengatakan bahwa semua orang sudah datang dan menunggu diriku di ruang meeting, akupun segera pergi ke sana,


“Terimakasih telah datang memenuhi undanganku, Tuan Ali, Tuan Zian, Nona Lusiana, dan untukmu juga Inspektur Akmal yang terhormat” ucapku


“ Jangan bicara manis pada kami Mahira, karna itu bukan kau, katakan bantuan apa yang kau inginkan dari kami” ucap inspektur Akmal


Aku menceritakan masalahku dan meminta bantuan mereka untuk mengatasinya, aku meminta semua yang menghawatirkan akibat dari skandal ini untuk bersikap tenang tapi sebenarnya aku juga merasa gusar, namun setelah berbincang dengan mereka dan meminta bantuan dari mereka aku baru bisa merasa sedikit lebih tenang, sebelum kami membubarkan diri


terdengar suara pintu di ketuk dari luar


“ Nona ini saya Frida, kedua pengawal anda membawa seseorang untuk menemui anda, boleh saya masuk” ucap Frida dari balik pintu


Aku keluar dari ruangan meeting dan menemui Frida di luar, aku terkejut melihat kedua pengawalku membawa Aditya dan seorang pria tak di kenal, aku mengajak mereka bicara di ruanganku karna aku tidak ingin mereka menemui Ali, Zian, Lusiana dan juga inspektur Akmal.


Aku mempersilahkan mereka duduk di kursi tamu, sementara aku duduk di kursi kerjaku


“Pengawal” ucapku memanggil pengawalku dengan tegas


“ siap nona, pria itu adalah tuan Aditya putra, orang yang bersama anda kemarin, dan yang satunya adalah tuan Rian sutai, dia adalah fotografer salah satu stasiun telvisi, dia yang memotret nona“ ucap salah satu pengawal


“ Data diri lengkap mereka ada di file ini nona, silahkan” ucap pengawalku yang lain sambil memberikan file


“ baiklah,, laporan aku terima, kerja bagus, kembali ke tempat” ucapku dengan tegas pada kedua pengawalku


Kedua pengawalku keluar dari ruangan dan aku pun berjalan ke kursi tamu dan duduk dengan mereka


“ Hallo, apa kabar tuan Aditya putra” ucapku sambil mengulurkan tanganku pada Aditya dan dia pun menjabatnya


“ Hallo, apa kabar tuan Rian sutai” ucapku sambil mengulurkan tanganku pada Rian dan dia pun menjabatnya


“aku menunggu kau melakukan apa yang aku inginkan....sayang...” Ucapku dengan lembut

__ADS_1


Aditya terheran heran mendengar perkataanku begitupun dengan Rian,


“Ada apa? Kenapa kalian berdua terlihat pucat?” ucapku lagi


“ Harusnya pertanyaan itu aku yang menanyakan padamu, ada apa sampai kau mengirim pengawalmu untuk menjemputku, taukah kau aku sedang syuting saat kedua pengawalmu menjemputku dengan paksa” ucap Aditya


“ aku juga tengah bekerja di kantor, jika atasanku tau aku bisa di pecat nona” ucap Rian


“ kau akan di pecat bukan karna kau pergi tanpa ijin di waktu kerja tapi karna kau menyelipkan berita pada acaraku tanpa ijin, berita itu tidak masuk dalam ruang pengeditan ataupun mendapatkan persetujuan penayangan dariku” ucap seorang pria paruh baya yang masuk ke ruanganku bersama pak Ritwan


“ Mahirah dia adalah pak Andrew penanggung jawab penyiaran di stasiun telvisi yang memberitakan dirimu” ucap pak Ritwan


“ kau tidak perlu sekejam itu pak Andrew, aku tidak ingin hanya karna masalah kecil seseorang kehilangan pekerjaannya” ucapku


“ nona sangat baik hati, jika nona mengijinkan biar aku yang akan mengurus Rian” Ucap pak Andrew


Aku menganggukan kepalaku sebagai persetujuan, pak Andrew kemudian menarik Rian keluar dari ruanganku, sebelum pergi Rian mengatakan


“ tunggu pak Andrew, Nona Mahirah yang terhormat, aku tidak butuh belas kasihmu itu, aku juga merasa tidak bersalah jadi aku tidak akan minta maaf padamu, lihat apa yang akan aku lakukan terhadapmu jika kau membuatku kehilangan pekerjaanku”


Pak Andrew menariknya kembali


“Pak Ritwan apa kau... masih ada urusan dengan ku?” ucapku


“aku tau maksud perkataanmu itu, aku akan pergi dan menyampaikannya” ucap pak Ritwan sambil tersenyum


Pak Ritwan kemudian pergi dari ruanganku, aku menatap Aditya dengan tatapan tajam


“ Kenapa kau menatapku seperti itu?” ucap Aditya


“Apa kau sangat menyukai sensasi, kenapa kau melakukannya denganku” ucapku


“ Jika aku berkencan dengan wanita sepertimu tentu saja aku ingin dunia tau, agar mereka yang mencoba mendekatimu menjauh dan kesempatanku untuk bersamamu semakin besar”


“ nona maafkan aku masuk tanpa mengetuk pintu, ada telpon penting untukmu di saluran 2” ucap Frida yang masuk ke ruanganku dengan tergesah-gesah

__ADS_1


Aku berjalan menuju meja dan mengangkat telpon


“ kenapa kau berteriak padaku, apa kau sudah bosan hidup...


__ADS_2