CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Kau dan Dia


__ADS_3

Entah mengapa tiba-tiba aku merasa mengantuk hingga aku menguap di depannya, dia tersenyum dan memintaku tidur, dia membawaku ke kamar itu lagi, kemudian dia pergi setelah melihatku berbaring dan memejamkan mata, aku tahu karna aku tidak benar-benar tidur, aku beranjak dari tempat tidur dan memeriksa apa ada jalan keluar dari tempat itu, pintu kamar terkunci, semua jendela memakai pagar besi, kacanya bisa ku pecahkan tapi bagaimana aku bisa melewati pagar besi jendela ini, aku mendengar suara dari saluran angin-angin di atas kamar,


“ Mahirah tenanglah, itu mungkin hanya kecoa” ucapku bicara pada diri sendiri


Tapi suaranya semakin keras, aku yakin ada tikus besar didalamnya, aku kembali ke tempat tidur, berbaring dan menarik selimut, aku bersembunyi di balik selimut karna takut, aku mendengar suara benda jatuh, atau mungkin tikus itu jatuh, aku merasakan sesuatu di kakiku, aku rasa tikus itu benar-benar jatuh, haruskah aku berteriak?


“Maya...”


terdengar suara seseorang memanggilku, aku membuka selimutku dan terkejut melihat Arnaf di hadapanku kami bicara dengan suara sangat pelan


“ Arnaf sedang apa kau di sini?” tanyaku


“aku mengikutimu karna kurasa kau terpaksa ikut dengannya?, beritahu aku siapa dia?”


“ Arnaf aku mohon pergi dari sini, tempat ini berbahaya”


“jika tempat ini berbahaya lalu kenapa kau di sini?”


“ Arnaf kenapa kau tidak mengerti, basel adalah orang yang berbahaya, dia bisa melenyapkan siapapun termasuk dirimu, pergilah dari sini, aku akan baik-baik saja karna dia mencintaiku”


“ Baiklah aku akan pergi tapi sebelum itu, jawab dulu pertanyaanku, satu bulan lalu kenapa kau pergi begitu saja? Kau menghilang tanpa jejak apa itu karna dia?”


“Aku tidak tau bagaimana harus mengatakannya, aku pergi tanpa pamit karna kau, bukan karna dia, tapi aku tidak bisa memberitahukannya padamu” ucap ku dalam hati


Aku hanya diam, tiba-tiba aku melihat inspektur Akmal di lubang udara, aku menghampirinya dan memintanya turun dengan isyarat,


“ Inspektur cepat turun, dia temanku, tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya dan dia datang karna mengikutiku”


Inspektur Akmal melompat dan bertanya


“bagaimana keadaanmu Ma...


Aku menutup mulut inspektur Akmal dengan tanganku untuk mencegahnya menyebut namaku,


“aku baik-baik saja, tapi akan jauh lebih baik jika kau tidak menyebutkan namaku di hadapanya, panggil aku maya, kau mengerti” bisiku pada inspektur Akmal


Inspektur Akmal menganggukan kepalanya dan aku melepas tanganku yang menutup mulutnya,

__ADS_1


“ kau sudah dapat informasi tentang keberadaan rekan-rekannya?”


“ Dia tidak punya rekan inspektur, dugaanmu itu salah besar, dia manusia yang sangat pintar dan berbahaya, aku mendapatkan buktinya, aku merekam semua yang dia katakan padaku, termasuk cara dia mencuri, sekarang apa rencanamu”


“apa lagi, aku akan menangkap dia, sebaiknya kau dan temanmu pergi dari sini” ucap inspektur Akmal


Inspektur Akmal membuka pagar besi yang menutupi jendela agar kami bisa kabur dari sana, tapi sayang sebelum kami sempat melarikan diri basel masuk ke kamar itu dan memergoki kami


“ Mau kalian bawa kemana calon istriku itu” ucap basel


Inspektur Akmal langsung menodongkan senjata pada basel dan meminta aku dan Arnaf pergi dari sini, basel tersenyum kemudian memukul lengan inspektur Akmal hingga pistolnya terjatuh, dia mengambil pistol itu, menghampiriku menariku ke sisinya,


“ jangan macam-macam denganku inspektur, kau tidak tau aku ini siapa, basel tidak pernah gagal dalam melakukan pekerjaannya, dan sekarangpun tidak” ucap Basel dengan sombong


Basel menarik tanganku, dan menodongkan senjata pada Arnaf dan Inspektur Akmal, Basel mengambil langkah mundur


“Basel aku tidak tau siapa dirimu, tapi sepertinya kau juga tidak tau siapa aku, lepaskan Maya sekarang juga“ ucap Arnaf dengan sombong


“ hahaha... Maya? Siapa Maya aku tidak mengenalnya” ucap Basel


“itu nama panggilanku” bisiku pada Basel


“ Aku tidak bisa tidur jika kau menatapku terus, Basel bisakah kau lepaskan temanku, kau tau kan Akmal itu seorang inspektur, dia sedang mengejarmu tapi aku akan memintanya untuk melepasmu juga, dan pria satunya itu...”


“aku tidak melenyapkan mereka karna aku tidak ingin kau melihatku dengan rasa takut, tidurlah Mahirah sayang, aku tau kau pasti mengantuk dan juga lelah” ucap Basel dengan lembut memotong ucapanku


Aku hanya membalasnya dengan senyuman


“ Mahirah sayang bangunlah sebentar ikut aku matikan lampu, dan lihat kau akan menyukainya dan tidur dengan nyenyak” ucapnya lagi


Aku menurutinya lagi, dia mematikan lampu kamar, namun kamarnya tidak menjadi gelap karna atap kamar nampak seperti langit yang bertabur bintang, cahaya dari lampu-lampu redup itu sangat indah, Basel mengajaku kembali berbaring setelah berbaring tanpa sadar mataku mulai terpejam...


*Aku terbangun di padang bunga, aku berjalan menuju jalan besar, matahari yang begitu terik sinarnya berubah menjadi hitam pekat, semuanya menjadi gelap hingga aku tidak bisa melihat apapun, aku mulai merasa ketakutan, aku berteriak tapi suaraku tiba-tiba menghilang “seseorang tolong aku, aku tak mau sendirian” suara jerit hati yang ketakutan dalam diriku, aku mendengar suara mobil dari belakangku, aku merunduk dan menutup mata karna takut tertabrak, namun aku mendengar suara mobil berhenti, perlahan aku membuka mataku, cahaya dari lampu mobil itu menyilaukan mataku, aku menutup mataku dengan tanganku, aku melihat dari sela-sela jariku seorang pria turun dari mobil, dia mengulurkan tangannya dan aku meraihnya dengan perasaan bahagia, aku tidak bisa melihat wajahnya namun aku bisa melihat sinar matanya yang begitu hangat dan tak asing...


Tiba-tiba keadaan sekitar menjadi terang, aku melihat Arnaf yang memegang tanganku, kemudian aku mendengar suara tembakan, dada Arnaf mengeluarkan banyak darah hingga membuatnya tumbang*


“tidak ...” teriakku...Aku terbangun dari tidurku

__ADS_1


“ Syukurlah hanya mimpi” ucapku


“ada apa sayang apa kau mimpi buruk” ucap Basel yang terbangun karna teriakanku


Aku menganggukan kepalaku, basel memberiku segelas air dari meja di samping tempat tidur, aku meminum air yang ia berikan


“Astaga mimpi itu datang lagi, biasanya aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi kali ini berbeda, pria itu ternyata adalah Arnaf, Mahirah kau harus melakukan sesuatu, jangan sampai Arnaf terluka karna aku, aha.... Aku ada ide, mimpiku untuk membuat suamiku menjadi yang pertama untuk segalanya telah hancur karna Arnaf, jadi aku rasa itu tidak masalah” ucapku dalam hati


Aku memeluk Basel dengan erat, perlahan tanganku menyentuh saku belakang Basel untuk mengambil kunci borgol dan kunci kamar itu


Aku terkejut mendengar suara keras dari pintu di dobrak, Aku terkejut melihat Arnaf berdiri di sana, dia menariku dan menjauhkanku dari Basel namun aku tidak bisa jauh darinya karna tanganku di borgol, Arnaf memukul Basel dengan keras hingga Basel terjatuh dan aku juga, aku mencoba menghentikan Arnaf dengan mengepalkan tanganku soeolah mengancam Arnaf tapi sesungguhnya aku ingin Arnaf melihat borgol yang ada di tanganku dan tangan Basel, Basel tersenyum padaku dan membantuku bangun dengan lembut,


“ Aku membiarkanmu hidup karna aku tidak ingin kekasihku yang cantik ini melihat darah, tapi cukup (Basel menodongkan pistol pada Arnaf) kau sudah membuat kekasihku jatuh, aku takan membiarkanmu hidup lebih lama lagi” ucap Basel


“ Letakan senjatamu, dan menyerahlah, tempat ini sudah di kepung” ucap inspektur Akmal muncul dari belakang Arnaf bersama polisi lain


Aku menurunkan tangan Basel yang memegang senjata dan berdiri di depannya, aku membuka kakiku, tanganku memberi isyarat pada inspektir agar menembak ke kaki Basel saja dan mataku menatap Basel untuk mengalihkan perhatiannya aku menggoda Basel hingga iya mengabaikan keadaan dan terhanyut oleh romantisme yang ku ciptakan


Inspektur Akmal menembak kaki Basel hingga dia terjatuh dan tak berdaya, Suara tembakan menggema ke seluruh ruangan hingga membuat jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, tanpa Basel sadari aku sudah mengambil pistol dari tangannya dan menyembunyikannya, inspektur Akmal kemudian berjalan mendekat kemudian melepas borgol dari tanganku dan memborgol tangan Basel yang lain, dia meminta anak buahnya untuk membawa Basel pergi,


“Kita berhasil menangkap pria itu berkat dirimu, terimakasih” ucap inspektur Akmal


Aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman, Arnaf mengulurkan tangan untuk membantuku bangun karna aku ikut terjatuh saat Basil terjatuh, aku meraih tangannya dan mencoba untuk bangun


“ ahhh....aku tidak bisa bangun, kakiku sakit Arnaf” ucapku


Inspektur Akmal menyibak celanaku untuk melihat luka di kakiku


“Aku akan menggendongmu ke rumah sakit” ucap Arnaf


Inspektur Akmal menepis tangan Arnaf dan berkata


“ biar aku yang mengurusnya, aku yang membuatnya terluka dan aku pula yang akan bertanggung jawab” ucap inspektur Akmal sambil menggendongku


Aku bisa melihat ketidak senangan Arnaf atas apa yang dilakukan inspektur Akmal, entah mengapa aku merasa Arnaf tengah cemburu.


Inspektur Akmal membawaku kerumah sakit untuk di periksa, dokter bilang kakiku tergores peluru, lukanya tidak serius tapi obat bius yang ada dalam lapisan peluru juga mengenai kakiku jadi kakuku tidak akan bisa di gunakan untuk berjalan dalam 3 jam kedepan

__ADS_1


warning: "boleh saja kalau kau suka tapi tidak boleh meniru ya! mencuri itu bukan hal hebat untuk di lakukan, orang yang kuat tidak dinilai dari berapa banyak orang yang bisa kau kalahkan melainkan orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan pikirannya dan menjauhkan dirinya dari tindak kekerasan


☺☺☺ don't forget like and komen. keren itu kamu😎🤩


__ADS_2