
Ayah memeluku dengan erat dan mencoba menenangkanku, ibu memberiku segelas air, entah kenapa air putih yang ibu berikan terasa manis di lidahku..
Keesokan harinya.
“ Mahirah ayo bangun sayangku, ayahmu sudah menunggumu untuk olah raga” Ucap ibu
Tubuh ini rasanya enggan bangkit dari tempat tidur, tapi karna ibu membangunkanku dengan kasih sayang dan ayah juga sudah menunggu aku membuka mataku dan mencoba untuk bangun
“ Anak ibu yang cantik sepertinya lupa untuk tersenyum, apa kau lupa apa yang ibu katakan”
“ Jika aku tersenyum saat membuka mata di pagi hari, hariku akan jauh lebih indah, mana mungkin aku lupa dengan pesan ibu” ucapku sambil tersenyum
Aku bersiap untuk olah raga, setelah itu aku menemui ayah dan olah raga bersama ayah, saat kami kembali setelah selesai olah raga ibu sedang menikmati secangkir teh di depan rumah beliau juga sudah menyiapkan susu untuku, dan jus untuk ayah, kami duduk bersama
“Bagaimana keadanmu sekarang nak” ucap ibu
“ jangan sembunyikan rasa sakitmu sendiri sayang, ayah tidak mengizinkan gadis ayah melakukan itu” ucap ayah
“ ayah ibu, aku jatuh cinta pada seorang pria, padahal aku tau dia sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai” ucapku
“Tidak apa-apa sayang, yakinlah akan datang saat dimana seorang pria mencintai dirimu melebihi cinta ayah dan juga ibu, pria yang akan mencintaimu lebih dari dirinya sendiri” ucap ibu
“ lalu soal keinginanmu untuk kembali ke negara F bagaimana?” tanya Ayah
“ aku sudah yakin ayah, aku ingin kembali dan menjauh darinya, jika aku tetap di sini, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku untuk tidak dekat dengannya dan semakin mencintainya” Ucapku
“ Baiklah ayah akan menyiapkan kepulanganmu dan juga ibumu, ayah harus menyelesaikan proyek persahabatan yang sudah ayah mulai dengan Rai, setelah pekerjaan ayah selesai ayah akan pulang” ucap ayah
Ayah membersihkan diri, bersiap kemudian pergi, aku masuk ke dalam rumah, membereskan semua barang barangku, setelah selesai aku duduk sendiri di ruang tamu, hanya terdiam dan merenungkan keputusanku untuk meninggalkan negara ini hanya untuk menjauh dari Arnaf,
Aku mendengar suara mobil berhenti, aku pikir itu ayah tapi saat aku melihat dari jendela ternyata Arnaf yang datang, dia bicara pada ibu yang sedang sibuk mengurus bunga, aku tidak keluar menemuinya tapi aku mendengarkan percakapannya dengan ibu
“ permisi, tante ajda “ ucap Arnaf
“ Kau Arnaf kan! Bagaimana kabarmu nak?
__ADS_1
Aku terkejut ibu dan Arnaf ternyata saling mengenal
“ tante sedang apa di rumah ini?, dan di mana wanita yang tinggal di sini sebelumnya”
“ Suamiku membeli rumah ini untuk Mahirah, aku datang untuk melihatnya, sementara wanita yang tinggal di sini sudah pindah keluar negri”
“ Dia sudah pindah ya!” ucap Arnaf
Aku menelpon ibu karna aku takut ibu akan membongkar identitas yang aku sembunyikan, aku mengatakan pada ibu ada seorang wanita yang bernama Maya menitipkan ponsel untuk di kembalikan pada Arnaf sebelum pergi, dan ponsel itu ada di dasbot mobilku.
“ Arnaf sebelum Maya pergi ia menitipkan ponsel untuk di kembalikan padamu, ponselnya ada di dasbot mobil,” ucap ibu sambil membuka pintu mobil, mengambil dan memberikan ponsel itu pada Arnaf
Arnafpun pamit pada ibu kemudian pergi
“ kau tidak perlu menjaga jarak dariku Arnaf, karna aku akan pergi jauh darimu dan juga dari hidupmu, aku akan mencoba melupakan saat-saat kita bersama” ucapku bicara pada diri sendiri
Tidak lama kemudian Ayah kembali dan mengatakan bahwa persiapan kepulanganku sudah selesai dilakukan, Ayah mengantar aku dan ibu kebandara, aku naik ke dalam pesawat pribadi Ayah, sudah lama aku tidak menikmati kesenangan dalam pesawat sendiri. saat aku meninggalkan negara F aku harus naik pesawat umum, duduk diantara begitu banyak orang, itu adalah pengalaman pertamaku, jika di ingat-ingat saat itu aku kesal karna aku tidak terbiasa dengan keadaannya tapi mengingat hal itu justru membuatku tersenyum, aku tiba di negara F setelah menempuh 3 jam penerbangan, saat aku turun dari pesawat Ali, Zian, dan Lusiana menyambutku dengan kalung bunga, aku sangat merindukan mereka semua, kami makan dan berbimcang ringan di lestoran ibu, mereka bertanya apa rencanaku kedepan, aku bilang pada mereka aku akan masuk ke perusahaan ayah, aku sudah meminta ayah untuk mengizinkanku bekerja di perusahaannya lagi sebagai tecnical supervisior, aku memilih sendiri jabatan itu, dan ayah menyetujuinya, kami nenutup pembicaraan dengan janji sesibuk apapun kami, saat kami ada di dalam negri, sehari sekali kami akan makan bersama, jika tidak siang maka kami akan makan malam bersama.
Sudah setahun aku tidak pulang ke rumah, rasanya senang bisa kembali ke rumah dan kamarku, seindah apapun dunia luar rumah adalah tempat terbaik untuk kembali,
“Nona Mahi nyonya memanggil nona untuk sarapan” terdengar suara seorang pengurus rumah
“Iya, bibi Dita, katakan pada ibu aku akan turun dalam 10 menit”
aku tidur terlalu lama, sepertinya aku benar-benar kelelahan. Aku bersiap dalam 10 menit dan turun dari lantai atas menuju ruang makan,
“selamat pagi ibu” ucapku sambil memeluk ibu dari belakang
“selamat pagi putriku sayang” ucap ibu yang kemudian mencium keningku
“Selamat pagi Nona mahi, bagaimana kabar nona?” ucap bibi Dita
“Kabarku buruk, dan semua itu karna bibi, bibi sudah berapa lama kau bekerja jadi pengurus rumah” ucapku sambil menarik kursi dan duduk bersiap untuk sarapan
“sudah 15tahun nona muda” ucap bibi Dita sambil menuangkan susu dalam gelasku
__ADS_1
“ Sudah 15tahun bibi bekerja di sini, harusnya bibi tau kebiasananku, aku terbiasa bangun di pagi hari dan berolah raga, aku baru setahun tidak di rumah dan bibi sudah melupakannya” ucapku
“ tadi pagi saya masuk kamar nona, melihat nona tidur pulas saya jadi tidak tega membangunkan, saya minta maaf, ini tidak akan terulang, nona mau sarapan apa, buah atau roti?” ucap bibi Dita
“ baiklah, hari ini aku memaafkan bibi jika besok terulang aku akan menghukum bibi, aku mau sarapan buah saja” ucapku sambil tersenyum
Ibu menggelengkan kepalanya melihat sikapku aku tau ibu sebenarnya tau kalau aku hanya bercanda pada bibi Dita, aku tidak benar-benar marah padanya.
Tidak lama kemudian terdengar suara bel rumah, ibu meminta bibi Dita membuka pintu, setelah beberapa waktu dia kembali ke ruang makan
“ siapa yang datang sepagi ini bi” ucap ibu
“ Seorang wanita muda nyonya aku lupa menanyakan namanya, tapi dia bilang tuan yang memintanya kemari, saya memintanya menunggu di ruang tamu” ucap bibi Dita
Setelah selesai sarapan aku dan ibu menghampiri wanita itu
“ hallo nona, maaf sudah membuatmu menunggu lama” ucap ibu
Dia yang sedang duduk di ruang tamu berdiri setelah mendengar ucapan ibu, ibu memberikan isyarat dengan tangan mempersilahkannya duduk kembali
“ Selamat pagi nyonya, selamat pagi nona muda, nama saya frida, saya di tugaskan oleh tuan windarwan untuk menjadi asisten nona muda, ini data diri saya” ucapnya sambil memberikan data dirinya pada ibu
Ibu mengedipkan satu matanya padaku, itu adalah isyarat dari ibu yang berarti bahwa Frida memiliki kualifikasi yang baik dalam akademi.
“Frida apa kau sudah pernah jadi asisten pribadi sebelumnya?” tanyaku
“sejujurnya saya baru lulus kemarin dan ini adalah pertama kalunya bagi saya, tapi meski saya tidak tahu banyak mengenai tugas-tugas asisten saya akan belajar dengan cepat dan berusaha keras tidak mengecewakan nona muda”
Ibu menganggukan kepalanya, yang berarti iya setuju
“Baiklah frida namaku Mahirah Yaqzanah Windrawan, selamat kau diterima, semoga kau benar-benar tidak mengecewakan” ucapku sambil mengulurkan tangan
Frida menjabat tanganku dan mengatakan
“ terimakasih banyak nona muda, saya akan berusaha untuk tidak membuat nona kecewa”
__ADS_1
“ kerja bagus frida...