
Aku berjalan keluar dengan memegang tangan Arnaf, Saat hendak masuk mobil Arnaf , aku melihat Tian menarik tangan Shanti, aku meminta Arnaf menunggu kemudian mengikuti mereka, aku mendengar dan merekam pembicaraan mereka
“ Lepaskan tanganku Tian”
“ Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Davin, katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya Shanti”
“ Apa yang kau pikirkan Tian?, pembicaraan apa yang kau maksud?”
“ Aku mendengar kau menolak Davin, kau merebut dia dari sahabatmu tapi kemudian kau menolak dia, kau pikir itu masuk akal, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Shanti?”
“Sebenarnya aku sengaja merebut Davin dari Maya, Tian sebenarnya aku tau kalau Maya bukan satu-satunya kekasih Davin, kau tau Tian Davin diam-diam memacari banyak gadis, aku sudah berusaha mengatakannya pada Maya, tapi dia menolak untuk percaya”
“jadi kau menjadi penjahat dalam hidupnya”
“Tidak ada cara lain Tian, aku mohon tolong jaga Maya untukku, aku tau kau menyukai Maya sejak lama”
“ Apa yang kau katakan Shanti?”
“ jangan berbohong padaku Tian, selama ini diam-diam kau selalu membantu maya dan memperhatikan dia, kau tidak berani mengungkapkan perasaanmu padanya karna dia kekasih Davin, tapi sekarang mereka sudah putus, aku tau kau adalah pria yang baik, aku akan senang jika kalian berdua pacaran”
Tiba-tiba ada orang yang menepuk pundakku, aku berbalik dan ternyata itu Arnaf, aku langsung menarik tangan Arnaf dan mengajaknya pergi dari kampus, aku dan Arnaf pergi ke hotel dan mengadakan meeting mengenai proyek kami, malam harinya aku Zian dan Lusiana makan malam bersama, berbagi cerita dan tertawa, hingga larut malam.
Keesokan harinya.
Zian mengantarku ke kampus, saat aku turun dari mobilnya pandangan semua orang tertuju padaku, tapi aku mengabaikannya.
__ADS_1
“ aku pergi, sapai jumpa” ucap Zian
"sampai jumpa Zian" ucapku
Dia langsung pergi ke bandara setelah mengantarku
“MY jadi pria itu yang meminjamkan mobil padamu” ucap Maya sambil merangkulku
Aku hanya tersenyum, aku pergi sarapan dengan Maya, aku berpikir haruskah aku memperlihatkan rekaman itu pada Maya atau tidak, jika aku memberikannya hubungan Maya dan Shanti akan membaik, tapi bagaimana dengan Tian, di dalam rekaman itu bukan hanya kebenaran shanti tapi juga ada perasaan Tian, aku tidak bisa mendahului Tian, tapi jika aku tidak memberi tahu Maya dia akan terus salah faham dengan Shanti, saat tengah serius berpikir aku terkejut karna seorang mahasiswa tiba-tiba menaruh sebotol susu di depanku
“ Itu untukmu, sebagai ucapan terimakasih karna sudah memperbolehkanku masuk dan maaf karna kemarin aku kurang sopan padamu, maaf karna aku mengira kau mahasiswi baru sama seperti aku” ucap pria itu
“ Kau yang kemarin di gerbang kan! (Pria itu tersenyum)
duduklah dengan kami, siapa namamu?” ucapku
“Pagi ledis” ucap Tian sambil tersenyum dan duduk di samping Maya
Saat melihat Tian aku berpikir, aku akan mengedit vidio itu dan memotong bagian disaat Shanti mengungkapkan perasaan Tian sesungguhnya
“pagi juga” ucap kami dengan kompak sambil tersenyum
“kau mahasiswa baru sedang apa kau di sini?” tanya Tian
“aku yang memintanya duduk dengan kami, kenapa Tian apa kau keberatan, jika kau merasa keberatan aku dan Ibas bisa pergi” ucapku sambil mengedipkan satu mataku menggoda tian
__ADS_1
“apa yang kau katakan MY, aku tidak keberatan sama sekali, aku hanya bertanya?” Ucap Tian
Maya meminta Tian dan Ibas untuk sarapan bersama, setelah sarapan Ibas pergi menghampiri teman-temannya yang lain, sementara kami bertiga berkumpul dengan para panitia lain, kami melakukan kegiatan yang sudah di susun satu persatu.
Waktu berlalu tanpa terasa, setiap hari aku melakukan hal baru yang tidak pernah ku lakukan sebelumnya, Aku tidak tau bagaimana rasanya masa orientasi karna aku belum pernah menjalaninya tapi menjadi panitia orientasi itu sangat melelahkan tapi menyenangkan juga, masa orientasi kali ini mendekatkan Tian dan juga Maya, saat pesta penyambutan murid baru Tian menyatakan perasaannya pada Maya, dan Maya menerimanya, hubungan Maya dan Shanti masih belum berubah selama sepekan ini, aku belum sempat mengedit vidio percakapan Shanti dan Tian, tapi di pesta itu aku memperbaiki hubungan mereka, aku memberikan rekaman itu pada Maya, karna Tian sudah mengungkapkan perasaannya tidak ada lagi yang perlu ku khawatirkan, Maya mendapatkan kekasih baru dan juga sahabatnya, Davin yang terus berusaha mendekatiku selama masa orientasi itu, aku membuatnnya di keluarkan dari organisasi dan universitas juga, Ibas dan beberapa mahasiswi menjadi temanku, Dion masuk organisasi menggantikan Davin, semua hal baru dari masa orientasi siswa baru mendatangkan banyak kebahagiaan bagiku, dan Arnaf dia menjadi supirku selama sepekan ini. Pesta berlangsung dengan meriah dan berakhir dengan kesan istimewa. Rasa lelah dari kerja keras dan keringat yang terkuras selama sepekan serasa hilang dalam sekejap.
Waktu menunjukan pukul 8 malam aku pulang diantar Ibas karna Arnaf tidak bisa menjemputku, di depan rumah aku melihat Adriana tengah duduk dan menangis, saat aku turun dari motor Ibas, Adriana lari dan memeluku sambil menangis
“dia siapa kha?” tanya Ibas
“dia temanku ibas, namanya Adriana, Adriana tenanglah katakan padaku apa yang terjadi, kenapa kau menangis seperti ini?” tanyaku sambil memeluknya dan menepuk punggungnya untuk menenangkannya
“kha mungkin dia tidak bisa bicara karna ada aku di sini, sebaiknya aku pulang, sampai jumpa di kampus kha” ucap Ibas
Ibas berpamitan pulang dan aku mengajak Adriana masuk rumah, aku memberinya minum dan mencoba menenangkannya, aku menanyakan kembali apa yang terjadi hingga dia menangis
“Maya, sikap Malik padaku berubah, dia tidak seperti biasanya dia jadi jarang pulang, dia juga bersikap kasar padaku sepertinya memiliki wanita lain” ucapnya sambil tersedu-sedu
“ sebaiknya kau bercerai dengan Malik” ucapku
“tapi Maya aku tidak ingin kehilangan dia, aku sangat mencintainya”
“ kalau begitu pergilah ke luar negri, tenangkan dirimu, setelah kau lebih tenang kembalilah dan selesaikan masalahmu dengannya”
“ Aku tidak tau aku harus pergi kemana?”
__ADS_1
“ Kau tidak perlu menghawatirkan itu, aku akan membantumu mencari tempat yang indah untuk bersantai”
Apa yang kau pikirkan, apa kau pikir aku akan bersikap baik pada istri musuhku, itu tidak akan terjadi...