CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Memperbaiki Kesalahan


__ADS_3

Lukaku sudah di obati, inspektur Akmal pamit karna dia masih banyak pekerjaan, frida mengatakan bahwa semua yang aku perintahkan sudah iya lakukan, ibu melarangku untuk pergi, jadi aku mengajaknya untuk pergi agar ibu bisa tau alasan aku harus pergi. Aku menceritakan semua perbuatan buruku di negara s pada ibu, bagaimana aku mempermainkan Malik hingga membuatnya jatuh tak berdaya, ibu marah dan aku mendapatkan jeweran telinga sangat keras sebagai hukuman, tapi aku senang ibu mengatakan bahwa dia akan membantuku menebus dosa yang telah ku lakukan itu tanpa harus mengungkapkan rahasia itu pada siapapun.


Setibanya di pelabuhan aku meminta Frida untuk pulang, sementara aku dan ibu naik ke kapal speed boat untuk menyebrang ke pulau pengasingan, butuh waktu 2jam untuk sampai ke sana.


Setibanya di sana ibu menemui ketua penghimpunan penduduk dan meminta ijinnya untuk membawa Adriana pergi, sementara aku pergi ke kediaman Adriana, aku melihat dia tengah menari bersama anak-anak di tepi pantai, dia terlihat sangat bahagia, tapi aku justru meneteskan air mata, menyesali apa yang telah kulakukan padanya, aku menghampirinya tapi aku tidak tau harus mengatakan apa, seorang anak menggenggam tanganku,


“ Kakak jangan takut, kau tidak berbuat kesalahan karna terluka, dan luka ini pasti membiatmu tidak nyaman” ucap anak itu sambil menunjuk luka di kakiku


“ Siapa kau, apa kau baru di pulau ini” ucap Adriana sambil berjalan mendekatiku


Aku memeluk Adriana, aku meminta maaf padanya, dia terlihat heran melihatku, aku menjelaskan padanya bahwa aku adalah temannya yang sudah lama mencarinya, Adriana bertanya tentang dirinya padaku dia bilang dia tidak mengingat apa yang terjadi sejak 5thn terakhir, aku hanya menceritakan apa yang aku tahu dari sejak aku mengenalnya, dia terlihat begitu senang dan sangat antusias, aku mengajaknya ikut pulang bersamaku, dan dia setuju, ibu dan ketua penghimpunan penduduk menghampiri kami yang tengah berbincang, dia bertanya apa Adriana setuju untuk ikut dengan kami atau tidak, jika Adriana setuju surat ijinnya akan di berikan, dan ia pun setuju, sementara menunggu surat ijinya selesai di buat aku membantu Adriana membereskan semua barang-barangnya, setelah selesai surat ijinnya juga sudah di tangan kami kembali ke kota, setibanya di kota, frida sudah menjemput kami, aku mengenalkan Frida dan Adriana tapi sebelum aku menceritakan tentang Adriana, Frida mengatakan bahwa ia sudah mendengar cerita Adriana dari inspektur Akmal, setibanya di rumah aku mengantar Adriana ke kamar yang sudah di persiapkan untuknya sebelumnya, aku meminta Adriana untuk istirahat, aku keluar bersama Frida dan bertanya apa dia sudah mengirim orang untuk menjemput Malik dan dia bilang Malik sudah ada di dalam negri dan sedang dalam perjalanan menuju kemari, ibu memanggil dokter untuk memeriksa Adriana, sementara aku naik ke atas untuk mencari Arnaf ke kamarnya tapi aku tidak menemukannya, seorang pelayan rumah memberitahuku bahwa Arnaf pergi dari tadi siang dan belum kembali, kemudian aku mendengar suara gaduh dari bawah, aku langsung melihatnya, saat aku berjalan menuruni tangga aku melihat Malik, iya terkejut melihatku


“ Aku meminta kalian menjemput Malik tapi kalian malah membuat kegaduhan, ckckck... Kalian ini” ucapku sambil berjalan perlahan menuruni tangga

__ADS_1


“ Maya kau yang meminta mereka membawaku kemari, kenapa? Dan rumah siapa ini?” tanya Malik dengan marah


“Mahirah sayang gadis itu mencarimu, berjalan perlahan sayang” ucap ibu berjalan menghampiriku


“ Mahirah? Maya kau Mahirah?” ucap malik dengan heran


“ ceritanya panjang Malik, akan ku ceritakan nanti,” ucapku


Aku mengajak Malik ke kamar tamu, dia terlihat bahagia bisa melihat Adriana lagi, sementara Adriana langung lari kepelukanku, Adriana mengatakan bahwa dia takut pada jarum suntik dan memintaku untuk membuat dokter itu mengerti, Malik kemudian berjalan mendekati Adriana dan memeluknya, tapi Adriana langsung mendorongnya, dia takut pada Malik karna Adriana tidak mengenalnya, aku menjelaskan pada Adriana siapa Malik baginya, di sisi lain dokter menyuntikan obat penawar dari obat yang sebelumnya ku berikan pada Adriana saat perhatian Adriana teralihkan karna perbincangan kami, dokter menjelaskan keadaan Adriana pada kami, dia juga mengatakan perlahan Adriana akan mengingat kembali kenangan yang dia lupakan, aku dan ibu mengantar dokter keluar dan meninggalkan Adrian dan Malik berdua di kamar agar mereka bisa bicara dengan bebas, tidak ada yang tau, aku senang saat melihat Malik menderita kesepian, itu karna aku berpikir Malik adalah cote, anak laki-laki yang menemaniku bermain dan mengajaku menikah semasa aku kecil, kini aku juga bahagia bisa melihat mereka bersama lagi dan memperbaiki kesalahanku, setelah mengantar dokter, ibu memintaku untuk istirahat di kamar, setelah ibu pergi dari kamarku aku melakukan panggilan vidio bersama Ali, Zian dan Lusiana, Aku menceritakan apa yang terjadi pada mereka, mereka juga merasa senang karna kesalahan yang kita buat bersama bisa di perbaiki,


di ruang makan semua orang sudah berkumpul tapi aku tidak melihat Arnaf, aku bertanya pada bibi Dita dan dia mengatakan Tuan Arnaf masih belum kembali, aku menikmati makan malam dengan sedikit cemas, sebenarnya Arnaf pergi ke mana, dan kenapa dia belum pulang, setelah makan Adriana dan Malik mengatakan bahwa ia akan kembali ke negara S bersama, aku dan ibu tidak menahan mereka dan membiarkan mereka kembali, setelah itu mereka pergi ke kamar untuk istirahat, ibu dan aku juga pergi ke kamar untuk istirahat, aku berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata


*Aku terbangun di padang bunga, aku berjalan menuju jalan besar, matahari yang begitu terik sinarnya berubah menjadi hitam pekat, semuanya menjadi gelap hingga aku tidak bisa melihat apapun, aku mulai merasa ketakutan, aku berteriak tapi suaraku tiba-tiba menghilang “seseorang tolong aku, aku tak mau sendirian” suara jerit hati yang ketakutan, aku mendengar suara mobil dari belakangku, aku merunduk dan menutup mata karna takut tertabrak, namun aku mendengar suara mobil berhenti, perlahan aku membuka mataku, cahaya dari lampu mobil itu menyilaukan mataku, aku menutup mataku dengan tanganku, aku melihat dari sela-sela jariku seorang pria turun dari mobil, dia mengulurkan tangannya dan aku meraihnya dengan perasaan bahagia, aku tidak bisa melihat wajahnya namun aku bisa melihat sinar matanya yang begitu hangat dan tak asing...

__ADS_1


Tiba-tiba keadaan sekitar menjadi terang, aku bisa melihat pria itu dan ternyata dia adalah Arnaf*


Aku terbangun dari tidurku aku pikir sudah pagi tapi saat aku melihat jam waktu menunjukan pukul 02:30 dini hari, aku merasa haus tapi air di kamarku sudah kosong, aku turun untuk mengambil air di dapur, saat menuruni tangga aku melihat Arnaf yang baru kembali,


“ kau belum tidur” ucap Arnaf


“ Aku terbangun karna haus, tapi air di kamarku habis aku mau mengambil air di dapur, kau dari mana saja cote? kenapa kau baru kembali?” tanyaku


Arnaf mendekatiku, dia menatapku dari dekat kemudian mengatakan


“ setelah sekian lama aku baru mendengar panggilan itu lagi, kau mau kedapur kan! Sekalian buatkan aku makanan aku sangat kelaparan, dan antar ke kamarku oke switty gemuku” ucap Arnaf dengan nada memerintah kemudian dia berjalan menaiki tangga dan pergi ke kamarnya


Aku hanya terdiam mendengar perintahnya, aku merasa bahagia mendengar panggilan itu lagi, aku pergi ke dapur mengambil air untuk diriku dan membuatkan makanan untuk Arnaf, aku pergi ke kamar Arnaf untuk mengantarkan makanan itu, tapi aku tidak melihatnya.

__ADS_1


“makanannya sudah siap” ucap Arnaf keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk,


Melihat dadanya yang bidang dan otot-otot tubuhnya membuatku....


__ADS_2