
Zian bangun dari tempat duduknya, seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat dalam layar komputer itu, dia berjalan menuju keluar ruangan seperti orang bodoh, Arnaf dan Malik menatapnya dengan curiga.
“Ada 3 kemungkinan informasi di kunci oleh negara F, yang pertama orang itu adalah orang penting negara, yang kedua dia adalah penjahat, yang ke tiga orang itu telah tiada ” ucapku mencoba mengalihkan perhatian
“Tunggu detaktif Zian kau mau kemana?” Ucap Arnaf sambil berjalan menghampirinya
“detektif Zian kenapa aku merasa kau mengetahui sesuatu tentang Mahirah! Apa kau mengenalnya? “ Tanya malik berjalan menghadang pintu
“Hahaha....apa ini lelucon? MY kau...! katakan padaku apa yang harus ku katakan” ucap Zian
“kau harus mengatakan segalanya pada kami” ucap Arnaf
Zian berjalan mendekatiku
“sekarang apa?” bisik Zian
“jika kau mau kau bisa ceritakan segalanya, tapi ada satu yang harus kau ingat, jangan sampai mereka tau bahwa wanita yang mereka cari adalah aku” bisikku pada Zian
“ apa yang sedang kalian bicarakan diam-diam” ucap Arnaf berjalan mendekati kami
“dia bertanya jika dia tidak memberitahumu kebenaran apa yang akan terjadi? Aku bilang dia akan jadi samsak mu seperti detektif kemarin” jawabku
__ADS_1
“ceritanya panjang, aku harus mulai dari mana” ucap Zian
“ceritakan bagaimana kau bisa mengenal dia” ucap Malik
Zian berkata.
“baiklah dengarkan ceritaku...
11 tahun yang lalu...
Aku dan Ali dibesarkan di sebuah panti asuhan, kami tidak pernah menyukai para donatur, karna dari yang aku dan Ali tau mereka hanya berdonasi demi mendapat nama dan kehormatan dari masyarakat, jadi setiap ada donatur aku dan Ali selalu bersembunyi, suatu hari ibu panti mengatakan akan kedatangan donatur penting, aku dan Ali harus berada di sana, seperti biasa aku dan Ali berusaha melarikan diri, tapi saat tiba di halaman belakang aku melihat seorang anak perempuan yang sebaya dengan kami berdiri menghadang kami dengan 2 orang pengawalnya, dialah Mahirah Yaqzanah Windarwan, Mahirah menyuruh ke2 pengawalnya membawa kami secara paksa kehadapan ibu panti, dia bilang, ‘kedua anak ini sangat nakal, mereka akan jadi penjahat saat mereka besar, tapi aku akan menjadi ibu bagi mereka berdua,’ sejak saat itu Mahirah datang kepanti setiap hari, dia memaksa kami membaca semua buku yang dia bawa, karana kami takut pada ke2 pengawalnya kami terpaksa melakukannya, kami dipaksa belajar keras sementara dia bermain dengan teman-teman kami yang lain, saat itu baik aku maupun Ali, kami berdua sangat membencinya, tapi kami tidak pernah bisa lari darinya. Aku ingat setiap kali dia memainkan piano dia selalu menyanyikan lagu yang sama, jika tidak salah liriknya
🎼🎶 lihat aku bersinar terang seperti bintang..
Bagiku hidupku takan sempurna tanpa kamu di sisiku
Ku memankai baju pengantin
Merias diri seperti putri raja
Pergi ke menara cinta di hari valentin
__ADS_1
Untuk menemui kekasih yang lama ku tunggu
Mewujudkan semua mimpi hingga menjadi nyata
Cinta sejatimu kan membawaku menuju bahagia🎶
Kami selalu mengejeknya karna selalu menyanyikan lagu itu, saat ulang tahun kami yang ke 16thn iya menanyakan cita-cita kami, aku bilang kepadanya bahwa aku ingin jadi detektif, sementara Ali bilang ingin menjadi direktur dari sebuah lebel yang menaungi bintang-bintang besar, sejak saat itu sikap otoriternya semakin menjadi, dia menyuruh kami mempelajari berbagai hal, dari ilmu kedokteran, kejiwaan, teknologi, bisnis, dan seni. karna kesal Ali merekam Mahirah saat dia bermain piano sambil bernyanyi, Aku dan Ali menyebarluaskan vidio itu, maksud hati inggin menjelekannya di hadapan publik entah bagaimana ceritanya lagu itu jadi populer di kalangan anak muda, bahkan sampai ada produser yang menawarinya rekaman, aku dan Ali bahkan pernah sampai memaksanya tampil di sebuah pesta , kau tau aku masih ingat dengan jelas dia mengatakan "aku akan menjadi aktris pertama Ali dengan satu syarat Zian haru menyelidiki darimana uang mereka berasal, aku tidak mau mendapatkan uang yang dihasilkan dengan cara tidak benar" dia juga menjadi klien pertamaku, sejak saat itu iya memaksa kami untuk kerja keras, belajar dan mencari uang, Mahira menolak tampil di depan telvisi karna itu Ali mencari anak lain untuk dijadikan aktris, sementara aku, aku bekerja jadi detektif kadang-kadang untuk pengacara, kadang-kadang untuk kejaksaan, bahkan kepolisian. Kami membencinya dan berharap agar waktu cepat berlalu, agar dia cepat pergi dari hidup kami, agar kami terbebas dari sikap otoriternya. Setiap kali semangat kami menurun dia selalu mengingatkan bahwa malas itu adalah penyakit berkelanjutan, saat usia kami 17thn dia akan berhenti memberi kami uang, kami akan kembali jadi gelandanga.aku tidak pernah sekalipun melupakan kata-kata itu, aku dan Ali tidak pernah melupakan kata-kata itu, karna kata-katanya itu menjadi motivasi bagi kesuksesan kami. Saat usia kami 17thn iya menepati kata-katanya, ia tidak datang ataupun memberi kami uang lagi. Awalnya kami berpikir setelah dia pergi hidup kami akan bahagia tapi yang terjadi justru sebaliknya.”
“apa kau tau di mana dia sekarang?” tanya Arnaf
“Aku sudah ceritakan apa yang harus kuceritakan, sisanya kalian cari tahu sendiri” ucap Zian
“ Oh ya tuan Arnaf, tuan Malik jika kalian berhasil menemukannya katakan padaku, atau katakan padanya aku dan Ali menyayanginya, katakan juga padanya agar dia menelpon kami, jangan mersikap seperti seorang ibu yang menelantarkan anaknya” ujap Zian sambil beranjak pergi dan tersenyum
“Aku akan mengantar Zian” ucapku sambil beranjak pergi mendekati Zian
Aku menyusul Zian untuk mengantarnya, sementara Arnaf dan Malik masih berbincang di ruanganku entah apa yang sedang mereka bicarakan.
“hai anak nakal, kenapa kau hanya menceritakan setengah dari cerita kita hah? Katakan padaku dari mana kau dapatkan kata-kata indah itu? ”
“berhenti mengolokku, dasar gadis bodoh itu adalah ungkapan hatiku,” ucapnya
__ADS_1
Aku mengantar Zian sampai ke kamarnya dan mengucapkan terimakasih, aku heran kenapa seorang Zian, dia menginap di kamar biasa? Zian bilang kliennya sangat pelit tapi dia tetap menerima tawaran itu karna dengan alasan pekerjaan dia bisa menemuiku. Dasar Zian...
“Aku berselingkuh dengan malik, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, foto-foto kemesraan itu memang benar terjadi, tapi yang terjadi itu berbeda dan aku ingin kau tetap berpikir sama...