
Saat perjalanan pulang dari kampus, aku mengingat pembicaraan dengan nyonya hesti kemarin sore, aku berbalik arah menuju hotel heaven on earth, di tengah perjalanan, aku menelpon nyonya hesti karna tak ingin dia hawatir, aku sedikit berbohong padadanya, aku pikir nyonya hesti mungkin tidak akan senang dengan apa yang akan aku lakukan.
“Ahhh....” terdengar suara rintih kesakitan
Owh tidak, ada kecelakaan, aku bergegas lari menghampiri wanita paruh baya yang menjadi korban tabrak lari, aku membantunya untuk bangun, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang di hadapan kami, aku menutup mataku karna takut
Aku membuka mata secara perlahan, setelah mendengar suara mobil berhenti,
Menghela nafas
Hampir saja kami tertabrak, beruntung pengemudi itu berhenti di saat yang tepat, jika terlambat sedikit saja, kami akan jadi korban,
"Tunggu dulu... Mobil itu adalah mobil yang sama yang ada dalam mimpiku, dan plat nomernya sama dengan yang aku lihat di perkebunan beberapa waktu lalu..." ucapku dalam hati
Seorang pria turun dari mobil dan bergegas menghampiri kami, aku terpaku melihat ketampanannya, entah apa yang dia katakan, duniaku terasa hening kala aku memandang wajah tampan itu
dia memegang tanganku...
“nona...nona...nona...hallo... apa kau dan ibumu baik-baik saja” tanyanya dengan wajah cemas
“maaf aku bersalah, seharusnya aku tidak menelpon saat sedang menyetir” ucap pria itu dengan nada menyesal
“Maaf tuan tadi aku sedikit melamun, aku pikir aku sudah berada di surga,, aku baik-baik saja, tapi nyonya ini terluka, maukah kau mengantar kami kerumah sakit,,” jawabku.
“tidak perlu repot-repon nona, kau sangat baik, semoga tuhan memberimu suami yang baik, aku hanya mengalami luka luar, ini tidak parah, aku akan pulang, jangan cemas anaku seorang dokter, dia pasti akan mengobatiku”
“Maaf aku pikir kalian adalah ibu dan anak, biar aku mengantarmu pulang nyonya,, mari masuk ke mobilku” ucap pria tampan itu
“Tidak perlu repot-repot aku sudah memesan taksi online, tidak enak jika di batalkan, lebih baik kau antarkan saja nona ini,” ujar nyonya itu pada pria tampan
“nona terima kasih sudah membantuku, dan aku juga minta maaf, kau pasti sangat terkejut, karna menolongku kau juga hampir celaka” ucapnya padaku
Tidak lama kemudian taksi yang di pesan oleh myonya itu tiba, ia naik ke dalam mobil, lalu pergi.
Pria tampan itupun mengajakku naik ke mobilnya, kami sedikit berbincang ringan dalam mobil, aku tidak menyangka kalau kami menuju tempat yang sama, ia menurunkanku di depan pintu masuk hotel, aku berterimakasin kemudian berpamitan untuk masuk,
Aku menemui resepsionis, tapi tak kusangka begitu sulit untuk menemui presdir tanpa janji temu, mereka memintaku menunggu, waktu berlalu
Aku sudah menunggu selama 2 jam lebih, tapi mereka sepertinya tidak berniat mengizinkanku bertemu presdir, aku bukan orang yang pantang menyerah, aku mengangkat ponselku seolah tengah menelpon seseorang
__ADS_1
“Oh hallo tuan muda...kenapa kau marah-marah, kau menyuruhku datang ke hotelmu, dan aku datang, tapi kau malah sibuk dengan pekerjaanmu, apa kau tau sudah berapa lama aku menunggu? Mereka tidak juga memberitauku dimana aku bisa menemuimu, tidak,,, aku sudah kesal, aku akan pulang saja,” ucapku bicara dengan nada tinggi
Seseorang menepuk punggungku, sepertinya dia adalah salah satu menejer hotel, aku berpura-pura menutup telpon
“Nona maaf, kau ingin bertemu presdir?” Ucapnya
“iya, tapi aku tidak punya janji temu, arnaf memintaku datang, tapi sekarang aku mau pulang saja,, kenapa!!!” ucapku dengan dada sombong
Diapun membujukku untuk tetap menemui presdir, aku tidak menyangka, beberapa karyawan yang ada di sekitar lobi ternyata tertipu oleh ku, dia menunjukan jalan dan mengantarku sampai ke depan lift pribadi presdir, aku mengusirnya pergi karna terlalu gugup.
Tombolnya belum ku sentuh tapi pintu liftnya suda terbua, ini sebuah keberuntungan, seolah lift ini menyambutku, seseorang keluar dari lift itu, aku terkejut melihat pria di dalam lift, aku segera melompat masuk ke dalam lift karna takut pintunya tertutup kembali
“Kita bertemu lagi...” ujar pria itu
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
“tuan... Ini sudah lebih dari 2 jam, kenapa aku tidak melihatmu masuk dan kau tiba-tiba di dalam lift ini” tanyaku pada pria tampan itu
“Yang keluar saat kau masuk itu adalah seorang pengacara, dia pengacara khusus hotel kami, aku tadi meeting dengannya di ruang istirahat pegawai” Jawab pria itu
“Ruang istirahat pegawai?” kataku
kenapa dia menjelaskannya padaku sampai sedetail itu, pikirku...
“ maaf tolong jangan tersinggung, kalau boleh aku tau kenapa kau juga...” tanyanya
“Aku ingin menemui seseorang, tapi resepsionis menahanku di lobi selama 2jam” jawabku sambil tersenyum.
Kami tersenyum bersama, lift tiba-tiba berhenti di lantai 13, aku langsung berbalik badan karna melihat pria yang hendak masuk adalah pria menyebalkan yang ku temui di ladang nyonya hesti kemarin,
Aku bertanya-tanya, kenapa pria menyebalkan itu ada di sini? Kemarin dia menghilang tanpa jejak sekarang dia tiba-tiba muncul di hadapanku.
“Kau dari mana? “ tanya pria tampan kepada pria menyebalkan
“inspeksi mendadak” jawab pria menyebalkan
“siapa dia? Kau yang membawanya?” tanya pria menyebalkan itu
“Aku tidak tau dia siapa, tapi ya! Dia kesini bersamaku, abaikan saja dia jika kau merasa terganggu” jawab pria tampan
__ADS_1
“Ada begitu banyak berkas yang menunggu untuk kau kerjakan, kembalilah ke ruanganmu” Ucap pria tampan
Pintu lift terbuka di lantai 14
“ Sebenarnya inspeksi hanya alasan, aku berkeliling karna aku suka menggoda para gadis, kau tau kan,, banyak sekali karyawan yang cantik di hotel kita, sayang sekali jika tidak di manfaatkan, jangan terlalu serius bekerja tuan muda, kau juga harus bersenang-senang sedikit” ucapnya sambil pergi keluar lift dan melambaikan tangan...
Aku sungguh tidak menyangka, aku benar-benar tidak salah menilai orang, pria itu benar-benar menyebalkan, tapi aku heran kenapa pria tampan itu tidak kesal dengan ucapan pria itu, dia justru tersenyum
“Kenapa kau sembunyi? Apa kau mengenalnya?” tanya pria tampan itu
“aku pernah bertemu dengannya, akan sangat merepotkan jika dia melihatku di sini” jawabku sambil tersenyum
Pria tampan itu menanyakan tujuanku kemari, aku ingat pria menyebalkan itu menyebut dia (pria tampan) tuan muda, jadi aku mengatakan aku datang untuk menemui tuan Raizada, dia nampak terkejut dan tidak percaya.
Lift berhenti di lantai 40, aku keluar dari lift dengan wajah bingun, aku tidak tau harus menuju ke mana, sejenak aku terpaku pada kantor para petinggi hotel,,, menakjubkan,,, lantai 40 terdiri dari bangunan kaca,, semua orang bisa terlihat jelas
“Nona kantor presdir ada di lantai 41, kau lihat tangga itu, kau bisa naik lewat sana.. Tangga kiri menuju ruang presdir dan yamg kaman ruang wakil presdir, tangga yang tengah menuju ruang CEO,, dan meja di dekat tangga itu adalah meja sekretaris, sejujurnya aku tidak percaya kau kemari untuk menemui tuan Raizada,,, karna sudah 6 bulan beliau hampir tidak pernah datang ke kantor” ucap pria tampan itu
“aku sudah 6 bulan tidak datang , ahhh... Kenapa sekarang kantor ini terasa asing bagiku” ujar seorang pria paruh baya yang datang bersama seorang wanita
“Tuan di sini” ujar pria tampan itu
“ Aku ini ayahmu, aku sudah bukan tuanmu lagi, jadi berhenti memanggilku tuan,” ujar pria paruh baya
“Tuan malik, apa kau melihat tuan arnaf? “ tanya wanita cantik yang datang dengan pria paruh baya.
“sekretaris ezzah paiqa, kau tau apa kebiasaan tuan arnaf saat sedang jenuh dengan pekerjaan, berkeliling hotel dan memastikan semua pegawai bekerja dengan benar, itulah yang sedang ia lakukan sekarang” jawab pria tampan
Aku pikir pria tampan itu adalah tuan Arnaf, ternyata dia adalah kakak tuan Arnaf, dan nama pria tampan itu adalah tuan Malik RaiZada. Ternyata aku sudah salah paham, dan kesalah pahaman ini karna pria menyebalkan itu memanggilnya tuan muda, untung saja aku hanya memanggilnya tuan, jika aku sampai memanggilnya tuan Arnaf aku pasti akan sangat malu...
Kemudian tuan Malik mengajak pergi sekretaris ezzah,,meninggalkanku dengan pria paruh baya itu
Aku tersadar pria paruh baya itu memperhatikan aku, dia terus menatapku dengan tajam, dia terus menatapku hingga aku merasa tidak nyaman...
Sebenarnya siapa pria paruh baya itu?
Kenapa dia menatapku dengan tatapan tajam?
Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍
__ADS_1