
Sepanjang perjalanan pulang aku terus berpikir, begitu banyak pertanyaan menumpuk dalam benakku, aku tak tau apa yang terjadi? Apa yang akan terjadi? Tapi aku merasa kehidupan yang damai yang kujalani selama 6 bulan ini akan berubah, firasatku mengatakan kedamayanku akan hilang, ombak akan menerpa, badai akan datang, petir akan menyambar...
“berhentilah melamun nona, sudah saatnya kau kembali pada kenyataan, apa kau sudah tidak penasaran dengan jawaban pertanyaan tadi pagi” ucap nyonya hesti
“aku tidak melamun” jawabku
Nyonya hes tersenyum kemudian ia mengajaku berbincang sambil minum teh.
Iya berkata “ maya, 20 tahun lalu, sebelum suamiku meninggal iya membuat kontrak kerjasama dengan tuan Raizada , isi kontraknya adalah kami hanya akan mengirim bunga ke hotel miliknya, kami akan mendapatkan bayaran besar setiap minggu, kami mengirim bunga 3 kali dalam seminggu, konrak kerjasama ini hanya bisa berakhir jika salah satu dari kami gulung tikar, jika kontrak kerjasama ini dibatalkan oleh satu pihak maka pihak itu harus membayar denda, aku tidak sanggup membayar denda itu, jadi aku menyerahkan perkebunan”
“Apa dendanya sangat besar?” tanyaku
“Ya, lebih dari 100 juta” Jawabnya
“Nyonya hes, harga perkebunanmu lebih dari itu” ujarku
__ADS_1
“Kau tidak mengerti maya, jika aku menjual perkebunan untuk membayar denda, aku tidak yakin pembelinya akan tetap mempertahankan kebun bunga ini, tapi aku percaya pada tuan arnaf, dia pasti akan mempertahankan kebun bunga ini, karna dia sangat menyukai bunga” ujarnya
“Nyonya hes, kau begitu percaya pada tuan arnaf, memangnya dia siapa?” sautku
“tuan muda arnaf raizada, presdir heaven on earth” jawabnya
Heaven on earth adalah hotel bintang 5 yang terkenal, tidak hanya ada di beberapa kota, tapi juga ada di beberapa negara, nyonya hesti mendapatkan keuntungan yang sangat besar meski hanya menjual bunga pada mereka, aku tidak menyangka, truk-truk yang berisi bunga dari kebun yang dikirim oleh nyonya hesti ternyata menuju hotel terkenal, itu luar biasa, aku sekarang mengerti alasan nyonya hesti tidak mempunyai satupun toko bunga meski punya kebun bunganya luas,
Aku merasa ini tidak adil bagi nyonya hesti, harusnya tuan muda arnaf memberikan uang kepada nyonya hesti, karna arga kebun bunga itu melebihi harga conpensatiaon pembatalan perjanjian
“oh ya nyonya hes, kalau aku boleh tau, kenapa kau membatalkan perjanjian itu” tanyaku
“kenapa kau terlihat sedih dan cemas maya?” tanyanya
“ Nyonya hes, memikirkan kau akan pergi dan tidak akan kembali, itu membuatku sedih. Aku cemas karna,, jika kau pergi lalu bagaimana denganku?” jawabku dengan wajah sedih dan cemas
__ADS_1
“Kau tidak perlu sedih maya, jika kau merindukanku kau bisa berkunjung atau menelponku. Masalah dirimu, aku sudah bicara dengan ayahmu tentang masalah ini, kau tidak usah merasa cemas, kau masih bisa tinggal di sini sampai kuliahmu selesai, dengan syarat, kau harus melakukan vidio call dengan ayahmu setiap malam.” Ujarnya
Setelah mendengar perkataan nyonya hesti kecemasanku hilang, hari semakin gelap kamipun masuk ke dalam untuk mempersiapkan makan malam, kadang aku merasa nyonya hesti itu menyebalkan, dia selalu marah\-marah bahkan untuk kesalahan kecil, namun sepertinya setelah ia pergi aku akan merindukan omelannya...
Aku merasa makan malam kali ini sedikit berbeda, aku menikmati masakan nyonya hesti seolah hari esok tidak akan datang, nyonya hesti yang biasanya melarang makan sambil bicara justru terus mengejeku, kami bercanda dan tertawa di meja makan,,,aku tidak pernah melihat sisi lain nyonya hesti yang seperti ini, dia tampak berbeda, tapi aku merasa sangat bahagia...
Keesokan harinya.
Aku melakukan aktifitas seperti biasa, bangun pagi, olahraga, sarapan, membantu nyonya hesti di kebun kemudian berangkat kuliah, setelah pulang kuliah aku teringat pembicaraan ku dengan nyona hesti, akupun pergi ke hotel heaven on earth untuk menemui tuan muda Arnaf Raizada.
Aku sedikit berbohong pada nyonya hesti dengan mengatakan bahwa aku akan terlambat pulang karna mau bersenang-senang dengan teman-temanku.
Sesampainya di sana, aku tidak menyangka ternyata begitu sulit untuk menemui tuan muda tanpa membuat janji, aku sudah menunggu berjam-jam namun mereka tidak juga mengijinkanku untuk menemuinya, ini membuatku kesal, tapi aku bukan orang yang mudah menyerah, aku memutuskan untuk mencarinya, meski tidak tau seperti apa wajahnya, tapi aku tau satu hal dengan pasti seorang presdir memiliki lift pribadi, jika aku menunggunya di sana, atau naik lift itu aku pasti akan bertemu dengannya,,,
Aku menipu beberapa karyawan, bersikap seolah aku adalah tamu yang penting yang mau menemui tuan muda arnaf, dan akupun berhasil mengetahui dimana lift pribadi presdir, entah mengapa aku merasa sangat gugup, saat tiba di depan lift, pintu liftnya terbuka, aku terkejut melihat pria dalam lift itu, seseorang keluar dari lift itu, aku segera melompat ke lift sebelum pintu lift tertutup.
__ADS_1
“ Kita bertemu lagi...
Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍