
Mereka berdua memegang tanganku sambil memperlihatkan senyum tak percaya, aku menurunkan kedua tangan mereka
“Lupakan perkataanku jika kalian tidak pecaya” Ucapku sambil keluar meningalkan ruangan Arnaf
“ Masalahnya sudah di selesaikan, tidak ada lagi yang harus kalian lihat, kembalilah bekerja” Ucapku dengan tegas kepada para pegawai
Aku menghampir Ezzah dan pak Abdul yang sedang berbincang.
“Wah kau luar biasa maya, kau bisa menenangkan badai di lautan” Ucap Ezzah
“Aku tidak mengerti maksumu, pak Abdul apa kabar? Sejak kapan kau disini” Ucapku
“Kabarku baik nona Maya, aku datang ke sini untuk menyapamu, cukup lama untuk menyaksikan apa yang terjadi, Maksud Ezzah adalah kau bisa menenangkan Tempramen tuan Arnaf, hal yang sulit untuk di lakukan,bahkan tuan Malik pun tidak bisa melakukannya tapi kau bisa melakukannya dengan mudah,” saut pak Abdul
“ Maya apa yang sebenarnya kau katakan pada mereka, mereka terlihat seperti orang bodoh, saling memandang sambil tersenyum” ucap Ezzah
Aku melihat ke dalam ruangan Arnaf dari kaca, mereka masih saling memandang dengan senyuman tak pecaya
“Aku tidak mengatakan hal yang salah Ezzah, tapi sebaiknya aku pergi saja, sebelum mereka sadar dan mengejarku, sampai jumpa “ ucapku sambil pergi dan melambaikan tangan
Aku berjalan menuju ruanganku, aku yakin dalam hitungan 3 mereka akan mengejarku, karna mereka sudah menghancurkan konsentrasiku aku akan membuat mereka sedikit kesulitan, sedikit jahil aku rasa bukan masalah... Satu.... Dua.... Ti...
“Maya...tunggu” ucap Arnaf dan malik dengan kompak
Aku langsung lari menuju ruanganku, aku belum selesaikan hitunganku tapi mereka sudah mengejarku, aku masuk ke dalam ruanganku dan mengunci pintunya, mereka masih mengejarku seperti anak kecil tapi saat tiba di depan pintu mereka bersikap seperti bos yang berwibawa,
‘dor..dor..dor...’suara pintu kaca di ketuk
“maya.. Buka pintunya” Ucap Arnaf
‘Dor..dor...dor...”suara pintu kaca di ketuk
“Iya maya cepat buka pintunya” ucap Malik
“Aku tidak mau membuka pintunya, bukankah kalian berdua tidak percaya padaku” ucapku
“maya buka pintunya ini perintah presdir dan wakilnya” ucap Malik
“Hei wakil presdir, aku tidak bisa diancam oleh jabatan” jawabku
“Maya buka pintunya aku mohon jika kau tidak membuka pintunya maka... aku... akan...”
Aku membuka pintunya sebelum Arnaf menyelesaikan perkataannya
“Akan apa Tuan Arnaf? Apa yang akan kau lakukan untuk mengancamku” ucapku
Aku belihat mereka saling melirik, kemudian mereka berdua mencium pipiku dan menerobos masuk dan duduk dalam ruanganku
“apa yang kalian berdua lakukan” tanyaku dengan marah
“Kami duduk” ucap malik sambil tersenyum
__ADS_1
“Maksudku bukan itu Malik, kenapa kalian berdua menciumku” tanyaku dengan tegas
“kami Menciumu untuk merayumu” ucap Arnaf
“Aku tau Arnaf sangat menyebalkan tapi malik kau juga” ucapku sambil menghela nafas
“Kenapa? Apa salahku maya? Apa salahnya aku mencium pipi sahabatku?” ucap malik dengan santai dan tersenyum
“Tuan malik sejak kapan aku menjadi sahabatmu?” ucapku
“tentu saja sejak aku mengatakannya” ucap malik
“maya kau sudah melakukan kesalahan dengan melepaskan penjahat itu, jadi kau harus bertanggung jawab, “ Ucap Arnaf
“Arnaf benar, kau hanya punya 2 pilihan, pertama kau bantu kami mencari wanita itu, yang ke2 kau harus membawa wanita itu kehadapan kami” ucap Malik
“ck. Apa itu yang kau sebut pilihan?, baiklah tuan-tuan aku akan membantu kalian menemukan wanita itu tapi setelah aku selesaikan pekerjaanku” ucapku
Mereka berdua langsung meninggalkan ruanganku, akhirnya aku bisa lepas dari mereka. Aku menelpon Ali, menceritakan apa yang sudah ku lihat dan ku dengar, setelah bicara padanya kegelisahanku hilang,
Waktu berlalu begitu cepat, kecemasanku hilang, pekerjaanku juga sudah selesai, aku berpikir untuk menemui Zian, aku tidak bisa bicara banyak tadi pagi karna ia tengah terburu-buru,
Aku keluar dari ruang kerjaku, berjalan menuju lobi aku tidak tau kalau masalah sudah menungguku disana,
“Maya kau akan bertemu temanmu itu kan!” ucap Arnaf sambil berjalan mendekatiku
“dia sibuk, tidak bisa hari ini,” ucapku sambil terus berjalan
“bagaimana mungkin aku berani melakukan hal itu, dia akan datang besok siang. Aku sudah meminta ezzah mengatur waktunya, kau tunggu saja” Ucapku sambil terus berjalan
Akhirnya mereka berdua berhenti mengikutiku. Akan sulit bagiku untuk bertemu Zian jika mereka terus mengikutiku, setelah keluar dari hotel zian sudah menungguku, aku lekas masuk mobilnya karna tidak ingin Arnaf dan Malik melihat, aku dan Zian berkendara menikmati udara malam, kami berhenti di pinggir sungai dan berbincang
“Udara malam di sini sangat segar, pantas kamu suka di sini” ucapnya
“Tempat ini memang nyaman untuk di tinggali zian, “
“tadi sore aku mendapat telpon dari MA, dia memintaku untuk menbantumu mencari seseorang, ada apa? Bukankah mencari seseorang tidaklah sulit bagi orang sepertimu”
“masalahnya adalah orang yang mereka cari adalah aku”
“kau bercanda kan,,,hehehe... Ini tidak licu”
“Kau akan tau ini lucu atau tidaknya besok, aku akan massage lokasi dan waktunya”
“malam semakin larut ayo aku antar kau pulang”
Zian mengantarku pulang, dan aku sudah memastikan bahwa ia akan datang membantuku
Keesokan harinya di Hotel heaven on earth
Aku pergi ke hotel siang hari, Arnaf dan Malik sudah menungguku di lobi
__ADS_1
“kenapa kau datang siang” tanya malik
“ Aku ada kuliah tuan Malik, maaf aku tidak punya waktu untuk mengobrol” jawabku sambil terus berjalan, tapi Arnaf menghentikan langkahku
“Berhenti maya, temanmu detektif Zian, kami sudah bertemu dengannya pagi ini, dan apa kau tau apa yang dia katakan, dia bilang...”
“dia bilang apa arnaf?” Tanyaku memotong perkataan Arnaf
“Dia bilang...kau saja yang katakan malik” sambung Arnaf
“ Dia bilang kau adalah teman baiknya tapi dia tidak bersedia membantu, dia bahkan mengatakan bahwa kami hanya membuang-buang waktu” ucap Malik
“ MY akhirnya kau datang juga, apa kau tau siapa yang sedang mereka cari?,” Ucap Zian tiba-tiba menghampiri
Aku menarik tangan Zian dan membawanya menjauh, Zian menolak membantu karna baik Arnaf maupun Malik tidak tau nama wanita yang tengah mereka cari, tidak hanya itu mereka bahkan hanya memberikan petunjuk sebuah foto 10thn lalu dan alamat tinggal wanita itu, yang kini dijadikan panti, aku menjelaskan kepada Zian keadaannya, aku tau wanita yang mereka cari adalah aku, tapi aku tidak mau mereka tau identitasku sebelum aku mengetahui tujuan mereka, sangat penting untukku Zian memberitahu sebagian ceritaku pada mereka,
Setelah aku menjelaskan segalanya, Zian bersedia membantu. Aku dan Zian kembali menghampiri Arnaf dan Malik, mengajak mereka bicara di ruangku, mereka setuju dan kami berjalan menuju ruanganku.
Kami duduk di sana sekitar setengah jam, Zian masih berkutat dengan komputer mengumpulakan informasi tentang wanita yang mereka cari, sementara aku dan Malik hanya duduk memperhatikan dan Arnaf malah mondar-mandir dengan wajah gusar dan sikap tidak sabar membuatku merasa heran,
“Dapat....” ucap Zian
Semua orang melihat ke komputer dan aku juga, aku penasaran dengan apa yang sudah Ali lakukan pada informasi masalaluku.
Dalam layar komputer tertera
Nama : Windarwan
Lahir : Negara S, 10 januari 1972
Keterangan terkait : menikah muda pada usia 25thn
Istri : Ajda windarwan
Lahir : Negara F, 10 januari 1975
Keterangan terkait : menikah muda pada usia 22thn melahirkan seorang putri
Putri : Mahirah Yaqzanah Windarwan
Lahir : Negara F , 14 Februari 1997
Menetap di Negara D kota E sejak tanggal 12 januari 2000
Keterangan : pindah ke negara F tanggal 7 februari 2001
Informasi selanjutnya di kunci oleh Negara F pertanggal 7 februari 2001 dengan alasan keamanan.
“Ada 3 kemungkinan informasi di kunci oleh negara F, yang pertama orang itu adalah orang penting negara, yang kedua dia adalah penjahat, yang ke tiga orang itu telah tiada, ”
“Aku mengenal mahirah , dia adalah gadis yang ceria, baik hati dan suka menolong, dia ada di sini.....
__ADS_1