CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Sidang dan Kelulusan.


__ADS_3

Orang bilang saat kau bahagia waktu berlalu lebih cepat dan aku merasakan hal itu, tiga bulan berlalu tapi semuanya masih sama seperti tiga bulan lalu, tugas skripsiku sudah selesai aku mulai menyiapkan diri untuk sidang kelulusan, aku merasa sedikit cemas bukan karna aku tidak percaya diri dengan skripsiku, namu aku tidak tau apa saja yang akan ditanyakan saat sidang, apakah aku akan menjawabnya dengan baik, menghadapi para profesor jauh lebih sulit dari menulis skripsi.


“Hai nona di sini ada mobil mewah tapi kau tidak melihatnya” ucap Arnaf sambil berdiri bersandar pada mobilnya


“ Astaga,,, sejak kapan kau di sini” ucapku, aku tidak menyadari keberadaan Arnaf hingga melewatinya


“ apa yang kau pikirkan, aku sudah di sini sejak 30 menit lalu”


“ maaf aku terlalu gugup sampai tidak memperhatikan sekitarku”


Aku naik ke mobil Arnaf dan berangkat ke kampus, sejujurnya aku masih merasa gugup tapi Arnaf meyakinkanku semuanya akan berjalan lancar, dia memegang tanganku sampai ke depan ruang sidang, ini sudah saatnya giliranku, teman-teman memegang tanganku dan menyemangatiku, aku menghela nafas dan masuk ke ruang sidang, aku mencoba menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan dengan tenang, profesor menggelengkan kepala sambil menghela nafas, aku keluar dengan cemas, sejauh yang aku tau ini bukan pertanda baik,


“bagaimana?” ucap Maya


“ Aku menjawab semua pertanyaan tapi aku tidak yakin akan berakhir baik”


Ibas memelukku dan mengatakan


“ Kau sudah berusaha, percayalah pada dirimu, hasilnya pasti akan baik”


Arnaf menarik ibas dan menjauhkannya dariku


“ bukankah kau anak yang baru masuk, seharusnya kau tidak ke kampus” Ucap Arnaf


“ aku memang seharusnya tidak ada di sini, tapi karna kakak-kakak tersayangku akan sidang aku datang untuk menyemangati” ucap Ibas


“ Kau dengar itu tuan Arnaf, ibas tidak kemari hanya untuk MY tapi juga untuk kami” ucap shanty sambil tersenyum


Setelah selesai sidang kami semua makan siang bersama untuk melepas ketegangan yang tersisa setelah sidang. Pengumuman kelulusan akan keluar hari sabtu pagi, dan pesta perpisahan diadakan malam harinya, Ibas bertanggung jawab mengatur pesta itu karna dia menjadi ketua organisasi universitas menggantikan Maya


Keesokan harinya.

__ADS_1


Aku tiba di kampus pukul 8:30 semua orang sudah memenuhi mading untuk melihat pengumuman kelulusan, Maya, Tian, Shanti, dan Dion keluar dari kerumunan dan menatapku dengan sedih


“ Mahirah nama kami semua ada di papan tapi namamu....” ucap Maya dengan raut wajah sedih


“ jangan khawatir kau harus terus semangat Mahirah” ucap Shanti


“ Kau bisa mencoba kembali jika kau mau” ucap Dion


“ Apa yang kalian katakan, apa namaku tidak ada, apa aku gagal?, cepat katakan” ucapku dengan wajah cemas


“ Kau sudah berusaha, aku tau skripsimu sangat sempurna, aku bahkan tidak menyangka ini akan terjadi padamu” ucap Tian dengan wajah sedih


Aku berlari menerobos kerumunan, tanganku bergetar saat mencari namaku diantara deretan nama lain, air mataku menetes tanpa ku sadari, aku keluar dari kerumunan sambil menangis, aku memeluk Maya dan Shanti


“aku tidak bisa menemukan namaku, ayah pasti akan membunuhku, aku akan tiada.” Ucapku sambil menangis


“apa yang kau katakan mahirah, jangan bicara sembarangan” ucap Dion


“kau tidak bisa menemukan namamu di deretan pertama, kedua, ketiga maupun ke empat, kau tau kenapa ( sambil memegang wajahku) Mahirah yaqzanah windarwan namamu ada dalam surat prestasi, nilaimu paling tinggi, jika kau tidak percaya lihat saja sendiri” ucap Maya


Aku berlari masuk kerumunan, dan melihat kembali pengumuman itu, aku tersenyum melihat namaku tercantum dalam surat prestasi, aku keluar dari kerumunan dan memeluk teman-temanku, mereka semua keterlaluan tapi aku merasa sangat bahagia, kami berpelukan dan melompat-lompat karna senang, seperti anak kecil.


Kami berkumpul di aula, menerima ucapan selamat dan juga ceramah terakhir dari rektor, setelah itu pergi berbelanja untuk persiapan nanti malam.


Di hari sabtu malam ini, mobil dan motor memenuhi parkiran, orang-orang datang dengan pakaian yang indah, mereka semua menuju aula. red carpet, lampu dan flas kamera menyambut semua yang datang tepat di depan aula, rasanya seperti malam yang sempurna untuk berdandan seperti putri, aku berada ditengah teman-teman yang ku cintai, mencoba memikirkan semuanya, aku bahagia, bebas, takut dan kesepian pada saat yang sama


“ malam ini kita lupakan batasan waktu, malam ini kita lupakan patah hati kita, dan teruslah menari seperti kitalah yang terbaik” ucap ibas dari atas panggung


Entah dari mana dia mendapatkan kata-kata itu, pria itu selalu penuh semangat, dan aku menyukai semangatnya itu.


Aku seperti melihat Arnaf melewati kerumunan, aku menyelinap dalam kerumunan untuk menemuinya, aku mencarinya tapi Arnaf tidak bisa ku temukan, seseorang menepuk pundakku

__ADS_1


“ MY siapa yang sedang kau cari?” ucap Maya


“ Tadi aku melihat Arnaf,” ucapku


“ MY katakan padaku yang sejujurnya? Kau menyukai tuan Arnaf kan” ucap Maya


“ aku tidak hanya menyukainya Maya, tapi aku sudah jatuh cinta padanya, Maya ini rahasia, tolong jangan katakan pada siapapun. Ok!” ucapku


“Oke!, carilah kesayanganmu itu dan ajak dia ke lantai dansa” ucap Maya


Aku hanya tersenyum pada Maya, Maya kembali ke lantai dansa dan aku mencari Arnaf diantara kerumunan,


“ MY di mana Arnafmu?” ucap Maya yang menghampiriku lagi setelah beberapa waktu


“ entahlah, aku tidak bisa menemukannya” ucapku


Maya menariku ke lantai dansa


“ ayo menari bersama, lagunya sangat indah” ucap Maya


Lagunya tiba-tiba saja berhenti dan berganti dengan Lagu dansa, Tian berlutut dan mengajak Maya berdansa, Dion berlutut dan mengajak Shanti berdansa, semua orang berpasangan, aku berpikir untuk turun tapi ibas menarik tanganku, dia mengulurkan tangan dan mengajaku berdansa, aku pun berdansa dengan Ibas, aku berpikir akankah pertemanan ini berakhir setelah pesta ini usai, tapi ternyara aku bikan satu-satunya orang yang berpikir demikian, mereka juga memikirkan hal yang sama, kami berjanji sebisa mungkin untuk tidak menolak berkumpul bersama meski hanya sekedar minum kofi di cafe.


Pesta berakhir, Malam berganti menjadi pagi, aku bangun pagi hari dan olahraga seperti biasa, setelah berolah raga aku bingung harus melakukan apa, aku berpikir untuk pergi ke hotel dan mengajak Arnaf makan siang bersama sebagai ucapan terimakasih untuk bantuannya selama ini, setibanya di hotel aku melihat Arnaf, tapi dia mengabaikanku, dia melewatiku, aku menyapanya tapi dia bersikap seolah tidak mengenalku. Ini pertama kalinya Arnaf mengabaikanku, aku mengejarnya dan menarik lengannya untuk menghentikan langkahnya


“Arnaf “


“ Ada apa? Cepat katakan, aku tidak punya waktu untuk main-main denganmu?”


“ Arnaf ada apa denganmu?, kenapa kau bersikap dingin padaku? Apa aku membuatmu marah?”


Dia pergi tanpa menjawab satupun pertanyaanku, sangat menyebalkan. Lihat saja, aku tidak akan datang dan menemui Arnaf lagi sebelum dia datang dan menemuiku.

__ADS_1


__ADS_2