CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Masa Orientasi


__ADS_3

Aku bangun pagi, berolahraga, dan siap berangkat ke kampus, di tengah perjalanan Arnaf menelponku, ia meminta berkas-berkas mengenai perkembangan proyek, aku memutar arah dan pergi ke hotel, aku berlari ke ruanganku dan pergi ke ruangan Arnaf, Aku memberikan berkas itu padanya.


“Tunggu dulu maya, duduk dulu sebentar,” Ucap Arnaf


“Arnaf aku bisa terlambat ke kampus” Ucapku


“Kau ini panitia kenapa bersikap seperti mahasiswa baru” Ucap Arnaf sambil memaksaku duduk


“ Ini berkas perkembangan yang kau buat, aku harus memeriksanya dulu, aku dengar kau kembali dari lokasi sebelum waktunya, kau tau aku tidak suka jika ada kelalaian”


“ Arnaf cepat sedikit, aku harus bergegas,” ucapku


Ezzah masuk mengantarkan 2 cangkir teh dan kue


“ Ezzah aku tidak akan lama kenapa kau membuatkanku teh?, ambil saja kembali, kau saja yang minum” ucapku


“ sekertaris Ezzah, kau tidak perlu mendengarkannya dan terima kasih, silahkan kembali bekerja” ucap Arnaf


Ezzah meninggalkan ruangan sambil tersenyum.


“Arnaf... Aku tidak punya banyak waktu” ucapku


“sebentar lagi Maya, kau habiskan saja teh nya dulu” ucapnya


Aku mengirimkan pesan singkat pada Maya, dan mengatakan mungkin aku akan terlambat, aku menunggu sambil terus melihat jam


“Arnaf ini sudah setengah jam, tehku pun sudah hampir habis, apa kau masih belum selesai”


“Kau boleh pergi, tapi habiskan dulu tehmu”


Aku menghabiskan tehku dan bergegas pergi, saat aku membuka pintu


“ Maya” ucap Arnaf


“apa lagi sekarang” tanyaku


“Senyum” ucap Arnaf


Aku tersenyum dan pergi dari ruangannya, aku bergegas ke kampus, tapi saat tiba di sana pintu gerbang sudah di tutup, aku memanggil penjaga


“Pak wira, tolong buka pintunya, aku mau masuk” ucapku


“ maaf nona bisa tunjukan Name


Cartmu” ucap pak Wira


Aku mencari name cart ku tapi tidak ku temukan, aku ingat aku sudah membawanya,


“Pak Wira aku mahasiswi sini, kau tidak akan membukakan pintu untuku?” ucapku


“ Aku tau siapa nona, tapi semua mahasiswa dan mahsiswi di sini di liburkan selama masa orientasi, kecuali yang kuliah sore, hanya murid baru dan panitia yang diperbolehkan masuk” ucap pak Wira


“ Percumah saja, aku sudah mencoba membuatnya mengerti, jika aku yang terlambat 1 menit saja tidak diperbolehkan masuk apalagi kau yang terlambat 15 menit” Ucap seorang pria yang tengah duduk di pinggir pintu masuk


“ kau sudah di sini sejak tadi, apa kau mahasiswa baru” tanyaku sambil berjalan mendekatinya


Aku duduk di samping pria itu,


“ iya, kau datang ke kampus dengan mobil sport sepertinya kau anak orang kaya,” Ucap pria itu

__ADS_1


“ Aku bukan anak orang kaya, aku meminjam mobil itu dari temanku, dialah yang kaya” jawabku


“Kau tidak diperbolehkan masuk kenapa tidak pulang?” tanyaku


“ Aku berniat untuk pulang tapi mobilmu parkir tepat di depan motorku” ucapnya


“Aku akan memondahkan mobilku” ucapku


Aku hendak bangun tapi pria itu memegang tanganku


“ Tidak perlu, lagipula jika aku pulang sekarang aku pasti dipukuli ayahku, lebih baik aku menunggu di sini” ucapnya


Aku menelpon Maya tapi ponselnya sibuk, aku menelpon Toni dan mengatakan bahwa aku ada di depan gerbang tapi tidak bisa masuk karna aku tidak menemukan name cartku, tidak lama kemudian Toni dan Maya datang


“MY kau di sini dengan seorang pria” ucap Toni


Aku berjalan mendekati pagar


“jangan berpikir yang aneh-aneh Toni” ucapku


“ siapa pria itu?” tanya maya


“ Dia mahasiswa baru, dia terlambat 1 menit, apa kita bisa biarkan dia masuk” ucapku


“Pak Wira tolong buka pintu gerbangnya” ucap Maya


“Baiklah nona Maya” ucap pak wira sambil membuka pintu gerbangnya


“Cepat perkirkan mobilmu dan langsung ke gedung basket” ucap Toni


Toni dan Maya pergi, Aku bergegas naik ke mobilku


“hei kau, puntu gerbangnya sudah di buka apa kau tidak mau masuk?” ucapku


“ anggap saja kau sedang beruntung hari ini, ayo masuk, acaranya di gedung basket, dari parkiran motor ada tangga menuju ke bawah, di sana tempatnya” ucapku


Pria itu pergi dengan motornya, aku juga pergi memarkirkan mobilku, saat hendak masuk seorang dekan menyapaku, dia mengajaku berbincang soal materi yang belum keluar tapi mampu ku jawab dalam kuis beberapa waktu lalu, setelah dia pergi aku juga pergi, berjalan ke gedung basket saat aku masuk aku melihat para mahasiswa dan mahasiswi duduk di kursi penonton, pria itu juga ada di sana, dan para panitia berdiri di lapangan basket, entah mengapa semua orang melihatku dengan tatapan aneh, Toni melempar microfon ke arahku, aku menangkapnya dengan baik


“ hai nona kenapa kau lama sekali” ucap Maya


Aku berjalan mendekati para panitia, namun tatapan mereka masih tidak berubah


“ Kenapa kalian menatapku seperti itu, tenang saja aku tidak akan memakan kalian semua” ucapku sambil tersenyum


Semua orang tertawa mendengar ucapanku


“ kau sudah mencairkan suasana yang tegang diantara mereka MY” ucap Toni


“ hallo semua namaku Ma... Aww,,,


Aku belum selesai menyebutkan namaku, Maya tiba-tiba mencubitku, dan memberiku kode seakan iya berkata “ lihatlah ke pintu masuk” , aku memalingkan wajah dan melihat Arnaf di pintu masuk, dia berjalan mendekatiku, dia mengalungkan name cart ke leherku, dan memakaikan kemeja universitas di bahuku, semua orang terkejut dan langsung berbisik pada teman mereka, bergosip di depanku, dan itupun menggosipkan aku, aku bisa tau dari ekspresi mereka


“ Jika kau ceroboh seperti ini, aku akan selalu kau repotkan, apa kau tau itu!” Ucap Arnaf


“Tuan Arnaf terimakasih” ucapku sambil tersenyum


Arnaf melangkah pergi kemudian berbalik


“oh ya Maya! Nanti jam 4 ada rapat mengenai proyek kita, kau harus datang,” Ucapnya sambil berjalan pergi

__ADS_1


Aku hanya tersenyum kepadanya, aku melanjutkan tugasku sebagai panitia, pertama memperkenalkan diri, kemudian kami melakukan beberapa permainan dengan mereka untuk lebih mendekarkan diri dan membuat suasana lebih menyenangkan, kami juga makan siang bersama, acaranya selesai pukul 14:30, kemudian aku rapat dengan para panitia lain untuk membahas kegiatan besok, sementara para mahasiswa dan mahasiswi dibubarkan, rapat selesai dalam setengah jam, aku keluar dari ruang rapat dan hendak pergi, tapi beberapa mahasiswi menghadangku,


“tunggu kak MY” ucap salah satu mahasiswi


“ Kalian masih di sini?,” tanyaku


“ kami menunggumu, Ada yang ingin kami tanyakan padamu” ucap salah satu mahasiswi


Mereka saling berbisik dan saling menunjuk siapa yang akan mengajukan pertanyaan padaku


“ Katakanlah, kalian ingin bertanya apa? Aku tidak akan marah” ucapku


“ MY kekasihmu menunggumu di luar” ucap Dion sambil berjalan mendekati kami


“apa yang kau katakan Dion? Kekasihku? Di luar? Apa kau bercanda?, dan sedang apa kau di kampus?” tanyaku


“ aku ada kuliah sore hari ini, saat aku datang aku bertemu dengan Tuan Arnaf, tapi dia tidak sendiri” ucap Dion


Dion melihat ke jam tangannya


“MY aku pergi dulu, sampai jumpa” ucapnya sambil pergi dan melambaikan tangan


“Ka MY dan tuan Arnaf pacaran?” Ucap salah satu mahasiswi


“ tidak, tidak, kalian sudah salah faham, aku tidak ada hubungan percintaan dengan tuan Arnaf,” ucapku


“ Hai tukang bunga, sampai kapan kau akan meminjam mobilku” ucap Zian sambil berjalan mendekat


“ Zian... Ambil ini” ucapku sambil memberikan kunci mobil ke tangannya


“ oh ya, besok aku akan meninggalkan negara ini, malam ini datanglah ke hotel dan temani aku” ucap Zian


“ Astaga, kenapa ucapan itu terdengar seperti ucapan yang di katakan pada wanita tidak baik” ucapku menggoda Zian


Zian mencubitku sambil mengatakan “ jangan bicara sembarangan, kau itu wanita baik-baik dan jangan pernah coba-coba, jika kau macam-macam kami akan menguburmu hidup-hidup, aku hanya ingin makan malam denganmu sayang”


Aku dan Zian tersenyum bersama


“aku pergi dulu, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, jangan sampai terlambat. oke baby. “ ucap Zian sambil pergi


“ Kalau begitu kami pamit juga ka MY, sampai jumpa besok ka” ucap para mahasiswi


Aku hanya tersenyum pada mereka.


“ wah hebat aku tidak menyangka jika sainganku untuk mendapatkanmu begitu banyak” ucap Davin berjalan mendekat


“ Maya dia?” ucap Arnaf


“ Davin sejak kapan kau memiliki keinginan untuk mendapatkanku, aku peringatkan padamu jangan pernah coba-coba denganku, atau kau akan menyesalinya” ucapku dengan tegas


“ ayo kita pergi tuan Arnaf” ucapku sambil menarik Arnaf pergi


Saat hendak masuk mobil Arnaf , aku melihat Tian menarik tangan Shanti, aku meminta Arnaf menunggu kemudian mengikuti mereka, aku mendengar dan merekam pembicaraan mereka


“ Lepaskan tanganku Tian”


“ Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Davin, katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya Shanti”


“ Apa yang kau pikirkan Tian?, pembicaraan apa yang kau maksud?”

__ADS_1


“ Aku mendengar kau menolak Davin, kau merebut dia dari sahabatmu tapi kemudian kau menolak dia, kau pikir itu masuk akal, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Shanti?”


“Sebenarnya aku.......


__ADS_2