CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Mission Complete


__ADS_3

Aku, Arnaf dan Malik makan siang bersama kemudian aku mengantar keberangkatan mereka ke lokasi dari depan hotel, setelah itu aku memberi isyarat pada Ali untuk melakukan rencana selanjutnya.


Aku memberitahu Ezzah bahwa aku akan keluar untuk menemui temanku, aku meminta dia menghubungiku jika paman Rai sampai di kantor sebelum aku.


Aku mengirim pesan pada Adriana untuk mengajaknya bertemu di sebuah cafe, tidak ku sangkat dia datang dan menemuiku, aku melambaikan tangan untuk memberitahu Adriana bahwa aku di sini, aku memintanya untuk duduk dan memesan minuman,


“ kenapa kau mengajaku bertemu?” tanya Adriana


“ awalnya aku tidak ingin tau masalah rumah tanggamu, tapi pagi ini Malik menceritakan masalah kalian, katakan aku harus apa?”


“ Malik menceritakan masalah kami, apa yang iya katakan”


“ sama seperti yang kau katakan kemarin padaku, aku rasa ada kesalah fahaman diantara kalian yang harus di jernihkan”


Adriana bangun dari tempat iya duduk dan hendak pergi, aku memegang tangannya untuk mencegahnya


“ kau mau ke mana? Ke hotel? Menemui Malik, saat ini Malik dan Arnaf sedang pergi ke luar kota, jika kau tidak percaya padaku kau tanya saja pada Ezzah” ucapku dengan santai


Aku memberi isyarat pada Adriana untuk kembali duduk dan diapun menurutiku, aku menaruh tiket pesawat dan secerca kertas bertuliskan alamat di atas meja tepat di hadapan Adriana,


“Apa ini Maya?” ucapnya dengan nada curiga


“ Kau bisa melihatnya kan! Ini tiket pesawat ke negara F, negara asalku, pergilah ke sana, dan alamat itu, itu adalah rumahku, ada seorang wanita tua yang mengurus rumahku di sana, aku sudah memberitahunya bahwa kau akan datang, tenangkan dirimu dan selesaikan masalahmu dengan Malik”


“ bagaimana jika aku tidak ingin pergi”


“kau akan kehilangan suamimu selamanya, Ezzah sekertaris Arnaf sudah memesan tiket ke negara F untuk Malik, dia akan pergi ke sana setelah kembali dari luar kota ”

__ADS_1


“ Bagaimana kau berpikir aku akan menuruti perkataanmu”


“ kau menuruti perkataanku atau tidak itu adalah urusanmu” ucapku sambil tersenyum


Aku meninggalkan dia sendiri di sana dan kembali ke hotel


“ kau tidak tau, aku ingin dia menderita karna kehilangan orang yang sangat dia cintai, karna itu aku ingin kau pergi” ucapku dalam hati


Aku menemui Ezzah dan mengatakan bahwa aku membuat rencana untuk menyelesaikan masalah Malik dan Adriana, aku meminta bantuan Ezzah untuk berbohong jika Adriana menelpon, aku meminta Ezzah mengatakan pada Adriana bahwa dia sudah memesan tiket untuk Malik ke negara F untuk besok lusa, aku juga memintanya untuk mengatakan Malik akan menetap di negara F 2-3thn, tidak lama kemudian Adriana menelpon Ezzah dan Ezzah mengatakan semua yang aku perintahkan padanya


Aku menghela napas dan mengatakan


“ Rencana 2 selesai” Ucapku sambil tersenyum


“ rencana 2 apa Mahirah” ucap paman Rai yang tiba-tiba muncul di belakangku


“ Mahirah?, maaf tuan Rai kenapa kau memangil Maya dengan panggilan Mahirah” ucap Ezzah dengan terkejut


“ paman kenapa kau membuka rahasiaku, ayah melarangku untuk menggunakan nama itu selama tinggal di sini, dengar nona Ezzah yang cantik, tolong jangan beritahu siapapun tentang nama asliku ok” ucapku mencoba merayu Ezzah


Paman Rai tersenyum, begitu juga dengan Ezzah,


“ Baiklah nona Mahirah aku akan mengunci mulutku rapat-rapat” ucap Ezzah


“ jelaskan padaku rencana 2 apa yang kau maksud Mahirah” Tanya paman Rai


Aku mengajak paman bicara di dalam ruanganku dan mengatakan bahwa aku berencana untuk mendamaikan Malik dan Adriana, paman Rai terkejut karna dia juga ingin membicarakan Hal itu denganku, dia juga ingin aku membantu mereka berbaikan karna dia tidak suka melihat Malik dan Adriana bertengkar, paman bercerita bahwa dia melihat Adriana dan Malik saling berteriak, bertengkar hebat, Malik bahkan sampai menampar Adriana, dan paman tidak menyukai hal itu, aku meminta paman untuk tidak khawatir karna paman tidak akan melihat pertengkaran mereka lagi, setelah bicara padaku paman pergi ke ruangan Arnaf dan aku melanjutkan pekerjaanku, sore harinya aku mendapat telpon dari Ali, dia bilang Adriana melakukan apa yang aku katakan dia pergi ke bandara, aku bergegas ke ruangan Arnaf dan bicara pada paman Rai yang tengah sibuk dengan berkas-berkas yang Arnaf tinggalkan, aku bilang pada paman bahwa aku ingin mengantar Adriana ke bandara, dan aku ingin paman juga ikut denganku, dia setuju dan pergi denganku, setibanya di bandara, aku dan paman menemui Adriana, kami berbincang sebentar, di sisi lain aku melihat Ali dan Lusiana memberi kode bahwa dia siap untuk menyelesaikan rencana ke.3, tidak lama kemudian Adriana naik ke pesawat, aku dan paman mengantarkan Adriana dengan senyuman, setelah itu paman mengantarku pulang, setelah sampai, aku masuk rumah, setelah paman Rai pergi aku juga pergi, aku menemui pria yang berperan sebagai selingkuhan Adriana, aku bicara pada mereka, aku meminta mereka datang ke hadapan Malik saat Malik kembali dari luar kota dengan membawa kekasih mereka, dan mereka setuju setelah itu aku kembali ke rumah, selang beberapa waktu Ali menelponku, dia bilang bahwa dia membuat Adriana kehilangan kesadarannya setelah keluar dari bandara, dia memerintahkan seseorang untuk menyuntikan obat di kepala Adriana, obat yang akan membuat sebagian darah di otaknya membeku dan membuat dia kehilangan sebagian ingatannya, dan Ali juga mengirim Adriana kepulau terpencil di Negara F, pulau dimana jarang di datangi, kecuali oleh orang-orang yang ingin hidup menyendiri, tempat dimana hanya ada satu kapal ferry yang akan singgah selama satu jam dalam satu bulan dan itupun hanya untuk mengantar pasokan makanan, Ali mengatakan Adriana akan hidup layak dan bahagia di sana, karna dia mengirim seseorang untuk mengurusnya, ditambah lagi dia tidak akan mengingat apapun tentang Malik, dengan kata lain rencana ke.3 ku sukses besar, aku menyiapkan obat itu untuk diberikan pada Adriana karna aku tidak ingin dia menderita, sementara penawarnya ku simpan dalam brangkasku

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat, hari ini Malik akan kembali, Aku menelpon Ali dan menanyakan keadaan Adriana, dia mengirimkan foto Adriana padaku, di foto itu Adriana terlihat bahagia, hal itu membuatku tidak menyesali apa yang telah ku lakukan.


Aku pergi kehotel dengan wajah ceria, Arnaf dan Malik menyambutku di depan hotel,


“ hai nona, ada apa? Kau terlihat sangat bahagia, apa kau menang lotre?” tanya Arnaf


“ aku barusaja mendapatkan hadiah dari Ali, oh ya Malik kau juga akan mendapatkan hadiah dariku, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih” ucapku sambil pergi mendahului mereka


“ Tunggu maya apa maksud dari perkataanmu” ucap Malik berlari menyusulku


“ Hei Maya apa hanya Malik yang akan mendapat hadiah? Sementara Aku tidak?, ini tidak adil Maya” ucap Arnaf berlari menyusulku juga


Saat di lift baik Arnaf maupun Malik terus saja menggangguku mereka memaksaku untuk bicara tapi aku tetap dalam mode pertahanan dan tersenyum pada mereka, setelah keluar dari lift aku berjalan keruanganku dan mengatakan pada Malik untuk mengambil hadiahnya di tangan Ezzah, Malik pergi menemui Ezzah sementara Arnaf mengikutiku ke ruanganku, saat aku dan Arnaf tengah sibuk dengan berkas kami tiba- tiba Malik masuk ke ruanganku,


“ Apa maksud dari tiket ini Maya” ucap Malik


“ Pergilah ke negara F dan temui adriana di alamat itu, selesaikan kesalahfahaman kalian dan bersenang-senanglah dengannya, oh ya selesaikan pekerjaanmu sebelum kau pergi, pesawatnya akan berangkat sore jika kau tidak bergegas pekerjaanmu tidak akan selesai” ucapku sambil menulis laporan bersama Arnaf


“ aku tidak mau pergi” ucap Malik


“ Aku sarankan kau pergi saja Malik” ucap Arnaf


“ Aku sudah bilang aku tidak mau pergi, jadi aku tidak akan pergi” ucap Malik


“ kau pergi atau tidak itu urusanmu, tapi sekarang aku dan Aenaf tengah sibuk bisakah kau tidak mengganggu kami” Ucapku


“ Masih ada waktu hingga sore, jika kau berubah pikiran langsung saja pergi tidak usah memberi tahu kami” ucap Arnaf

__ADS_1


Malik pergi dari ruanganku, waktu berlalu, pekerjaanku dan Arnaf masih tersisa banyak, Aku mengajak Arnaf untuk makan siang dulu, aku juga mengajak Malik, saat tengah makan siang tiba-tiba malik melempar garpu dan pisau yang iya pegang, iya bangun dari tempat iya duduk, iya menghampiri seorang pria dan hendak memukul pria itu, tapi Arnaf menghentikannya, Malik mengatakan bahwa pria itu adalah pria yang selingkuh dengan Adriana, pria itu menjelaskan bahwa dia tidak mengenal Adriana dan apa yang dia pikir benar itu adalah kesalahan, Malikpun tau bahwa dia sudah salahfaham pada Adriana, dia bergegas pulang ke rumah dan mengatakan bahwa dia akan pergi ke negara F untuk menemui Adriana dan memperbaiki segalanya, aku dan Arnaf mengantarnya ke bandara, keesokan harinya paman Rai meminta Arnaf untuk pulang dia bilang bahwa Malik dalam keadaan sangat kacau, dan dia juga mengunci diri di kamarnya.


“ Mission complete... Akhirnya kau merasakan apa yang aku rasakan 5thn lalu karna ulahmu Malik... Aku mencintai caramu hancur dan menderita hahaha....


__ADS_2