
Keesokan harinya.
Aku terbangun sambil tersenyum, orang bilang senyum di pagi hari akan membawa keberuntungan, suasana hangat dari kamar hotel membuatku merasa segar, sinar matahari yang masuk dalam kamar membuatku bersemangat.
Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke balkon.
Pemandangan yang indah terpampang nampak di depan mata,
“Selamat pagi dunia...”
‘tring...Room service comeing’
Aku terkejut mendengar suara bel kamar yang tidak biasa,
Pasti pak abdul yang datang..
Aku membuka pintu, dan benar saja iya datang dengan seorang pelayan
“Anda ingin minum jus, kopi atau teh?” ujar pelayan itu
“ini adalah bagian pelayanan kamar, setiap kamar mendapatkan minuman selamat pagi dari hotel, karna nona hendak berolahraga ku rasa lebih baik nona minum jus .” ujar pa abdul
“baiklah, terimakasih” ucapku sambil mengambil jus yang
Setelah aku mengambil jus pelayan itu tersenyum dan pergi
“Pak abdul, paman bilang kau akan mengantarku berolahraga, aku akan bersiap, apa kau bisa menunggu” ucapku pada pa abdul
Ia tersenyum sambil menganggukan kepala
Aku masuk ke dalam dan bersiap
Membasuh wajah, sikat gigi
Saat keluar kamar mandi aku baru tersadar, aku tidak ada persiapan untuk menginap, aku tidak mungkin olahraga dengan pakaian semalam, atau baju tidur yang diberikan pak abdul semalam yang masih melekat di tubuhku, aku membuka pintu, menghampiri pak abdul
“Pak abdul maafkan aku sepertinya...
Belum selesai aku bicara pak abdul mengeluarkan tangannya yang iya sembunyikan di belakang tubuhnya, nampak iya membawa sebuah kotak pakaian
“Ini yang anda butuhkan nona” ucapnya
Aku terkejut melihat itu, wah...luar biasa, Aku merasa di layani seperti ratu, semalam iya memberikan pakaiyan tidur dan sekarang pakaiyan olahraga, aku kembali masuk dan mengganti pakayanku, setelah selesai bersiap aku keluar
“pak abdul let’s go”
Pak abdul tersenyum dan menunjukan jalan
Sampailah aku di taman hotel, pintu gerbang taman yang terbuat dari pepohonan yang dibentuk seperti gerbang selamaat datang, nampak begitu banyak yg melakukan olahraga pagi, berlali di jalan, bersepeda, ada juga yanf menggunakan sepatu roda, bunga-bunga menghiasi pinggir jalan, udara yang segar, matahari yang hangat, pepohonan besar yang dikelilingi rerumputan, nampak beberapa orang yang sedang berbaring sambil memegang buku dan mendengarkan musik, ada juga yang duduk beristirahat setelah lelah berolahraga, beberapa kedai yang menyediakan jus segar dan buah potong, pemandangan yang indah,
“silahkan nona, aku akan menemani sambil menjelaskan,, “ bicara sambil berjalan
“taman ini dibuat untuk tempat olahraga oleh tuan arnaf, beliau juga yang mendekorasi tempat ini, tempat ini dilindungi dinding kaca yang mengatur suhu matahari yang masuk dan melindungi dari hujan, mengatur agar suhu tetap hangat meski di luar hujan, dan mengatur kesejukan saat matahari terik, jadi apapun yang terjadi di luar udara di tempat ini akan selalu stabil seperti ini, hangat dan sejuk.
Ada kedai setiap 4 meter, mereka menyediakan jus dan buah segar, karna ini tempat olahraga kau tidak akan menemukan makanan lain.
Di sini tidak ada kursi, jadi saat kau lelah kau bisa duduk di atas rerumputan, tenang saja hotel menjamin kebersihannya, kau lihat orang-orang yang memakai pakaian putih, mereka adalah petugas kebersihan, mereka bekerja setiap saat .
Ada tangga di samping pintu keluar, itu adalah tangga menuju ruang fItness, ada alat-alat olahraga dan juga senam, berbagai senam di lakukan kau bisa melihat daftar dan jadwalnya saat pertama masuk, aku rasa aku sudah menjelaskan segalanya jadi aku mohon pamit, aku akn melanjukan pekerjaanku, selamat berolahraga nona” ucapnya
“Terimakasih pak abudul, aku merasa senang dengan pelayananmu,, pak abdul boleh aku meminjam uangmu, aku lupa membawa uang” ucapku dengan wajah memelas
Ia tersenyum, dan memintaku menjulurkan tangan kananku,dia memasangkan sebuah jam digital.
“apa ini pak abdul?” Tanyaku
“jam ini adalah akses anda, maaf saya lupa memberikannya, jam ini diberikan bersama kunci kamar saat tamu datang, terdapat kode di dalam jam, tidak ada pembayaran tunai di hotel kami, saat kau berada di hotel ini kau bisa mendapatkan apapun tanpa membayarnya, kau hanya perlu melakukan enter code dari jam tangan, semua tagihan akan masuk ke holet, dan di bayar saat cakout, jam ini hanya berlaku di lingkungan hotel, di luar hotel jam ini tidak akan berguna sama seperti jam biasa, ada tombol merah di sampingnya, ini adalah tombol darurat, kau bisa menekannya saat kau tersesat atau berada dalam bahaya sinyalnya akan sampai kepada petugas keamanan, mereka akan datang dan membantumu, jam ini harus selalu ada di tanganmu, jangan sampai hilang, nanti kau bisa kembalikan jam dan kunci kamar padaku saat kau akan pergi, oh ya.. Aku hampir lupa, tekan jam itu dengan telunjukmu selama 10 menit, untuk memasukan sidik jarimu, agar selai nona tidak ada yang bisa menggunakannya, setelah itu slid 3 kali dan pilih olahraga di aktifitas anda, jam akan menunjukan waktu, detak jantung, kadar air, tensi darah dan semua informasi yang dibutuhkan oleh anda saat berolahraga, kalau begitu aku pamit nona, selamat berolahraga” ucapnya
__ADS_1
Kemudian pak abdul pergi, dan aku mulai lari dengan perlahan,
Ini luar biasa, aku bertanya-tanya aku ini ada di dunia atau ada si surga? Tempan ini benar-benar indah, aku belum pernah melihat surga tapi tempat ini benar-benar surga dunia, sangat sesuai dengan nama hotelnya, tidak heran tuan malik kalah oleh adiknya, tuan arnaf menggunakan teknologi canggih untuk menciptakan surga di dunia
Lelah berlari aku berbaring di rerumputan, sinar matahari menyinari wajahku, aku benar-benar puas menikmati pasilitas hotel, tidak heran hotel ini selalu penuh meski harga kamar di sini 2 kali lebih mahal dari hotel bintang 5 yang lainnya
Entah sudah berapa lama aku berbaring,, samar-samar aku mendengar 2 orang pria sedang berbincang
“dia orangnya?”
“Iya dialah orangnya”
“apa kau yakin”
“Aku yakin Tuan muda arnaf, kemarin siang aku bertemu dengannya di jalan, aku yang mengantarnya kemari, dan aku juga ada di sana saat dia bertemu ayah”
“apa kai tau kenapa wanita ini menemui ayah?”
“Aku tidak tau kenapa dia menumui ayah, Kau tidak mengenal gadis ini? Aku pikir kalian saling mengenal, kau ingat saat di lift kemarin? Dia menghindarimu kemarin dan dia juga mengatakan jika ia bertemu denganmu akan ada masalah besar”
“Dia mengatakan itu, di sisi lain dia selalu mengikutiku, dia bahkan sampai ke depan kamarku, tapi di depanmu dia menjelekan aku, wahhh... Wanita ini benar-benar berbahaya”
Aku membuka mataku, kedua wajah tampan berada sangat dekat dengan wajahku, kepala mereka menghalangi sinar matahari dari wajahku
“aku ini berada di surga atau masih di dunia, tadi aku melihat pemandangan indah dan sekarang aku melihat 2 pria tampan di depanku, aku pasti sedang bermimpi”
Aku kembali menutup mataku,
Aku bangkit dan kembali membuka mataku
“Kenapa dahiku sakit, seperti habis terbentur benda keras” ucapku
“ tentu saja sakit, dahimu terbentur dengan dahi kami sampai kami terjatuh” ucap seorang pria
“Kau pria menyebalkan, tutup mulutmu, aku tidak ingin mendengar suaramu, ataupun bertemu denganmu, karna di mana ada dirimu di situ pula ada masalah” ucapku dengan kasar pada pria menyebalkan
“ tuan malik kau di sini juga, apa kau dahimu sakit, tolong maafkan aku aku tidak melakukannya dengan sengaja, ada apa kenapa kau menatapku seperti itu?” ucapku dengan lembut pada tuan malik
“kau bicara kasar padaku tadi tapi nada bicaramu langsung berubah 180° saat kau bicara padanya, apa kau tau siapa aku, Aku Arnaf Raizada, presdir di hotel ini” ujar pria menyebalkan
“pria menyebalkan, kau Arnaf Raizada presdir hotel ini, tidak mungkin, paman Rai tidak mungkin memiliki anak yang sangat menyebalkan seperti dirimu” ucapku dengan nada tak percaya
“Itu benar nona, dia memang tuan muda Arnaf Raizada, kalou boleh tau kau ini siapa? , apa hubunganmu dengan ayah? “ ucap tuan malik
“dia benar-benar Arnaf,, oh tidak, jika dia benar Arnaf akan sulit bagiku untuk bernegosiasi dengannya” ucapku
“negosiasi... Negosiasi apa? Dan kenapa kau tidak menjabaw pertanyaan kakak ku, siapa kamu? Apa hubunganmu dengan ayah kami?” ucap arnaf
Haruskah aku beritahu mereka siapa aku sebenarnya, aku takut itu akan mempersulit jalanku...
“Maya kau disini rupanya, aku mencarimu ke mana-mana,”ucap nyonya hes
“Nyonya hes, maaf aku tau kau pasti merasa khawatir, tadi aku mau pulang tapi mereka menggangguku” ucapku sambil menunjuk pada Arnaf dan Malik
__ADS_1
Nyonya hesti menjewerku sambil mengatakan
“Mereka mengganggumu kau bilang? Aku sama sekali tidak percaya, kalaupun iya pasti kau yang memulainya, katakan padaku apa kau tidur di atas rerumputan lagi, dasar anak nakal sudah berapa kali aku mengatakan, jangan tidur diatas rerumputan.”
Tuan Arnaf, tuan malik aku minta maaf atas prilakunya, dia memang sedikit nakal tapi hatinya baik”
“maaf nyonya hesti, aku tidak ingin ikut campur dalam caramu mendidiknya, tapi menjewer telinganya di depan umum itu tidak baik” ujar Malik
Aku tersenyum dengan wajah malu-malu
“Baiklah,, sekarang aku akan mengajaknya pulang, ayo maya kita pulang” ucap nyonya hesti
“Nyonya aku masih ingin melihat kemegahan hotel ini, lagipula aku tidak tau apa aku bisa menginjakan kaki di sini lagi atau tidak, setidaknya izinkan aku berkeliling kali ini ,” ucapku dengan wajah memelas
“Aku akan mengajaknya berkeliling, lalu mengantarnya pulang, kau tidak perlu hawatir” ucap Arnaf
“kau sungguh baik hati tuan muda, aku sangat berterimakasih, maaf sudah merepotkanmu, aku percayakan maya padamu” Ucap nyonya hesti
Setelah mengatakan hal itu nyonya hesti berpamitan untuk pulang, Tuan malik pun berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya, ini menyebalkan, kenapa tida tuan malik saja yang mengajaku berkeliling, Arnaf pasti sengaja mencari muka, aku sangat membencinya, dia sangat menjengkelkan, aku bahkan tak sudi memanggilnya tuan, kenapa dia berbeda dari Tuan Malik dan paman Raizada, tapi ya sudahlah nikmati saja...
Aku berjalan mengikutinya meski aku tak begitu yakin ia akan benar-benar mengajaku berkeliling.
Entah setan apa yang merasukinya, aku melihat sisi baik dari dirinya, dia benar-benar membuatku merasa bersafari di tempat yang indah, mulai dari restoran yang beraneka ragam, dari yang menyediakan makanan dalam dan luar negri, restoran yang disediakan untuk seorang penyendiri, restoran keluarga, sampai ada restoran khusus untuk makan malam romantis, cafe untuk nongkrong,, mall yang menyediakan berbagai pakaian baik dari dalam negri sampai pakaian adat luar negri, bioskop, tempat pertunjukan teater, galeri lukisan, galeri tembikar dan galeri foto, tempat untuk karoke dan club , semua tempat memiliki keindahan tersendiri , rasanya isi seluruh dunia ada dalam hotel ini,, rasanya aku tak ingin pergi...
Setelah puas berkeliling dia memintaku istirahat di lobi hotel,
“Kau pasti lelah istirahatlah sebentar aku akan menyiapkan mobil dan mengantarmu pulang” ujarnya dengan lembut
Beberapa saat kemudian seorang wanita mendekatiku
“Nona aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin, seharusnya aku tidak membuatmu menunggu begitu lama, aku bawakan ice cofe sebagai permintaan maaf, aku harap anda tidak mengadukan aku pada tuan muda,” ujar wanita itu
“Aku terima ice cofe yang kau berikan, aku tidak bisa berjanji untuk tidak mengadukan perbuatanmu, tapi aku akan menjamin kau tidak akan di pecat karna kesalahanmu” ujarku dengan nada sombong
“ada apa? Apa ada masalah” tanya arnaf
“maafkan aku tuan, aku kemarin menbiat tamu anda menunggu begitu lama” ujar wanita itu sambil menunduk
Wanita yang aneh, dia memintaku untuk tidak memberitau kesalahannya pada Arnaf tapi dia sendiri malah mengatakannya...
“Apa? Jadi kau yang membuatnya menunggu selama 2 jam?” tanya Arnaf dengan nada tinggi
“kau... Kau...berani sekali melakukan itu,,” berkata dengan nada mengancam
“Icchh...seharusnya kau menendang jauh wanita mesum ini” Ucapnya sambil tersenyum
Iya berlari
“Arnaf,, kau mulai lagi... Awas kau ya!” Ucapku
Akupun mengejar Arnaf, di kaca pintu aku melihat wanita itu meneetawakan tingkah kami yang seperti anak kecil,
Aku keluar dan Arnaf memintaku naik ke mobil sambil mengejek,, wanita itu terus menatap kami sampai kami pergi...
Sepanjang perjalanan dia terus mengejeku dan aku terus saja mencubit tangannya...aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya, meski terkadang ia menyebalkan, tapi dia pria yang baik.
Waktu terus berjalan, Arnaf sudah pergi setelah mengantarku, tetapi aku masih terus mengingat dia sambil tersenyum..ini gila,,, untuk pertama kalinya aku melupakan tujuan dan kepedihanku,,
Ini tidak boleh terjadi, aku harus fokus, aku harus sukses dalam tujuanku, setelah itu aku baru bisa memikirkan kesenangan...
“Aku tak peduli,,, jika aku harus menjadi wanita gila....
__ADS_1