
Arnap kemudian menatapku dan mencium bibirku dengan paksa
“Apa aku terlihat sedang bercanda switty?”
Aku menggelengkan kepala dan memeluknya dengan erat, dia membisikan kata cinta di telingaku, aku merasa sangat bahagia hingga menitihkan air mata,
“Dasar kau gadis bodoh, aku begitu mencintimu, kenapa kau tidak bisa menyadarinya, aku sudah katakan bukan, aku tidak bisa meninggalkan dirimu, aku akan memberimu pelajaran dan ini adalah pelajaran dariku Jangan pernah lupakan ini”
“Apa kau sangat suka mempermainkan diriku”
“aku tidak mempermainkan dirimu, aku hanya tidak sempat mengatakan padamu bahwa aku mencintai Maya, dan kau tahu Maya itu adalah dirimu sendiri, Awalnya aku berpikir aku mencintai orang lain, tapi aku senang karena ternyata Maya yang aku cintai adalah wanita yang sudah kucintai sejak lama, aku senang karna Mahirah dan Maya adalah kau”
“ Bagaimana ini bisa terjadi”
“ ini adalah takdir dan aku menyukai takdir ini, switty Jangan pernah meninggalkanku, berjanjilah padaku, aku tidak pernah mengatakannya, dan hari ini aku akan mengatakannya padamu, Mahirah Yaqzanah Windarwan aku mencintaimu, Maukah kau menikah denganku?”
Aku menganggukan kepala dan mengatakan
“aku juga sangat mencintaimu” kami berpelukan sangat lama,
__ADS_1
“Tunggu dulu,( ucapku sambil melepas pelukannya) jika kau begitu mencintaiku, kenapa kau tidak menepati janjimu 5thn lalu?”
“ aku menepati janjiku switty... Aku tidak berbohong padamu, hanya saja....sudahlah lupakan”
“Ceritakan padaku cote”
“Baiklah... Aku pergi ke negara F untuk menemuimu, dan melamarmu di bawah Menara Cinta, karna terlalu bersemangat aku berangkat 2 hari sebelumnya, setelah tiba di sana, aku pergi ke hotel untuk menaruh barang-barangku, aku pergi berbelanja seharian, aku mencari pakaian untuk aku kenakan dan hadiah untuk ku berikan padamu, keesokan harinya aku pergi ke salon untuk merapihkan penampilanku, aku ingin saat kau melihatku kau akan terpesona, setelah pulang dari salon aku menyadari ada seseorang yang mengikutiku, aku berhasil mengecohnya, aku pikir aku berhasil lepas darinya, keesokan harinya, aku bersiap untuk menemuimu dengan pakaian yang rapih, seikat bunga di tangan dan sebuah kado, aku melihatmu dengan pakaian pengantin yang indah membelakangiku, aku berjalan mendekatimu, sebelum aku bisa bertemu denganmu ada seseorang yang membekapku dari belakang, saat aku sadar aku sudah ada di sebuah gudang dengan keadaan kaki dan tanganku terikat di kursi, aku berusaha melepaskan diri tapi tidak berhasil, aku melihat seorang anak tergeletak di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri, aku berusaha membangunkannya untuk meminta bantuan darinya, saat dia bangun, dia menangis, aku melihat wajahnya dipenuhi luka lebam, aku bertanya apa yang terjadi padanya, dan dia mengatakan, dia mencari ibunya yang pergi meninggalkannya dengan ayahnya, tapi dia mendapati ibunya sudah tiada, dia mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada ibunya dan dia mengetahui kenyataan bahwa ayahnyalah yang melenyapkan ibunya, saat dia bertanya pada ayahnya dia dipukuli, dia di seret ke gudang, sepertinya dia di pukuli hingga pingsan, aku mengatakan padanya jika dia membantuku pergi dari sana, aku akan membantunya juga, dan dia setuju”
“ cote siapa anak itu?”
“ Anak itu bernama Rifay, dia membantuku melepaskan ikatan dan kami kabur bersama, namun pria itu mengejar kami berdua, dia berhasil menangkap Rifay dan saat dia hendak memukuli Rifay aku berusaha melawannya hingga aku terluka parah, Rifay yang melihat kepalaku yang berlumuran darah berlari meninggalkanku, aku pikir dia adalah seorang penghianat tapi tidak lama kemudian dia kembali dengan memegang pisau, dia menarik pria itu dan kemudian menusuknya berkali-kali hingga pria itu tiada, setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi, tiba-tiba duniaku menjadi sangat gelap, saat aku bangun aku sadar aku kehilangan penglihatanku, saat itu aku berpikir bahwa mungkin aku akan kehilanganmu untuk selamanya, aku tidak bisa menerima diriku yang cacat, karena itu aku tidak pernah memberitahumu, ataupun mencoba meneleponmu, kemudian paman datang padaku, dia bilang dia akan mengajakmu menemuiku tapi aku mengatakan pada ayah dan Paman windar untuk tidak mengatakan padamu apa yang terjadi, aku membiarkan dirimu membenciku, saat itu aku pikir akan lebih baik jika kau membenciku, karena jika kau bisa menerima diriku yang cacat, aku tidak bisa menerima itu, Aku tidak ingin kamu mendapatkan pria yang cacat seperti diriku”
“ Semua yang terjadi memaksa kita terpisah sayang, kau tau saat aku keluar rumah sakit, aku bertanya tentang Rifay, ayah bilang dia di penjara karna membunuh ayahnya sendiri, saat itu aku baru tahu bahwa pria yang memukulinya dan menyekap kami adalah ayahnya, aku meminta ayah untuk melepaskan dia dari hukuman, karna dia melakukan itu untuk menyelamatkanku, dan ayah membantuku, setelah keluar dari penjara Rifay menjadi temanku, aku meminta ayah untuk mengijinkan Rifay tinggal bersama kami dan memberikan namanya pada Rifai, tapi ayah menolak keras hal itu, aku bingung kenapa ayah bersikap seperti itu, tapi ibu menjelaskannya padaku, ibu bilang bahwa sebenarnya Rifay adalah sepupuku, ibunya Rifay adalah adik ayah, kakek dan nenek tidak mengijinkan bibi untuk menikah dengan paman, bibi akhirnya memilih untuk kawin lari, dan sejak saat itu ayah tidak pernah bertemu lagi dengan bibi, hingga suatu hari bibi datang kehadapan ayah, nenek dan kakek dalam keadaan sekarat, tidak lama kemudian dia meninggal, setelah bibi meninggal, nenek sangat sedih mendapati putrinya tersiksa karna suaminya sendiri, hingga dia jatuh sakit, tidak lama kemudian nenek juga meninggal, dan kakek juga ikut meninggal, kematian yang beruntun memberikan duka yang dalam untuk ayah, saat itu aku tidak tau apa-apa, karna aku sedang di asrama, ayah hanya mengabari kabar lewat telpon, aku tidak di ijinkan pulang karna sedang ujian, meski tau bahwa Rifai adalah keponakannya ayah tidak pernah bisa menerimanya, karna dalam diri Rifay mengalir darah paman”
“ cote apa kau tau kenapa pamanmu jahat padamu”
“Ya aku tahu, kakek memberikan semua hartanya pada Ayah, paman sangat marah karna hal itu, dia berpikir bahwa dia juga berhak atas harta kakek, karna dia adalah menantu kakek”
“ bagaimana kau bisa tau?”
__ADS_1
“ ibu yang menceritakannya padaku, apa lagi yang ingin kau ketahui sayang?”
“ Cote di mana Rifay berada sekarang”
“ Kau ingin tahu? ( aku menganggukan kepalaku) Rifay hidup bahagia sebagai Malik Raizada”
“Malik?”
“ aku berusaha keras membujuk ayah, akhirnya ayah setuju tapi dia mengajukan syarat, Rifai harus memberikan namaku pada Rifay dan mengganti namaku, aku tidak tau kenapa ayah melakukan itu, meski begitu aku dan Rifay sama sekali tidak keberatan,”
“Aku tau kenapa cote, karna paman tidak ingin kau dilukai, jika suatu saat sodara pamanmu datang untuk membalas dendam kau akan tetap aman sementara Maliklah yang akan celaka, ayahmu menjadikan Malik tameng untuk melindungimu” ucapku dalam hati
“Kenapa kau melamun, apa yang kau pikirkan”
“ Aku berpikir bagaimana kau bisa melihat dengan normal sekarang?”
“Aku bisa melihat setelah 2 tahun, aku baru mendapatkan donor mata saat itu, aku mulai mencarimu saat aku bisa melihat lagi, aku berharap bisa melihatmu dan meminta maaf untuk apa yang telah terjadi, meski itu bukan murni kesalahanku tapi kau pasti terluka, saat aku datang ke rumahmu kau sudah tidak ada di sana, aku sangat sedih saat itu, tapi aku sangat bahagia karna bisa menemukanmu lagi, hal buruk sudah terjadi diantara kita, entah sudah betapa banyak air mata yang kita keluarkan, kini mari kita buat cerita bahagia kita...”
Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍
__ADS_1