CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Sahabat Baik Ayah


__ADS_3

Ini menyebalkan, aku semakin merasa tidak nyaman


Kenapa pria paruh baya itu menatapku seperti itu, dia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajahku, ini tidak mungkin, apa dia tau aku berbohong? Apa dia tadi mendengar ucapanku pada tuan malik?



“Ahhh...kenapa kau menatapku seperti itu dan membuatku tidak nyaman”



Sontak saja aku berteriak dan bicara dengan nada tinggi



Semua pegawai di sana melihat ke arahku, seolah bertanya-tanya apa yang terjadi, pria paruh baya itu tiba-tiba tertawa , pria yang anen, bukankah seharunya ia memarahiku, cara bicara ku sungguh tidak sopan, seharusnya aku tidak melakukan itu,



“jika aku tidak salah dengar, tadi kau bilang ingin menemuiku, boleh aku tau siapa namamu dan ada urusan apa kau mencariku?” tanyanya



“Tolong maafkan aku tuan, sebenarnya aku kemari untuk menemui tuan arnaf, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya” jawabku



“siapa namamu?” tanyanya lagi



“Mamaku Mahirah Yaqzhanah...”jawabku



“windarwan.... Aku sudah menunggumu sejak kau datang ke kota ini,, 6 bulan yang lalu , kenapa kau baru menemuiku sekarang? Apa kau sudah bertemu dengan Arnaf? “ ujarnya



“tuan, mengenal ayahku?” tanyaku dengan terkejut



“ Namaku Raizada , aku adalah sahabat ayahmu,, jangan panggil aku tuan, panggil aku paman saja nak” jawabnya



Paman raizada mengajaku naik ke ruang presdir, disana dia menceritakan persahabatannya dengan ayah,, bagaimana mereka saling mengenal, masa-masa sekolah mereka, sampai soal kekasih pun di ceritakan, paman bilang bahwa ia sudah 5thn tidak berhubungan dengan ayah, dia sangat merindukan kebersamaan nya dengan ayah, kami berbincang sambil tertawa bersama,

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 8 malam, tak terasa kami sudah mengobrol begitu lama, aku melihat ponsel dan ada 20 panggilan tak terjawab dari ayah dan 10 panggilan tak terjawab dari nyonya hesti, karna asyik mengobrol aku sampai tidak menyadari ada panggilan masuk, mereka pasti khawatir karna aku belum pulang, akurasa nyonya hesti sudah memberitahu ayah karna aku tidak mengankat telponnya, paman memintaku menelpon ayah, iya menjauh dariku dan bicara dengan ayah, entah apa yang mereka bicarakan


Setelah selesai bicara dengan ayah, paman mengatakan aku malam ini aku harus menginap di hotel, sejujurnya aku tidak merasa yakin, meski ia adalah sahabat ayah tapi aku baru bertemu dengannya, aku rasa aku juga tidak enak menolak tawaranya , lagipula ayah juga sudah setuju dengan hal itu, jadi kurasa mungkin tidak masalah.


Aku berjalan dengan paman di lorong, di antara kamar-kamar hotel, tiba-tiba ia berhenti di depan satu kamar, dia memintaku menunggunya, iya menjauh dariku kemudian menelpon seseorang, tiba-tiba aku merasakan perasaan yang aneh, sepertinya ada seseorang yang menatapku, sebuah tangan tiba-tiba jatuh di pundaku, aku tidak mendengar langkah kaki, dan aku juga yakin sejak tadi hanya ada aku dan paman di lorong, aku enggan berbalik, aku memejamkan mata,


‘Apa di hotel semegah ini ada hantu’ ucapku dalam hati


‘oh tidak dia memengang kedua bahuku, ya tuhan lindungi aku,,’ucapku lagi dalam hati


Dia membalikan tubuhku, aku merasa semakin takut



“Apa kau menungguku untuk menciumu dan membawamu masuk kamar wa ni ta mesum?” ucap seorang pria



Aku membuka mata, aku terkejut dengan apa yang kulihat, wajahnya tepat di depan wajahku



“Aich...pria menyebalkaaan.... kau benar-benar seperti hantu” ucapku sambil mencubit pinggangnya



“Aku tau kau mengikutiku, luar biasa kau bahkan bisa sampai di depan kamarku, tapi maaf sayang, malam ini aku harus mengecewakanmu, aku punya banyak pekerjaan” ucapnya sambil membuka pintu dan masuk ke dalam kamar dan tersenyum mengejek



“maya...kau bicara dengan siapa? Ucap paman Rai



“Hanya pria menyebalkan yang seperti hantu” jawabku sambil tersenyum



“Pria menyebalkan” Ucap paman sambil tersenyum


“ah itu dia datang” sambungnya



Seorang pria menghampiri kami,


__ADS_1


“Bukankah kau pria yang mengantarku ke lift” ucapku dengan yakin pada pria itu



“dia abdul kadir, kau bisa memanggilnya pa abdul, dia adalah kepala menejer, kau bisa minta bantuannya jika datang kemari, dia akan membantumu, benarkan pa abdul? Ucap paman Rai


Pa abdul hanya mengangguk sambil tersenyum


Aku benar menilainya, saat pertama bertemu dia di lobi aku sudah tau, dari sikap dan pakaiyan yang ia kenakan iya pasti seorang menejer,


Pa abdul berpamitan untuk pergi dan melanjutkan pekerjaannya


Tunggu dulu kenapa paman membuka kamar ini, kamar yang tepat di depan kamar pria menyebalkan



“paman apa aku akan tinggal di kamar ini?” tanyaku



“Iya kau akan tinggal di kamar ini, semua kamar sudah penuh kecuali yg ini, masuk dan beristirahatlah,” ucap paman Rai



Aku tidak punya pilihan, aku tidak bisa menolak paman, aku masuk ke dalam kamar, dan paman menyerahkan kuncinya sambil mengatakan



“ayahmu memberitauku, kau suka olahraga pagi , besok pagi pak abdul akan kemari dan mengantarmu untuk olahraga pagi, ok! Semoga tidurmu nyenyak, selamat malam “



Sambil tersenyum ia menutup pintu dan pergi


‘Apa yang sebenarnya sedang terjadi, pria menyebalkan tinggal di depan kamarku, aku tinggal satu atap dengannya, ini membuatku kesal, dan apa yang tadi iya katakan ,aku mengikuti dia, itu tidak mungkin, Mahirah Yaqzhanah Windarwan tisak tertarik pada pria menyebalkan seperti dia, tapi dia benar-benar seperti hantu, ada dan tiada begitu saja’ gumamku sambil berbaring diatas tempat tidur,


Aku memejamkan mata dan berharap hari esok yang lebih baik, semoga esok aku tidak bertemu dengan peria menyebalkan itu.






'Aku ini berada di surga atau di dunia...

__ADS_1



__ADS_2