
Pekerjaan masih menumpuk tapi aku merasa sangat lapar, Aku mengajak Arnaf untuk makan siang dulu, dan iya pun setuju, aku melihat Malik keluar dari ruangannya, aku juga mengajak Malik bergabung bersama kami,
“Tiket sudah di berikan pada malik tapi hadiah sebenarnya masih belum sampai, sebenarnya dimana mereka berdua” Ucapku dalam hati sambil diam-diam melihat ke kanan dan kiri,
saat tengah menikmati makan siang tiba-tiba malik melempar garpu dan pisau yang iya pegang,
“ Hadiahku sudah datang rupanya” Ucapku dalam hati
Malik bangun dari tempat iya duduk, berjalan menghampiri seorang pria, Arnaf pun bergegas menyusul Malik, dia hendak memukul pria itu, tapi Arnaf menghentikannya,
“ Malik apa yang akan kau lakukan,” ucap Arnaf sambil menahan tangan Malik yang hendak mengenai seorang pria
Pria itu terkejut dengan tindakan Malik, wanita yang bersamanya langsung berdiri, menarik pria itu menjauh dari Malik dan berdiri di depan pria itu
“ apa yang kau lakukan tuan? Kenapa kau ingin memukul suamiku, apa salah dia padamu” ucap wanita itu
“ Apa salah suamimu? Kau tanyakan saja padanya” ucap malik dengan nada tinggi
Wanita itu melihat pada pria itu
“ Aku tidak melakukan kesalahan apapun sayang” ucap pria itu
“ Kau sudah berselingkuh dengan istriku dan kau bilang kau tidak melakukan kesalahan, apa kau tidak punya rasa malu” Ucap Malik dengan emosi
Arnaf menahan tubuh Malik karna takut Malik menyakiti pria itu, aku memegang tangan malik sembari berkata
“ Malik tenanglah, kita duduk dan bicarakan ini baik-baik”
“ aku bersumpah aku tidak berselingkuh dengan istrimu ataupun dengan wanita lain, karna aku sangat mencintai istriku” ucap pria itu
“Dan aku percaya pada suamiku tuan, kau pasti sudah salah faham” ucap wanita itu
Semuanya menuruti perkataanku, kami duduk bersama dalam satu meja, Arnaf menunjukan foto Adriana dan mengatakan
“ wanita di foto ini adalah istrinya, katakan padaku apa kau mengenalnya?”
“ Wanita ini, aku sungguh tidak mengenalnya, aku ingat aku memang pernah bertemu dengannya, tidak hanya sekali tapi dua kali, dan itupun hanya kebetulan, saat itu istriku sedang marah padaku, aku meminta saran darinya untuk membujuk istriku, kau ingat sayang saat kau marah padaku, aku mulai bersikap romantis padamu atas sarannya, dan kau pun memaafkanku, keesokan harinya aku melihat dia masuk restoran saat aku hendak membeli bunga, jadi aku memberinya setangkai mawar untuk berterimakasih padanya, aku tidak punya hubungan apapun dengannya, aku bahkan tidak tau siapa namanya ataupun tau nomer ponselnya, jika kau tidak percaya padaku kau bisa periksa ponselku” ucap pria itu
“ Aku percaya pada suamiku tuan, jadi aku harap kaupun bisa percaya pada istrimu” ucap wanita itu
__ADS_1
“Maafkan aku, aku sudah salah faham padamu, dan harusnya aku percaya pada istriku” ucap Malik
“tidak apa tuan, kau sangat mencintai istrimu, karna itu kau cemburu padaku, tapi satu hal yang pasti, istrimu adalah wanita yang baik, kau beruntung bisa memilikinya di sisimu” ucap pria itu
Kami bangun dan berjalan kembali menuju meja makan kami, dan melanjutkan makan siang, Malik tersenyum tapi dia juga menangis, ia menyadari bahwa dia sudah salah faham pada Adriana,
“Maya, Arnaf aku akan pergi dan menyelesaikan kesalah fahaman ku dan Adriana” ucap Malik
“Itu keputusan yang tepat Malik, tapi sebelum itu habiskan dulu makan siangmu, karna mungkin kau tidak bisa makan setelah ini” ucapku
“ tentu saja, aku rasa bukan hanya makan dia juga akan malas melakukan apapun saat bersama Adriana” ucap Arnaf menggoda Malik
Malik bergegas pulang ke rumah untuk menyiapkan barang barang yang akan dia bawa, sore harinya aku dan Arnaf mengantarnya ke bandara, Arnaf terus saja Menggoda Malik dan aku hanya tersenyum melihat prilaku mereka berdua yang seperti anak kecil.
Setelah mengantar Malik, Arnaf mengantarku pulang, aku tidak sabar menantiakn hari esok sampai tidak bisa tidur.
Keesokan harinya.
Karna tidak bisa tidur semalam, aku tidak bisa bangun pagi, aku juga tidak pergi berolahraga karna takut terlambat pergi ke hotel, aku pergi dengan wajah lesu, aku bertemu dengan Arnaf di lobi
“ ada apa dengan dirimu hari ini?, kemarin kau terlihat ceria tapi lihat dirimu hari ini, lesu tak bergairah, dan ada lingkar panda di matamu, katakan padaku, apa kau habis menangis semalam” ucap Arnaf
“Kau benar juga, karna Malik tidak ada pekerjaan kita jadi bertambah” ucap Arnaf
Kami naik ke atas dan masuk ke ruangan masing-masing, saat tengah bermalas-malasan di ruanganku Ali menelponku, dia memberitahuku bahwa rencana kita sukses, di negara F Malik mencari istrinya seperti orang tidak waras, dia pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan tapi polisi juga tidak bisa melacak keberadaan Adriana, sepertinya sekarang dia sudah hancur dan menyerah, sekarang dia akan kembali dengan pesawat tercepat.
Setelah Ali mengatakan hal itu semangatku yang hilang kembali, aku menyalakan musik dari ponsel dan mengerjakan pekerjaanku dengan penuh semangat, Arnaf tiba-tiba saja masuk ruanganku,
“ wah sepertinya semangatmu sudah kembali, kenapa kau menyalakan musik saat sedang bekerja?, (aku hanya tersenyum) bolehkah aku bekerja di sini, entah kenapa aku tidak ingin sendirian” ucapnya
“ jika pria kesepian ini ingin bekerja di ruanganku, aku tidak keberatan, “ ucapku menggodanya
“matikan musiknya, ini kantor bukan lantai dansa” ucap Arnaf dengan tegas
Aku tidak ingin merusak mood ku dengan bertengkar dengannya, jadi ku turuti perintahnya dengan senyuman, tidak lama kemudian paman Rai menelpon, paman mengatakan bahwa ia menghubungi Arnaf namun tidak di jawab olehnya , paman memintaku untuk menyampaikan pada Arnaf untuk pulang segera, dia mengatakan bahwa Malik dalam keadaan sangat kacau, dan dia juga mengunci diri di kamarnya, aku pun menyampaikan pesan paman, Arnaf bergegas merapihkan berkas-berkasnya dan bersiap untuk pulang, aku meminta Arnaf untuk mengajaku ke ruamahnya dan diapun setuju. Sesampainya di rumah Arnaf kami langsung menuju kamar Malik, paman Rai juga ada di depan kamarnya,
“tok...tok...tok...” suara pintu di ketuk
“ Malik buka pintunya, ada apa, katakan padaku apa yang terjadi?” ucap Arnaf dengan nada panik
__ADS_1
“ paman katakan padaku apa yang terjadi” ucapku dengan nada panik
“ Aku tidak tau apa yang terjadi, saat datang penampilannya kacau, dia tampak lusuh, matanya sembab, dia langsung masuk kamar tanpa mengatakan apapun” ucap paman Rai
Aku ingin tertawa tapi aku harus menahannya, jika aku tertawa di depan Arnaf dan paman mungkin mereka akan mencurigaiku
“Tok...tok...tok...” suara pintu di ketuk
“Malik ini aku Maya, buka pintunya, katakan padaku apa yang terjadi, aku mengirimu dan Adriana ke sana untuk bersenang-senang, jika terjadi masalah kami akan membantumu menyelesaikan masalahnya”
Malikpun membuka pintu kamarnya, setelah melihat keadaannya aku tidak bisa menahan diri untuk tertawa, tanpa sadar aku tertawa terbahak-bahak,
Arnaf dan paman menatapku dengan tatapan aneh, aku berhenti tertawa dan memeluk Malik, aku menepuk-nepuk punggungnya dan menenangkannya, aku membawanya kembali kedalam kamar dan memberinya handuk
“Malik penampilanmu sungguh menjijikan, pergilah mandi dan ganti pakayanmu” Ucapku
Diapun menuruti perkataanku dan pergi mandi
“ Aku tidak bermaksud menertawakannya hanya saja aku baru pertama kali melihat pria menangis tersedu-sedu di tambah lagi penampilannya kacau seperti itu” Ucapku
“kau tidak perlu menjelaskannya nak, aku bisa mengerti” Ucap paman Rai
“aku akan ambilkan makanan dan air untuk malik” ucap Arnaf sambil pergi meninggalkan kamar
“tolong jaga Malik sebentar Mahirah, aku ingin bicara dengan Arnaf,” bisik paman Rai
Malik keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk, aku menyiapkan celana dan baju untuknya, dan keluar dari kamar,
“lihat apa yang kau lakukan sekarang Mahirah, kau yang menghancurkannya tapi sekarang kau juga merawatnya, sepertinya aku sudah tidak waras” ucapku dalam hati
Malik keluar kamar setelah memakai baju, Arnaf memintanya untuk makan tapi dia menolaknya, Ezzah tiba-tiba menelponku dia mengatakan dia tidak bisa menelpon Arnaf, dia memintaku mengatakan pada Arnaf bahwa ada klien penting yang ingin bertemu, aku mengatakannya tapi Arnaf menolak untuk menemuinya, paman Rai marah pada Arnaf, entah kenapa aku tidak suka dengan itu, karna itu aku memutuskan untuk pergi dan menemuinya, lagipula aku sudah cukup puas melihat Malik menderita.
Aku pergi ke hotel diantar oleh supir paman Rai, setibanya di hotel aku menemui Ezzah dan menemui orang itu di ruang meeting, Aku terkejut melihat klien itu, ternyata dia ayahku sendiri, aku begitu senang sampai tanpa sadar langsung lari kepelukannya,
“ayah aku sangat merindukanmu” ucapku
“Ayah juga merindukan putri ayah yang nakal ini” ucap ayah sambil mencubit pipiku
“Ayah ingin kau berhenti bekerja dan fokus pada kuliahmu karna...
__ADS_1