
Setelah sampai di rumah, Ali bergegas pergi karna tak ingin Adriana melihat kami bersama, aku masuk ke rumah dan melihat Adriana sedang memegang Name cartku,
“Name cart ini namanya Mahirah yaqzanah tapi bukankah namamu maya?, katakan padaku siapa kau sebenarnya?”
Aku merebut name cart itu darinya,
“Name cart ini di letakan di dalam lemari bajuku, kenapa ada di tanganmu, apa kau berniat mencuri?” Ucapku
Adriana hanya terdiam
“ini sudah larut, sebaiknya kau beristirahat “ Ucapku dengan tegas
Adrianapun masu ke kamar dan aku juga,
Keesokan harinya.
Aku bangun di pagi hari dan bersiap untuk olahraga, aku pikir Adriana sudah pergi ternyata saat aku masuk ke kamar tamu iya masih berbaring di sana, aku meninggalkan dia dan pergi berolahraga, saat aku kembali Adriana sudah menyiapkan sarapan untukku, aku sarapan dengannya tanpa bicara sedikitpun, dia juga tidak bicara padaku, sungguh tidak menyenangkan sarapan seperti ini,
“Tik lock...” suara notivikasi masaage dari ponselku
Saat aku melihatnya ternyata itu pesan dari Lusiana, dia mengajaku bertemu dan menanyakan apakah Adriana akan pergi atau tidak, aku memberanikan diri bertanya pada Adriana meski aku cemas dia akan mencurigaiku
“ Adriana, bagaimana kondisimu sekarang? Apa kau sudah merasa tenang” ucapku
Adriana hanya membalasku dengan senyuman
“ Adriana, aku tau kau datang kemari dan menceritakan kesedihanmu padaku bukan karna kau menganggapku dekat denganmu, tapi karna kau masih curiga padaku”
Adriana terkejut mendengar ucapanku dia langsung menaruh sendok dan menjauhkan piring dari hadapannya
“ Kau tau aku curiga padamu? Lalu kenapa kau membiarkanku menginap di sini?”
“ Aku bisa mengerti kegelisahanmu, percaya atau tidak aku tidak pernah menaruh perasaan pada Malik, kau bisa tinggal di sini sesukamu, selesaikan masalahmu dengan Malik setelah kau lebih tenang, oh ya! Aku hanya ingin kau tau, aku hanya manusia biasa, aku bukan malaikat, dan aku tidak terbiasa bersikap baik pada orang yang bersikap buruk, aku harap kau mengerti, tentang saranku kemarin, aku hanya menyampaikan pendapatku, kau terima atau tidak itu urusanmu.”
Aku meninggalkannya dan bersiap untuk pergi ke hotel, setelah sampai hotel aku pergi ke kamar Lusiana, aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi, ternyata Ali juga ada di sana
Lusiana pun bercerita padaku
“ Zian menjemputku di bandara, Zian memberitahuku segala informasi tentang Malik, dari sana aku bisa dapat cela untuk bisa dekat dengan Malik di tambah lagi dia sudah mengidolakan aku, itu membuat jalanku semakin mudah, Zian mengantarku ke ruanganmu, aku bertemu denganmu dan juga Malik di sana, prediksi Zian tidak pernah salah selama ini, Malik mengajaku pergi berkeliling hotel saat kau pergi menyusul Arnaf, aku menuruti keinginannya, aku dan Malik membicarakan banyak hal, aku menghabiskan seharian bersama Malik, sejujurnya aku tidak suka jika harus berekting seharian tapi demi kau aku melakukannya, aku berpura pura tertarik pada Malik, dan aku menghabiskan malam dengannya” ucap Lusiana
Aku terkejut mendengarnya
“ Apa kau sudah kehilangan akal?, kau semalaman bersama Malik?” ucapku
__ADS_1
“ Tenanglah, dia memang menghabiskan malam dengannya tapi dia tidak tidur dengan Malik, hanya membuat cap bibir di kemeja Malik” ucap Ali sambil tersenyum
“ Ali benar Mahirah, lagipula ada cctv di kamarku, apa kau pikir aku akan mau melakukan hubungan di depan layar, di tambah lagi pria itu adalah Malik, aku akan lanjutkan ceritanya, aku sengaja meninggalkan ponselku padamu agar Malik terus bersamaku, aku juga menceritakan kisah sedih agar dia semakin bersimpati padaku dan aku membuat dia tidak pulang berhari-hari, aku membuat dia menempel padaku setiap saat, bahkan dia tidak sadar aku memperlakukannya seperti asistenku, aku menyuruhnya melakukan ini itu, dan memintanya mengajaku ke sana kemari, Kau tau Mahirah, di hari kedua kami pergi bersama aku membuat dia melihat istrinya bicara dengan seorang pria, di hari berikutnya aku membuat dia melihat istrinya di beri bunga mawar oleh pria yang sama, lalu aku membuat dia melihat istrinya jalan dengan pria lain lagi, makan dan tertawa bersama, aku bahkan mempropokasi Malik agar dia menampar istrinya, aku tidak menyangka kalau dia akan termakan ucapanku dan benar-benar menampar istrinya, aku sudah lakukan tugasku untuk membuat jarak diantara mereka sekarang apa rencanamu,” ucap Lusiana
“aku akan membuat Arnaf melihat kebenaran dan mengatakannya pada Malik” ucapku
“aku sudah bekerja keras menciptakan jarak dan kau malah ingin membuat mereka berbaikan,” ucap Lusiana
“Lusiana kau akan merasakan sakit jika ditinggalkan oleh orang yang sudah menghianatimu, tapi kau akan merasa jauh lebih sakit jika kau kehilangan orang yang kau sayangi karna kesalahfahaman mu sendiri” ucapku
“ tidak Mahirah, aku tidak akan membiarkanmu, aku yang akan membalas perbuatan Malik padamu tapi aku tidak akan membiarkan kau menjadi gadis jahat,” Ucap Ali
“ Aku tidak akan menjadi gadis jahat Ali, percayalah padaku, lihat saja apa yang akan aku lakukan”
“Tok...tok...tok...” suara pintu di ketuk
“ Mahirah, Ali sepertinya itu Malik yang datang, kalian harus pergi, aku tidak ingin meninggalkan kecurigaan pada siapapun,” ucap Lusiana
“ kau tidak perlu khawatir aku sudah menyewa kamar di samping kamarmu, sebaiknya kau buka pintunya, aku akan pindah ke kamar sebelah lewat balkon” ucap Ali
Aku dan Ali menyisir tembok dan memanjat ke balkon kamar Ali, Lusiana menelponku agar aku bisa mendengarkan percakapan mereka
“Malik, Arnaf kalian di sini?” Ucap Lusiana
“ Aku akan pergi nanti sore Arnaf, ngomong-ngomong apa kau kemari mencari seseorang, kenapa kau melihat kesana-kemari Arnaf”
“ Dia mencari Maya, sejak kemarin dia gelisah karna tidak bertemu dengannya”
“apa kau bilang Malik?, Nona Lusiana jangan dengarkan ucapan Malik, aku hanya berfikir kau akan pergi jadi mungkin Maya akan ada di sini, tadi aku mencarinya ke ruangannya tapi dia tidak ada, baiklah aku permisi dulu, aku mau mencari Maya”
“nona Lusiana aku juga mau pergi, masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan, terimakasih untuk semua yang kita lewati bersama dan selamat jalan”
Lusiana memanggil ku dari balkon dan mengatakan bahwa Malik dan Arnaf sudah pergi, akupun pergi dari sana setelah beberapa waktu, aku membuat kopi di pentri dan kembali ke ruanganku, aku melihat Ezzah duduk di sana dengan wajah cemas,
“Maya kau dari mana saja, tuan Arnaf dan tuan Malik mencarimu, dia memintamu datang keruangan Tuan Arnaf” ucap Ezzah dengan sedikit cemas
“Ada masalah apa sampai kedua kakak beradik itu mencariku” ucapku dengan nada tenang
“ entahlah, aku mohon ikuti aku dan temui mereka, mood mereka sedang kurang bagus, jika aku tidak membawamu pada mereka...”
“ayo” ucapku memotong perkataan Ezzah
Ezzahpun tersenyum padaku dan aku juga tersenyum padanya, kemudian aku ikut pergi keruangan Arnaf, setibanya di depan pintu aku meminta Ezzah kembali ke mejanya, Aku menghela napas dan masuk ke ruangan Arnaf dengan membawa secangkir kopi.
__ADS_1
“ hari yang cerah untuk minum secangkir kopi tapi tuan-tuanku terlihat tidak senang” ucapku sambil melangkah masuk dan mengangkat cangkir lalu meminumnya memberi isyarat seolah aku berkata “ kau mau kopi” kemudia aku duduk di sofa bersama Arnaf dan Malik
“ kau kemana saja, sejak pagi aku mencarimu” ucap Arnaf
“ Kalian berdua mencariku, ada masalah apa? Apa ada masalah dalam proyek hingga membuat suasana hati tuan-tuan murung dan aura tuan-tuan terlihat tak bercahaya” Ucapku
“ Berhenti main-main Maya, masalah ini sangat penting” ucap Malik dengan nada tidak senang
“ Ada apa? Kau tidak pernah bicara dengan nada bicara seperti ini, apa kau tau! Kau bicara seperti istrimu berselingkuh dan kau patah hati karnanya” ucapku sambil tersenyum
“ Adriana memang berselingkuh dari Malik Maya” ucap Arnaf dengan tatapan serius
“ Apa kau seriu Arnaf?” ucapku dengan nada tak percaya
“ dihalaman pertama dari kisah Malik dan Adriana masa depan terlihat cerah, aku terkejut hal ini ternyata sangat jahat, bahkan malaikan memiliki skema jahat mereka, lagipula tak ada yang abadi” ucapku dengan nada tenang
“ Jangan bermain teka-teki dengan kami Maya, katakan apa maksud dari kata-katamu” ucap Malik
“ biarkan aku bernafas sejenak Malik...” Ucapku sambil menghela nafas
“ Kami menemuimu untuk meminta pendapatmu, tidak bisakah kau serius sedikit Maya” ucap Arnaf memotong ucapanku sambil menatapku dengan tajam
“ tenanglah Arnaf, baiklah aku akan jelaskan maksud kata-kataku dengan serius, dengarkan aku, yang pertama tadi aku mengatakan dihalaman pertama dari kisah Malik dan Adriana terlihat cerah, maksudnya adalah sejak pertama aku bertemu baik Malik maupun Adriana, keduanya terlihat saling mencintai, aku terkejut pertama Adriana mengira Malik selingkuh denganku, dan sekarang dia yang berselingkuh, bukankah ini terdengar sangat jahat, aku hanya berpikir, seperti roda yang berputar, hubungan juga tidak selamanya akan baik-baik, mungkin dia selingkuh darimu karna dia berada di titik dimana iya merasa jenuh dengan hubungan kalian. dan yang kedua, biarkan aku bernafas sejenak maksudnya adalah kau harus memberi Adriana waktu, aku yakin semuanya akan baik-baik saja, jadi konsentrasilah pada pekerjaanmu Malik, tidak pertlu khawatir aku tau seperti kau mencintai Adriana dia juga mencintaimu seperti itu, beri dia waktu dan lihat saja dia akan kembali padamu” ucapku
“ aku rasa yang Maya katakan itu benar Malik, kita tidak perlu merisaukan masalah Adrian, dia sangat mencintaimu, tidak butuh waktu lama dia pasti kembali” ucap Arnaf sambil meminum kopi
“ Arnaf apa kau sadar dengan perbuatanmu” ucapku dengan nada kesal
“aku salah apa?” ucapnya dengan santai
“ kau baru saja menghabiskan kopiku, (Arnaf tersenyum melihatku marah)
tapi ya sudahlah... Aku punya ide bagaimana jiaka kalian berdua survei ke lokasi, sudah sejauh mana perkembangan proyek baru kita, kalian bisa bekerja sambil menjernihkan pikiran,” ucapku
“ Itu ide yang bagus, bagaimana menurutmu Malik?” ucap Arnaf
“ aku setuju, kita bisa berangkat siang ini juga “ ucap Malik
Aku keluar dari ruangan Arnaf dan memberitahu Ezzah bahwa badai sudah berlalu, kemudian melangkah pergi ke ruanganku, Arnaf meminta Ezzah menyiapkan kepergiannya dengan Malik ke lokasi siang ini juga,
Aku, Arnaf dan Malik makan siang bersama kemudian aku mengantar keberangkatan mereka ke lokasi dari depan hotel, setelah itu aku memberi isyarat pada Ali untuk melakukan rencana selanjutnya.
“ kau tidak tau, aku ingin dia menderita karna kehilangan seseorang, karna itu aku ingin kau pergi.....
__ADS_1