
Setibanya di rumah, Ali ternyata sudah menungguku. Arnaf langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Aku bicara dengan Ali setelah Arnaf pergi
“Ali”
“Aku sudah memikirkannya, aku akan mengatakannya sebelum aku kembali ke negaraku”
“Katakanlah...”
“aku memintamu datang ke tempat ini untuk mencari tau alasan dia tidak datang, kini kau tau apa yang tidak kau tau sebelumnya, 5thn yang lalu kau bertanya apa yang harus kau lakukan setelah mengetahui segalanya, tapi sebelum aku mengatakannya aku ingin mengetahui perasaanmu”
“Ali tanganku terus gemetar, hatiku terus terluka, aku merasa sesak, masalalu ini menyiksaku, aku tidak bisa mencegah kenangan untuk melukaiku, apa kau tau ali? Aku tau pasti bahwa aku telah kehilangan lebih dari yang ku milik, kau tau kenapa? Selama 5thn kubiarkan hati ini terbuka tapi tetap saja kosong, karna aku masih di sini”
“Segalanya telah berubah, aku akan memperbaiki segalanya MY, percayalah padaku, aku berjanji takan membuat hidupmu semakin sulit atau berusaha kembali kemasa lalu, aku akan menjagamu tetap aman , tapi untuk itu aku butuh janjimu, kau tau apa yang harus kau lakukan bukan” ucap ali sambil mengulurkan tangan
“Hm...aku berjanji aku akan berjuang untuk diriku” Ucapku sambil tersenyum dan menjabat tangan Ali
Aku masuk ke dalam rumah sementara Ali pergi ke bandara dan kembali ke negaranya
Keesokan harinya.
Hari ini tak lagi sama..semua yang harus berakhir sudah berakhir, dan apa yg harus terjadi akan di mulai hari ini, selamat pagi dunia...
Aku bersiap untuk olahraga pagi, saat aku membuka pintu aku melihat Arnaf yang berpakaian rapih tengah berdiri di samping mobilnya...
“ kau akan pergi olahraga? Pergilah, aku akan menunggu” ucapnya
Aku hanya tersenyum dan pergi meninggalkannya, apa dia akan benar-benar menunggu, sejujurnya aku tidak yakin, tapi setelah kembali aku melihat dia masih berdiri di sana
“Kau masih disini?” ucapku
“tentu, bukankah tadi aku bilang akan menunggumu, cepatlah bersiap, ini hari pertamamu bergabung di hotel, oh ya! Masalah ciuman, itu, aku minta maaf, aku mendorongmu ke laut untuk melihat matahari terbenam tapi kau malah membiarkan dirimu tenggelam, hal itu membuatku sedikit gila, jadi aku menciumu, aku benar-benar minta maaf karna merebut ciuman pertamamu” ucapnya sambil menundukan kepala dan tersenyum kecil
“hm...aku sudah melupakan itu, dan satu lagi itu bukan ciuman pertamaku, singkirkan pemikiranmu itu” ucapku dengan nada tinggi
Kami tersenyum beraama, aku bersiap untuk pergi,
Setibanya di hotel Arnaf memintaku untuk tidak langsung turun dari mobil, seseorang membukakan pintu untuk Arnaf, kemudian saat orang itu hendak membukakan pintu untuku arnaf menepis tangannya dan membukakan pintu untuku, dia mengulurkan tanganya sambil tersenyum dan memberi kode seolah iya mengatakan ‘ayo pergi denganku’ melihat cara mereka menyambut Arnaf seolah Arnaf adalah pemilik dari hotel itu yang sudah lama tidak datang, hal yang mengejutkan adalah Malik berada di deretan pekerja yang menyambut kedatangan kami dengan seikat bunga di tangannya, iya memberikan bunga itu kepada Arnaf, tapi Arnaf terlihat tidak senang iya langsung memberikan bunga itu padaku, entah apa yana ada dalam pikirannya sekarang, iya masuk ke hotel dan menyuruh semuanya kembali bekerja, saat Malik melangkah masuk aku memegang tangannya untuk menghentikannya
“Malik, apa yg terjadi dengan kalian, saat bersamaku dia baik-baik saja tapi saat melihatmu dia seperti merasa kesal, apa kalian bertengkar?”
__ADS_1
“Tidak perlu khawatir, saat ini dia memang marah padaku tapi semuanya akan membaik, ayo masuk ada banyak pekerjaan menunggu kita aku akn tunjukan ruang kerjamu” ucap malik sambil memegang tanganku yg memegang tangannya
Saat aku hendak masuk aku tidak sengaja menabrak pembatas pintu di lantai, malik menangkap tubuhku sebelum aku terjatuh, dan membantuku untuk kembali berdiri
“ kenapa kau ceroboh? Apa kau tidak bisa melihat pembatas pintu di lantai?”
“Biasanya aku tidak pernah seperti ini, maaf dan terimakasih”
“ aku tidak suka wanita ceroboh, begitupun dengan Arnaf aku harap ini memang bukan kebiasaanmu”
Malik tersenyum padaku, aku dan malik melangkah masuk saat sedang berjalan tiba-tiba seseorang memegang pundaku,
“MY apa itu kau?” tanya pria itu
Aku seperti tidak asing dengan suara itu aku membalikan badan dan melihat
“zian kau?” ucapku
“Kau mengenalnya?” tanya malik
“dia temanku semasa sekolah menengah atas detektif zian “ jawabku
“detektif zian yg terkenal hebat itu? Wah aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu, namaku malik Raizada, senang berjumpa denganmu” ucap malik sambil menjulurkan tangan
“ Ah Iya MY aku harus pergi sekarang, bisakah kau luangkan waktu untuku nanti” ucap zian lagi
“ Aku bekerja di sini, kita akan atur waktu untuk bertemu, sampai jumpa”ucapku
Aku dan malik berjalan dan masuk ke lift
“Kejutan apa lagi yang akan kau berikan padaku maya” ucap malik
Aku tidak mengerti maksudnya jadi aku hanya membalas perkataan malik dengan tersenyum, aku merasa tidak senang bicara dengannya, aku dan malik sama-sama diam, setibanya di atas malik menunjukan ruanganku,
“Ini adalah ruanganmu, jika kau membutuhkan sesuatu atau ada yang tidak kau mengerti kau bisa mendatangiku, ruanganku ada di sebelah ruangan arnaf” ucap Malik
Malik pergi keruangannya, Sekertaris Ezzah datang menghampiriku dengan membawa secangkir teh,
“nona maya, sebaiknya kau jauhi tuan Arnaf,” ucap sekertaris Ezzah sambil meletakan tehnya dan melirik ke arah Malik yang tengah berjalan
__ADS_1
Aku menarik tangan sekertaris Ezzah dan memintanya duduk di dekatku dan berbincang sebentar
“ Kenapa kau mengatakan itu sekertaris Ezzah, apa terjadi sesuatu pada mereka, kau tau sesuatu kan, katakan padaku?” tanyaku
“ kau tidak perlu memanggilku begitu, panggil namaku saja Ezzah, kau tidak perlu bersikap pormal saat menbicarakan masalah pribadi” ucapnya
“Kau sendiri tadi memanggilku nona” ucapku dan kami tersenyum bersama
“ Beritahu aku ezzah apa yang kau tau dan apa yang terjadi” ucapku lagi
“ Aku tidak tau banyak, yang aku tau kemarin saat tuan Arnaf datang mereka bertengkar, sepertinya tuan Malik tidak suka jika kau dekat dengan tuan Arnaf, dan aku tidak sengaja mendengar tuan malik meminta tuan Arnaf untik fokus pada pekerjaan dan mencari seorang wanita, mereka juga menyebutkan menara cinta 5thn lalu, aku tidak mengerti apa maksudnya tapi intinya tuan Malik ingin tuan Arnaf menjauh darimu”
“sekertaris ezzah” terdengar teriakkan Arnaf
“sepertinya tuan Arnaf memanggilku, aku pergi dulu” ucap ezzah sampil pergi tergesa-gesah
Aku mengerti apa masalahnya sekarang, tapi aku penasaran kenapa Malik meminta Arnaf untuk mencariku, apa yang dia inginkan sekarang..
Apapun itu aku pasti akan segera mengetahuinya, selain menyelesaikan masalah pribadiku aku juga harus menyelesaikan pekerjaan yang ayah berikan,
Aku fokus dengan pekerjaanku, mengurusi berkas-berkas dan menganalisa data proyek persahabatan, enah apa yang terjadi di luar sana aku tidak memperhatikannya, tapi konsentrasiku terpecah saat aku mendengar Arnaf memarahi seseorang, iya bicara sangat keras hingga semua dapat mendengar teriakannya, karna penasaran aku pergi menghampiri Ezzah untuk menanyakan apa yang terjadi, aku melihat tubuh Ezzah gemetar, semua orang berbisik-bisik dan Arnaf yang tengah memukuli seseorang, aku menerobos masuk ke dalam ruangan Arnaf, Aku mencoba menarik Arnaf untuk menghentikannya di satu sisi aku juga melihat malik berdiri membatu
“Arnaf hentikan dia bisa mati, selain itu semua orang memperhatikanmu, apa kau tidak merasa malu” ucapku
“Aku tidak peduli dengan orang lain, Pria ini bicara sembarangan maya, dia pantas untuk dilenyapkan” ucap Arnaf
Aku tidak menyangka tempramen Arnaf sangat buruk, dan Malik malah membiarkan semuanya terjadi begitu saja
“Meski kau buat dia tiada, kau juga tidak bisa membuat Wanita itu hidup kembali Arnaf” Ucap malik
“Apa yang kau katakan malik, aku yakin dia masih hidup, dan aku akan membuktikannya kepadamu” ucap Arnaf
“Tenangkan dirimu Arnaf dan biarkan dia pergi, aku akan membantu mencari wanita itu, siapapun dia jika kau yakin dia masih hidup dia akan di temukan kurang dari 7hari” ucapku
Arnaf dan Malik terkejut mendengarkan ucapanku mereka berdua mendekatiku sementara pria yang dipukuli Arnaf pergi melarikan diri
“Kau bisa menemukan wanita yang kami cari selama 3thn terakhir hanya kurang dari 7hari” Ucap mereka berdua dengan kompak di depan wajahku
“ya tentu saja aku mengenal seseorang yang bisa melakukan hal itu, mencari bukti yang tidak ada jadi ada, mencari seseorang baginya hanya masalah kecil” Ucapku sambil mengambil langkah mundur
__ADS_1
Mereka berdua terus mendekat kemudian mereka memegang tanganku sambil memperlihatkan senyum tidak percaya
“ 7hari cukup untuk menyiapkan berkas palsu untuk kalian berdua , karna aku tau yang kalian cari tidak lain adalah AKU MAHIRAH YAQZHANAH WINDARWAN.