CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
What's wrong with Malik? part 2


__ADS_3

Adriana salah faham kepadaku dia bahkan berpikir aku merebut suaminya, bagaimana ini bisa terjadi, apa ada orang yang ingin mempropokasi kami, Adriana adalah wanita yang baik, dia juga sangat perasa, aku tau itu karna aku sudah memeriksa latar belakangnya, aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi di belakangku, jika tidak dia tidak akan melontarkan tuduhan palsu, dan satu-satunya orang yang mengetahui ini adalah ayah dan Ali, tapi aku rasa ayah tidak tahu tentang ini, apa mungkin Ali..?


“ kau mengatakan dia lebih penting dari aku kan! maka baiklah Malik, dan kau Maya, kau adalah seorang wanita yang cantik, kau bisa dapatkan siapapun kenapa kau harus merebut suamiku?” ucap Adriana sambil menangis


Aku mendekati Adriana untuk menghapus air matanya nanun iya menepis tanganku,


“kau sudah benar-benar salah faham” ucapku


“Sudah cukup, akhiri sandiwaramu sampai di sini saja,” ucap Malik


“Sandiwaraku? Baiklah malik kau tidak usah repot-repot menjelaskan ini kepadaku karna aku sudah mengerti” ucap Adriana sambil melempar beberapa lembar foto


Adriana pergi sambil terus menangis, Aku mengambil foto-foto itu dan melihatnya, aku terkejut dengan apa yang ku lihat,, aku mengejar Adriana, aku memegang tangannya untuk menghentikan langkahnya


“Adriana katakan padaku kau dapat foto-foto ini dari siapa?” Tanyaku


“tidak penting dari siapa foto itu di dapatkan yang terpenting adalah kebenarannya kau bermesraan dengan suamiku” ucap Adriana


“Adriana ayo ikut aku, kita temui Arnaf dia akan menjelaskan segalanya” ucapku sambil menarik tangan Adriana


Aku yakain Arnaf pasti bisa membuat Adriana mendengarkan penjelaskannya dengan baik, Adriana menepis tanganku


“ Kau mau membawaku ke mana? Kehadapan Arnaf? Arnaf sedang pergi ke luar negri untuk urusan pekerjaan, dan kau tau? Aku tau segalanya, harusnya Arnaf yang menemanimu, dan Malik yang keluar negri, jika aku sudah salah faham lalu bagaimana kau bisa menjelaskan semua ini” ucap Adriana


“Nona Adriana, maaf bukannya aku mau ikut campur tapi sejauh yang aku tau, nona Maya tidak bersalah dalam hal ini, aku bisa mengatakannya dengan yakin karna aku melihat suamimulah yang mencoba mendekati nona Maya buktinya adalah sidik jari di pipi suamimu” saut Zian sambil berjalan mendekat


Zian mendekat dan membawaku pergi dari sana, Adriana pergi sambil menangis, sementara Malik hanya berdiri terdiam,


Aku meminta Zian untuk menyelidiki apa yang telah terjadi, tapi Zian tidak mengatakan apapun, dia membawaku masuk ke kamarnya, ia mengambil leptop dan menghubungi Ali, kami melakukan vidio call, tidak hanya dengan Ali tapi ayah juga. Ayah dan Ali memarahiku karna aku sulit di hubungi, aku tidak menyadari ponselku mati, aku ingin meminta pendapat Ali mengenai masalah Adriana tapi aku tidak bisa cerita karna ada ayah, aku bertanya pada ayah kenapa ia menelponku ayah bilang bahwa Arnaf ada di negara F ayah juga bilang bahwa Arnaf datang ke kantor Ayah untuk mencarinya, Ali juga mengatakan bahwa Arnaf juga mencarinya, tapi Ali masih belum menemuinya, Ayah meminta Ali untuk menemuinya karna ayah sedang berada di Negara S dan tidak bisa menemuinya. Kami membicarakan hal yang tidak penting, makanan apa yg kami makan hari ini, mengomentari orang-orang kantor Ali, kami terusa saja bicara hingga tak sadar sudah larut malam, Kamipun mengakhiri vidiocall. Saat aku dan Zian keluar kamar Malik berdiri di sana, entah sudah berapa lama ia di sana, Zian menariku dan menjauhkan Malik dari Aku, Malik terus saja mengikutiku hingga aku masuk mobil Zian, aku diantar pulang oleh Zian sementara Malik masih membuntuti kami, sesampainya di rumah aku langsung masuk ke rumah,


2hari kemudian

__ADS_1


Malik masih saja mengikutiku seperti seorang pengawal, aku tidak bisa menelpon Ali dan bicara dengannya karna malik selalu ada di dekatku, sementara massage ku masih belum dibalas,, aku mulai muak dengannya, aku merasa ini sudah cukup, aku pergi menemui Adriana, aku mengajaknya bicara di kafe hotel.


“Malik jelaskan padaku dan Adriana, apa yang sebenarnya terjadi padamu” ucapku


“Aku yang akan menjelaskannya maya” saut Arnaf dari kejauhan dan ia pun berjalan mendekat


“Aku akan menjelaskan segalanya, sebenarnya Maya aku dan Malik, tidak Malik, beberapa hari lalu saat ayah menelponmun dan memintamu untuk pergi ke lokasi proyek, apa yang kau lakukan setelah menerima telpon?” ucap Arnaf


“aku langsung menemuimu tapi aku lihat kau sedang sibuk jadi aku mengobrol dengan Ezzah, kenapa?”jawabku


“Malik pergi mencarimu ke ruanganmu, saat dia tiba di sana ponselmu terus berdering, dia mengangkat telpon itu, orang itu mengatakan bahwa kau harus tiada’, sementara aku sudah 2 hari melihat seseorang mengikutimu” ucap Arnaf


Aku sungguh ingin tertawa mendengar penjelasan dari Arnaf, jika itu benar Ali dan Ayah pasti sudah menghabisi orang itu, bagaimana tidak, aku tau semua nomor pribadi atau nomor baru yang masuk ke ponselku akan otomatis terekam dan rekaman suaranya akan sampai pada Ali dan Zian sebagai massage voice, sementara yang mengikutiku itu adalah pengawalku,


“itulah sebabnya kau lebih penting dibandingkan istriku”ucap malik


“tapi Arnaf Kenapa bukan kau saja yang menjaga maya” ucap Adriana


“lalu foto itu, foto-foto itu benar adanya tapi ceritanya tidak seperti yang kau bayangkan sayang” ucap Malik pada Adriana sambil memegang pipinya


Aku pergi meninggalkan kafe, aku menelpon Ali, dan ternyata dugaanku benar dialah orang yang sudah mengancam Malik di telpon, dan foto-foto itu sengaja di buat untuk menghancurkan kepercayaan Adriana pada Malik, kesalah fahaman diantara mereka tidak berlangsung lama, tapi aku merasa masalahnya belum selesai, entah masalah apa lagi yang menantiku, aku berfikir apa yang harus aku lakukan, aku tidak pernah menghadapi masalah apapun karna Ali dan Ayah selalu membereskan masalah sebelum sampai padaku dan kini Ali malah dengan sengaja memberiku masalah, menyebalkan.


Aku kembali keruanganku untuk melanjutkan pekerjaanku saat tiba di sana aku melihat seorang wanita duduk di kursiku sambil membelakangi meja,


“siapa kau? Sedang apa kau di ruanganku?” tanyaku


“Bagaimana kabarmu MY?” ucapnya sambil memutar kursi menghadap ke arah ku.


Ternyata dia adalah lusiana, aku merasa sangat senang bertemu dengannya, kami berpelukan untuk melepas rindu, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, dia adalah sahabatku dan juga aktris pertama yang membawa kesuksesan untuk Ali, saat aku menolak masuk telvisi Ali mengorbitkan lusiana, dia adalah wanita yang berbakat dalam akting, study, maupun musik, ayahku dan ayahnya juga kawan baik,


“Sudah 6 bulan kita tidak bertemu kan! Sepertinya kau tidak merindukanku karna kau tidak pernah menelponku” ucapnya

__ADS_1


“itu tidak benar lusiana, aku sangat merindukanmu, hanya saja kau tau aku kan” ucapku


“ya aku tau, saat kau fokus pada sesuatu kau akan melupakan segalanya,hahaha.., tidak masalah MY aku tidak marah padamu” ucapnya


“ kau di sini untuk pekerjaan atau liburan” tanyaku


“Aku ke sini...”


“Sudah ku bilang jangan menghilang dari pandanganku,” ucap malik dengan nada keras memotong pembicaraan lusiana sambil menerobos masuk ruangan


“kenapa kau tidak pernah mendengarkan siapapun maya” ucap arnaf menerobos masuk ruangan juga


Mereka berdua terkejut dan berdiri seperti patung sambil saling melirik melihat Lusiana yang sedang duduk dan mengobrol denganku


“MY siapa mereka? “ tanya lusiana


“kau Lusiana bukan, aktris hollywood terkenal itu” ucap Arnaf


“ Apa yang ku lihat ini nyata Arnaf, coba kau cubit aku, pujaan hatiku ada di depan mataku” ucap Malik


“kenapa kalian menatap sahabatku seperti itu, kalian seperti baru pertama melihat wanita cantik saja, ayo sini duduk dengan kami” ucapku


“ Hallo miss Lusiana, My name is Malik (hallo nona Lusiana, namaku Malik )” ucap malik sambil menjulurkan tangan


“ dia bisa bahasa kita kau tidak perlu menggunakan bahasa inggris,” ucapku


“ namaku Arnaf Raizada, aku adalah presiden direktur hotel ini” ucap Arnaf dengan sombong


Lusiana menjabat tangan Malik dan malik mencium tangannya,


“Malik kau itu buaya darat... Aku mau kau mengejarku, dan meninggalkan istrimu...

__ADS_1


__ADS_2