
Keesokan harinya.
Aku bangun pagi dan pergi berolahraga seperti biasanya, saat kembali aku melihat Lusiana duduk di depan rumahku,
“Lihat orang yang kemarin menghilang tanpa jejak sekarang dia duduk di depan rumahku sepagi ini” Ucapku meledeknya sambil tersenyum
“maafkan aku sayang, Malik mengajaku jalan-jalan, jadi aku pergi dengannya, oh ya ponselku...”
“Tertinggal di ruanganku” Ucapku memotong perkataan Lusiana
“Aku harus ke kampus, aku akan bersiap-siap, dan membawakan ponselmu” Ucapku sanbil meninggalkannya masuk rumah.
Aku bersiap-siap untuk pergi ke kampus saat aku mengambil henpone Lusiana aku mendengar suara teriakan dari luar, aku bergegas pergi ke luar dan melihat apa yang terjadi,
“Lusiana ada apa?” ucapku dengan khawatir
Ternyata Maya yang berteriak karna terkejut melihat Lusianan yang sedang duduk manis, dia berjalan menghampiriku
“MY wanita itu?” ucap maya
“Aku Lusiana bukan hantu kau tidak perlu berteriak dan menatapku seperti itu, MY siapa dia?” ucap Lusiana
Aku mengajak maya duduk dan mengobrol sambil menikmati secangkir teh
“Lusiana dia maya dia teman kampusku” ucapku
“pantas saja kau melupakan aku, kau mendapatkan teman baru di sini, sudahlah berikan ponselku” ucap Lusiana sambil tersenyum
Aku memberikan ponsel Lusiana
“MY kau dan Lusiana teman dekat?” tanya Maya
“teman dekat? Hah aku dan Lusiana, kau salah Maya, dia seperti Shanti bagimu, apa kau tau? Shanti merebut kekasihmu tapi Lusiana mencuri ketenaranku” ucapku sambil tersenyum
“kau ini sahabat macam apa Mahirah, seharusnya kau berterimakasih padaku, mungkin di matamu aku ini sahabat yang jahat, tapi kebenarannya adalah aku mengorbankan diriku,” Ucap Lusiana
“Mengorbankan diri dari apa? Sangkar emas yang mengekang seseorang” ucapku
Wajah Maya terlihat pucat karna panik dan kebingungan, aku dan Lusiana tertawa melihatnya..
“aku hanya bercanda” ucapku
Kami tertawa bersama
“ Aku pikir nona Lusiana benar-benar merebut ketenaranmu” ucap Maya
“ itu memang benar, aku merebut ketenarannya agar dia bisa hidup dengan damai, apa kau tau? Orang lain berpikir menjadi aktris itu menyenangkan sebenarnya tidak, menjadi aktris itu sama seperti burung yang terkurung dalam sangkar emas, apapun yang kau lakukan, kemanapun kau pergi kau tidak akan mendapat ketenangan, aku tahu setiap fens sangat senang bertemu dengan idola mereka bahkan ada yang melupakan segalanya, mereka tidak peduli idolanya sedang apa, apa dia merasa terganggu atau tidak, bukannya aku tidak suka bila bertemu dengan fansku tapi ada saat dimana aku ingin menikmati waktuku dengan bebas seperti kalian semua, bermain-main dengan teman, makan tanpa di ganggu, dan banyak hal lainnya” ucap Lusiana
“dengan kata lain dia masuk ke sangkar emas dan aku bebas dari sana” ucapku
__ADS_1
“Aku tidak tau kalau kau sering terganggu karna kami” ucap Maya
“nona Maya ini adalah rahasia jadi bisakah kau menjaganya” ucap Lusiana
“ kau tidak perlu hawatir nona Lusiana, aku pandai menjaga rahasia, lagipula aku adalah fans mu mana mungkin aku tidak mendukungmu” ucap maya
“ Mahirah kau menyuruhku kemari pagi-pagi ada apa? Bukankah kita ke kampusnya siang?” sambung Maya
Aku mengatakan padanya bahwa aku akan memake over penampilannya, aku meminta Lusiana untuk membantuku, kami tidak menyangka bahwa perubahan yang kami lakukan padanya membuatnya terlihat lebih cantik dari sebelumnya, setelah selesai kami bersiap untuk berangkat kuliah, Lusiana kembali ke hotel sementara aku dan Maya berangkat ke kampus, Maya merasa heran melihat mobil sport yang terparkur di depan rumahku, aku bilang padanya bahwa mobil itu milik temanku, aku tidak berbohong padanya, hanya saja aku tidak mengatakan bahwa mobil itu milik Zian, aku hawatir dia akan semakin terkejut, orang biasa seperti aku berteman dengan Lusiana saja sudah membuatnya syok apalagi jika dia tau siapa aku sebenarnya,
Setelah sampai di kampus semua mata tertuju pada Maya, Maya merasa aneh dengan situasi ini aku memintanya untuk tetap tenang dan bersikap biasa, kami bertemu dengan Davin dan Shanti
“ Mahirah pria yang di samping Shanti itu Davin” bisiknya
“hai Mahirah, siapa yang ada di sampingmu itu apa dia murid baru” ucap Shanti
“Shanti, Mahirah, ini sudah saatnya untuk rapat, oh ya apa Maya belum sampai” ucap Tian memotong pembicaraan, sambil berjalan mendekat
“ Astaga, Maya ada di depan kalian, dan kalian masih tidak melihatnya” ucapku
Mereka semua terkejut saat aku mengatakan bahwa wanita cantik di sampingku adalah Maya, mereka menatap Maya seolah tak percaya,
“aku sudah di sini, ayo kita rapat hari sudah semakin siang” ucap Maya dengan tegas
Kami masuk ke ruang rapat dan memulai pembicaraan, membuat jadwal kegiatan untuk masa orientasi, setelah selesai, Davin mendekati Maya dan mengajaknya mengobrol tapi maya mengabaikannya dan mendekariku, dia mengajaku pergi dari sana, aku melihat Shanti tersenyum lega, dari senyuman itu aku bisa tahu bahwa Shanti adalah orang yang baik, tapi aku tidak tau kenapa dia mengkhianati Maya,, aku akan mencari tau nanti
“ Mahirah... Mahirah... tunggu sebentar” ucap Tian sambil terburu-buru berlari menyusul kami
“Dion bilang bahwa orang yang pernah datang mencarimu, pria itu datang lagi, aku meminta Dion menahannya di bawah, sebaiknya kau cepat temui dia” ucap Tian
“ pergilah Mahirah, aku bisa pulang sendiri, aku akan naik ojeg online ke rumahmu dan mengambil motorku.” Ucap Maya
“ Biar aku saja yang mengantarmu Maya” ucap Tian
Aku merasa tenang karna Maya akan di antar oleh Tian, di sisi lain aku melihat Shanti tersenyum saat melihat Tian dan Maya bersama, aku akan mengurus masalah Maya nanti, aku bergegas turun ke bawah untuk menemui Arnaf,
“itu dia Maya” ucap dion sambil menunjuk ke arahku
Aku berjalan mendekati mereka,
“Terimakasih bantuannya Dion” bisiku pada Dion
“Santai saja Mahirah” bisik Dion
“ Ada apa kau mencariku Arnaf” ucapku
“ ayah bilang kau izin 1 minggu, aku hanya ingin tau apa kau benar-benar ke kampus atau hanya alasan saja” ucap Arnaf
“Aku diminta menjadi panitia orientasi siswa, aku tidak bisa menolaknya, aku mungkin akan sibuk di kampus selama 1 minggu kedepan” Jawabku
__ADS_1
“ iya aku tau, temanmu tadi memberitahuku, aku tidak tau kalau kau begitu...”
“ begitu apa? Begitu apa tuan Arnaf, katakan padaku aku begitu apa? “ ucapku memotong perkataannya
Seseorang mendorongku hingga aku jatuh ke pelukan Arnaf, saat dia memandangku dengan pandangan mata yang lembut aku merasakan hal aneh dalam diriku
“apa yang terjadi, apa aku jatuh cinta lagi... Jantungku berdebar sangat kencang, duniaku seakan berhenti saat menatap matanya, semuanya menjadi sunyi, entah mengapa aku merasa momen ini adalah momen yang romantis” gumamku dalam hati
“apa kau baik-baik saja Maya?” ucap Arnaf sambil melepaskan pelukannya dengan lembut
“ya aku baik-baik saja” ucapku
Suasananya jadi canggung di antara kami
“Apa kau sudah makan?” ucapku dan Arnaf dengan kompak
“Aku belum makan” jawab kami dengan kompak lagi
Kami tersenyum bersama karna bertanya dan menjawab secara bersamaan , aku dan Arnaf pun memutuskan untuk makan siang bersama di kantin kampus, setelah makan aku mengajak Arnaf berjalan-jalan di taman kampus, kami bicara sambil berjalan-jalan menikmati hari yang semakin sore, kemudian Arnaf mengantarku pulang, saat sampai rumahku aku melihat Maya dan Tian duduk di depan rumahku
“ Kalian di sini?” ucapku
“ oh MY kau sudah pulang, ada yang lupa kuberikan padamu, jadi aku menunggumu “ Ucap Tian
“aku di sini hanya untuk menemani Tian” ucap Maya
“apa itu?” tanuaku
“Name cart panitia” ucap Tian
“kau bisa berikan ini besok di kampuskan, kenapa kau sampai menungguku” ucapku
“Maya aku pamit pulang dulu” ucap Arnaf
“Baiklah tuan Arnaf, terimakasih untuk hari ini” jawabku
“ Name cart ini hanya alasan Mahirah, sebenarnya aku penasaran apa hubunganmu dengan tuan Arnaf, apa dia kekasihmu” ucap Tian sambil tersenyum menggodaku
“ aku hanya bekerja di hotelnya” Ucapku
“Bekerja dengannya, tapi kenapa aku merasa hubungan kalian lebih dari itu, jika di pikir-pikir apa masuk akal seorang bos besar datang ke kampus karyawannya,” ucap Maya menggodaku juga
“Masalahnya aku meminjam uang darinya untuk membayar kuliahku, jumlahnya cukup besar jadi dia selali mengawasiku, aku rasa ini wajar, ini sudah senja kalian tidak ingin pulangkah” ucapku sambil tersipu malu
“ Kami tau mahirah, kami sungguh mengetahuinya, kebenarannya terlihat di wajahmu, benarkan Maya” ucap Tian sambil melangkah pergi dan naik ke motornya
“ Kau benar sekali Tian, kalau begitu kami pamit dulu Mahirah, sampai jumpa di kampus besok” ucap Maya sambil berjalan kemudian menaiki motornya
“Sampai jumpa dan hati-hati di jalan” ucapku sambil melambaikan tangan...
__ADS_1
Mereka sudah pulang aku bisa istirahat sekarang, aku merasa lelah hari ini, tapi aku tidak mengantuk, aku terus memikirkan apa yang di katakan Maya dan Tian, aku juga tidak bisa berhenti memikirkan Arnaf,
“ Aku tidak tau kalau menjadi panitia orientasi itu sangat menyenangkan, tapi kenapa Davin sekarang mendekatiku, dan Shanti merebut Davin dari sahabatnya sendiri di sisi lain dia juga menolak untuk menjalin hubungan dengan Davin...