CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
Isi hati Arnaf


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku, aku pikir sudah pagi tapi saat aku melihat jam waktu menunjukan pukul 02:30 dini hari, aku merasa haus tapi air di kamarku sudah kosong, aku turun untuk mengambil air di dapur, saat menuruni tangga aku melihat Arnaf yang baru kembali,


“ kau belum tidur” ucap Arnaf


“ Aku terbangun karna haus, tapi air di kamarku habis aku mau mengambil air di dapur, kau dari mana saja cote? kenapa kau baru kembali?” tanyaku


Arnaf mendekatiku, dia menatapku dari dekat kemudian mengatakan


“ setelah sekian lama aku baru mendengar panggilan itu lagi, kau mau kedapur kan! Sekalian buatkan aku makanan aku sangat kelaparan, dan antar ke kamarku oke switty gemuku” ucap Arnaf dengan nada memerintah kemudian dia berjalan menaiki tangga dan pergi ke kamarnya


Aku hanya terdiam mendengar perintahnya, aku merasa bahagia mendengar panggilan itu lagi, aku pergi ke dapur mengambil air untuk diriku dan membuatkan makanan untuk Arnaf, aku pergi ke kamar Arnaf untuk mengantarkan makanan itu, tapi aku tidak melihatnya.


“makanannya sudah siap” ucap Arnaf keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk,


Melihat dadanya yang bidang dan otot-otot tubuhnya membuatku ingin memeluknya, aku menutup mataku agar pikiranku tidak menggila


“ Aku sudah menepati janjiku untuk mencari Adriana, dia dan kakamu ada di rumahku”


“ Benarkah! Aku sudah memakai baju kau bisa membuka matamu”


“ aku juga akan membantumu menemukan kekasihmu, katakan padaku siapa dia? Apa dia itu...


“ bisakah kau tinggalkan kamar ini, aku mau makan dan istirahat dengan tenang” Arnaf memotong pembicaraanku


Aku menuruti keinginan Arnaf dan pergi dari kamarnya, aku merasa sikap Arnaf berbeda padaku sejak dia tau kalau aku ini Mahirah,

__ADS_1


” jika Arnaf adalah cote itu artinya kekasih yang selama ini dia cintai bukankah wanita itu seharusnya aku, jika dia begitu mencintaiku lalu kenapa 5thn lalu dia mengingkari janjinya, rasanya aku kembali ke titik awal, diaman aku tidak mengetahui apapun, haruskah aku membencinya atau membiarkan cinta ini mengalahkan kebencian, ahhhh... aku tidak tau, lebih baik aku kembali tidur, kepalaku rasanya ingin pecah jika memikirkan semua ini” ucapku bicara pada diri sendiri


Keesokan harinya.


Aku tak ingin bangun pagi ini, namun aku membuka mata dan tersenyum


“ selamat pagi dunia” ucapku bicara sendiri, aku turun dari tempat tidur dan bersiap pergi ke kantor, aku tidak pergi berolahraga karna kakiku masih sakit, jika lukanya berdarah lagi ibu akan memarahiku lagi aku tidak menginginkan hal itu, aku berjalan dengan perlahan, berjalan seperti ini sungguh melelahkan, aku berjalan menuju ruang makan, menghampiri ibu yang tengah menyiapkan sarapan, Adriana dan Malik juga ada di sana untuk membantu ibu, aku memeluk ibu dan mengucapkan selamat pagi seperti biasa, aku juga mengucapkan selamat pagi pada Adriana dan Malik, Arnaf datang dengan nafas terengah-engah


“Kau dari mana sepagi ini Arnaf” Ucap Malik


“Aku tidak bisa tidur semalam, jadi aku pergi berolah raga” ucap Arnaf


“Arnaf kemarin kau pergi ke mana hingga pulang dini hari? Ucap ibu


“ aku menyelesaikan pekerjaanku tante, tante pekerjaanku sudah selesai di sini, aku akan kembali bersama Malik dan Adriana” ucap Arnaf


“cote kau ini kenapa?, kau marah karna aku tidak memberitahu dirimu bahwa aku ini Mahirah, orang yang kau cari, atau karna apa?”


“bukan karna itu switty, aku harus bilang apa, aku begitu percaya pada diriku, aku pikir aku bisa mengenalimu jika suatu saat aku bertemu denganmu, aku pikir aku akan terus mencintaimu, aku pikir aku tidak akan jatuh cinta pada orang lain, aku pikir....Sudahlah... Lupakan saja perkataanku, aku tidak marah padamu, aku marah pada diriku sendiri” ucapnya dengan kemarahan


“ Kau mencariku bukan, kenapa? “ ucapku sambil menahan air mata


“pergi dari kamarku switty,”


“tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku, kenapa kau mencariku? Dan Kenapa sikapmu berubah?”

__ADS_1


“aku harus bilang apa switty, aku tidak tau siapa yang ada di dalam hatiku saat ini, Mahirah atau...”


“Atau apa cote? Katakan! Apa kau mencariku untuk mengatakan bahwa kau mencintai wanita lain” ucapku sambil menitihkan air mata


“ Kau ingin tau kebenarannya, maka baiklah dengarkan aku, sejak awal aku mencarimu karna aku mencintaimu, itu benar, aku mengerahkan semua kekuatanku untuk mencarimu, itu benar, aku bahkan sampai mencarimu dalam diri orang lain, itu juga benar, sebelum satu bulan lalu aku mencarimu untuk menepati janjiku untuk menikahimu karna aku menginginkannya, tapi sejak sebulan yang lalu aku menyadari perasaanku bukan untuk Mahirah lagi, kau tau betapa tersiksanya aku karna itu, aku mencarimu dan dia yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, aku


“Jika kau begitu mencintainya maka pergilah, bukankah sejak 5thn lalu kau sudah tak peduli padaku” ucapku dengan nada tinggi sambil menangis


Aku menghapus air mataku, mengambil kunci dari saku dan membuka pintunya kemudian pergi ke kamarku, aku mengunci kamarku dan menangis kencang, aku tidak bisa menahan rasa sakit hatiku, aku menarik selimut, melempar barang barang dan berteriak sekencang yang aku bisa, rasa sakit ini sama seperti 5thn lalu, aku mendengar suaranya dari balik pintu,


“jangan mencariku jika kita tidak bersama, Aku mungkin terlintas di pikiranmu, tapi jangan khawatir tentang aku, percayalah aku takan peduli meski kau lukai, aku menyerah menjalani kisah ini, lakukan apa yang membuatmu bahagia cote, aku tidak punya kekuatan untuk menahanmu, aku tidak bisa mempertahankan cintaku, mungkin sampai kapanpun aku tidak akan mampu membenci dirimu, jika kau begitu mencintainya tinggalkan saja aku sendiri disini, pergilah cote jalani hidupmu...”


“aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri, aku tidak bisa melihatmu terluka hingga seperti ini, Switty buka pintunya aku mohon, bagaimana aku bisa meninggalkanmu setelah apa yang kau lakukan padaku, aku tidak akan pergi sebelum memberimu pelajaran, buka pintunya atau aku akan mendobraknya switty aku akan menghitungnya... Satu...dua...ti...


Aku membuka pintunya sebelum cote menyelesaikan hitungannya, dia masuk ke kamarku dia menariku keatas ranjang, kemudian dia memukuliku dengan bantal aku merebut bantal dari tangannya dan membalas perbuatannya, kami saling memukul hingga bantalnya hancur dan semua isinya berterbangan memenuhi kamarku


“ Astaga, apa yang kalian berdua lakukan, Arnaf , Mahirah ada apa dengan kalian, apa semua ini?” ucap ibu dengan nada marah


“ dia yang memulainya” jawab kami kompak sambil saling menunjuk


“Astaga... Kalian ini, apa kalian pikir kalian masih anak-anak, lihat tubuh kalian, kotor karna sabut batal, kalian terliat seperti burung, cepat bersihkan diri kalian” ucap ibu dengan nada marah dan menunjuk ke arah kamar mandi


Aku dan cote masuk ke kamar mandi bersamaan, cote menyiramku dengan air, dan aku juga melakukannya, ibu berteriak dari luar


“ hentikan perkelahian kalian sekarang juga”

__ADS_1


“ Arnaf keluar dari kamar mandiku, aku mau mandi” ucapku


“ aku tidak mau, jika kau mau mandi mandi saja, aku tidak akan melarangmu, lagi pula ibumu tidi memintaku untuk mandi juga, ayo kita mandi sama-sama sayangku...


__ADS_2